Abstrak
Judul Skripsi “Dampak Penerimaan Diri Siswa terhadap Perubahan Fisik dan Emosional pada Masa Pubertas di MTsS Al-Muhajirin Pasaman Barat” Skripsi ini disusun oleh Elvina Damayanti Nim. 2622044 Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena penerimaan diri siswa kelas VII MTsS Al-Muhajirin Pasaman Barat terhadap perubahan fisik dan emosional pada masa pubertas yang masih bervariasi, yang terlihat bahwa sebagian siswa belum mampu menerima perubahan yang dialaminya secara sehat sehingga memunculkan berbagai masalah seperti gejolak emosi, kecenderungan menarik diri dari pergaulan, serta terganggunya proses pembelajaran di sekolah. Kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan tingkat penerimaan diri antarsiswa dalam menghadapi perubahan fisik dan emosional pada masa pubertas, yang memengaruhi kesejahteraan psikologis dan penyesuaian diri mereka secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penerimaan diri siswa kelas VII terhadap perubahan fisik dan emosional pada masa pubertas ditinjau dari aspek emosional, interaksi sosial, dan proses pembelajaran di MTsS Al-Muhajirin Pasaman Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi dan wawancara. Pada penelitian ini menggunakan tujuh siswa kelas VII sebagai informan kunci serta guru Bimbingan dan Konseling sebagai informan pendukung, yang ditentukan dengan teknik snowball sampling. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dan untuk keabsahan data peneliti melakukan triangulasi sumber data. Berdasarkan hasil penelitian, dampak penerimaan diri siswa kelas VII terhadap perubahan fisik dan emosional pada masa pubertas di MTsS Al-Muhajirin Pasaman Barat menunjukkan proses penyesuaian yang belum terkelola secara matang dan masih berada pada tahap berkembang. Penulis menemukan bahwa dampaknya terlihat pada tujuh gejala emosional, yaitu emosi meninggi, kemurungan, merajuk, mudah menangis, khawatir, gelisah, dan sedih; tiga aspek interaksi sosial, yaitu menarik diri dari pergaulan, hambatan dalam hubungan sosial, dan menurunnya rasa percaya diri; serta empat aspek proses pembelajaran, yaitu menurunnya motivasi belajar, terganggunya konsentrasi, keinginan untuk tidak masuk sekolah, dan kecenderungan menghindari situasi akademik. Siswa telah mampu menilai perubahan yang dialaminya secara realistis dan menyadari bahwa gejala tersebut bersumber dari dirinya sendiri, bukan dari pihak lain, namun tanggung jawab dan kemampuan mengelola perilaku secara menetap masih berada pada tahap berkembang. Penerimaan diri siswa kelas VII terhadap perubahan fisik dan emosional pada masa pubertas sangat bergantung pada bagaimana mereka menilai perubahan tersebut dan mengelola emosinya.