Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

51 hasil
Subjek: Kecerdasan Emosional
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI GURU AKIDAH AKHLAK DALAM MEMBINA KECERDASAN EMOSIONAL PADA SISWA KELAS VII DI MTSN 6 AGAM

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diana Melita. NIM 2122052. Strategi Guru Akidah Akhlak Dalam Membina Kecerdasan Emosional Pada Siswa Kelas VII Di MTsN 6 Agam. Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Kecerdasan emosional merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan karakter, kemampuan sosial, dan keberhasilan belajar peserta didik. Oleh karena itu, guru memiliki peran strategis dalam membina kecerdasan emosional siswa melalui penerapan strategi pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru Akidah Akhlak dalam membina kecerdasan emosional siswa kelas VII di MTsN 6 Agam serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan strategi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan utama penelitian adalah guru Akidah Akhlak, sedangkan informan pendukung terdiri atas siswa kelas VII, guru Bimbingan dan Konseling, serta Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru Akidah Akhlak dalam membina kecerdasan emosional siswa dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan, guru menerapkan strategi keteladanan, pembiasaan positif, pemberian nasihat, metode kisah, metode bermain peran (role playing), serta komunikasi yang empatik sehingga mampu mengembangkan kesadaran diri, pengelolaan emosi, empati, dan keterampilan sosial siswa. Keberhasilan strategi tersebut didukung oleh keteladanan guru, lingkungan madrasah yang kondusif, program pembiasaan keagamaan, serta dukungan keluarga. Adapun faktor penghambat meliputi kurang optimalnya pengawasan orang tua, pengaruh lingkungan pergaulan, penggunaan media sosial yang kurang terkontrol, serta kondisi emosional siswa yang masih berada pada masa remaja awal. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembinaan kecerdasan emosional siswa akan berjalan lebih optimal apabila strategi guru dilaksanakan secara sistematis, konsisten, dan berkelanjutan serta didukung oleh sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UPAYA GURU PAI DALAM MEMBINA KECERDASAN EMOSIONAL SISWA DI SD I IBNU SYAM KUBANG PUTIH

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Iksan Hakiki Pasaribu, NIM 2122204. "Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Kecerdasan Emosional Siswa di SD I Ibnu Syam Kubang Putih." Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya siswa yang mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosi, kurang percaya diri, kurang memiliki empati, serta belum mampu menjalin hubungan sosial yang baik di lingkungan sekolah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembinaan kecerdasan emosional siswa masih perlu ditingkatkan. Guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kecerdasan emosional siswa melalui berbagai upaya pembelajaran yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam membina kecerdasan emosional siswa di SD I Ibnu Syam Kubang Putih; (2) faktor-faktor yang mendukung dan menghambat guru dalam membina kecerdasan emosional siswa; serta (3) solusi yang dilakukan guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kendala pembinaan kecerdasan emosional siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Informan penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam, kepala sekolah, dan siswa SD I Ibnu Syam Kubang Putih. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) guru Pendidikan Agama Islam membina kecerdasan emosional siswa melalui keteladanan, pembiasaan ibadah, pemberian nasihat, motivasi, pembinaan disiplin, komunikasi yang baik, serta penanaman nilai-nilai akhlak Islami dalam proses pembelajaran maupun di luar pembelajaran; (2) faktor pendukung pembinaan meliputi kerja sama antara guru, kepala sekolah, dan orang tua, lingkungan sekolah yang kondusif, serta tersedianya program-program keagamaan, sedangkan faktor penghambat meliputi perbedaan karakter siswa, kurangnya perhatian orang tua, dan pengaruh lingkungan pergaulan; dan (3) solusi yang dilakukan guru meliputi peningkatan komunikasi dengan orang tua, pemberian bimbingan dan pendekatan individual kepada siswa, penguatan pembiasaan keagamaan, serta menjalin kerja sama dengan seluruh warga sekolah dalam membentuk karakter dan kecerdasan emosional siswa. Dengan demikian, upaya guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran yang sangat penting dalam membina kecerdasan emosional siswa sehingga mampu mendukung terbentuknya karakter Islami serta perilaku sosial yang positif di lingkungan sekolah. Kata Kunci: Guru Pendidikan Agama Islam, Kecerdasan Emosional, Pembinaan, Siswa Sekolah Dasar.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Keterampilan Sosial Siswa di SMPN 8 Bukittinggi

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul "HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KETERAMPILAN SOSIAL POSITIF SISWA DI SMPN 8 BUKITTINGGI" yang disusun oleh Friska Aulia Wahyuni, NIM 2622028. Program Studi Bimbingan dan Koseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya siswa yang menunjukkan kecerdasan emosional dan keterampilan sosial positif yang belum berkembang secara optimal. Hal tersebut terlihat dari adanya siswa yang belum sepenuhnya mampu mengenali dan mengendalikan emosi, belum menunjukkan empati secara optimal, mudah terlibat dalam konflik, belum sepenuhnya percaya diri dalam berinteraksi, serta belum mampu bekerja sama dan menjalin hubungan sosial secara efektif dengan teman sebaya. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kecerdasan emosional dalam mendukung berkembangnya keterampilan sosial positif pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kecerdasan emosional siswa di SMP Negeri 8 Bukittinggi, gambaran keterampilan sosial positif siswa di SMP Negeri 8 Bukittinggi, serta hubungan antara kecerdasan emosional dengan keterampilan sosial positif siswa di SMP Negeri 8 Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian berjumlah 285 siswa SMPN 8 Bukittinggi. Sampel penelitian berjumlah 166 siswa yang ditentukan menggunakan dengan rumus taro yamane dengan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui pemberian angket menggunakan skala likert. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif berupa persentase untuk menjawab rumusan masalah pertama dan kedua, sedangkan rumusan masalah ketiga dianalisis menggunakan uji korelasi pearson product moment dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran kecerdasan emosional siswa di SMPN 8 Bukittinggi berada pada kategori rendah, sebanyak 74 siswa (44,58%) menunjukkan sebagian besar siswa masih memiliki kemampuan yang belum optimal dalam mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri, empati, serta membina hubungan sosial. Gambaran keterampilan sosial positif siswa juga berada pada kategori rendah sebanyak 92 siswa (55,42%) yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum menampilkan perilaku sosial positif secara optimal dan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dengan keterampilan sosial positif siswa di SMP Negeri 8 Bukittinggi. Hal ini dibuktikan dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 0,05 dan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,711, yang termasuk dalam kategori kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional yang dimiliki siswa, maka semakin tinggi pula keterampilan sosial positif yang dimilikinya. Sebaliknya, semakin rendah kecerdasan emosional siswa, maka semakin rendah pula keterampilan sosial positif yang ditunjukkan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KORELASI KECERDASAN EMOSIONAL DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI SISWA KELAS X DI SMKN 2 BUKITTINGGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi yang ditulis oleh Elsi Kumala Sari dengan NIM 2122063 berjudul “KORELASI KECERDASAN EMOSIONAL DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI SISWA KELAS X DI SMKN 2 BUKITTINGGI.” Judul tersebut bertujuan untuk mengkaji sejauh mana hubungan kecerdasan emosional dan kemandirian belajar dengan hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Selain itu, penelitian ini juga diarahkan untuk menganalisis hubungan secara simultan antara kecerdasan emosional dan kemandirian belajar dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kecerdasan emosional dan kemandirian belajar sebagai faktor internal yang diduga memiliki hubungan dengan hasil belajar siswa. Kecerdasan emosional mencakup kemampuan siswa dalam mengenali, mengelola, memotivasi diri, berempati, dan menjalin hubungan sosial, sedangkan kemandirian belajar mencakup percaya diri, inisiatif, tanggung jawab, dan disiplin belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dan kemandirian belajar dengan hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi berjumlah 323 siswa kelas X SMKN 2 Bukittinggi, dengan sampel sebanyak 77 siswa yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10% dan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan angket untuk variabel kecerdasan emosional dan kemandirian belajar, serta dokumentasi untuk hasil belajar. Instrumen angket terdiri dari 20 item per variabel yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji prasyarat (normalitas, linearitas, multikolinearitas) dan uji hipotesis (korelasi Pearson Product Moment dan korelasi berganda) dengan SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,499 dan signifikansi 0,000; (2) terdapat hubungan positif dan signifikan antara kemandirian belajar dengan hasil belajar dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,616 dan signifikansi 0,000; dan (3) terdapat hubungan positif dan signifikan secara simultan antara kecerdasan emosional dan kemandirian belajar dengan hasil belajar dengan nilai koefisien korelasi berganda (R) sebesar 0,648 dan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,420 menunjukkan bahwa kecerdasan emosional dan kemandirian belajar secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 42% terhadap hasil belajar siswa, sedangkan sisanya 58% dipengaruhi oleh faktor lain.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peranan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Kecerdasan Emosional pada Siswa SMKN 3 Payakumbuh

