ResearchOpen AccessMetadata saja
2026•Hasil Penelitian dan Pengabdian
The government prioritizes Villages in development, providing funds for Villages which are taken directly from the State Revenue and Expenditure Budget to be managed by the Village independently. The research objective was to determine the effect of the influence of the internal control system, the use of accounting information technology, and the competence of the Nagari apparatus on the accountability of village fund management. This type of quantitative research, a sample of 20 Nagari in Agam District, as many as 80 respondents, using convenience sampling techniques, the data in this study were collected using a questionnaire and analyzed using multiple regression analysis. The results of the research F test results F value 31.750> F table 2.74, 95% confidence level
and significant 0.05, Fcount > F table conclusion that there is an effect of independent variables (X1, X2 and X3) on the dependent variable (Y) simultaneously. A separate t-test test found that the internal control system variable (X1) did not have a significant effect on the accountability of Village Fund management, the variable use of accounting information technology and the competence of Nagari officials (X2 and X3) had a significant effect on the accountability of Village Fund management.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor konvensional berdasarkan Technology Acceptance Model (TAM) dan faktor syariah berdasarkan Maqashid Syariah yang melandasi keputusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Perhentian Raja Kabupaten Kampar dalam menggunakan atau tidak menggunakan akuntansi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam kepada 13 orang informan pelaku UMKM yang dipilih melalui kombinasi purposive sampling, insidental sampling, dan saturated sampling, serta didukung data dari Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kecil (Disperdagkop dan UMK) Kabupaten Kampar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor konvensional yang paling dominan menghambat adopsi akuntansi digital adalah rendahnya perceived ease of use, khususnya pada indikator kemudahan belajar dan ketersediaan dukungan teknis, diikuti oleh kekhawatiran pada aspek trust (keamanan data) dan price value (biaya). Perceived usefulness sebenarnya telah dipahami secara positif oleh sebagian besar informan, namun belum cukup mendorong perubahan perilaku tanpa dukungan kemudahan penggunaan, pengaruh sosial, dan fasilitas pendampingan dari pemerintah daerah. Dari perspektif syariah, kekhawatiran dominan berada pada aspek hifzh al-maal (perlindungan harta) berupa ketakutan kehilangan atau kebocoran data keuangan, serta kebutuhan yang belum terpenuhi terkait fitur perhitungan zakat yang sesuai syariat. Mayoritas informan meyakini bahwa akuntansi digital secara prinsip lebih banyak membawa maslahah dibandingkan mafsadah dan tidak bertentangan dengan prinsip transparansi dalam akuntansi syariah, namun keyakinan tersebut belum sepenuhnya terwujud dalam tindakan nyata karena masih terkendala oleh faktor konvensional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor konvensional dan faktor syariah saling berkaitan dan perlu diintegrasikan dalam upaya peningkatan adopsi akuntansi digital, yaitu melalui penguatan kemudahan penggunaan, jaminan keamanan data, serta pengembangan fitur akuntansi digital yang sesuai kebutuhan keagamaan seperti perhitungan zakat, sehingga adopsi akuntansi digital dapat berjalan lebih optimal, akurat, dan sesuai dengan prinsip muamalah dalam Islam.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Analisis Tingkat Kepuasan Gen Z Terhadap Layanan Mobile Banking Ollin by Nagari (Studi Kasus Mahasiswa FEBI Angkatan 2023 UIN Bukittinggi)” yang disusun oleh Septi Aini, NIM 3322227, Mahasiswa Program studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi digital yang mendorong perbankan mengembangkan layanan mobile banking untuk memudahkan transaksi nasabah. Bank Nagari menghadirkan aplikasi Ollin by Nagari sebagai salah satu layanan digitalnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kepuasan Generasi Z, yaitu mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Angkatan 2023 UIN Bukittinggi, terhadap penggunaan aplikasi Ollin by Nagari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, serta analisis deskriptif berdasarkan Technology Acceptance Model (TAM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pengguna berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata TAM sebesar 3,60. Dimensi Perceived Ease of Use memperoleh nilai tertinggi (3,63), sedangkan Actual System Usage memperoleh nilai terendah (3,57). Dari perspektif muamalah, layanan Ollin by Nagari telah mencerminkan prinsip an-taradin, namun kualitas layanan masih perlu ditingkatkan agar kepuasan nasabah dapat lebih optimal. Kata Kunci: Kepuasan Nasabah, Mobile Banking, Ollin by Nagari, Generasi Z, Technology Acceptance Model (TAM).
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi dengan judul “Efektifitas Aplikasi BYOND By BSI Dalam Meningkat Kan Minat Untuk Bertransaksi Non-Tunai Di Bank Syariah Indonesia KCP Pulau Punjung”. Yang disusun oleh Zaskia Ramadhani Dengan NIM 3322261 Jurusan Perbankan Sayriah, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Negri Islam (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukitinggi. Penelitian ini dilatar belakangi oleh Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi layanan perbankan, termasuk pada Bank Syariah Indonesia (BSI) melalui aplikasi BYOND by BSI sebagai sarana transaksi non-tunai yang lebih praktis dan efisien. Namun, masih terdapat berbagai kendala seperti rendahnya literasi digital, gangguan sistem, serta keraguan nasabah terhadap keamanan transaksi yang dapat memengaruhi minat penggunaan aplikasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas aplikasi BYOND by BSI dalam meningkatkan minat nasabah untuk menjadikan aplikasi tersebut sebagai alat transaksi non-tunai pada Bank Syariah Indonesia KCP Pulau Punjung. Metode Penelitian yang diggunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap 10 nasabah pengguna BYOND,serta 1 Branch Operational and Service Manager (BOSM) yang dipilih menggunakan teknik purposive samplingg. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi BYOND by BSI dinilai efektif dalam meningkatkan minat nasabah bertransaksi non-tunai melalui kemudahan penggunaan, kemanfaatan yang dirasakan, sikap positif terhadap penggunaan, dan niat untuk terus menggunakan aplikasi sebagaimana dijelaskan dalam Technology Acceptance Model (TAM). Selain itu, kecepatan layanan, efektivitas transaksi, serta keamanan yang diberikan aplikasi mampu meningkatkan kepuasan dan kepercayaan nasabah. 74% nasabah menyatakan bahwa aplikasi BYOND by BSI terbukti efektif dalam meningkatkan minat nasabah untuk melakukan transaksi non-tunai di BSI KCP Pulau Punjung karena memberikan kemudahan, efisiensi waktu dan biaya, serta rasa aman dalam bertransaksi secara digital.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Analisis Digitalisasi Produk-Produk Perbankan Syariah untuk Mendorong Inklusi Keuangan Nasabah dengan Pendekatan TAM pada Bank BSI KCP Solok Selayo” Disususn oleh Aulya Refalleony NIM 3322168 Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negri (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan digitalisasi perbankan yang mendorong lembaga keuangan, termasuk perbankan syariah, untuk menghadirkan layanan digital guna meningkatkan kemudahan akses dan inklusi keuangan masyarakat. Namun, masih terdapat sebagian nasabah yang belum memanfaatkan layanan digital secara optimal karena berbagai keterbatasan, baik dari aspek pemahaman teknologi maupun infrastruktur pendukung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis digitalisasi produk-produk perbankan syariah dalam mendorong inklusi keuanggan nasabah dengan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) pada BSI KCP Solok Selayo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pegawai BSI KCP Solok Selayo yang meliputi Relationship Sales Executive (RSE), Sales Force (SF), dan Costumer Service (CS). Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi produk-produk perbankan syariah di BSI KCP Solok Selayo telah diterapkan melalui aplikasi Byond by BSI yang menyediakan berbagai layanan transaksi dan produk perbankan secara digital. Berdasarkan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM), nasabah memiliki persepsi kegunaan (perceived usefulness) yang baik karena layanan digital mampu membantu pengelolaan keuangan, meningkatkan efisiensi waktu, serta memudahkan akses transaksi. Dari aspek persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use), aplikasi Byond by BSI dinilai mudah dipahami, mudah digunakan, dan didukung sistem keamanan yang baik. Kondisi tersebut mendorong munculnya minat penggunaan (intention to use) yang cukup tinggi serta perilaku penggunaan (usage behavior) yang ditunjukkan melalui pemanfaatan layanan digital untuk transfer, pembayaran tagihan, dan pengecekan saldo. Namun, digitalisasi produk perbankan syariah belum sepenuhnya mampu mendorong inklusi keuangan seluruh nasabah karena masih terdapat hambatan berupa rendahnya literasi teknologi, keterbatasan perangkat yang digunakan, serta kualitas jaringan internet yang belum merata. Oleh karena itu, meskipun digitalisasi telah meningkatkan akses dan penggunaan layanan keuangan, inklusi keuangan nasabah BSI KCP Solok Selayo masih perlu didukung melalui peningkatan edukasi digital dan perbaikan infrastruktur teknologi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Artificial Intelligence (AI) semakin menjadi bagian dari praktik mengajar guru, namun peran spesifiknya dalam perencanaan pembelajaran, tantangan yang dihadapi guru, serta persepsi guru terhadap kegunaan dan kemudahan penggunaannya masih belum banyak dikaji di kalangan guru bahasa Inggris SMP di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran AI dalam mendukung perencanaan pembelajaran guru bahasa Inggris SMP, tantangan yang dihadapi guru dalam menggunakan AI, serta persepsi guru terhadap AI dari segi kegunaan dan kemudahan penggunaan yang dirasakan, dengan merujuk pada kerangka sintesis peran AI, hambatan orde pertama dan kedua dari Ertmer (1999), serta Technology Acceptance Model (Davis, 1989). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tiga guru bahasa Inggris SMP Negeri 1 Bukittinggi sebagai informan, dipilih melalui convenience sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan analisis dokumen berupa riwayat percakapan guru dengan AI, lalu dianalisis menggunakan thematic analysis enam fase Braun dan Clarke (2006), menghasilkan 84 kutipan data terkode yang dikelompokkan menjadi 11 kode dan enam tema utama. Hasil penelitian menunjukkan AI menjalankan empat peran yang saling berkaitan generator ide, perancah struktural, penyempurna konten, dan mitra reflektif dengan guru secara konsisten memperlakukan saran AI sebagai usulan yang perlu dievaluasi, bukan diterima begitu saja. Tantangan meliputi batasan generasi konten dari platform, pelatihan yang informal, serta dukungan institusional yang kuat namun jarang diformalkan, di samping hambatan internal yang bervariasi terkait kepercayaan diri dan kekhawatiran privasi data. Persepsi terhadap kegunaan dan kemudahan penggunaan secara umum positif, meski satu guru membedakan AI yang sekadar membantu dari yang benar-benar bermanfaat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AI telah menjadi dukungan multifungsi yang bermakna dalam perencanaan pembelajaran, namun integrasinya tetap dimediasi guru, dibentuk oleh kepercayaan diri dan keyakinan individu sama besarnya dengan kapabilitas teknis alat tersebut.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The integration of digital technology into English language teaching requires instructional materials that are interactive, meaningful, and relevant to students' learning contexts. However, the reading materials used by eighth-grade students at SMPN 4 Bukittinggi were predominantly conventional, offered limited opportunities for interaction, and did not incorporate Minangkabau local wisdom to support meaningful reading comprehension. Therefore, this study aimed to develop interactive digital English reading instructional materials integrating Minangkabau local wisdom through the Interacty.me platform for eighth-grade students. This study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, consisting of the Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation stages. The development process was initiated through a needs analysis, followed by product design, expert validation, classroom implementation, and evaluation. The effectiveness of the developed materials was examined through a quasi-experimental design involving 59 eighth-grade students, consisting of 30 students in the control group and 29 students in the experimental group. Data were collected using needs analysis questionnaires, expert validation sheets, practicality questionnaires, and reading comprehension tests. The findings demonstrated that the developed instructional materials satisfied the established criteria of validity, practicality, and effectiveness. The expert validation yielded a Content Validity Index (CVI) of 0.87, indicating that the product was highly valid. The practicality assessment resulted in a score of 86.9%, classifying the instructional materials as highly practical for classroom implementation. In terms of effectiveness, the Mann–Whitney test revealed a statistically significant difference between the experimental and control groups (U = 70.000, Z = –5.739, p = 0.000 0.05), indicating that students who learned using the developed instructional materials achieved significantly better reading comprehension than those who received conventional instruction. These findings confirm that the integration of Minangkabau local wisdom into interactive digital reading instructional materials through the Interacty.me platform provides a valid, practical, and effective instructional resource for enhancing junior high school students' reading comprehension.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The implementation of the Merdeka Curriculum encourages English teachers to integrate digital technology into student-centered learning. In this context, TPACK develop by Mishra and Koehler from Shulman’s Pedagogical Content Knowledge (PCK), becomes an important framework for understanding how teachers combine technology, pedagogy, and content in classroom instruction. This study aimed to investigate the implementation of TPACK among English in-service teachers at SMPN 2 Gunung Talang, Kab. Solok, and to identify the challenges they encountered in integrating technology into English language teaching. This study employed a descriptive qualitative research design. The participants consisted of six English in-service teachers. Classroom observations were conducted with two purposively selected teachers who actively implemented technology in their English classes, while interviews were conducted with all six teachers to obtain broader information regarding their experiences and perceptions. Data were collected through classroom observation checklists accompanied by qualitative field notes, semi-structured interviews, and documentation. The trustworthiness of the