Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ROSANA

4 karya publik ditemukan.

2025: 12019: 12018: 2

The Study of Students’ Attitudes of Using Generative Artificial Intelligence Tools In Education Among English Department Students At UIN SMDD Bukittinggi

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rosana, 2321071, “The Study of Students’ Attitudes of Using Generative Artificial Intelligence Tools In Education Among English Department Students at UIN SMDD Bukittinggi”. 2025 The development of Artificial Intelligence (AI), particularly Generative Artificial Intelligence (GenAI), has significantly transformed education, including English language learning. Tools such as ChatGPT, Gemini, and Grammarly and other generative AI tools have made it easier for students to write, translate, and understand learning materials. However, issues such as overreliance and academic integrity have raised concerns. The previous studies did not specifically integrate the three attitudinal components cognitive, affective, and behavioral nor examined the internal and external factors influencing students‘ acceptance of GenAI. Therefore, this study examines students‘ attitudes toward the use of GenAI tools in educational contexts. This research aims to describe English Education students‘ attitudes toward the use of Generative Artificial Intelligence tools in English learning at UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi and identify the factors influencing these attitudes. The study employed a quantitative with survey design. Data were collected using a closed-ended questionnaire distributed to fifth-, seventh-, and ninth-semester students who had experience using GenAI tools. A total of 91 participants were involved in this study. The data were analyzed by calculating the mean scores of three attitude components: cognitive, affective, and behavioral. The findings reveal that students demonstrate an overall positive attitude toward the use of Generative AI tools. The cognitive component shows a strong positive tendency with a mean score 3.5, indicating that students believe GenAI is useful, effective, and supportive in improving English learning outcomes. The affective component also reflects positive emotional responses with a mean score 3.4, where most students report enjoyment, interest, and comfort, although a small number express concerns about overreliance and reduced critical thinking. The behavioral component, with a mean score of approximately 3.5, shows that students actively use GenAI tools for academic tasks, find them practical, and intend to continue using them in the future. Furthermore, the study identifies several factors influencing students‘ attitudes include personal experience, social influence, cultural values, institutional support, and emotional factors. Overall, English Education students perceive the use of GenAI tools as beneficial, engaging, and supportive of learning improvement. It is recommended that students should use GenAI ethically and critically, lecturers provide guidance on its proper use, and future research examine the long-term impacts of AI integration on language learning.

PENGARUH LAYANAN INFORMASI TERHADAP PEMAHAMAN SISWA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI SMAN 1 CANDUNG

2019 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK MELATI ROSANA, NIM 2615051, skripsi ini berjudul “Pengaruh Layanan Informasi Terhadap Pemahaman Siswa Tentang Kesehatan Reproduksi di SMAN 1 Candung”. penelitian ini dilaksanakan bedasarkan fenomena yang ada di SMAN 1 Candung yang menunjukkan pemahaman kesehatan reproduksi yang sedang, dengan indikator kebersihan organ-organ genital, akses terhadap pendidikan kesehatan, hubungan seksual pranikah, pengaruh media massa, akses terhadap pelayanan kesehatan reproduksi. Rumusan masalah yaitu bagaimana pengaruh layanan informsi terhadap pemahaman siswa tentang kehatan reproduksi kelas X. IPA 2 SMAN 1 Candung. Manfaat penelitian ini memperkaya kajian tentang pemahaman kesehatan reproduksi melalui layanan informasi. Penelitian ini tergolong penelitian pre eksperimen model One Group Pretest Posttest Design. Populasinya adalah seluruh siswa di SMA Negeri 1 Candung yang berjumlah 296 orang, sedangkan teknik yang dipakai dalam pengambilan sampel adalah Nonprobability Sampling yaitu Sampling Purposive dimana pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan-pertimbangan dan tujuan tertentu, sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 2 yang berjumlah 20 orang. Data tentang pemahaman kesehatan reproduksi siswa dikumpulkan melalui pretest dan posttest, kemudian dianalisis dengan menggunkan Wilcoxon Signed Ranks Test dengan bantuan SPSS versi 22.00. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh terhadap pemahaman kesehatan reproduksi. Tingkat pemahaman kesehatan reproduksi siswa sebelum diberi perlakuan berupa layanan informasi berada pada kriteria sedang dengan rata-rata (142,50), setelah diberi perlakuan berupa layanan informasi pemahaman kesehatan reproduksi siswa masuk dalam kategori tinggi dengan rata-rata (164,50). Hasil uji t-test menunjukkan bahwa Zhitung= 3,383 dan Ztabel 1,645 jadi dapat diketahui nilai Zhitung>Ztabel. Dengan demikian, pemahaman kesehatan reproduksi siswa meningkat melalui layanan informasi. Simpulan dari penelitian ini adalah pemahaman kesehatan reproduksi siswa sebelum diberikan layanan informasi masuk dalam kategori sedang karena siswa belum memahami indikator-indikator pemahaman kesehatan reproduksi, pemahaman kesehatan reproduksi siswa setelah diberikan informasi masuk dalam kategori tinggi dan ada pengaruh yang signifikan terhadap pemahaman kesehatan reproduksi siswa. Bagi guru bk agar memanfaatkan layanan informasi dengan cara menyampaikan materi dengan kreatif dan menarik seperti menayangkan video digunakan oleh guru BK untuk meningkatkan pemahaman kesehatan reproduksi. Bagi peneliti lain yang tertarik untuk memperkuat penelitian ini, agar dapat melakukan penelitian dengan tema yang berbeda. Dapat pula digunakan sebagai acuan penelitian lanjutan.

Dasar-dasar Komputasi Sinyal Digital

2018 · Book · Koleksi Perpustakaan

Sinyal adalah informasi yang dapat berupa besaran fisis atau informasi lainnya. Sinyal merupakan fungsi dari satu atau lebih variabel. Jika sebuah sinyal merupakan fungsi atau berdomain 1 variabel, maka disebut sinyal 1 dimensi, dan seterusnya. Berikut adalah contoh-contoh sinyal berdasarkan jumlah variabelnya. 1. Sinyal 1 Dimensi, contoh: 1. Suara manusia; sinyal domain waktu 2. Electromyogram (ECG); sinyal domain waktu 3. Tegangan Listrik; sinyal domain waktu 2. Sinyal 2 Dimensi, contoh: 4. Citra; sinyal domain ruang x dan y 5. Kecepatan; sinyal domain jarak dan waktu 3. Sinyal 3 Dimensi, contoh: 6. Video; sinyal domain ruang x, y dan waktu