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini disusun oleh Devi Junia, NIM. 2122466, dengan judul “Peranan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membina Kecerdasan Emosional Pada Siswa Smk Negeri 3 Payakumbuh.” Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Tahun Akademik 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembinaan kecerdasan emosional peserta didik di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin kompleks. Fenomena di lapangan menunjukkan bahwa masih terdapat peserta didik yang mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosi, kurang memiliki empati, serta belum mampu menjalin hubungan sosial yang baik. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam memiliki peranan penting sebagai pendidik, pembimbing, teladan, dan motivator dalam membina kecerdasan emosional siswa. Berdasarkan hasil observasi awal di SMK Negeri 3 Payakumbuh, guru telah melaksanakan berbagai bentuk pembinaan kecerdasan emosional. Namun, pelaksanaan peran guru serta implikasinya terhadap perilaku emosional siswa masih perlu dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) peranan guru Pendidikan Agama Islam dalam membina kecerdasan emosional siswa kelas XI SMK Negeri 3 Payakumbuh; dan (2) implikasi peranan guru Pendidikan Agama Islam terhadap perilaku emosional siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Informan penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam, guru Bimbingan dan Konseling (BK), serta siswa kelas XI SMK Negeri 3 Payakumbuh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) guru Pendidikan Agama Islam telah melaksanakan perannya sebagai pendidik, pembimbing, teladan, dan motivator melalui penanaman nilai-nilai keislaman, keteladanan, pembiasaan perilaku positif, pemberian motivasi, pendekatan personal, serta bimbingan dalam menyelesaikan permasalahan siswa sesuai dengan ajaran Islam; dan (2) peranan guru Pendidikan Agama Islam memberikan implikasi positif terhadap perilaku emosional siswa yang ditunjukkan dengan meningkatnya kemampuan mengendalikan emosi, tumbuhnya sikap empati, sikap saling menghormati dan menghargai, tanggung jawab, serta kemampuan menyelesaikan konflik secara positif.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KONTRIBUSI KECERDASAN EMOSIONAL, INTELEKTUAL DAN SPIRITUAL TERHADAP HASIL BELAJAR PAI DI SMP 07 BUKITTINGGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tesis ini disusun oleh Febri Janatul Yuda, NIM 20124011, mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Tahun 2026, dengan judul "Kontribusi Kecerdasan Emosional, Intelektual, dan Spiritual terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa SMP Negeri 7 Bukittinggi." Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh faktor internal peserta didik, yaitu kecerdasan emosional, kecerdasan intelektual, dan kecerdasan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kontribusi ketiga variabel tersebut, baik secara parsial maupun simultan, terhadap hasil belajar PAI siswa SMP Negeri 7 Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional dan desain ex post facto. Populasi penelitian berjumlah 448 siswa kelas VII dan VIII, dengan sampel sebanyak 211 siswa yang ditentukan menggunakan rumus Slovin pada taraf kesalahan 5% melalui teknik Proportional Random Sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, uji multikolinearitas, analisis regresi linear sederhana, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berkontribusi positif dan signifikan terhadap hasil belajar PAI sebesar 38,2% (t = 11,332; Sig. = 0,001). Kecerdasan intelektual juga berkontribusi positif dan signifikan sebesar 37,1% (t = 11,069; Sig. = 0,001), sedangkan kecerdasan spiritual memberikan kontribusi positif dan signifikan sebesar 24,2% (t = 8,154; Sig. = 0,001). Secara simultan, kecerdasan emosional, intelektual, dan spiritual memberikan kontribusi sebesar 58% terhadap hasil belajar PAI, sedangkan 42% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Hasil penelitian ini mengimplikasikan bahwa guru PAI perlu mengembangkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga memperkuat kecerdasan emosional dan spiritual melalui pembiasaan nilai-nilai keislaman, pembentukan karakter, dan penguatan motivasi belajar guna meningkatkan hasil belajar siswa secara optimal.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO INSPIRATIF

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Pengembangan Kecerdasan Emosional Siswa melalui Layanana Bimbingan Kelompok Menggunakan Media Video Inspiratif“ yang disusun oleh EKA ISTIKOMAH dengan NIM 2622176, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri M.Djamil Djambek Bukittinggi tahun 2026 M/1447 H. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kecerdasan emosional siswa kelas XI F.1 SMA Negeri 1 Candung yang terlihat dari kurangnya kesadaran diri, motivasi diri, dan keterampilan sosial dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks kecerdasan emosional siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok menggunakan media video inspiratif, serta untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara keduanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimen dan desain one group pre-test post-test design. Subjek penelitian berjumlah 9 siswa. Instrumen penelitian berupa angket kecerdasan emosional sebanyak 31 item dengan skala Likert. Data dianalisis menggunakan perhitungan rata-rata skor, N-Gain, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kecerdasan emosional siswa sebelum diberikan treatment (pre-test) sebesar 69,44 dan berada pada kategori sedang. Setelah diberikan layanan bimbingan kelompok menggunakan media video inspiratif, rata-rata skor meningkat menjadi 126,22 dan berada pada kategori tinggi. Terjadi peningkatan rata-rata sebesar 56,78. Hasil perhitungan N-Gain diperoleh sebesar 0,66 yang termasuk dalam kategori sedang menuju tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok menggunakan media video inspiratif efektif dalam mengembangkan kecerdasan emosional siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test, sehingga layanan bimbingan kelompok menggunakan media video inspiratif dapat dijadikan sebagai strategi yang efektif dalam meningkatkan kesadaran diri, motivasi diri, dan keterampilan sosial siswa. Kata Kunci: Kecerdasan Emosional, Bimbingan Kelompok, Video Inspiratif.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN KECERDASAN SPIRITUAL TERHADAP PENCAPAIAN AKADEMIK SISWA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 3 BUKITTINGGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tesis ini disusun oleh Febi Febrianda, NIM 20124010, mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi tahun 2026, dengan judul “Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual terhadap Pencapaian Akademik Siswa pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 3 Bukittinggi.” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pencapaian akademik siswa dalam mata pelajaran PAI, yang diduga dipengaruhi oleh kemampuan pengelolaan emosi serta kedalaman pemaknaan spiritual siswa. Penelitian ini berlandaskan teori kecerdasan emosional Goleman, teori kecerdasan spiritual Zohar dan Marshall, serta konsep pencapaian akademik berdasarkan taksonomi Bloom. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional dan desain ex post facto, karena variabel bebas tidak dimanipulasi tetapi diukur berdasarkan kondisi yang telah ada. Populasi penelitian berjumlah 510 siswa SMPN 3 Bukittinggi. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%, sehingga diperoleh 224 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proportional Stratified Random Sampling, dengan rincian 66 siswa kelas VII, 79 siswa kelas VIII, dan 79 siswa kelas IX. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana untuk melihat pengaruh parsial dan regresi linear berganda untuk melihat pengaruh simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap pencapaian akademik siswa (t = 2,009; sig = 0,025) dengan kontribusi 11,2%. Kecerdasan spiritual juga berpengaruh positif signifikan (t = 2,120; sig = 0,036) dan merupakan variabel paling dominan dengan nilai Standardized Beta 0,512 menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual memiliki pengaruh relatif sebesar 51,2%. Secara simultan, kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 25,2%, sedangkan 74,8% dipengaruhi faktor lain. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa guru PAI perlu mengintegrasikan pembinaan emosional, penguatan spiritual, regulasi diri, dan refleksi nilai-nilai agama dalam strategi pembelajaran untuk meningkatkan pencapaian akademik sekaligus membentuk karakter religius siswa.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual dengan Kinerja Guru Madrasah Negeri di Kota Bukittinggi

