Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Suku Jawa
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pola Komunikasi Antarbudaya Masyarakat Suku Jawa dan Suku Minang di Jorong Timbulun Atas Nagari Lubuk Gadang Kabupaten Solok Selatan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Pola Komunikasi Antarbudaya Masyarakat Suku Jawa dan Suku Minang di Jorong Timbulun Atas Nagari Lubuk Gadang Kabupaten Solok Sellatan” disusun oleh Rani Umminurasih, NIM 4321006. Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Masyarakat Jorong Timbulun Atas, Nagari Lubuk Gadang, Kabupaten Solok Selatan, merupakan komunitas multikultural yang didominasi oleh suku Jawa dan Minang. Keberagaman ini menuntut adanya pola komunikasi antarbudaya yang efektif untuk menjaga keharmonisan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pola komunikasi antar kedua suku serta faktorfaktor yang memengaruhinya. Interaksi antar kedua kelompok etnis ini menjadi penting dikaji karena perbedaan latar belakang budaya, nilai, dan bahasa yang dapat mempengaruhi efektivitas komunikasi sehari-hari, terutama dalam konteks sosial kemasyarakatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, masyarakat dari kedua suku serta pihak yang terlibat dalam kegiatan sosia, budaya maupun agama yang ada di Jorong Timbulun Atas, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, pola komunikasi yang terbentuk meliputi pola primer, linear, dan sirkuler. Pola primer terlihat dari penggunaan bahasa daerah dalam kelompok internal dan bahasa Indonesia sebagai penghubung antar suku. Pola linear muncul dalam penyampaian informasi satu arah, seperti saat rapat dan musyawarah. Sementara itu, pola sirkuler terjadi dalam interaksi timbal balik, khususnya dalam kegiatan adat, keagamaan, dan sosial. Kedua, faktor pendukung komunikasi antarbudaya mencakup kemampuan beradaptasi, sikap saling menghargai, toleransi budaya, dan penggunaan bahasa yang sama. Adapun hambatan meliputi perbedaan bahasa, nilai budaya, serta faktor psikologis seperti prasangka dan kesalahpahaman. Kesimpulannya, komunikasi antarbudaya di Jorong Timbulun Atas berlangsung secara dinamis dan harmonis, didukung oleh kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat. Kata Kunci: Komunikasi Antarbudaya, Pola Komunikasi Antarbudaya, Suku Jawa, Suku Minang

5 dilihat · 5 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

INTERAKSI SOSIAL ANTAR ETNIK (STUDI KASUS SUKU MINANG DAN SUKU JAWA DI JORONG SIMPANG 14 NAGARI SIALANG GAUNG KECAMATAN KOTO BARU KABUPATEN DHARMASRAYA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK karya ilmiah dalam bentuk skripsi yang berjudul “Interaksi Sosial Antar Kelompok Etnik (Studi Kasus Suku Minang Dan Suku Jawa Di Jorong Simpang 14 Nagari Sialang Gaung Kecamatan Koto Baru Kabupaten Dharmasraya)” karya yang ditulis oleh Yelvika Marzelia, NIM 4617.014. Jurusan Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk interaksi sosial antar kelompok etnik suku Minang dan suku Jawa, dan apa yang menjadi faktor penghambat interaksi sosial masyarakat Jorong Simpang 14 Kenagarian Sialang Gaung Kecamatan Koto Baru Kabupaten Dharmasraya. penelitian ini menggunakan motode kualitatif dengan jenis deskriptif bertujuan untuk membuat deskripsi gambaran sistematis, factual dan akurat mengenai fenomena yang sedang diselidiki. Adapun teknik pengumpulan datanya yaitu dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan ialah bentuk interaksi sosial yang terjalin antar kedua etnik suku ini berjalan dengan baik dan hidup berdampingan saling membantu tolong-menolong jika ada yang membutuhkan bantuan. Yang menjadi faktor penghambat terjalinnya interaksi yaitu salah satunya dari segi bahasa yang dimana membuat sulitnya berkomunikasi satu sama lainnya. Karena masing-masing etnis menggunakan bahasa masing saaat berkomunikasi yang menjadi sulit saat berkomunikasi. Kata kunci: Interaksi sosial, Suku Minang dan Suku Jawa

3 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail