Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2025Versi 1

Komunikasi Organisasi Ikatan Mahasiswa Pasaman (IMAPAS) Kota Bukittinggi Dalam Meningkatkan Rasa Kekeluargaan Antar Anggota

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Komunikasi dan Penyiaran Islam•4 dilihat · 2 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Komunikasi Organisasi Ikatan Mahasiswa Pasaman (IMAPAS) Kota Bukittinggi dalam Meningkatkan Rasa Kekeluargaan Antar Anggota”, yang disusun oleh Selamat Askandaria, NIM 4321045, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya komunikasi sebagai fondasi interaksi sosial dan musyawarah dalam organisasi, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an. Dalam konteks IMAPAS, komunikasi antaranggota menjadi kunci terciptanya rasa kekeluargaan, namun masih ditemukan hambatan seperti rendahnya umpan balik, miskomunikasi melalui media sosial, serta kecanggungan antara senior dan junior. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana tiga pola komunikasi organisasi komunikasi vertikal atas ke bawah, vertikal bawah ke atas, dan horizontal diterapkan dalam IMAPAS serta dampaknya terhadap rasa kekeluargaan anggota. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan terdiri dari ketua, pengurus, dan anggota aktif. Metode penelitian yang digunakan penelitian kualitatif. Jadi penelitian lapangan yang bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan apa adanya tentang komunikasi organisasi yang dijalankan pada kepengurusan Ikatan Mahasiswa Pasaman (IMAPAS) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dalam meningkatkan rasa kekelurgaan antar anggota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi vertikal dari atas ke bawah yang diterapkan ketua organisasi masih bersifat satu arah, sehingga anggota kurang terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Komunikasi vertikal dari bawah ke atas juga belum optimal karena adanya rasa segan, kurangnya keberanian anggota memberikan kritik, serta rendahnya respon melalui grup WhatsApp. Sementara itu, komunikasi horizontal antaranggota mengalami hambatan akibat senioritas, perbedaan tingkat semester, dan minimnya interaksi informal yang menyebabkan koordinasi kegiatan tidak berjalan maksimal. Hambatan dalam ketiga pola komunikasi tersebut berdampak pada tertundanya beberapa kegiatan, kurangnya partisipasi anggota, serta melemahnya rasa kebersamaan. Meskipun demikian, IMAPAS telah berupaya memperbaiki komunikasi melalui kegiatan kebersamaan, sosial, keagamaan, serta penyusunan grup kerja khusus. Upaya tersebut mulai membangun kembali dinamika komunikasi yang lebih terbuka dan kekeluargaan yang lebih kuat. Penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas pola komunikasi vertikal dan horizontal merupakan kunci utama dalam penguatan solidaritas, koordinasi program, dan kesinambungan organisasi IMAPAS Kota Bukittinggi. Komunikasi yang terbuka, partisipatif, dan dialogis sangat diperlukan agar organisasi berbasis kekeluargaan seperti IMAPAS dapat berkembang secara harmonis dan berkelanjutan.

Kata kunci

Kata Kunci: Komunikasi Organisasi, Pola Komunikasi Vertikal, Komunikasi Horizontal, IMAPAS, Kekeluargaan, Kepemimpinan

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Komunikasi Organisasi Ikatan Mahasiswa Pasaman (IMAPAS) Kota Bukittinggi Dalam Meningkatkan Rasa Kekeluargaan Antar Anggota2025 · oai:ais:skripsi:19056

Publikasi terkait