“Pola Komunikasi Orang Tua Dalam Pembinaan Anak Putus Sekolah Di Kenagarian Ranah Palabi Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya”
ABSTRAK Skripsi atas nama Panca Anggraini, Nim 4319070, berjudul “Pola Komunikasi Orang Tua dalam Pembinaan Anak Putus Sekolah di Kenagarian Ranah Palabi Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya” pada Program Studi Komunikasi Dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (Uin) Sjech Muhammad Djamil Djambek Bukittinggi, 2023. Kesibukan orang tua tentang pekerjaan, membuat kurangnya komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak, serta rendahnya peran orang tua dalam memberikan dukungan dan motivasi untuk memperhatikan terhadap pendidikan anak sehingga anak mencari kesibukan sendiri hingga melupakan kewajibannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat pola komununikasi orang tua anak putus sekolah, dan mengetahui pola komunikasi orang tua dalam pembinaan anak putus sekolah di Kenagarian Ranah Palabi Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik yang digunakan dalam pengambil informan dengan menggunakan teknik Snowball yaitu teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan untuk teknik pemeriksaan keabsahan data, peneliti menggunakan triangulasi data dan kecukupan bahan referensi. Data yang diperoleh kemudian diolah untuk direduksi, disajikan untuk menghasilkan kesimpulan umum. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Faktor-faktor yang mempengaruhi pola komunikasi orang tua dalam pembinaan anak putus sekolah di Kenagarian Ranah Palabi memiliki faktor pendukung yaitu, perhatian orang tua dan lingkungan keluarga, dan faktor penghambat pola komunikasi orang tua yaitu, pendapatan orang tua dan kurangnya perhatian dari orang tua. pola komunikasi orang tua dalam pembinaan anak putus sekolah di Kenagarian Ranah Palabi adalah komunikasi permassive (bebas) yaitu adanya kepercayaan yang lebih dari orang tua kepada anak untuk melakukan sesuatu, orang tua memiliki sikap mengalah kepada anak, tidak ada hukuman yang diberikan orang tua jika anak melanggar dan tidak ada aturan yang ditetapkan untuk anak. Pola komunikasi otoriter dimana terdapat sikap tegas, pengekangan, kemarahan, dan adanya hukuman bagi yang melanggar. Kata kunci: Pola Komunikasi, Orang Tua, Pembinaan Anak Putus Sekolah