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kinerja guru merupakan faktor penting dalam menentukan kualitas proses dan hasil pembelajaran di sekolah. Guru yang memiliki kinerja baik tidak hanya dituntut memiliki kompetensi pedagogik dan profesional, tetapi juga kemampuan mengelola emosi serta nilai-nilai spiritual dalam menjalankan tugasnya. Kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual dipandang sebagai aspek internal yang berperan dalam membentuk sikap, perilaku, dan tanggung jawab guru dalam melaksanakan tugas pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara Kecerdasan Emosional dan Spiritual dengan Kinerja Guru Madrasah Negeri di Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kuantitatif Korelasional yang bertujuan untuk menguji keterkaitan antara berbagai fenomena atau variabel tertentu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru Madrasah Negeri di Kota Bukittinggi yang berjumlah sebanyak 306 guru. Sementara sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik Stratified Random Sampling yaitu berjumlah 134 guru. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan Uji Normalitas, Uji Linearitas, Uji Homogenitas, Uji Regresi dan Uji Korelasi dengan menggunakan SPSS v.20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kinerja guru dengan nilai sebesar 0,563 dengan kategori sedang, sedangkan kecerdasan spiritual memiliki hubungan positif yang kuat dan signifikan dengan kinerja guru dengan nilai korelasi sebesar 0,760, serta kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual dengan kinerja guru memiliki hubungan positif yang kuat dan signifikan dengan nilai korelasi sebesar 0,745. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual sama-sama memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kinerja guru. Namun, kecerdasan spiritual memiliki hubungan yang lebih kuat dan berperan lebih dominan dibandingkan kecerdasan emosional dalam meningkatkan kinerja guru.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Minat Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP N 2 Tanjung Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nilam Rahma Mulia / 2419038 / 2025 : “Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Minat belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Tanjung Raya” Penelitian ini di latarbelakangi oleh adanya permasalahan yang terjadi di kelas VIII SMPN 2 Tanjung Raya, yaitu rendahnya hasil belajar siswa di tandai dengan sebagian besar siswa masih belum mampu mencapai batas ketuntasan yaitu 70. Hal ini dapat dilihat pada persentase ketuntasan hasil belajar siswa yang di bawah KKM sebanyak 62,5%. Hal ini diduga, disebabkan oleh siswa yang kesulitan dalam mengatur dan mengelola emosi serta masih rendahnya rasa empati dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran matematika, serta kurangnya semangat dan minat siswa dalam mengikuti pembelajaran matematika karena anggapan bahwa matematika itu sulit dan membosankan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasioanal dengan Sifat penelitian Ex Post Facto. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 2 Tanjung Raya sebanyak 106 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling acak. Sampel yang terpilih adalah sebanyak 28 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah angket dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh : (1) Terdapat pengaruh yang sigifikan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP N 2 dengan dengan , sebesar 17,05% dan 82,95% dipengaruhi oleh variabel lain. (2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara minat belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas SMP N 2 Tanjung Raya dengan yaitu sebesar 16,81% dan 83,19% dipengaruhi oleh variabel lain. (3) Terdapat pengaruh signifikan antara kecerdasan emosional dan minat belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP N 2 Tanjung Raya dengan yaitu sebesar 25,8 % dan 74,2 % dipengaruhi oleh variabel lain.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh dukungan sosial terhadap kecerdasan emosional siswa di pondok pesantren madrasah tarbiyah islamiyah (mti) canduang