data was ensured through triangulation of observation, interview, and documentation data. The findings showed that the teachers had integrated basic digital technologies such as laptops, LCD projectors, PowerPoint, instructional videos, WordWall, and Quizizz into their English teaching. Technology was mainly used to support vocabulary, pronunciation, listening activities, and text presentation. Pedagogically, teachers applied interactive learning, group work, question-and-answer activities, and project-based learning to increase students’ participation. However, the integration of technology was not always fully connected with pedagogical strategies and English content in a holic manner. Several challenges were identified, a shortage of LCD projectors, unstable electricity and internet connections, technical problems during instruction, and the need for continuous professional development in educational technology. In conclusion, the study indicates that English teachers at SMPN 2 Gunung Talang have demonstrated practical efforts to integrate technology into English teaching. However, the implementation of TPACK remains at a basic and developing level. More comprehensive institutional support, adequate technological infrastructure, and continuous professional development programs are needed to strengthen teachers’ ability to integrate technology, pedagogy, and content effectively in accordance with the demands of the Merdeka Curriculum. Keywords: TPACK, English In-Service Teachers’, Merdeka Curriculum, Technology integration, English Language Teaching, Challenges.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Pengaruh Self Service Technology terhadap Loyalitas Nasabah Pengguna BSI Mobile Banking (Studi Kasus: Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah Angkatan 2022 UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi)”, disusun oleh Fitriani Nim 3322075 Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya tingkat loyalitas pengguna aplikasi BSI mobile banking karena belum optimalnya penerapan layanan Self Service Technology pada aplikasi BSI Mobile Banking Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat loyalitas pengguna layanan Self Service Technology pada aplikasi BSI mobile banking pada mahasiswa perbankan syariah angkatan 2022 UIN Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah Angkatan 2022 UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 297 mahasiswa, dengan sampel sebanyak 75 responden. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linear sederhana dan uji t untuk mengetahui pengaruh antarvariabel yang diteliti. Berdasarkan hasil uji t, Self Service Technology terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas nasabah pengguna BSI Mobile Banking. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung sebesar 10,333 > t tabel 1,666 serta nilai signifikansi sebesar 0,000 0,05, sehingga hipotesis penelitian diterima. Selain itu, hasil analisis regresi linear sederhana menghasilkan persamaan Y = 0,929 + 0,905X, yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan kualitas Self Service Technology diikuti oleh peningkatan loyalitas nasabah. Jadi penelitian ini membuktikan bahwa kualitas layanan berbasis teknologi mandiri memiliki peran penting dalam meningkatkan loyalitas pengguna BSI Mobile Banking.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan financial technology (fintech) telah mendorong perubahan signifikan dalam sistem layanan perbankan, Transformasi digital juga merambah sektor perbankan syariah di Indonesia dan menghadirkan konfigurasi baru dalam pengelolaan layanan keuangan. Integrasi teknologi dalam aktivitas perbankan membuka ruang bagi peningkatan ketepatan proses kerja serta perluasan jangkauan pelayanan kepada masyarakat, namun secara bersamaan memunculkan ekspektasi pertanggungjawaban yang lebih ketat. Tuntutan tersebut tidak hanya berkaitan dengan capaian kinerja, tetapi juga menyentuh dimensi moral, kepatuhan terhadap aturan, serta mutu pelayanan yang diberikan. Kajian ini diarahkan untuk menelaah sejauh mana adopsi teknologi finansial berimplikasi terhadap akuntabilitas perbankan syariah, dengan fokus pada Bank Syariah Indonesia Cabang Bukittinggi. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan menghimpun data primer dari seratus pengguna aktif layanan digital BSI melalui instrumen angket. Data yang terkumpul kemudian diolah menggunakan analisis statistik berbantuan perangkat lunak SPSS guna menguji keterkaitan antara pemanfaatan fintech dan tingkat akuntabilitas perbankan syariah. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa implementasi fintech memberikan kontribusi positif dan bermakna terhadap penguatan akuntabilitas bank syariah. Pemanfaatan layanan digital terbukti meningkatkan efektivitas kinerja, mendorong transparansi informasi, memperkuat kepatuhan terhadap regulasi, serta meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah. Temuan ini mengindikasikan bahwa fintech tidak hanya berfungsi sebagai sarana inovasi teknologi, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam memperkuat akuntabilitas dan kepercayaan publik terhadap perbankan syariah.