Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

Poligami Syekh Sulaiman Arrasuli: Transmisi Paham Keagamaan Kaum Tuo Melalui Perkawinan Tahun 1910-1970

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Sejarah Peradaban Islam•6 dilihat · 5 unduhan

Abstrak

Skripsi ini berjudul “Pernikahan Syekh Sulaiman Arrasuli: Transmisi Paham Keagamaan Kaum Tuo Tahun 1910-1970”, yang disusun oleh Salman Al Faritsi dengan NIM 4422012, Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Syech M. Djamil Djambek Bukittinggi Tahun 2026 M/1447 H. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik poligami Syekh Sulaiman Arrasuli, seorang ulama besar dan tokoh sentral kaum tuo di Minangkabau, yang menikah dengan 17 orang istri sepanjang hidupnya rentang waktu 43 tahun. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses dan praktik pernikahan poligami tersebut, menjelaskan motif yang melatarbelakanginya, serta mengevaluasi keberhasilan dan ketidakberhasilan transmisi paham keagamaan kaum tuo kepada keturunannya. Penelitian menggunakan metode sejarah dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui empat tahapan yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber primer meliputi buku Ayah Kita karya Bahruddin Rusli (1978), kitab Pertalian Adat Dan Syara’ karya Syekh Sulaiman Arrasuli, Daftar Keluarga Besar (2009), Majalah Soearti (1938), serta wawancara dengan cucu dan murid beliau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa poligami Syekh Sulaiman Arrasuli berawal dari mekanisme perjodohan dan pinangan “siriah nan datang” semenjak pernikahan kedua pada tahun 1910, dengan tetap mempertahankan batas empat istri melalui mekanisme nikah cerai secara musyawarah. Praktik ini dilandasi dua motif utama, pertama, motif sosial-status keulamaan yang menempatkan pernikahan sebagai bentuk pengakuan sosial dan perluasan jaringan kekerabatan. Kedua, motif regenerasi paham kaum tuo di tengah tekanan kaum mudo. Keluarga besar yang terbentuk berfungsi sebagai media transmisi nilai keagamaan melalui surau dan MTI Canduang, namun hasil yang didapat tidak merata, hanya tiga dari lima anak laki-laki yang bertahan dewasa, serta satu anak perempuan yang melanjutkan tradisi dan keilmuan tersebut, yang mana hal ini dipengaruhi oleh faktor demografis, modernisasi, rekonsiliasi ideologis, dan perbedaan orientasi pemikiran setiap individu keturunan.

Kata kunci

Syekh Sulaiman Arrasuli, Poligami, Transmisi Paham Keagamaan, Kaum Tuo, Minangkabau.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Poligami Syekh Sulaiman Arrasuli: Transmisi Paham Keagamaan Kaum Tuo Melalui Perkawinan Tahun 1910-19702026 · oai:ais:skripsi:21570

Publikasi terkait