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Kecerdasan Emosional Siswa di Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang” yang disusun oleh Hasnan Habib (2621109). Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. 2025 Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya fenomena yang terjadi pada siswa Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang. Terdapat beberapa siswa mengalami kecemasan emosional, penelitian ini bertujuan untuk : (1) untuk mengetahui indeks dukungan sosial siswa Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang.. (2) untuk mengetahui indeks kecerdaasan emosional siswa Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang. (3) untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dukungan sosial terhadap kecerdasan emosional siswa Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional dengan metode analisis regresi linear sederhana. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 150 siswa. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini adalah Simple Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner, analisis data yang digunakan untuk uji hipotesis penelitian yaitu regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial mempengaruhi kecerdasan emosional siswa Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang dan besar pengaruh dukungan sosial terhadap kecerdasan emosional yaitu sebesar 40,1%. Berdasarkan analisis koefisien determinasi untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dukungan sosial terhadap kecerdasan emosional dengan R2 sebesar 0,401 menunjukkan bahwa proporsi pengaruh variabel dukungan sosial terhadap kecerdasan emosional sebesar 40,1% sedangkan sisanya (100– 40,1%) yaitu 59,9 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DI SMAN 1 SUNGAI PUA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK: Skripsi ini berjudul “Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Lingkungan Keluarga Terhadap Kemandirian Belajar Siswa di SMAN 1 Sungai Pua” yang disusun oleh Devi Lestari. 2621091. Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2025. Penelitian ini dilatar belakangi oleh dengan adanya fenomena yang terjadi pada siswa di SMAN 1 Sungai Pua. Terdapat siswa yang memiliki kemandirian belajar yang belum optimal dikarenakan terindikasi memiliki kecerdasan emosional yang rendah dan memiliki lingkungan keluarga yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengukur seberapa besar pengaruh kecerdasan emosional terhadap kemandirian belajar siswa SMAN 1 Sungai Pua, (2) mengukur seberapa besar pengaruh lingkungan keluarga terhadap kemandirian belajar siswa SMAN 1 Sungai Pua, serta (3) mengukur seberapa besar pengaruh kecerdasan emosional dan lingkungan keluarga secara bersama sama terhadap kemandirian belajar siswa SMAN 1 Sungai Pua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI yang berjumlah 181 siswa. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 123 sampel. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner kecerdasan emosional, lingkungan keluarga dan kemandirian belajar yang dikembangkan oleh penulis. Analisis data yang digunakan untuk uji hipotesis penelitian yaitu regresi linear sederhana dan regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari kecerdasan emosional (X1) terhadap kemandirian belajar (Y) dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 0,05 dan tingkat persentase sebesar 52,6%. (2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari lingkungan keluarga (X2) terhadap kemandirian belajar (Y) dengan nilai signifikansi sebesar 0,003 0,05 dan tingkat persentase sebesar 27,2%. (3) Terdapat pengaruh yang signifikan dari kecerdasan emosional (X1) dan lingkungan keluarga (X2) secara bersama-sama terhadap kemandirian belajar (Y) dengan signifikansi sebesar 0,000 0,05 dan tingkat persentase sebesar 56%. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi acuan ataupun referensi bagi konselor untuk dapat mengembangkan pendekatan atau model-model bimbingan dan konseling yang berkaitan dengan kecerdasan emosional, lingkungan keluarga dan kemandirian belajar.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kecerdasan Emosional Dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus: Karyawan BSI KC Imam Bonjol Padang)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi dengan judul “Pengaruh Kecerdasan Emosional Dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus: Karyawan BSI KC Imam Bonjol Padang)”. Disusun Oleh Fani Rahma Syaputri Nim 3621011, Program Studi S-1 Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (Uin) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini menganalisis pengaruh kecerdasan emosional dan stres kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Bank Syariah Indonesia (BSI) KC Imam Bonjol Padang, dengan latar belakang tantangan kinerja yang dipengaruhi oleh pengelolaan emosi dan tingkat stres kerja di tengah pesatnya perkembangan sektor perbankan syariah. Menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode survei, data dikumpulkan dari 30 karyawan sebagai sampel, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas), serta analisis regresi linear berganda untuk menguji hipotesis secara parsial (Uji t) dan simultan (Uji F). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional (X1) berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan (Y), mengindikasikan peningkatan kinerja seiring dengan tingginya kecerdasan emosional. Sebaliknya, stres kerja (X2) berpengaruh negatif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan (Y), menunjukkan penurunan kinerja akibat peningkatan stres kerja. Lebih lanjut, kecerdasan emosional (X1) dan stres kerja (X2) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y), dengan kedua variabel ini secara kolektif mampu menjelaskan 97.2% variasi kinerja karyawan. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa baik kecerdasan emosional maupun stres kerja adalah faktor fundamental yang secara signifikan memengaruhi kinerja karyawan di PT. Bank Syariah Indonesia KC Imam Bonjol Padang, sehingga optimalisasi pengelolaan kedua aspek ini sangat krusial untuk meningkatkan produktivitas dan efektivitas organisasi.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH TEMAN SEBAYA DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP TINGKAH LAKU SALAH SUAI SISWA DI MTSN 1 PASAMAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “PENGARUH TEMAN SEBAYA DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP TINGKAH LAKU SALAH SUAI SISWA DI MTSN 1 PASAMAN” yang disusun oleh Fadilla Ramadhika. 2620124.Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek (UIN) Bukittinggi, 2024. Penelitian ini dilatar belakangi oleh perilaku siswa di MTsN 1 Pasaman menunjukkan pengaruh kuat dari teman sebaya dan tingkat kecerdasan emosional mereka. Banyak siswa yang terlibat dalam tingkah laku salah suai, seperti bolos, kurang sopan kepada guru, mengganggu kelas, hingga konflik fisik antar teman. Faktor-faktor ini diperparah oleh pengaruh negatif dari kelompok teman dan ketidakmampuan siswa mengelola emosi. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) untuk mengetahui apakah ada atau tidak pengaruh dari teman sebaya terhadap tingkah laku salah suai siswa, (2) untuk melihat apakah ada atau tidak pengaruh dari kecerdasan emosional terhadap tingkah laku salah suai siswa, dan (3) untuk melihat apakah ada atau tidak pengaruh dari teman sebaya dan kecerdasan emosional terhadap tingkah laku salah suai siswa. Metode yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan melibatkan 103 siswa sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teman sebaya memiliki kontribusi sebesar 21,2% dan kecerdasan emosional berkontribusi sebesar 48,9% terhadap perilaku salah suai. Secara keseluruhan, pengaruh gabungan dari kedua faktor ini mencapai 50,2%. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan kecerdasan emosional dan dukungan positif dari teman sebaya dalam upaya mengurangi perilaku menyimpang siswa. Hal ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memiliki pengaruh lebih besar dalam menekan tingkah laku salah suai dibandingkan pengaruh teman sebaya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam strategi pencegahan perilaku salah suai di kalangan siswa.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemahaman Kode Etik Akuntan, Kecerdasan Emosional, dan Religiusitas terhadap Perilaku Etis Mahasiswa Akuntansi di Kota Bukittinggi