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Pengaruh Human Capital Technology Dan Capital Based Technology Terhadap Ketimpangan Pendapatan Di Kota Bukittinggi” yang disusun oleh Rahmat Hidayat dengan Nim 3221168 Program Studi Ekonomi Islam. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dilatar belakangi oleh tingkat ketimpangan pendapatan di Kota Bukittinggi. Apakah ketimpangan pendapatan semakin membesar dengan adanya Human Capital Technology dan Capital Based Technology pada saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatakan deskriptif. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, uji regresi linear berganda dan uji hipotesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Terdapat pengaruh pengaruh Human Capital Technology terhadap ketimpangan pendapatan di Kota Bukittinggi (2) Terdapat pengaruh pengaruh Capital Based Technology terhadap ketimpangan pendapatan di Kota Bukittinggi (3) Terdapat pengaruh pengaruh Human Capital Technology dan Capital Based Technology terhadap ketimpangan pendapatan di Kota Bukittinggi (4) Seberapa besar pengaruh pengaruh Human Capital Technology dan Capital Based Technology terhadap ketimpangan pendapatan di Kota Bukittinggi. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dengan menggunakan SPSS 26 maka hasil yang didapatkan bahwa (1) Berdasarkan hasil analisi pengujian hipotesis X1 diperoleh nilai Thitung (1.229) 0.05, (2) Berdasarkan hasil pengujian hipotesis X2 diperoleh nilai Thitung (6,855) >Ttabel (1.982) dan sig (0.000) 0.05. (3) Berdasarkan hasil analisis pengujian hipotesis didapatkan nilai Fhitung (34,231) >Ftabel (3.078) dan sig (0.000) 0.05. (4) Berdasarkan hasil analisis pengujian koefisien determinasi diperoleh Hal ini menunjukkan bahwa variabel independen Human Capital Technology dan X2 Capital Based Technology, secara bersama-sama mampu menjelaskan variabel dependen Ketimpangan Pendapatan sebesar 38,1%. Sementara itu, 61,9% sisanya dijelaskan faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Vocabulary is essential in language learning as it affects students’ comprehension and ability to express ideas. Technology-based tools can enhance engagement and understanding, and Interacty, an interactive web-based platform, offers gamified vocabulary activities such as matching games, quizzes, and memory cards, etc. However, students’ perceptions of Interacty, particularly regarding psychological factors, remain underexplored, motivating this study. This study employed a quantitative descriptive design. The participants were 40 eighth-grade students from SMP Negeri 4 Bukittinggi who had used Interacty in their English vocabulary learning. The data were collected through a 25-item Likert-scale questionnaire developed based on the Technology Acceptance Model 3 (TAM 3) framework. The questionnaire measured students’ perceptions across the four psychological indicators. The collected data were analyzed using descriptive statistics to determine the level of students’ perceptions toward the use of Interacty in vocabulary learning. The findings showed that students generally responded positively to using Interacty in learning English vocabulary. Computer self-efficacy was high, indicating confidence in using the platform, while computer anxiety was moderate to high, mainly due to fear of mistakes and time pressure. Perceived enjoyment and computer playfulness were both high, with students showing motivation, satisfaction, curiosity, and engagement through gamified activities. Overall, Interacty provided an interactive and motivating environment that enhanced students’ digital confidence and vocabulary acquisition.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rosana, 2321071, “The Study of Students’ Attitudes of Using Generative
Artificial Intelligence Tools In Education Among English Department
Students at UIN SMDD Bukittinggi”. 2025
The development of Artificial Intelligence (AI), particularly
Generative Artificial Intelligence (GenAI), has significantly transformed
education, including English language learning. Tools such as ChatGPT,
Gemini, and Grammarly and other generative AI tools have made it easier for
students to write, translate, and understand learning materials. However,
issues such as overreliance and academic integrity have raised concerns. The
previous studies did not specifically integrate the three attitudinal components
cognitive, affective, and behavioral nor examined the internal and external
factors influencing students‘ acceptance of GenAI. Therefore, this study
examines students‘ attitudes toward the use of GenAI tools in educational
contexts. This research aims to describe English Education students‘ attitudes
toward the use of Generative Artificial Intelligence tools in English learning at
UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi and identify the factors
influencing these attitudes.
The study employed a quantitative with survey design. Data were
collected using a closed-ended questionnaire distributed to fifth-, seventh-,
and ninth-semester students who had experience using GenAI tools. A total of
91 participants were involved in this study. The data were analyzed by
calculating the mean scores of three attitude components: cognitive, affective,
and behavioral.
