Abstrak
Skripsi ini berjudul “Pola Komunikasi Antarbudaya Masyarakat Suku Jawa dan Suku Minang di Jorong Timbulun Atas Nagari Lubuk Gadang Kabupaten Solok Sellatan” disusun oleh Rani Umminurasih, NIM 4321006. Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Masyarakat Jorong Timbulun Atas, Nagari Lubuk Gadang, Kabupaten Solok Selatan, merupakan komunitas multikultural yang didominasi oleh suku Jawa dan Minang. Keberagaman ini menuntut adanya pola komunikasi antarbudaya yang efektif untuk menjaga keharmonisan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pola komunikasi antar kedua suku serta faktorfaktor yang memengaruhinya. Interaksi antar kedua kelompok etnis ini menjadi penting dikaji karena perbedaan latar belakang budaya, nilai, dan bahasa yang dapat mempengaruhi efektivitas komunikasi sehari-hari, terutama dalam konteks sosial kemasyarakatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, masyarakat dari kedua suku serta pihak yang terlibat dalam kegiatan sosia, budaya maupun agama yang ada di Jorong Timbulun Atas, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, pola komunikasi yang terbentuk meliputi pola primer, linear, dan sirkuler. Pola primer terlihat dari penggunaan bahasa daerah dalam kelompok internal dan bahasa Indonesia sebagai penghubung antar suku. Pola linear muncul dalam penyampaian informasi satu arah, seperti saat rapat dan musyawarah. Sementara itu, pola sirkuler terjadi dalam interaksi timbal balik, khususnya dalam kegiatan adat, keagamaan, dan sosial. Kedua, faktor pendukung komunikasi antarbudaya mencakup kemampuan beradaptasi, sikap saling menghargai, toleransi budaya, dan penggunaan bahasa yang sama. Adapun hambatan meliputi perbedaan bahasa, nilai budaya, serta faktor psikologis seperti prasangka dan kesalahpahaman. Kesimpulannya, komunikasi antarbudaya di Jorong Timbulun Atas berlangsung secara dinamis dan harmonis, didukung oleh kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat. Kata Kunci: Komunikasi Antarbudaya, Pola Komunikasi Antarbudaya, Suku Jawa, Suku Minang