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pemahaman Kode Etik Akuntan, Kecerdasan Emosioal dan Religiusitas Terhadap Perilaku Etis Mahasiswa Akuntansi di Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang akan menguji hipotesis dalam menemukan pengaruh pada veriabel Pemahaman Kode Etik Akuntan, Kecerdasan Emosional dan Religiusitas Terhadap Perilaku Etis Mahasiswa Akuntansi di Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 100 responden dari 583 populasi dan pengumpulan data menggunakan kuesioner.Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Pemahaman Kode Etik Akuntan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perilaku Etis Mahasiswa Akuntansi di Kota Bukittinggi dengan nilai T 6,758 > 1,985 dan nilai Sig 0,001 0,05. Kecerdasan Emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perilaku Etis Mahasiswa Akuntansi di Kota Bukittinggi dengan nilai T 3,976 > 1,985 dan nilai Sig 0,001 > 0,05. Religiusitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perilaku Etis Mahasiswa Akuntansi di Kota Bukittinggi dengan nilai T 11,856 > 1,985 dan nilai Sig 0,001 > 0,05. Dan Pemahaman Kode Etik Akuntan, Kecerdasan Emosional dan Religiusitas Terhadap Perilaku Etis Mahasiswa Akuntansi di Kota Bukittinggi dengan nilai F hitung 15,054 > f tabel 2,70 dan nilai sig 0,001 0,05. hal tersebut menunjukkan 57,0% variabel Perilaku Etis dapat dijelaskan oleh variasi variabel Pemahaman Kode Etik Akuntan, Kecerdasan Emosional dan Religiusitas, sedangkan sisanya 43,0% dijelaskan atau di pengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak di teliti.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA MAHASISWA BK ANGKATAN 2021 UIN SJECH M. DJAMIL DJAMBEK BUKITTINGGI

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kecerdasan emosi mempengaruhi seseorang dalam membuat keputusan, memecahkan masalah atau situasi tertentu, dan cara dalam berhubungan dengan orang lain. Kecerdasan emosional ini memiliki pengaruh pada seseorang dalam memecahkan suatu permasalahan yang tengah dihadapi. Ketika individu dihadapkan pada suatu masalah, ia akan dapat menemukan solusinya karena dengan kecerdasan emosional individu dapat mengkoordinasi suasana hati dan mengelola emosinya dengan baik. Penelitian ini dilatar belakangi karena adanya mahasiswa yang tidak menyelesaikan tugas karena stres dengan tugas yang menumpuk, tidak masuk kelas karena bermasalah dengan teman sekelas maupun keluarganya, dan melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri karena tidak mampu mengendalikan emosi dan suasana hati. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh signifikan kecerdasan emosional terhadap kemampuan pemecahan masalah pada mahasiswa BK Angkatan 2021 UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik regresi linear sederhana. Variabel dalam penelitian ini meliputi variabel Kecerdasan Emosional (variabel bebas) dan variabel Kemampuan Pememcahan Masalah (variabel terikat). Dalam penelitian ini, digunakan sampel sebanyak 52 mahasiswa dengan teknik pengambilan sampel yaitu teknik simple random sampling. Dari analisis koefisien determinasi nilai R Square sebesar 0,335, yang menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berkontribusi sebesar 33,5% terhadap kemampuan pemecahan masalah, sedangkan faktor lain mempengaruhi 66,5% sisanya. Dari hasil uji F didapatkan bahwa Fhitung adalah 25,194 dan Ftabel adalah 4,03 artinya Fhitung lebih besar dari Ftabel maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh variabel kecerdasan emosional terhadap variabel kenanpuan pemecahan masalah.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kecerdasan Emosional dan Kinerja Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Di SD Negeri 191 Kotanopan.

