Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

73 hasil
Subjek: Emosional
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Faktor Emosional terhadap Kepuasan Anggota Menabung pada BMT Agam Madani Nagari Kamang Mudiak Lamo Kabupaten Agam

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi berjudul “Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Faktor Emosional Terhadap Kepuasan Anggota Untuk Menabung Pada Koperasi Konsumen Syariah BMT Agam Madani Nagari Kamang Mudiak Lamo Kabupaten Agam” ditulis oleh Dwi Fitria Wahyuni, Nim 3322176, Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan anggota menabung, pengaruh faktor emosional terhadap kepuasan anggota menabung, pengaruh kualitas pelayanan dan faktor emosional terhadap kepuasan anggota menabung, dan seberapa besar pengaruh kualitas pelayanan dan faktor emosional terhadap kepuasan anggota menabung di Koperasi Konsumen Syariah BMT Agam Madani Nagari Kamang Mudiak Lamo Kabupaten Agam. jenis penelitian menggunakan penelitian kuantitatif bersifat asosiatif. Data yang digunakan data primer dan sekunder. Populasi penelitian ini sebanyak 3.361 orang, dengan sampel 98 responden dengan teknik simple random sampling. Teknik analisis data meliputi uji instrumen, uji prasyarat analisis data (uji normalitas, uji homogenitas, dan uji linearitas), uji multikolinearitas, uji regresi linier berganda ( uji t, uji F, dan uji adjusted R square). Berdasarkan hasil penelitian pada tingkat kepercayaan (Confidence Interval) 95% dengan signifikan 5%, kualitas pelayanan dan faktor emosional berpengaruh signifikan terhadap kepuasan anggota. Serta kualitas pelayanan dan faktor emosional secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan anggota. Hasil uji adjusted R square menunjukkan kualitas pelayanan dan faktor emosional memengaruhi kepuasan anggota sebesar 60,9% sisanya 39,1% dipengaruhi variabel lain diluar penelitian. Oleh karena itu, Koperasi Konsumen Syariah BMT Agam Madani Nagari Kamang Mudiak Lamo Kabupaten Agam diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan faktor emosional untuk meningkatkan kepuasan anggota menabung.

11 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

STRATEGI GURU AKIDAH AKHLAK DALAM MEMBINA KECERDASAN EMOSIONAL PADA SISWA KELAS VII DI MTSN 6 AGAM

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diana Melita. NIM 2122052. Strategi Guru Akidah Akhlak Dalam Membina Kecerdasan Emosional Pada Siswa Kelas VII Di MTsN 6 Agam. Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Kecerdasan emosional merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan karakter, kemampuan sosial, dan keberhasilan belajar peserta didik. Oleh karena itu, guru memiliki peran strategis dalam membina kecerdasan emosional siswa melalui penerapan strategi pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru Akidah Akhlak dalam membina kecerdasan emosional siswa kelas VII di MTsN 6 Agam serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan strategi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan utama penelitian adalah guru Akidah Akhlak, sedangkan informan pendukung terdiri atas siswa kelas VII, guru Bimbingan dan Konseling, serta Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru Akidah Akhlak dalam membina kecerdasan emosional siswa dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan, guru menerapkan strategi keteladanan, pembiasaan positif, pemberian nasihat, metode kisah, metode bermain peran (role playing), serta komunikasi yang empatik sehingga mampu mengembangkan kesadaran diri, pengelolaan emosi, empati, dan keterampilan sosial siswa. Keberhasilan strategi tersebut didukung oleh keteladanan guru, lingkungan madrasah yang kondusif, program pembiasaan keagamaan, serta dukungan keluarga. Adapun faktor penghambat meliputi kurang optimalnya pengawasan orang tua, pengaruh lingkungan pergaulan, penggunaan media sosial yang kurang terkontrol, serta kondisi emosional siswa yang masih berada pada masa remaja awal. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembinaan kecerdasan emosional siswa akan berjalan lebih optimal apabila strategi guru dilaksanakan secara sistematis, konsisten, dan berkelanjutan serta didukung oleh sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial.

9 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Nilai Etika Islam Dalam Buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah Sebagai Penguat Pendidikan Emosional

