Abstrak
ABSTRAK MELATI ROSANA, NIM 2615051, skripsi ini berjudul “Pengaruh Layanan Informasi Terhadap Pemahaman Siswa Tentang Kesehatan Reproduksi di SMAN 1 Candung”. penelitian ini dilaksanakan bedasarkan fenomena yang ada di SMAN 1 Candung yang menunjukkan pemahaman kesehatan reproduksi yang sedang, dengan indikator kebersihan organ-organ genital, akses terhadap pendidikan kesehatan, hubungan seksual pranikah, pengaruh media massa, akses terhadap pelayanan kesehatan reproduksi. Rumusan masalah yaitu bagaimana pengaruh layanan informsi terhadap pemahaman siswa tentang kehatan reproduksi kelas X. IPA 2 SMAN 1 Candung. Manfaat penelitian ini memperkaya kajian tentang pemahaman kesehatan reproduksi melalui layanan informasi. Penelitian ini tergolong penelitian pre eksperimen model One Group Pretest Posttest Design. Populasinya adalah seluruh siswa di SMA Negeri 1 Candung yang berjumlah 296 orang, sedangkan teknik yang dipakai dalam pengambilan sampel adalah Nonprobability Sampling yaitu Sampling Purposive dimana pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan-pertimbangan dan tujuan tertentu, sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 2 yang berjumlah 20 orang. Data tentang pemahaman kesehatan reproduksi siswa dikumpulkan melalui pretest dan posttest, kemudian dianalisis dengan menggunkan Wilcoxon Signed Ranks Test dengan bantuan SPSS versi 22.00. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh terhadap pemahaman kesehatan reproduksi. Tingkat pemahaman kesehatan reproduksi siswa sebelum diberi perlakuan berupa layanan informasi berada pada kriteria sedang dengan rata-rata (142,50), setelah diberi perlakuan berupa layanan informasi pemahaman kesehatan reproduksi siswa masuk dalam kategori tinggi dengan rata-rata (164,50). Hasil uji t-test menunjukkan bahwa Zhitung= 3,383 dan Ztabel 1,645 jadi dapat diketahui nilai Zhitung>Ztabel. Dengan demikian, pemahaman kesehatan reproduksi siswa meningkat melalui layanan informasi. Simpulan dari penelitian ini adalah pemahaman kesehatan reproduksi siswa sebelum diberikan layanan informasi masuk dalam kategori sedang karena siswa belum memahami indikator-indikator pemahaman kesehatan reproduksi, pemahaman kesehatan reproduksi siswa setelah diberikan informasi masuk dalam kategori tinggi dan ada pengaruh yang signifikan terhadap pemahaman kesehatan reproduksi siswa. Bagi guru bk agar memanfaatkan layanan informasi dengan cara menyampaikan materi dengan kreatif dan menarik seperti menayangkan video digunakan oleh guru BK untuk meningkatkan pemahaman kesehatan reproduksi. Bagi peneliti lain yang tertarik untuk memperkuat penelitian ini, agar dapat melakukan penelitian dengan tema yang berbeda. Dapat pula digunakan sebagai acuan penelitian lanjutan.