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Analisis Kecerdasan Emosional Dan Kinerja Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Di SD Negeri 191 Kotanpan” oleh Khoirunnisa Parinduri, Nim 2119124, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamin Djambek, Bukittinggi 2023. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang sabar guru pendidikan agama islam (PAI) menghadapi peserta didik. Guru jarang sekali memberikan motivasi kepada peserta didik. Guru yang setelah memberikan pembelajaran keluar untuk makan dan tidak mengawasi peserta didik dalam proses pembelajaran. Sedangkan kinerja guru pendididkan agama (PAI) Guru hanya memakai metode ceramah dengan cara monoton dan kurang memperhatikan proses belajar. Dalam memerintah peserta didik memungut sampah guru tidak menunjukkan keteladanan berupa ikut serta dalam memungut sampah. Guru yang tidak mengkontrol ruang kelas saat berlangsungnya proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecerdasan emosional guru pendidikan agama islam (PAI) di SD Negeri 191 Kotanopan, untuk menganalisis kinerja guru pendidikan agama islam (PAI) di SD Negeri 191 Kotanopan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa kecerdasan emosional guru pendidikan agama islam (PAI) di SD Negeri 191 Kotanopan kurang baik. Hal ini dibuktikan guru belum mampu mengenali emosi diri, belum mampu mengelola emosi diri, kurang memotivasi, kurang berempati untuk peserta didik dan memiliki hubungan yang baik. Kinerja guru pendidikan agama islam (PAI) di SD Negeri 191 Kotanopan adalah kurang baik. Hal ini dibuktikan dengan guru memiliki kualitas yang kurang baik dalam standar kualitas dan tidak mau berusaha untuk bekerja lebih baik dari sesama rekan kerja, kuantitas kerja yang selalu menyelesaikan tugas dengan baik namun tidak dengan ontime masuk ke kelas itu bisa menyebabkan maksimal dalam pembelajaran, memiliki kehandalan, dan sikap yang teladan untuk peserta didiknya.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Reinforcement Pasca Supervisi Akademik oleh Kepala Madrasah dan Kecerdasan Emosional Guru Terhadap Kinerja Guru MTsN Se Kabupaten Limapuluh Kota

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Teti Asmarni, Nim. 10221010 dengan judul “Pengaruh Reinforcement Pasca Supervisi Akademik Oleh Kepala Madrasah dan Kecerdasan Emosional Terhadap Kinerja Guru MTsN Se Kabupaten Limapuluh Kota ”. Tesis. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyak guru yang belum mendapatkan layanan bimbingan dan pembinaan yang dilakukan oleh Kepala Madrasah sehingga belum ada kedekatan antara guru dan Kepala Madrasah. Membina, mendampingi, mengarahkan guru dalam melaksanakan tugas pembelajaran menjadi hal yang penting dilakukan oleh seorang Kepala Madrasah. Melalui pemberian reinforcement pasca supervisi akademik yang dilakukan oleh Kepala Madrasah untuk meningkatkan mutu pembelajaran serta meningkatkan kinerja guru. Kecerdasan emosional guru juga tak kalah berpengaruhnya pada peningkatan kinerja guru. Namun, masih ada kepala madrasah yang belum memberikan reinforcement secara optimal kepada guru dan ada guru yang belum mampu mengelola kecerdasan emosionalnya sehingga mempengaruhi kinerja guru dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan korelasional. Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan fenomena pemberian reinforcement pasca supervisi akademik oleh Kepala Madrasah dan pengelolaan kecerdasan emosional guru yang ditemukan berdampak pada peningkatan kinerja guru MTsN se Kabupaten Limapuluh Kota. Lokasi penelitian adalah MTsN di Kabupaten Limapuluh Kota dan masa penelitian dari bulan April 2023 sampai dengan Juli 2023. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai R adalah 0,265, dan berdasarkan rumus pengujian hipotesis, R menunjukkan pengaruh pada variabel yang di uji. Peneliti menafsirkan data hasil uji pengaruh, bahwa terdapat pengaruh reinforcement pasca supervisi akademik oleh Kepala Madrasah sebesar 26,5% terhadap kinerja guru MTsN se kabupaten Limapuluh Kota. Peneliti menyimpulkan juga nilai sebesar 0,428, menjawab hipotesis bahwa terdapat pengaruh variabel kecerdasan emosional guru terhadap kinerja guru MTsN se kabupaten Limapuluh Kota sebesar 42,8%.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Kedisiplinan Belajar Mata Pelajaran Matematika di Kelas VIII SMPN 2 Ampek Angkek Tahun ajaran 2022/2023