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nazwa Adrhie Alifia, NIM. 2122271, judul skripsi “Nilai Etika Dalam Buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah Sebagai Penguat Pendidikan Emo-sional.” Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya berbagai permasalahan kesehatan mental dan emosional pada remaja. Hasil Indonesia-National Adoles-cent Mental Health Survey (I-NAMHS) menunjukkan bahwa 1 dari 3 remaja In-donesia mengalami masalah kesehatan mental dan 1 dari 20 remaja mengalami gangguan mental dalam satu tahun terakhir. Selain itu, berbagai fenomena sosial, seperti penyalahgunaan narkotika, perundungan, serta meningkatnya keputusasaan pada remaja, menunjukkan masih perlunya penguatan pendidikan emosional se-bagai upaya membentuk kemampuan mengenali, mengelola, dan mengendalikan emosi secara sehat. Dalam konteks tersebut, buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Me-nyerah karya Alfialghazi memuat berbagai nilai etika Islam yang dapat dijadikan referensi dalam penguatan pendidikan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk nilai etika Islam berdasarkan konsep Fadha'il al-Arba' menurut Imam Al-Ghazali dalam buku tersebut serta menganalisis fungsinya se-bagai penguat pendidikan emosional. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan analisis isi (content analysis). Sumber data primer penelitian adalah buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah karya Alfialghazi, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan berbagai literatur yang relevan dengan konsep Fadha'il al-Arba' menurut Imam Al-Ghazali dan pendidikan emo-sional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan perumusan masalah, pemilihan media (sumber data), definisi operasional, penyusunan kode (coding), analisis data dan penyusunan laporan. Hasil penelitian menunjukkan pertama, nilai etika Islam dalam buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah mencakup empat keutamaan akhlak menurut Imam Al-Ghazali, yaitu hikmah, syaja'ah, 'iffah, dan 'adalah. Nilai hikmah diwujudkan melalui sikap berpikir sebelum bertindak, berhusnuzan kepada Allah, refleksi diri, serta mengambil pelajaran dari setiap peristiwa. Nilai syaja'ah tampak melalui keberanian menghadapi ujian, kesabaran, dan keteguhan dalam mempertahankan prinsip. Nilai 'iffah diwujudkan melalui kemampuan mengendalikan hawa nafsu, menjaga hati, menumbuhkan qana'ah, serta mempertahankan ketaatan. Adapun nilai 'adalah diwujudkan melalui keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal, hub-ungan yang baik dengan sesama, menempatkan akhirat sebagai prioritas, serta ber-sikap adil terhadap diri sendiri. Kedua, hasil analisis juga menunjukkan bahwa nilai hikmah, syaja'ah, dan ‘iffah berfungsi memperkuat aspek self-awareness dan self-management, sedangkan nilai 'adalah berkontribusi terhadap seluruh aspek pen-didikan emosional, yaitu self-awareness, self-management, social awareness, rela-tionship skills, dan responsible decision making. Dengan demikian, nilai etika Is-lam berdasarkan konsep Fadha'il al-Arba' menurut Imam Al-Ghazali yang terkan-dung dalam buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah dapat dijadikan sebagai salah satu referensi dalam penguatan pendidikan emosional yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

4 dilihat · 6 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

UPAYA GURU PAI DALAM MEMBINA KECERDASAN EMOSIONAL SISWA DI SD I IBNU SYAM KUBANG PUTIH

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Iksan Hakiki Pasaribu, NIM 2122204. "Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Kecerdasan Emosional Siswa di SD I Ibnu Syam Kubang Putih." Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya siswa yang mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosi, kurang percaya diri, kurang memiliki empati, serta belum mampu menjalin hubungan sosial yang baik di lingkungan sekolah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembinaan kecerdasan emosional siswa masih perlu ditingkatkan. Guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kecerdasan emosional siswa melalui berbagai upaya pembelajaran yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam membina kecerdasan emosional siswa di SD I Ibnu Syam Kubang Putih; (2) faktor-faktor yang mendukung dan menghambat guru dalam membina kecerdasan emosional siswa; serta (3) solusi yang dilakukan guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kendala pembinaan kecerdasan emosional siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Informan penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam, kepala sekolah, dan siswa SD I Ibnu Syam Kubang Putih. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) guru Pendidikan Agama Islam membina kecerdasan emosional siswa melalui keteladanan, pembiasaan ibadah, pemberian nasihat, motivasi, pembinaan disiplin, komunikasi yang baik, serta penanaman nilai-nilai akhlak Islami dalam proses pembelajaran maupun di luar pembelajaran; (2) faktor pendukung pembinaan meliputi kerja sama antara guru, kepala sekolah, dan orang tua, lingkungan sekolah yang kondusif, serta tersedianya program-program keagamaan, sedangkan faktor penghambat meliputi perbedaan karakter siswa, kurangnya perhatian orang tua, dan pengaruh lingkungan pergaulan; dan (3) solusi yang dilakukan guru meliputi peningkatan komunikasi dengan orang tua, pemberian bimbingan dan pendekatan individual kepada siswa, penguatan pembiasaan keagamaan, serta menjalin kerja sama dengan seluruh warga sekolah dalam membentuk karakter dan kecerdasan emosional siswa. Dengan demikian, upaya guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran yang sangat penting dalam membina kecerdasan emosional siswa sehingga mampu mendukung terbentuknya karakter Islami serta perilaku sosial yang positif di lingkungan sekolah. Kata Kunci: Guru Pendidikan Agama Islam, Kecerdasan Emosional, Pembinaan, Siswa Sekolah Dasar.

6 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Dampak penerimaan siswa terhadap perubahan fisik dan emosional pada masa pubertas di MTsS almuhajirin pasaman barat

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi “Dampak Penerimaan Diri Siswa terhadap Perubahan Fisik dan Emosional pada Masa Pubertas di MTsS Al-Muhajirin Pasaman Barat” Skripsi ini disusun oleh Elvina Damayanti Nim. 2622044 Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena penerimaan diri siswa kelas VII MTsS Al-Muhajirin Pasaman Barat terhadap perubahan fisik dan emosional pada masa pubertas yang masih bervariasi, yang terlihat bahwa sebagian siswa belum mampu menerima perubahan yang dialaminya secara sehat sehingga memunculkan berbagai masalah seperti gejolak emosi, kecenderungan menarik diri dari pergaulan, serta terganggunya proses pembelajaran di sekolah. Kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan tingkat penerimaan diri antarsiswa dalam menghadapi perubahan fisik dan emosional pada masa pubertas, yang memengaruhi kesejahteraan psikologis dan penyesuaian diri mereka secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penerimaan diri siswa kelas VII terhadap perubahan fisik dan emosional pada masa pubertas ditinjau dari aspek emosional, interaksi sosial, dan proses pembelajaran di MTsS Al-Muhajirin Pasaman Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi dan wawancara. Pada penelitian ini menggunakan tujuh siswa kelas VII sebagai informan kunci serta guru Bimbingan dan Konseling sebagai informan pendukung, yang ditentukan dengan teknik snowball sampling. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dan untuk keabsahan data peneliti melakukan triangulasi sumber data. Berdasarkan hasil penelitian, dampak penerimaan diri siswa kelas VII terhadap perubahan fisik dan emosional pada masa pubertas di MTsS Al-Muhajirin Pasaman Barat menunjukkan proses penyesuaian yang belum terkelola secara matang dan masih berada pada tahap berkembang. Penulis menemukan bahwa dampaknya terlihat pada tujuh gejala emosional, yaitu emosi meninggi, kemurungan, merajuk, mudah menangis, khawatir, gelisah, dan sedih; tiga aspek interaksi sosial, yaitu menarik diri dari pergaulan, hambatan dalam hubungan sosial, dan menurunnya rasa percaya diri; serta empat aspek proses pembelajaran, yaitu menurunnya motivasi belajar, terganggunya konsentrasi, keinginan untuk tidak masuk sekolah, dan kecenderungan menghindari situasi akademik. Siswa telah mampu menilai perubahan yang dialaminya secara realistis dan menyadari bahwa gejala tersebut bersumber dari dirinya sendiri, bukan dari pihak lain, namun tanggung jawab dan kemampuan mengelola perilaku secara menetap masih berada pada tahap berkembang. Penerimaan diri siswa kelas VII terhadap perubahan fisik dan emosional pada masa pubertas sangat bergantung pada bagaimana mereka menilai perubahan tersebut dan mengelola emosinya.

4 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Keterampilan Sosial Siswa di SMPN 8 Bukittinggi

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul "HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KETERAMPILAN SOSIAL POSITIF SISWA DI SMPN 8 BUKITTINGGI" yang disusun oleh Friska Aulia Wahyuni, NIM 2622028. Program Studi Bimbingan dan Koseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya siswa yang menunjukkan kecerdasan emosional dan keterampilan sosial positif yang belum berkembang secara optimal. Hal tersebut terlihat dari adanya siswa yang belum sepenuhnya mampu mengenali dan mengendalikan emosi, belum menunjukkan empati secara optimal, mudah terlibat dalam konflik, belum sepenuhnya percaya diri dalam berinteraksi, serta belum mampu bekerja sama dan menjalin hubungan sosial secara efektif dengan teman sebaya. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kecerdasan emosional dalam mendukung berkembangnya keterampilan sosial positif pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kecerdasan emosional siswa di SMP Negeri 8 Bukittinggi, gambaran keterampilan sosial positif siswa di SMP Negeri 8 Bukittinggi, serta hubungan antara kecerdasan emosional dengan keterampilan sosial positif siswa di SMP Negeri 8 Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian berjumlah 285 siswa SMPN 8 Bukittinggi. Sampel penelitian berjumlah 166 siswa yang ditentukan menggunakan dengan rumus taro yamane dengan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui pemberian angket menggunakan skala likert. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif berupa persentase untuk menjawab rumusan masalah pertama dan kedua, sedangkan rumusan masalah ketiga dianalisis menggunakan uji korelasi pearson product moment dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran kecerdasan emosional siswa di SMPN 8 Bukittinggi berada pada kategori rendah, sebanyak 74 siswa (44,58%) menunjukkan sebagian besar siswa masih memiliki kemampuan yang belum optimal dalam mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri, empati, serta membina hubungan sosial. Gambaran keterampilan sosial positif siswa juga berada pada kategori rendah sebanyak 92 siswa (55,42%) yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum menampilkan perilaku sosial positif secara optimal dan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dengan keterampilan sosial positif siswa di SMP Negeri 8 Bukittinggi. Hal ini dibuktikan dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 0,05 dan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,711, yang termasuk dalam kategori kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional yang dimiliki siswa, maka semakin tinggi pula keterampilan sosial positif yang dimilikinya. Sebaliknya, semakin rendah kecerdasan emosional siswa, maka semakin rendah pula keterampilan sosial positif yang ditunjukkan.