The findings reveal that students demonstrate an overall positive
attitude toward the use of Generative AI tools. The cognitive component
shows a strong positive tendency with a mean score 3.5, indicating that
students believe GenAI is useful, effective, and supportive in improving
English learning outcomes. The affective component also reflects positive
emotional responses with a mean score 3.4, where most students report
enjoyment, interest, and comfort, although a small number express concerns
about overreliance and reduced critical thinking. The behavioral component,
with a mean score of approximately 3.5, shows that students actively use
GenAI tools for academic tasks, find them practical, and intend to continue
using them in the future. Furthermore, the study identifies several factors
influencing students‘ attitudes include personal experience, social influence,
cultural values, institutional support, and emotional factors. Overall, English
Education students perceive the use of GenAI tools as beneficial, engaging,
and supportive of learning improvement. It is recommended that students
should use GenAI ethically and critically, lecturers provide guidance on its
proper use, and future research examine the long-term impacts of AI
integration on language learning.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT Annisa Nofita , 2321022. Perceptions of English Department Students At UIN Bukittinggi On The Use Of Artificial Intelligence In Doing The English Task Thesis, English Education Study Program. FTIK UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. This research aims to investigate the perceptions of English Department students at UIN Bukittinggi toward the use of Artificial Intelligence (AI) in completing English tasks and to identify the challenges they encounter while utilizing it. The study applied a mixed-method approach, combining both quantitative and qualitative data collection techniques. The participants consisted of 59 fifth-semester students, and the data were obtained through a questionnaire developed based on the Technology Acceptance Model (TAM) and semi-structured interviews. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics, while qualitative data were examined using Miles and Huberman’s interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that most students hold positive perceptions of AI use, considering it a beneficial tool that enhances efficiency, accuracy, and confidence in completing both real-world and pedagogical English tasks. However, several challenges were identified, such as overreliance on AI, a decline in critical thinking skills, and ethical concerns regarding academic integrity. Some students admitted to depending heavily on AI-generated responses without critically evaluating them. Despite these concerns, students acknowledged that AI tools such as ChatGPT, Grammarly, and QuillBot are highly useful for writing assistance, paraphrasing, and language improvement. In conclusion, AI contributes positively to students’ learning outcomes, yet it also requires responsible and ethical use to prevent misuse and dependency. Therefore, it is recommended that educators and institutions provide clear ethical guidelines and AI literacy training to promote the responsible integration of AI in English language learning. Keywords: Perception, Artificial Intelligence, English Task, Technology Acceptance Model (TAM), Mixed MethodABSTAK Annisa Nofita, (2321022). Persepsi Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris UIN Bukittinggi terhadap Penggunaan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) dalam Mengerjakan Tugas Bahasa Inggris. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris UIN Bukittinggi terhadap penggunaan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam menyelesaikan tugas Bahasa Inggris serta mengidentifikasi tantangan yang mereka hadapi dalam proses penggunaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed method) dengan menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif. Partisipan penelitian berjumlah 59 mahasiswa semester lima, dan data dikumpulkan melalui angket berbasis Technology Acceptance Model (TAM) serta wawancara semi-terstruktur. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap penggunaan AI. Mereka menilai bahwa AI memberikan manfaat dalam meningkatkan efisiensi, ketepatan, dan kepercayaan diri ketika menyelesaikan tugas Bahasa Inggris, baik tugas dunia nyata (real-world tasks) maupun tugas pedagogis (pedagogical tasks). Meskipun demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa hambatan, seperti ketergantungan berlebihan terhadap AI, penurunan kemampuan berpikir kritis, serta isu etika terkait integritas akademik. Beberapa mahasiswa mengaku sering menggunakan hasil dari AI tanpa melakukan evaluasi kritis terhadap isi atau konteksnya. Walau demikian, mereka tetap mengakui bahwa aplikasi seperti ChatGPT, Grammarly, dan QuillBot sangat membantu dalam penulisan, parafrasa, serta peningkatan kemampuan berbahasa. Sebagai kesimpulan, penggunaan AI memberikan kontribusi positif terhadap proses pembelajaran mahasiswa, namun tetap membutuhkan kesadaran etis dan tanggung jawab akademik agar penggunaannya tidak menimbulkan penyalahgunaan atau ketergantungan. Oleh karena itu, dosen dan lembaga pendidikan diharapkan dapat menyediakan pedoman etika dan pelatihan literasi AI guna mendukung integrasi teknologi ini secara bijak dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Kata Kunci: Persepsi, Kecerdasan Buatan, Tugas Bahasa Inggris, Technology Acceptance Model (TAM), Metode Campuran