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Rizky Amalia NIM: 2417052, judul skripsi “Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Kedisiplinan Belajar Mata Pelajaran Matematika di Kelas VIII SMPN 2 Ampek Angkek Tahun Ajaran 2022/2023”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh karena permasalahan yang di temukan siswa masih cenderung tidak dapat mengatur waktu belajar, kurangnya kerajinan dan keteraturan siswa dalam belajar matematika siswa yang disebabkan oleh beberapa faktor antara lain yaitu, kecerdasan emosional, antara lain kurangnya motivasi diri, tidak percaya diri terhadap kemampuan diri sendiri serta kurangnya empati terhadap teman sebaya. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti pengaruh kecerdasan emosional terhadap kedisiplinan belajar matematika dikelas VIII SMP N 2 ampek angkek. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh signifikan dalam kecerdasan emosional terhadap kedisiplinan belajar. Rumusan masalah penelitian ini mengenai pengaruh kecerdasan emosional terhadap kedisiplinan belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 2 Ampek Angkek Tahun Ajaran 2022/2023. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat “pengaruh yang signifikan kecerdasan emosional terhadap kedisiplinan belajar matematika dikelas VIII SMP N2 ampek angkek”. Jenis penelitian ini adalah ex post facto dengan metode kuantitatif. Populasi penelitian ini sebanyak 81 orang dan sampel yang digunakan adalah seluruh populasi kelas VIII SMPN 2 Ampek Angkek Tahun Ajaran 2022/2023. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket kecerdasan emosional dan angket kedisiplinan belajar. Teknik analisis data yang digunakan dengan uji t. Hasil penelitian ini diperoleh nilai kolerasi sebesar rxy= 0,689 dan nilai koefesien determinasi sebesar 47,47% dari pengujian hipotesis, persamaan regresi antara kecerdasan emosional terhadap kedisiplinan belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 2 Ampek Angkek Y= 22,5270528+0,64706069X untuk pengaruh signifikan kecerdasan emosional terhadap kedisiplinan belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 2 Ampek Angkek diperoleh thitung=8,45 > ttabel= 1,99. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan kecerdasan emosional terhadap kedisiplinan belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 2 Ampek Angkek Kata Kunci: Kecerdasan Emosional, Kedisiplinan Belajar

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Komunikasi Guru Dengan Kecerdasan Emosional Siswa Pada Mata Pelajaran PAI di SMAN I Rao Utara

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi yang berjudul hubungan komunikasi guru dengan kecerdasan emosional siswa pada mata pelajaran PAI di SMAN 1 Rao Utara. Yang ditulis oleh Dian Martini. NIM. 2119200. Progam studi pendidikan agama islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Ialam Negeri Sjech M. Djamil Djambel Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi karena peneliti menemukan beberapa kelemahan dalam proses pembelajaran PAI di SMAN 1 Rao Utara yaitu sebagaian sisiwa kurang tertarik dengan mata pelajaran PAI, yang disebabkan kurangnya kecerdasan emosional siswa seperti kurangnya semangat siswa dalam pembelajaran, sering dijumpai siswa yang selalu sibuk sendiri ketika guru sedang menjelaskan materi di depan kelas, bercerita dengan teman, tidak mau mencatat materi pelajaran dan tidak mengerjakan pekerjaan rumah(PR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komunikasi guru dengan kecerdasan emosional siswa pada mata pelajaran PAI di SMAN 1 Rao Utara. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian korelasi yaitu cara yang digunakan untuk menentukan keeratan hubungan antara dua atau lebih variabel yang digambarkan dengan ukuran koefisien korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di SMAN 1 Rao Utara yang berjumlah 196 siswa. Dengan jumlah sampel 49 siswa.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket. Hasil penelitian yang dilakukan di SMAN 1 Rao Utara menunjukkan bahwa hubungan komunikasi guru dengan kecerdasan emosional siswa pada mata pelajaran PAI sebesar 76,2% dan 23,8% dipengaruhi oleh faktor lainnya,maka dapat disimpulkan terdapat hubungan antara komunikasi guru dengan kecerdasan emosional siswa pada mata pelajaran PAI di SMAN 1 Rao Utara. Untuk meningkatkan komunikasi guru yaitu dapat mengasah kemampuan berkomunikasi guru dengan melakukan perubahan seperti mengikuti seminar, membaca banyak jurnal dan studi banding, otodidak atau belajar sendiri dengan bereksplorasi untuk menemukan potensi dan bakat yang ada dalam dirinya, mengikuti berbagai pelatihan untuk mengembangkan kemampuan, keterampilan, dan sikap yang menyangkut karir bagi seorang guru untuk terus berkembang dan megabdi mencerdaskan peserta didiknya. Untuk meningkatkan kecerdasan emsoional siswa yaitu yang dengan mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri mengenali emosi orang lain. Dan mampu membina hubungan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail