Abstrak
Penelitian ini berjudul” Pola Komunikasi Guru TPQ dalam Meningkatkan Bacaan Al-Qur’an Santri di Rumah Tahfidz Al-Kaustar Nagari Muaro Pingai.” Penelitian ini di Latar belakangi oleh masih adanya santri yang mengalami kesulitan dalam membaca Al-Qur’an, seperti kurang tepat dalam pelafalan huruf hijaiyah, belum memahami hukum tajwid dengan baik, serta rendahnya kelancaran membaca Al-Qur’an. Selain itu, perbedaan kemampuan santri dan kurangnya pendampingan belajar dirumah menjadi tantangan bagi guru dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi yang digunakan guru TPQ dalam meningkatkan bacaan Al-Qur’an santri serta mengetahui kendala yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian dilaksanakan di Rumah Tahfidz Al-Kaustar Nagari Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive yang terdiri atas 4 orang guru TPQ, 7 orang santri, dan 4 orang tua santri. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sehingga diperoleh gambaran yang utuh mengenai pola komunikasi guru TPQ dalam meningkatkan bacaan Al-Qur'an santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru TPQ menerapkan empat pola komunikasi menurut Onong Uchjana Effendy, yaitu pola komunikasi primer, sekunder, linear, dan sirkular. Pola tersebut terlihat melalui penyampaian pesan secara verbal dan nonverbal, penggunaan media pembelajaran, penyampaian arahan secara langsung, serta adanya umpan balik antara guru dan santri. Penerapan pola komunikasi tersebut mendukung perbaikan bacaan Al-Qur’an santri dalam kelancaran membaca, ketepatan makhraj, panjang pendek bacaan, dan penerapan hukum tajwid. Kendala yang dihadapi meliputi perbedaan kemampuan santri, keterbatasan media pembelajaran, kurangnya pendampingan di rumah, dan lingkungan belajar yang kurang kondusif.