6 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

KORELASI KECERDASAN EMOSIONAL DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI SISWA KELAS X DI SMKN 2 BUKITTINGGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi yang ditulis oleh Elsi Kumala Sari dengan NIM 2122063 berjudul “KORELASI KECERDASAN EMOSIONAL DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI SISWA KELAS X DI SMKN 2 BUKITTINGGI.” Judul tersebut bertujuan untuk mengkaji sejauh mana hubungan kecerdasan emosional dan kemandirian belajar dengan hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Selain itu, penelitian ini juga diarahkan untuk menganalisis hubungan secara simultan antara kecerdasan emosional dan kemandirian belajar dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kecerdasan emosional dan kemandirian belajar sebagai faktor internal yang diduga memiliki hubungan dengan hasil belajar siswa. Kecerdasan emosional mencakup kemampuan siswa dalam mengenali, mengelola, memotivasi diri, berempati, dan menjalin hubungan sosial, sedangkan kemandirian belajar mencakup percaya diri, inisiatif, tanggung jawab, dan disiplin belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dan kemandirian belajar dengan hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi berjumlah 323 siswa kelas X SMKN 2 Bukittinggi, dengan sampel sebanyak 77 siswa yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10% dan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan angket untuk variabel kecerdasan emosional dan kemandirian belajar, serta dokumentasi untuk hasil belajar. Instrumen angket terdiri dari 20 item per variabel yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji prasyarat (normalitas, linearitas, multikolinearitas) dan uji hipotesis (korelasi Pearson Product Moment dan korelasi berganda) dengan SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,499 dan signifikansi 0,000; (2) terdapat hubungan positif dan signifikan antara kemandirian belajar dengan hasil belajar dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,616 dan signifikansi 0,000; dan (3) terdapat hubungan positif dan signifikan secara simultan antara kecerdasan emosional dan kemandirian belajar dengan hasil belajar dengan nilai koefisien korelasi berganda (R) sebesar 0,648 dan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,420 menunjukkan bahwa kecerdasan emosional dan kemandirian belajar secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 42% terhadap hasil belajar siswa, sedangkan sisanya 58% dipengaruhi oleh faktor lain.

8 dilihat · 5 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Peranan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Kecerdasan Emosional pada Siswa SMKN 3 Payakumbuh

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini disusun oleh Devi Junia, NIM. 2122466, dengan judul “Peranan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membina Kecerdasan Emosional Pada Siswa Smk Negeri 3 Payakumbuh.” Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Tahun Akademik 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembinaan kecerdasan emosional peserta didik di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin kompleks. Fenomena di lapangan menunjukkan bahwa masih terdapat peserta didik yang mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosi, kurang memiliki empati, serta belum mampu menjalin hubungan sosial yang baik. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam memiliki peranan penting sebagai pendidik, pembimbing, teladan, dan motivator dalam membina kecerdasan emosional siswa. Berdasarkan hasil observasi awal di SMK Negeri 3 Payakumbuh, guru telah melaksanakan berbagai bentuk pembinaan kecerdasan emosional. Namun, pelaksanaan peran guru serta implikasinya terhadap perilaku emosional siswa masih perlu dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) peranan guru Pendidikan Agama Islam dalam membina kecerdasan emosional siswa kelas XI SMK Negeri 3 Payakumbuh; dan (2) implikasi peranan guru Pendidikan Agama Islam terhadap perilaku emosional siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Informan penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam, guru Bimbingan dan Konseling (BK), serta siswa kelas XI SMK Negeri 3 Payakumbuh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) guru Pendidikan Agama Islam telah melaksanakan perannya sebagai pendidik, pembimbing, teladan, dan motivator melalui penanaman nilai-nilai keislaman, keteladanan, pembiasaan perilaku positif, pemberian motivasi, pendekatan personal, serta bimbingan dalam menyelesaikan permasalahan siswa sesuai dengan ajaran Islam; dan (2) peranan guru Pendidikan Agama Islam memberikan implikasi positif terhadap perilaku emosional siswa yang ditunjukkan dengan meningkatnya kemampuan mengendalikan emosi, tumbuhnya sikap empati, sikap saling menghormati dan menghargai, tanggung jawab, serta kemampuan menyelesaikan konflik secara positif.

6 dilihat · 5 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

KONTRIBUSI KECERDASAN EMOSIONAL, INTELEKTUAL DAN SPIRITUAL TERHADAP HASIL BELAJAR PAI DI SMP 07 BUKITTINGGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tesis ini disusun oleh Febri Janatul Yuda, NIM 20124011, mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Tahun 2026, dengan judul "Kontribusi Kecerdasan Emosional, Intelektual, dan Spiritual terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa SMP Negeri 7 Bukittinggi." Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh faktor internal peserta didik, yaitu kecerdasan emosional, kecerdasan intelektual, dan kecerdasan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kontribusi ketiga variabel tersebut, baik secara parsial maupun simultan, terhadap hasil belajar PAI siswa SMP Negeri 7 Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional dan desain ex post facto. Populasi penelitian berjumlah 448 siswa kelas VII dan VIII, dengan sampel sebanyak 211 siswa yang ditentukan menggunakan rumus Slovin pada taraf kesalahan 5% melalui teknik Proportional Random Sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, uji multikolinearitas, analisis regresi linear sederhana, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berkontribusi positif dan signifikan terhadap hasil belajar PAI sebesar 38,2% (t = 11,332; Sig. = 0,001). Kecerdasan intelektual juga berkontribusi positif dan signifikan sebesar 37,1% (t = 11,069; Sig. = 0,001), sedangkan kecerdasan spiritual memberikan kontribusi positif dan signifikan sebesar 24,2% (t = 8,154; Sig. = 0,001). Secara simultan, kecerdasan emosional, intelektual, dan spiritual memberikan kontribusi sebesar 58% terhadap hasil belajar PAI, sedangkan 42% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Hasil penelitian ini mengimplikasikan bahwa guru PAI perlu mengembangkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga memperkuat kecerdasan emosional dan spiritual melalui pembiasaan nilai-nilai keislaman, pembentukan karakter, dan penguatan motivasi belajar guna meningkatkan hasil belajar siswa secara optimal.