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Zulhadi, 2022300. “ Learning strategies and tech-assisted learning media used by students in english writing skill”. Skripsi Program Pascasarjana Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2025. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa semester 4 di kelas writing yaitu: kesulitan menemukan ide, memilih kosakata yang tepat, menggunakan tata bahasa dengan benar, dan mengembangkan ide menjadi paragraf yang lengkap. Tujuan dari penilitian ini adalah untuk melihat strategy dan technology khusus nya artificial intiligence yang di pakai oleh mahasiswa dalam proses academic writing beserta alasan mereka memilih technology tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dengan instrument observation sheet dan semi structure interviews, observasi di lakukan di dalam 2 kelas yang berbeda sebanyak 2 kali dan di lanjutkan dengan interviews sebanyak 31 orang. Data analisis dalam penelitian ini adalah interactive model oleh Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa dalam academic writing mahasiswa menggunakan beberapa strategy di setiap tahap writing, seperti metacognitive, cognitive, social dan compensation, dan technology berbasis artificial intelligence seperti chat gpt, quilboot, qween, google, perplexcity dan Grammarly. Dengan alasan karna mudah di gunakan dan untuk menghemat waktu. Oleh karena banyak nya kemudahan yang di tawarkan oleh technology, beberapa mahasiswa cenderung menggunakan technology dengan kata lain mereka sangat tergantung dengan technology, mulai dari generating idea hingga proofeeding, bahkan ada yang menyalin nya tanpa mongoreksi kembali.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini disusun oleh Surya Agusyahputra, dengan NIM. 3320136, mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Skripsi ini berjudul ”Efektivitas Penggunaan QRIS Sebagai Alat Pembayaran Nontunai dengan Pendekatan Teori Technology Acceptance Model (TAM) (Studi Kasus Masyarakat Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau)”, atas bimbingan Bapak Amsah Hendri Doni, S.E., M.E. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terdapat masyarakat Rengat yang belum mengetahui QRIS sebagai alat pembayaran nontunai serta ada yang sudah mengetahui QRIS sebagai alat pembayaran nontunai namun belum menggunakannya karena lebih nyaman menggunakan uang tunai dibandingkan uang nontunai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah efektif penggunaan QRIS sebagai alat pembayaran nontunai pada masyarakat Rengat (generasi milenial) dan seberapa besar tingkat efektivitas penggunaan QRIS sebagai alat pembayaran nontunai pada masyarakat Rengat (generasi milenial). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, penelitian ini dilakukan di Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Populasi dalam penelitian ini adalah generasi milenial yang berada di kota Rengat yang berumur 20 - 40 tahun yang berjumlah 17.450 orang. Pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dan jumlah sampel sebanyak 99 orang, teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu angket (kuesioner). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif efektivitas, yang dilakukan dengan cara melakukan perhitungan sesuai rumus dengan cara menjumlah skor total hasil jawaban responden yang diperoleh dibagi dengan jumlah skor ideal setelah itu dikali 100%. Selanjutnya skor yang diperoleh akan dikonversikan melalui standar ukuran efektivitas. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa tingkat efektivitas penggunaan QRIS sebagai alat pembayaran nontunai pada masyarakat Rengat (generasi milenial) tergolong Sangat Efektif. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengumpulan data yang diperoleh dari analisis data persentase setiap indikator adalah 84,12%, dimana berdasarkan standar pengukuran efektivitas memperoleh tingkat pencapaian Sangat Efektif.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini disusun oleh Rizki Fajar Asyraf dengan nim 3320213 program studi strata-1 (S1) Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Dengan judul “Analisis Persepsi Generasi Z Pada Penggunaan Financial Technology (FINTECH) E-Wallet (Studi Kasus Generasi Z Kelurahan Tarok Dipo Bukittinggi). Penelitian ini dilatarbelakangi karena kurang efektifnya penggunaan fintech di kelurahan Tarok Dipo, sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi generasi Z pada penggunaan fintech pada generasi Z kelurahan Tarok Dipo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dimana hasil penelitian akan diolah dan dianalisis untuk menarik kesimpulan. Data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu data primer yang bersumber dari generasi Z kelurahan Tarok Dipo, sedangkan data sekunder bersumber dari artikel, jurnal, serta buku yang membahas tentang financial technologi (fintech). Hasil dari penelitian yang dilakukan pada generasi Z pada penggunaan fintech E-wallet yang telah dilakukan , maka diperoleh bahwa generasi Z di kelurahan Tarok Dipo memiliki persepsi yang baik dan sangat baik terhadap fintech E-wallet dengan jumlah persentase yang sama yaitu 48% dengan jumlah 96% yang dimana jumlah ini hampir sempurna meskipun masih ada yang memiliki persepsi negative terhadap fintech E-wallet.