Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Keterampilan Sosial Siswa di SMPN 8 Bukittinggi
Skripsi ini berjudul "HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KETERAMPILAN SOSIAL POSITIF SISWA DI SMPN 8 BUKITTINGGI" yang disusun oleh Friska Aulia Wahyuni, NIM 2622028. Program Studi Bimbingan dan Koseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya siswa yang menunjukkan kecerdasan emosional dan keterampilan sosial positif yang belum berkembang secara optimal. Hal tersebut terlihat dari adanya siswa yang belum sepenuhnya mampu mengenali dan mengendalikan emosi, belum menunjukkan empati secara optimal, mudah terlibat dalam konflik, belum sepenuhnya percaya diri dalam berinteraksi, serta belum mampu bekerja sama dan menjalin hubungan sosial secara efektif dengan teman sebaya. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kecerdasan emosional dalam mendukung berkembangnya keterampilan sosial positif pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kecerdasan emosional siswa di SMP Negeri 8 Bukittinggi, gambaran keterampilan sosial positif siswa di SMP Negeri 8 Bukittinggi, serta hubungan antara kecerdasan emosional dengan keterampilan sosial positif siswa di SMP Negeri 8 Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian berjumlah 285 siswa SMPN 8 Bukittinggi. Sampel penelitian berjumlah 166 siswa yang ditentukan menggunakan dengan rumus taro yamane dengan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui pemberian angket menggunakan skala likert. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif berupa persentase untuk menjawab rumusan masalah pertama dan kedua, sedangkan rumusan masalah ketiga dianalisis menggunakan uji korelasi pearson product moment dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran kecerdasan emosional siswa di SMPN 8 Bukittinggi berada pada kategori rendah, sebanyak 74 siswa (44,58%) menunjukkan sebagian besar siswa masih memiliki kemampuan yang belum optimal dalam mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri, empati, serta membina hubungan sosial. Gambaran keterampilan sosial positif siswa juga berada pada kategori rendah sebanyak 92 siswa (55,42%) yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum menampilkan perilaku sosial positif secara optimal dan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dengan keterampilan sosial positif siswa di SMP Negeri 8 Bukittinggi. Hal ini dibuktikan dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 0,05 dan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,711, yang termasuk dalam kategori kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional yang dimiliki siswa, maka semakin tinggi pula keterampilan sosial positif yang dimilikinya. Sebaliknya, semakin rendah kecerdasan emosional siswa, maka semakin rendah pula keterampilan sosial positif yang ditunjukkan.