6 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

EFEKTIFITAS KONSELING SPIRITUAL UNTUK MENGEMBANGKAN KECERDASAN EMOSIONAL

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan memotivasi diri dan mengenali emosi orang lain pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kecamatan Harau. Permasalahan tersebut terlihat dari kurangnya inisiatif belajar, rendahnya semangat berprestasi, mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, serta kurangnya kepekaan terhadap perasaan teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecerdasan emosional siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok spiritual serta untuk mengetahui efektivitas layanan tersebut dalam meningkatkan kemampuan memotivasi diri dan mengenali emosi orang lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain preeksperimen model one group pretest-posttest design. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kecamatan Harau yang dipilih berdasarkan hasil observasi awal. Instrumen yang digunakan berupa angket kecerdasan emosional yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan uji statistik untuk melihat perbedaan skor pretest dan posttest serta perhitungan N-Gain untuk mengetahui tingkat efektivitas layanan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan memotivasi diri dan mengenali emosi orang lain setelah diberikan layanan bimbingan kelompok spiritual. Skor posttest menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan skor pretest, yang mengindikasikan bahwa layanan bimbingan kelompok spiritual efektif dalam meningkatkan kecerdasan emosional siswa. Dengan demikian, bimbingan kelompok spiritual dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif layanan bimbingan dan konseling dalam mengembangkan kecerdasan emosional siswa di sekolah.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGEMBANGAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO INSPIRATIF

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Pengembangan Kecerdasan Emosional Siswa melalui Layanana Bimbingan Kelompok Menggunakan Media Video Inspiratif“ yang disusun oleh EKA ISTIKOMAH dengan NIM 2622176, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri M.Djamil Djambek Bukittinggi tahun 2026 M/1447 H. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kecerdasan emosional siswa kelas XI F.1 SMA Negeri 1 Candung yang terlihat dari kurangnya kesadaran diri, motivasi diri, dan keterampilan sosial dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks kecerdasan emosional siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok menggunakan media video inspiratif, serta untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara keduanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimen dan desain one group pre-test post-test design. Subjek penelitian berjumlah 9 siswa. Instrumen penelitian berupa angket kecerdasan emosional sebanyak 31 item dengan skala Likert. Data dianalisis menggunakan perhitungan rata-rata skor, N-Gain, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kecerdasan emosional siswa sebelum diberikan treatment (pre-test) sebesar 69,44 dan berada pada kategori sedang. Setelah diberikan layanan bimbingan kelompok menggunakan media video inspiratif, rata-rata skor meningkat menjadi 126,22 dan berada pada kategori tinggi. Terjadi peningkatan rata-rata sebesar 56,78. Hasil perhitungan N-Gain diperoleh sebesar 0,66 yang termasuk dalam kategori sedang menuju tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok menggunakan media video inspiratif efektif dalam mengembangkan kecerdasan emosional siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test, sehingga layanan bimbingan kelompok menggunakan media video inspiratif dapat dijadikan sebagai strategi yang efektif dalam meningkatkan kesadaran diri, motivasi diri, dan keterampilan sosial siswa. Kata Kunci: Kecerdasan Emosional, Bimbingan Kelompok, Video Inspiratif.

5 dilihat · 1 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN KECERDASAN SPIRITUAL TERHADAP PENCAPAIAN AKADEMIK SISWA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 3 BUKITTINGGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tesis ini disusun oleh Febi Febrianda, NIM 20124010, mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi tahun 2026, dengan judul “Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual terhadap Pencapaian Akademik Siswa pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 3 Bukittinggi.” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pencapaian akademik siswa dalam mata pelajaran PAI, yang diduga dipengaruhi oleh kemampuan pengelolaan emosi serta kedalaman pemaknaan spiritual siswa. Penelitian ini berlandaskan teori kecerdasan emosional Goleman, teori kecerdasan spiritual Zohar dan Marshall, serta konsep pencapaian akademik berdasarkan taksonomi Bloom. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional dan desain ex post facto, karena variabel bebas tidak dimanipulasi tetapi diukur berdasarkan kondisi yang telah ada. Populasi penelitian berjumlah 510 siswa SMPN 3 Bukittinggi. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%, sehingga diperoleh 224 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proportional Stratified Random Sampling, dengan rincian 66 siswa kelas VII, 79 siswa kelas VIII, dan 79 siswa kelas IX. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana untuk melihat pengaruh parsial dan regresi linear berganda untuk melihat pengaruh simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap pencapaian akademik siswa (t = 2,009; sig = 0,025) dengan kontribusi 11,2%. Kecerdasan spiritual juga berpengaruh positif signifikan (t = 2,120; sig = 0,036) dan merupakan variabel paling dominan dengan nilai Standardized Beta 0,512 menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual memiliki pengaruh relatif sebesar 51,2%. Secara simultan, kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 25,2%, sedangkan 74,8% dipengaruhi faktor lain. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa guru PAI perlu mengintegrasikan pembinaan emosional, penguatan spiritual, regulasi diri, dan refleksi nilai-nilai agama dalam strategi pembelajaran untuk meningkatkan pencapaian akademik sekaligus membentuk karakter religius siswa.

