Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

IKSAN HAKIKI PASARIBU

2 karya publik ditemukan.

2026: 2

UPAYA GURU PAI DALAM MEMBINA KECERDASAN EMOSIONAL SISWA DI SD I IBNU SYAM KUBANG PUTIH

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Iksan Hakiki Pasaribu, NIM 2122204. "Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Kecerdasan Emosional Siswa di SD I Ibnu Syam Kubang Putih." Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya siswa yang mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosi, kurang percaya diri, kurang memiliki empati, serta belum mampu menjalin hubungan sosial yang baik di lingkungan sekolah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembinaan kecerdasan emosional siswa masih perlu ditingkatkan. Guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kecerdasan emosional siswa melalui berbagai upaya pembelajaran yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam membina kecerdasan emosional siswa di SD I Ibnu Syam Kubang Putih; (2) faktor-faktor yang mendukung dan menghambat guru dalam membina kecerdasan emosional siswa; serta (3) solusi yang dilakukan guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kendala pembinaan kecerdasan emosional siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Informan penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam, kepala sekolah, dan siswa SD I Ibnu Syam Kubang Putih. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) guru Pendidikan Agama Islam membina kecerdasan emosional siswa melalui keteladanan, pembiasaan ibadah, pemberian nasihat, motivasi, pembinaan disiplin, komunikasi yang baik, serta penanaman nilai-nilai akhlak Islami dalam proses pembelajaran maupun di luar pembelajaran; (2) faktor pendukung pembinaan meliputi kerja sama antara guru, kepala sekolah, dan orang tua, lingkungan sekolah yang kondusif, serta tersedianya program-program keagamaan, sedangkan faktor penghambat meliputi perbedaan karakter siswa, kurangnya perhatian orang tua, dan pengaruh lingkungan pergaulan; dan (3) solusi yang dilakukan guru meliputi peningkatan komunikasi dengan orang tua, pemberian bimbingan dan pendekatan individual kepada siswa, penguatan pembiasaan keagamaan, serta menjalin kerja sama dengan seluruh warga sekolah dalam membentuk karakter dan kecerdasan emosional siswa. Dengan demikian, upaya guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran yang sangat penting dalam membina kecerdasan emosional siswa sehingga mampu mendukung terbentuknya karakter Islami serta perilaku sosial yang positif di lingkungan sekolah. Kata Kunci: Guru Pendidikan Agama Islam, Kecerdasan Emosional, Pembinaan, Siswa Sekolah Dasar.

UPAYA GURU PAI DALAM MEMBINA KECERDASAN EMOSIONAL SISWA DI SD I IBNU SYAM KUBANG PUTIH

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Iksan Hakiki Pasaribu, NIM 2122204. "Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Kecerdasan Emosional Siswa di SD I Ibnu Syam Kubang Putih." Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya siswa yang mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosi, kurang percaya diri, kurang memiliki empati, serta belum mampu menjalin hubungan sosial yang baik di lingkungan sekolah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembinaan kecerdasan emosional siswa masih perlu ditingkatkan. Guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kecerdasan emosional siswa melalui berbagai upaya pembelajaran yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam membina kecerdasan emosional siswa di SD I Ibnu Syam Kubang Putih; (2) faktor-faktor yang mendukung dan menghambat guru dalam membina kecerdasan emosional siswa; serta (3) solusi yang dilakukan guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kendala pembinaan kecerdasan emosional siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Informan penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam, kepala sekolah, dan siswa SD I Ibnu Syam Kubang Putih. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) guru Pendidikan Agama Islam membina kecerdasan emosional siswa melalui keteladanan, pembiasaan ibadah, pemberian nasihat, motivasi, pembinaan disiplin, komunikasi yang baik, serta penanaman nilai-nilai akhlak Islami dalam proses pembelajaran maupun di luar pembelajaran; (2) faktor pendukung pembinaan meliputi kerja sama antara guru, kepala sekolah, dan orang tua, lingkungan sekolah yang kondusif, serta tersedianya program-program keagamaan, sedangkan faktor penghambat meliputi perbedaan karakter siswa, kurangnya perhatian orang tua, dan pengaruh lingkungan pergaulan; dan (3) solusi yang dilakukan guru meliputi peningkatan komunikasi dengan orang tua, pemberian bimbingan dan pendekatan individual kepada siswa, penguatan pembiasaan keagamaan, serta menjalin kerja sama dengan seluruh warga sekolah dalam membentuk karakter dan kecerdasan emosional siswa. Dengan demikian, upaya guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran yang sangat penting dalam membina kecerdasan emosional siswa sehingga mampu mendukung terbentuknya karakter Islami serta perilaku sosial yang positif di lingkungan sekolah. Kata Kunci: Guru Pendidikan Agama Islam, Kecerdasan Emosional, Pembinaan, Siswa Sekolah Dasar.