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Analisis Dampak Penggunaan Financial Technology (FinTech) Dalam Transaksi Konsumtif (Studi Kasus Mahasiswa Perbankan Syariah 2020 UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi)” disusun oleh Zahratul Aini dengan NIM 3320040, Program Studi S1 Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Tujuan yang hendak dicapai melalui penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimanakah dampak penggunaan financial technoogy (FinTech) dalam transaksi konsumtif mahasiswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan wawancara dan jenis penelitian lapangan kepada informan penelitian sebanyak 15 orang mahasiswa Perbankan Syariah UIN Sjjech M Djamil Djambek Bukittinggi. Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan FinTech di kalangan mahasiswa memberikan dampak positif dan negative. Positifnya, FinTech mempermudah transaksi dan meningkatkan efisiensi waktu, mengurangi kebutuhan untuk membawa uang tunai, dan menawarkan berbagai promosi yang menguntungkan. Namun, kemudahan akses ini juga menyebabkan peningkatan perilaku konsumtif di kalangan mahasiswa, dimana mereka cenderung lebih sering melakukan pembelian secara impulsif.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “ANALISIS PERSEPSI PENGGUNA MOBILE BANKING PADA BANK SYARIAH KCP PARIAMAN” yang disusun oleh Peri Putra dengan Nim. 3320193 Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Universitas Islam (UIN) Sjech M. Djamil Djambek bukittinggi yang dibimbingan Oleh Ibu Nini Sumarni SE, M,Si Financial technology merupakan inovasi dibidang jasa keuangan yang melakukan transaksi keuangan dengan sistem internet. Fintech mendorong sektor perbankan supaya menyesuaikan dan beradaptasi dalam era teknologi digital yang semakin maju dan berkembang. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang pengguna aplikasi fintech serta antisipasi hal-hal yang diluar dugaan mengenai fintech pada BSI KCP Pariaman. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus di lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif yang mana analisis data menggunakan Technology Acceptance Model (TAM). Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan dokumentasi yang mana wawancara dilakukan dengan nasabah dan pegawai bank syariah KCP Pariaman Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa kehadiran teknologi seperti Fintech (BSI Mobile) ini telah terbukti memberikan kemudahan bagi para nasabah BSI KCP Pariaman dalam melakukan transaksi secara praktis dan efisien. Nasabah dengan mudahnya mengakses berbagai transaksi dimanapun dan kapanpun mereka berada hanya menggunakan gawai ponsel mereka, tanpa perlu datang ke bank maupun ATM untuk melakukan transaksi keuangan mereka. Meskipun kemudahan dan manfaat yang dirasakan cenderung berbeda-beda. Namun, hal tersebut sangat membantu menyesuaikan kebutuhan para nasabah, dan yang menonjol adalah pengguna Fintech (BSI Mobile) bisa mendapatkan efisiensi waktu.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini disusun oleh : Yulisa Khairani NIM: 3320174 skripsi ini berjudul “Strategi Pengembangan Fintech Pada Produk dan Layanan Bank Syariah (Studi Kasus: Bank BSI KC Bukittinggi) ”.Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi atas bimbingan ibu Dr. Hesi Eka Putri, S.E, M.Si. Financial technologi merupakan inovasi dibidang jasa keuangan yang melakukan transaksi keuangan dengan sistem internet. Fintech mendorong sektor perbankan supaya menyesuaikan dan beradaptasi dalam era teknologi yang semakin maju dan berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aplikasi fintech pada perbankan syariah dan merancang strategi pengembangan yang tepat unntuk melakukan perbaikan sistem dan layanan serta antisipasi hal-hal yang diluar dugaan mengenai fintech pada Bank BSI KC Bukittinggi. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif yang mana analisis data menggunakan matrix SWOT dalam menentukan peluang dan tantangan fintech pada Bank BSI KC Bukittinggi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan dokumentasi yang mana wawancara dilakukan dengan Branch Office Service Manager serta Costumer Service Bank BSI KC Bukittinggi. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat banyak keunggulan yang didapatkan dengan menggunakan fintech dn strategi pengembangan fintech yang cocok dipakai yaitu strategi SO (Stregth - Opportunities) dengan skor 4,00. Yang menjadi strategi memanfaatkan kekuatan untuk mendapatkan peluang yaitu : 1. Menciptakan dan memfasilitasi para pelaku usaha (UMKM), pelajar dan masyarakat umum dengan pilihan akses teknologi pada produk dan layanan Bank BSI KC Bukittinggi, 2. Selalu memperhatikan pangsa pasar dan melakukan inovasi pada teknologi keuangan yang ada pada Bank BSI KC Bukitttinggi, 3. Meningkatkan dan menjamin kualitas pelayanan Bank BSI KC Bukittinggi untuk nasabah, 4. Memperluas jaringan pelayanan Fintech sehingga diharapkan di kota Bukittinggi memiliki akses teknologi keuangan merata.