7 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh dukungan sosial terhadap kesejahteraan psikologis mahasiswa bk uin sjech m Djamil Djambek bukittinggi

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anggi Sepni Anita 2621021, Pengaruh Dukungan Sosial (Perhatian Emosional) Terhadap Kesejahteraan Psikologis (Penerimaan Diri) Mahasiswa Bk Uin Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi, skripsi, sarjana bimbingan dan konseling Universitas Islam negeri (Uin) Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi Tahun 2026 Kesejahteraan psikologis merupakan kondisi penting yang menunjang kesehatan mental dan keberfungsian mahasiswa dalam menjalani kehidupan akademik. Salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis adalah dukungan sosial, khususnya dalam bentuk perhatian emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat dukungan sosial mahasiswa BK ditinjau dari indikator perhatian emosional, (2) tingkat kesejahteraan psikologis mahasiswa BK ditinjau dari indikator penerimaan diri, dan (3) pengaruh dukungan sosial terhadap kesejahteraan psikologis mahasiswa BK UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif regresi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Bimbingan dan Konseling semester V UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi tahun akademik 2025/2026 yang berjumlah 103 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket dukungan sosial dan kesejahteraan psikologis yang disusun oleh peneliti. Analisis data dilakukan dengan uji prasyarat analisis serta uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan psikologis mahasiswa Bimbingan dan Konseling UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Artinya, semakin tinggi dukungan sosial yang diterima mahasiswa, khususnya dalam bentuk perhatian emosional, maka semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan psikologis mahasiswa, terutama dalam aspek penerimaan diri.

8 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Hubungan Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual dengan Kinerja Guru Madrasah Negeri di Kota Bukittinggi

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kinerja guru merupakan faktor penting dalam menentukan kualitas proses dan hasil pembelajaran di sekolah. Guru yang memiliki kinerja baik tidak hanya dituntut memiliki kompetensi pedagogik dan profesional, tetapi juga kemampuan mengelola emosi serta nilai-nilai spiritual dalam menjalankan tugasnya. Kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual dipandang sebagai aspek internal yang berperan dalam membentuk sikap, perilaku, dan tanggung jawab guru dalam melaksanakan tugas pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara Kecerdasan Emosional dan Spiritual dengan Kinerja Guru Madrasah Negeri di Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kuantitatif Korelasional yang bertujuan untuk menguji keterkaitan antara berbagai fenomena atau variabel tertentu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru Madrasah Negeri di Kota Bukittinggi yang berjumlah sebanyak 306 guru. Sementara sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik Stratified Random Sampling yaitu berjumlah 134 guru. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan Uji Normalitas, Uji Linearitas, Uji Homogenitas, Uji Regresi dan Uji Korelasi dengan menggunakan SPSS v.20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kinerja guru dengan nilai sebesar 0,563 dengan kategori sedang, sedangkan kecerdasan spiritual memiliki hubungan positif yang kuat dan signifikan dengan kinerja guru dengan nilai korelasi sebesar 0,760, serta kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual dengan kinerja guru memiliki hubungan positif yang kuat dan signifikan dengan nilai korelasi sebesar 0,745. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual sama-sama memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kinerja guru. Namun, kecerdasan spiritual memiliki hubungan yang lebih kuat dan berperan lebih dominan dibandingkan kecerdasan emosional dalam meningkatkan kinerja guru.

2 dilihat · 3 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Minat Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP N 2 Tanjung Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nilam Rahma Mulia / 2419038 / 2025 : “Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Minat belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Tanjung Raya” Penelitian ini di latarbelakangi oleh adanya permasalahan yang terjadi di kelas VIII SMPN 2 Tanjung Raya, yaitu rendahnya hasil belajar siswa di tandai dengan sebagian besar siswa masih belum mampu mencapai batas ketuntasan yaitu 70. Hal ini dapat dilihat pada persentase ketuntasan hasil belajar siswa yang di bawah KKM sebanyak 62,5%. Hal ini diduga, disebabkan oleh siswa yang kesulitan dalam mengatur dan mengelola emosi serta masih rendahnya rasa empati dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran matematika, serta kurangnya semangat dan minat siswa dalam mengikuti pembelajaran matematika karena anggapan bahwa matematika itu sulit dan membosankan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasioanal dengan Sifat penelitian Ex Post Facto. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 2 Tanjung Raya sebanyak 106 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling acak. Sampel yang terpilih adalah sebanyak 28 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah angket dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh : (1) Terdapat pengaruh yang sigifikan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP N 2 dengan dengan , sebesar 17,05% dan 82,95% dipengaruhi oleh variabel lain. (2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara minat belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas SMP N 2 Tanjung Raya dengan yaitu sebesar 16,81% dan 83,19% dipengaruhi oleh variabel lain. (3) Terdapat pengaruh signifikan antara kecerdasan emosional dan minat belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP N 2 Tanjung Raya dengan yaitu sebesar 25,8 % dan 74,2 % dipengaruhi oleh variabel lain.

10 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh dukungan sosial terhadap kecerdasan emosional siswa di pondok pesantren madrasah tarbiyah islamiyah (mti) canduang

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Kecerdasan Emosional Siswa di Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang” yang disusun oleh Hasnan Habib (2621109). Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. 2025 Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya fenomena yang terjadi pada siswa Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang. Terdapat beberapa siswa mengalami kecemasan emosional, penelitian ini bertujuan untuk : (1) untuk mengetahui indeks dukungan sosial siswa Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang.. (2) untuk mengetahui indeks kecerdaasan emosional siswa Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang. (3) untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dukungan sosial terhadap kecerdasan emosional siswa Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional dengan metode analisis regresi linear sederhana. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 150 siswa. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini adalah Simple Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner, analisis data yang digunakan untuk uji hipotesis penelitian yaitu regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial mempengaruhi kecerdasan emosional siswa Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang dan besar pengaruh dukungan sosial terhadap kecerdasan emosional yaitu sebesar 40,1%. Berdasarkan analisis koefisien determinasi untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dukungan sosial terhadap kecerdasan emosional dengan R2 sebesar 0,401 menunjukkan bahwa proporsi pengaruh variabel dukungan sosial terhadap kecerdasan emosional sebesar 40,1% sedangkan sisanya (100– 40,1%) yaitu 59,9 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

4 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DI SMAN 1 SUNGAI PUA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK: Skripsi ini berjudul “Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Lingkungan Keluarga Terhadap Kemandirian Belajar Siswa di SMAN 1 Sungai Pua” yang disusun oleh Devi Lestari. 2621091. Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2025. Penelitian ini dilatar belakangi oleh dengan adanya fenomena yang terjadi pada siswa di SMAN 1 Sungai Pua. Terdapat siswa yang memiliki kemandirian belajar yang belum optimal dikarenakan terindikasi memiliki kecerdasan emosional yang rendah dan memiliki lingkungan keluarga yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengukur seberapa besar pengaruh kecerdasan emosional terhadap kemandirian belajar siswa SMAN 1 Sungai Pua, (2) mengukur seberapa besar pengaruh lingkungan keluarga terhadap kemandirian belajar siswa SMAN 1 Sungai Pua, serta (3) mengukur seberapa besar pengaruh kecerdasan emosional dan lingkungan keluarga secara bersama sama terhadap kemandirian belajar siswa SMAN 1 Sungai Pua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI yang berjumlah 181 siswa. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 123 sampel. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner kecerdasan emosional, lingkungan keluarga dan kemandirian belajar yang dikembangkan oleh penulis. Analisis data yang digunakan untuk uji hipotesis penelitian yaitu regresi linear sederhana dan regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari kecerdasan emosional (X1) terhadap kemandirian belajar (Y) dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 0,05 dan tingkat persentase sebesar 52,6%. (2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari lingkungan keluarga (X2) terhadap kemandirian belajar (Y) dengan nilai signifikansi sebesar 0,003 0,05 dan tingkat persentase sebesar 27,2%. (3) Terdapat pengaruh yang signifikan dari kecerdasan emosional (X1) dan lingkungan keluarga (X2) secara bersama-sama terhadap kemandirian belajar (Y) dengan signifikansi sebesar 0,000 0,05 dan tingkat persentase sebesar 56%. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi acuan ataupun referensi bagi konselor untuk dapat mengembangkan pendekatan atau model-model bimbingan dan konseling yang berkaitan dengan kecerdasan emosional, lingkungan keluarga dan kemandirian belajar.

9 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Kontribusi Intelegensi Emosional Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Di Pondok Pesantren Darul Makmur Sungai Cubadak Kec. Baso

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Meri Yulandari NIM. 2121125, Judul Skripsi: "Kontribusi Intelegensi Emosional Terhadap Prestasi Siswa Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Di Pondok Pesantren Darul Makmur Sungai Cubadak Kecamatan Baso". Universitas Islam Negri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi tahun 2025. Penelitian ini dilatarbelakangi tentang prestasi belajar akidah akhlak siswa. Salah satu faktor yang mempengaruihi prestasi belajar siswa adalah intelegensi emosional. Intelegensi emosional bisa mempengaruhi prestasi belajar. Dimana ditemukan beberapa permasalahan ketika dilakukannya observasi awal yang dilakukan oleh peneliti diantaranya yaitu Banyaknya siswa yang kurang percaya diri dalam menampilkan prestasi yang dimilikinya, oleh karna itu, tidak diketahui tingkat prestasi yang dimiliki, selain itu pengaruh lingkungan yang negatif turut menyumbang turunnya prestasi belajar siswa, kurangnya motivasi belajar akidah akhlak siswa, hasil prestasi akidah akhlak yang tinggi belum tentu menjamin sikap keagamaan yang tinggi pula, serta prestasi belajar akidah akhlak siswa belum maksimal dan cenderung menurun. Untuk itu tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui hubungan dan mendeskripsikan hubungan antara intelegensi emosional dengan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran akidah akhlak di Pondok Pesantren Darul Makmur Sungai Cubadak Kecamatan Baso. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis korelasional. Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Darul Makmur Sungai Cubadak pada peserta didik dari kelas X (sepuluh)- kelas XII (dua belas) semester ganjil 2024/2025 dengan jumlah populasinya 106 peserta didik. Sampel yang dipilih adalah straitified random samapling, sampel terdiri dari 52 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket. Sedangkan teknik analisis data dengan dilakukan menggunakan bantuan program aplikasi SPSS dengan berbagai uji statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pengaruh Intelegensi Emosional terhadap Prestasi Siswa Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak di Pondok Pesantren Darul Makmur Sungai Cubadak Kecamatan Baso bahwanya terdapat kontribusi positif yang signifikansi antara Intelegensi Emosional terhadap Prestasi belajar siswa Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak di Pondok Pesantren Darul Makmur Sungai Cubadak Kecamatan Baso yaitu sebesar 52,4% yang berada pada kategori sedang. Dan sisanya 47,6% dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak diteliti. Dengan demikian Intelegensi Emosional memiliki hubungan dengan prestasi belajar akidah akhlak, maka dari itu Ho ditolak dan Ha diterima karena terdapat kontribusi penelitian ini membuktikan bahwa ketika semakin baik Intelegensi Emosional maka semakin tinggi pula prestasi belajar.

9 dilihat · 5 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Kecerdasan Emosional Dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus: Karyawan BSI KC Imam Bonjol Padang)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi dengan judul “Pengaruh Kecerdasan Emosional Dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus: Karyawan BSI KC Imam Bonjol Padang)”. Disusun Oleh Fani Rahma Syaputri Nim 3621011, Program Studi S-1 Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (Uin) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini menganalisis pengaruh kecerdasan emosional dan stres kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Bank Syariah Indonesia (BSI) KC Imam Bonjol Padang, dengan latar belakang tantangan kinerja yang dipengaruhi oleh pengelolaan emosi dan tingkat stres kerja di tengah pesatnya perkembangan sektor perbankan syariah. Menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode survei, data dikumpulkan dari 30 karyawan sebagai sampel, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas), serta analisis regresi linear berganda untuk menguji hipotesis secara parsial (Uji t) dan simultan (Uji F). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional (X1) berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan (Y), mengindikasikan peningkatan kinerja seiring dengan tingginya kecerdasan emosional. Sebaliknya, stres kerja (X2) berpengaruh negatif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan (Y), menunjukkan penurunan kinerja akibat peningkatan stres kerja. Lebih lanjut, kecerdasan emosional (X1) dan stres kerja (X2) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y), dengan kedua variabel ini secara kolektif mampu menjelaskan 97.2% variasi kinerja karyawan. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa baik kecerdasan emosional maupun stres kerja adalah faktor fundamental yang secara signifikan memengaruhi kinerja karyawan di PT. Bank Syariah Indonesia KC Imam Bonjol Padang, sehingga optimalisasi pengelolaan kedua aspek ini sangat krusial untuk meningkatkan produktivitas dan efektivitas organisasi.

6 dilihat · 6 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN EMOSIONAL TERHADAP KEPUASAN NASABAH DI BMT AGAM MADANI NAGARI KOTO TANGAH KEC. TILATANG KAMANG

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Emosional Terhadap Kepuasan Nasabah Di BMT Agam Madani Nagari Koto Tangah Kec. Tilatang Kamang” ini disusun oleh Ismeyralda dengan NIM 3321084, Program Studi S1 Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya kualitas pelayanan dan emosional terhadap kepuasan nasabah di BMT Agam Madani Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Emosional terhadap kepuasan nasabah di BMT Agam Madani Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Tempat penelitian dilakukan di BMT Agam Madani Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang dengan jumlah populasi nasabah 1.056 nasabah dan sampel 91 nasabah dengan teknik random sampling. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah uji instrument, uji asumsi klasik, uji regresi linear berganda, uji koefesien determinasi, uji hipotesis. Analisis ini penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS 26, berdasarkan hasil penelitian pada taraf signifikansi 5% menunjukkan bahwa, (1) Kualitas Pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan nasabah hasil koefisien regresi sebesar 0,099 dan berdasarkan hasil uji koefisien determinasi variabel kualitas pelayanan terhadap kepuasan nasabah sebesar 0,229 atau 22,9% serta tingkat signifikansi sebesar (0,0040,05). (2) Emosional berpengaruh signifikan terhadap kepuasan nasabah hasil koefisien regresi sebesar 0,475 dan berdasarkan hasil uji determinasi variabel kualitas pelayanan terhadap kepuasan nasabah sebesar 0,229 atau 22.9% serta memiliki tingkat signifikansi sebesar (0,0000,05). (3) Pengaruh kualitas pelayanan dan emosional memiliki positif sebesar 14,361 lebih besar dari sebesar 3,10 dengan tingkat signifikansi 0,000 0,05 serta hasil uji koefisien determinasi sebesar 0,229 atau 22,9% sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel kualitas pelayanan dan emosional berpengaruh terhadap kepuasan nasabah sebesar 22,9% dan sisanya 77,1% dipengaruhi oleh variabel lain yaitu kualitas produk, harga,dan kemudahan.

9 dilihat · 1 unduhanSitasiDetail