ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini di tulis oleh JEFRI Nim 3322278 Program Studi Perbankan Syariah. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Tahun 2026. Skripsi ini berjudul “Analisis Penggunaan Akad Kafalah Oleh Pt. Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah Cabang Padang”. Dengan pembimbing Ibu Dr. Sofia Ridha, M.Ag. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prosedur penjaminan yang dilakukan oleh PT. Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah Cabang Padang dengan mitranya serta menganalisis penerapan akad kafalah dalam kegiatan penjaminan pembiayaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur penjaminan pembiayaan di PT. Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah Cabang Padang dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu pengajuan penjaminan oleh mitra, pemeriksaan kelengkapan dokumen, analisis kelayakan penjaminan, penerbitan sertifikat penjaminan, serta penyelesaian klaim apabila terjadi wanprestasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam penerapan akad kafalah, PT. Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah Cabang Padang bertindak sebagai kafil (penjamin) yang menjamin kewajiban nasabah kepada lembaga keuangan syariah sebagai makful’lahu, sedangkan nasabah berkedudukan sebagai makful 'anhu. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa prosedur penjaminan yang diterapkan oleh PT. Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah Cabang Padang telah berjalan secara sistematis dan penerapan akad kafalah telah sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Peningkatan koordinasi, kualitas administrasi, dan pemahaman para pihak terhadap mekanisme penjaminan diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan akad kafalah dalam kegiatan penjaminan pembiayaan. Kata Kunci: Akad Kafalah, Penjaminan Pembiayaan, Askrindo Syariah, Penjaminan Syariah, Pembiayaan Syariah.Kata Kunci: Akad Kafalah, Penjaminan Pembiayaan, Askrindo Syariah, Penjaminan Syariah, Pembiayaan Syariah.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran perbankan syariah dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyediaan pembiayaan yang sesuai dengan prinsip syariah. Pedagang Pasar Atas Bukittinggi masih menghadapi berbagai kendala dalam mengembangkan usahanya, terutama keterbatasan modal yang berdampak pada kemampuan meningkatkan produktivitas dan omzet penjualan. Di sisi lain, pembiayaan perbankan syariah diharapkan mampu menjadi solusi dalam memperkuat permodalan usaha sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Goal 8, yaitu mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pembiayaan perbankan syariah dalam meningkatkan omzet penjualan pedagang Pasar Atas Bukittinggi untuk mendukung SDGs Goal 8. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Pasar Atas Kota Bukittinggi. Informan penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas pihak Bank Syariah Indonesia dan beberapa pedagang Pasar Atas Bukittinggi yang telah memperoleh pembiayaan perbankan syariah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan perbankan syariah memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan omzet penjualan pedagang Pasar Atas Bukittinggi. Tambahan modal yang diperoleh dimanfaatkan untuk menambah stok barang, meningkatkan variasi produk, membeli bahan baku, memperbaiki sarana usaha, serta memenuhi kebutuhan modal kerja sesuai karakteristik usaha masing-masing. Pemanfaatan pembiayaan tersebut berdampak pada meningkatnya jumlah pelanggan, kelancaran operasional usaha, daya saing usaha, serta peningkatan omzet penjualan. Selain memberikan pembiayaan, Bank Syariah Indonesia juga berperan melalui pendampingan, monitoring, dan penyaluran produk pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah sehingga dana yang diterima dapat dimanfaatkan secara produktif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pembiayaan perbankan syariah tidak hanya berfungsi sebagai penyedia modal usaha, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pemberdayaan UMKM. Dengan demikian, pembiayaan perbankan syariah berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas usaha, memperkuat pertumbuhan ekonomi lokal, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Goal 8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Literasi Nasabah terhadap Akad Murabahah di BMT Agam Madani Panampuang, Jorong Surau Lauik, Kec. Ampek Angkek, Kab. Agam’’, disusun oleh Nina Solfa Ria dengan NIM 3322348. Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya penggunaan pembiayaan berbasis akad murabahah pada BMT Agam Madani Panampuang yang belum diimbangi dengan pemahaman konseptual nasabah mengenai prinsip-prinsip transaksi syariah. Sebagian besar nasabah cenderung hanya fokus pada nilai pembiayaan dan besaran cicilan tanpa memahami mekanisme penetapan harga perolehan, margin keuntungan, serta perbedaan hakiki antara pembiayaan syariah dan sistem kredit konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi nasabah terhadap konsep dasar akad murabahah, mekanisme pelaksanaannya, serta faktor-faktor yang memengaruhi tingkat literasi tersebut di BMT Agam Madani Panampuang, Jorong Surau Lauik, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap tujuh orang informan yang terdiri dari dua orang pihak pengelola BMT (Manager dan Teller/Customer Service) dan lima orang nasabah penerima pembiayaan murabahah, serta didukung oleh observasi dan dokumentasi. Analisis data dilaksanakan secara interaktif meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi nasabah terhadap akad murabahah di BMT Agam Madani Panampuang berada pada kategori sufficient literate. Pemahaman nasabah masih didominasi oleh aspek praktis- operasional, yaitu sebatas mengetahui alur pengajuan, jadwal angsuran, dan batas waktu pelunasan. Sebaliknya, pemahaman konseptual terkait rincian transparansi harga pokok, kalkulasi margin, serta konsekuensi hukum akad masih tergolong rendah. Faktor utama yang memengaruhi kondisi ini meliputi tingkat pendidikan formal nasabah yang bervariasi, minimnya edukasi fiqih muamalah secara berkala, serta dorongan pemenuhan kebutuhan modal yang mendesak sehingga nasabah cenderung bersikap pasif saat menandatangani berkas kesepakatan. Pihak BMT telah berupaya memberikan penjelasan awal secara langsung, namun proses sosialisasi tersebut masih perlu diperkuat melalui sarana edukasi yang lebih terstruktur dan berkesinambungan. Kata Kunci: Literasi Nasabah, Akad Murabahah, BMT Agam Madani Panampuang, Pembiayaan Syariah.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini disusun oleh Shally Julianingsih Nim 3321145 Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Dengan judul penelitian “Peran Bank Syariah Dalam Meningkatkan Perekonomian UMKM Masyarakat ( Studi Kasus : Masyarakat Desa Bungaraya, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, Provinsi Riau )”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran bank syariah dalam meningkatkan perekonomian pelaku usaha mikro, kecil dan menengah ( UMKM ) masyarakat di Desa Bungaraya. Bank syariah hadir sebagai lembaga keuangan yang beroperasi berdasarkan prinsip ekonomi islam dengan menekankan keadilan, transparansi, serta sistem bagi hasil. Keberadaan bank syariah diharapkan mampu menjadi alternatif pembiayaan yang dapat mendukung pengembangan usaha UMKM dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan pengumpulan dokumen. Analisis data dilakukan dalam tiga tahap: penyederhanaan data, penyajian data, dan akhirnya penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini, ada 10 informan yang diwawancarai, semua berasal dari masyarakat Desa Bungaraya, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak,Provinsi Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bank syariah memiliki peran yang cukup signifikan dalam mendukung peningkatan perekonomian UMKM, khsusunya bagi pelaku usaha yang telah memperoleh pembiayaan bank syariah, baik dalam bentuk pembiayaan modal usaha dengan jaminan maupun pembiayaan kerja sama, yang membantu keberlangsungan dan pengembangan usaha. Namun, pemanfaatan pembiayaan bank syariah di Desa Bungaraya masih rendah karena sebagian besar pelaku UMKM masih mengandalkan modal pribadi, bantuan keluarga, lembaga non- bank, dan bank konvensional, yang disebabkan oleh keterbatasan akses layanan, minimnya sosialisasi dan informasi, jarak kantor yang jauh serta anggapan prosedur pembiayaan yang rumit. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan sosialisasi dan peluasan akses layanan agar peran bank syariah dapat dirasakan lebih merata.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Analisis Peran Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) dalam Pengembangan Usaha Mikro (Studi Kasus : PT. BPRS Taeh Baruah Kab. Lima Puluh Kota” yang ditulis oleh Tini Hayatul Huri, NIM 3322309, Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Syariah, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, dengan Dr. Rini Elvira SE, M.Si selaku dosen pembimbing. Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) merupakan institusi finansial yang menjalankan operasionalnya sesuai prinsip syariah, dengan fokus menyediakan layanan keuangan bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha berskala mikro dan menengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Taeh Baruah dalam pengembangan usaha mikro, khususnya pada pembiayaan untuk usaha mikro dan dalam peningkatan inklusi keuangan syariah masyarakat di Nagari Taeh Baruah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan melalui wawancara dan studi kepustakaan. Informan dalam penelitian ini terdiri atas 11 orang pihak BPRS bagian pembiayaan dan 49 orang nasabah pelaku usaha mikro di BPRS Taeh Baruah. Hasil penelitian menujukkan bahwa BPRS Taeh Baruah berperan penting dalam mendukung pengembangan usaha mikro melalui pembiayaan berbasis syariah, khususnya dengan menggunakan akad murabahah yang paling banyak digunakan oleh nasabah. Selain itu, BPRS Taeh Baruah juga berperan dalam meningkatkan inklusi keuangan syariah dengan menyediakan layanan tabungan dan pembiayaan, melaksakan literasi dan edukasi terkait keuangan syariah secara berkala, serta menerapkan strategi pelayanan yang fleksibel seperti layanan jemput tabungan dan pembiayaan, penggunaan layanan mobile banking dan menyediakan layanan pembiayaan tanpa agunan bagi pelaku usaha mikro.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Karya ilmiah dalam bentuk skripsi ini dibuat oleh MELIFIDIA SOFYAN dengan NIM 3322018 Program Studi S1 Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN SMDD Bukittinggi dengan judul “Analisis Strategi Bmt ElItqan Lubuk Malako Dalam Menjebatani Akses Pembiayaan Umkm Untuk Menghindari Ketergantungan Pada Rentenir”. Judul Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendekatan yang diambil oleh KSPPS BMT El-Itqan Lubuk Malako dalam memberikan akses pembiayaan kepada pelaku UMKM, agar mereka tidak terjebak pada praktek pinjaman dari rentenir. Masalah yang diangkat adalah masih tingginya kecenderungan pelaku UMKM untuk meminjam uang dari rentenir, karena proses penyaluran yang cepat dan syarat yang mudah, sementara akses ke lembaga keuangan formal cenderung terbatas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang melibatkan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan telaah dokumen (triangulasi). Lokasi studi ini berada di Nagari Lubuk Malako, Kabupaten Solok Selatan. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa BMT El-Itqan telah memiliki peran penting sebagai alternatif dalam pembiayaan syariah, menyalurkan dana, menawarkan margin lebih ringan dibandingkan dengan rentenir, menyederhanakan syarat untuk pembiayaan kecil, serta melakukan pendekatan secara personal dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Namun, masih terdapat kesenjangan dalam layanan yang perlu diatasi, yaitu pandangan masyarakat mengenai proses yang masih dianggap lambat, kebutuhan untuk pencairan dana yang mendesak yang belum dapat bersaing dengan rentenir, rendahnya pemahaman masyarakat mengenai produk BMT, dan belum optimalnya pemanfaatan teknologi/fintech. Penelitian ini merekomendasikan untuk mempercepat proses administrasi, meningkatkan sosialisasi dan literasi keuangan, serta mengembangkan layanan digital secara bertahap untuk memperkecil kesenjangan tersebut.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi dengan judul“ Analisis Persepsi dan Sikap Anggota Terhadap Produk Koperasi Konsumen Syari’ah Pegawai RSUD Dr Achmad Mochtar Bukittinggi” Disusun oleh Ayunda Murni Andini NIM 3322226 Skripsi mahasiswa Program Studi S1 Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Kurangnya Pemahaman anggota mengenai sistem pembiayaan syari’ah sehingga terjadi Fluktuasi jumlah Anggota yang menggunakan produk pembiayaan dikoperasi konsumen syari’ah. Kehadiran koperasi syariah diharapkan mampu menjadi solusi dalam memberikan pembiayaan yang adil, sesuai prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Persepsi dan Sikap Anggota terhadap Produk pembiayaan koperasi konsumen Syari’ah Pegawai RSUD Dr Achmad Mochtar Bukittinggi, dengan fokus pada pembiayaan murabahah,ijarah multijasa dan jual beli emas non tunai. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap pengurus serta Anggota Koperasi Konsumen Syari’ah Pegawai RSUD Dr Achmad Mochtar Bukittinggi. Sementara itu, data sekunder dihimpun dari dokumen resmi koperasi, laporan penelitian terdahulu, dan literatur terkait. Analisis dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi anggota terhadap produk pembiayaan koperasi konsumen syari’ah sudah positif.Hal ini terlihat dari anggota sudah memahami sistem syari’ah meskipun terdapat anggota yang masih belum memahami prinsip syari’ah tersebut. Produk pembiayaan berbasis syariah seperti murabahah,ijarah dan jual beli emas non tunai terbukti membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan anggota. Selain itu, Sikap Anggota terhadap produk koperasi konsumen syari’ah sudah mendukung,yaitu dapat dilihat bahwa anggota merasa nyaman dan senang sehingga anggota bersedia berinvestasi dan juga bersedia merekomendasikan ke anggota lain untuk menggunakan produk yang ada dikoperasi, produk koperasi syariah menggunakan sistem syari’ah yang dapat menghindari riba sehingga Anggota tidak merasa terbebani dengan adanya margin yang diberikan karena dapat meningkatkan kemajuan koperasi bersama.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini disusun oleh Andri Oktananda Putra, NIM 3322339, Prodi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dengan judul “Peran BMT Agam Madani Koto Tangah dalam Pemberdayaan Umkm di Pasar Pakan Kamih dalam Mendukung Pencapaian SDGs8” Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan penciptaan lapangan kerja, khususnya di sektor ekonomi lokal. Namun, pelaku UMKM di Pasar Pakan Kamis masih menghadapi berbagai kendala struktural, terutama keterbatasan akses permodalan, rendahnya literasi keuangan, serta lemahnya pengelolaan usaha. Kehadiran Baitul Maal wat Tamwil (BMT) sebagai lembaga keuangan mikro syariah diharapkan mampu menjadi solusi pembiayaan yang adil dan berkelanjutan. Berdasarkan kondisi tersebut, rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana peran BMT Agam Madani Koto Tangah dalam pemberdayaan UMKM di Pasar Pakan Kamis serta keterkaitannya dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-8 tentang pertumbuhan ekonomi inklusif dan pekerjaan layak.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk peran BMT Agam Madani Koto Tangah dalam pemberdayaan UMKM melalui pembiayaan dan pendampingan usaha, serta mengkaji kontribusi peran tersebut dalam mendukung pencapaian SDGs 8, khususnya pada aspek peningkatan produktivitas, pendapatan, dan keberlanjutan usaha UMKM. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi terhadap pengelola BMT serta pelaku UMKM di Pasar Pakan Kamis. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran empiris secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BMT Agam Madani Koto Tangah berperan dalam menyediakan akses pembiayaan syariah yang relatif mudah dan terjangkau bagi pelaku UMKM. Pembiayaan yang diberikan tidak hanya berfungsi sebagai tambahan modal usaha, tetapi juga mendorong kedisiplinan dan tanggung jawab finansial pelaku UMKM. Selain itu, pendampingan dan pemantauan usaha berkontribusi terhadap stabilitas dan keberlanjutan usaha, sehingga mendukung pencapaian SDGs 8 pada tingkat ekonomi lokal, meskipun peran tersebut belum optimal akibat keterbatasan sosialisasi dan pendampingan yang belum terstruktur.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul “Analisis Strategi Peningkatan Akses Pembiayaan Syariah bagi Petani (Studi Kasus Koperasi Konsumen Syariah BMT Agam Madani Nagari Kamang Mudiak Lamo)”, yang disusun oleh Wisnu Wardana dengan Nim 3322247 jurusan Perbankan Syraiah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Latar belakang penelitian ini adalah masih rendahnya tingkat pemanfaatan pembiayaan syariah oleh petani, meskipun sebagian besar masyarakat Nagari Kamang Mudiak Lamo bermata pencaharian sebagai petani dan BMT telah hadir sebagai lembaga keuangan mikro syariah di tingkat nagari. Permasalahan yang dihadapi meliputi keterbatasan modal usaha, rendahnya literasi keuangan syariah, ketergantungan terhadap pembiayaan informal, serta belum optimalnya strategi penyediaan akses pembiayaan yang sesuai dengan karakteristik usaha tani yang bersifat musiman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang dilakukan oleh BMT Agam Madani dalam meningkatkan akses pembiayaan syariah bagi petani serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam proses penyaluran pembiayaan tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengurus BMT dan petani sebagai nasabah, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BMT Agam Madani menerapkan strategi peningkatan akses pembiayaan syariah melalui pendekatan kekeluargaan dan kearifan lokal. Strategi tersebut meliputi penerapan skema pembiayaan musiman berbasis akad murabahah yang disesuaikan dengan siklus tanam dan panen, penyederhanaan prosedur pembiayaan, pelayanan jemput bola ke lapangan, serta pemanfaatan peran tokoh masyarakat dalam membangun kepercayaan petani. Kendala utama yang dihadapi meliputi risiko gagal panen akibat faktor alam, rendahnya pemahaman petani terhadap akad syariah, serta keterbatasan kemampuan administrasi petani. Upaya yang dilakukan BMT untuk mengatasi kendala tersebut antara lain melalui pendampingan usaha tani, edukasi keuangan syariah, dan fleksibilitas dalam restrukturisasi pembiayaan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Analisis Implementasi Mitigasi Resiko dalam Penyaluran Dana KUR Tahun 2024. (Studi Kasus : BSI KCP Bukittinggi Pasar Aur)”, di tulis oleh Dwi Yulia dengan NIM 3322344. Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan salah satu upaya strategis perbankan dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, dalam praktiknya penyaluran pembiayaan KUR tidak terlepas dari berbagai resiko, terutama resiko gagal bayar yang dipengaruhi oleh kondisi usaha nasabah, rendahnya literasi keuangan syariah, serta penggunaan dana yang belum sepenuhnya sesuai dengan tujuan pembiayaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi mitigasi resiko dalam penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi Pasar Aur, serta mengidentifikasi tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan secara langsung di BSI KCP Bukittinggi Pasar Aur untuk mengamati proses penyaluran pembiayaan KUR, mulai dari tahap pengajuan, analisis pembiayaan, akad, hingga monitoring pasca pencairan dana. Wawancara dilakukan secara mendalam dan terstruktur kepada pihak internal bank yang terlibat langsung dalam pengelolaan pembiayaan KUR, seperti pimpinan kantor cabang pembantu dan petugas marketing mikro, guna memperoleh informasi terkait kebijakan, prosedur, serta strategi mitigasi risiko yang diterapkan. Selain itu, wawancara juga dilakukan kepada nasabah penerima pembiayaan KUR untuk menggali pemahaman mereka mengenai penggunaan dana, kewajiban pembayaran, serta kendala yang dihadapi dalam menjalankan usaha. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diketahui bahwa Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi Pasar Aur telah menerapkan berbagai strategi mitigasi resiko, seperti analisis kelayakan pembiayaan dengan prinsip kehati-hatian (5C), verifikasi data nasabah, monitoring pasca pencairan, serta pendekatan komunikasi intensif terhadap nasabah pembiayaan bermasalah. Namun, implementasi mitigasi resiko tersebut belum sepenuhnya optimal karena masih ditemui kendala, seperti keterbatasan pengawasan penggunaan dana dan faktor eksternal yang memengaruhi kemampuan bayar nasabah.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Analisis Minat Masyarakat Melakukan Pembiayaan di PT. PNM Mekaar Syariah (Studi Kasus Jorong Makmur, Nagari Padang Gelugur, Kecamatan Padang Gelugur, Kabupaten Pasaman)”. Disusun oleh Gusna Yanti, NIM 3322312, Program Studi S1 Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya minat masyarakat Jorong Makmur dalam melakukan pembiayaan di PT. PNM Mekaar Syariah, meskipun lembaga tersebut menyediakan pembiayaan berbasis syariah yang mudah diakses, tanpa agunan, dan ditujukan bagi masyarakat pra-sejahtera. Dari jumlah kepala keluarga yang cukup besar, hanya sebagian kecil masyarakat yang memanfaatkan pembiayaan PNM Mekaar Syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat masyarakat Jorong Makmur dalam melakukan pembiayaan di PT. PNM Mekaar Syariah serta mengetahui kendala yang menyebabkan masyarakat belum melakukan pembiayaan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari masyarakat kampung Sungai Pimping yang menjadi nasabah dan non-nasabah PNM Mekaar Syariah. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap pembiayaan PNM Mekaar Syariah tergolong cukup baik, ditandai dengan kemudahan persyaratan, tidak adanya agunan, serta proses pencairan yang relatif mudah. Namun kendala utama yang dihadapi masyarakat adalah rendahnya pemahaman masyarakat tentang pembiayaan syariah, kurangnya sosialisasi yang menyeluruh, anggapan bahwa proses pembiayaan sulit, serta kekhawatiran masyarakat terhadap kemampuan membayar angsuran. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sosialisasi dan edukasi keuangan syariah agar masyarakat lebih memahami dan tertarik memanfaatkan pembiayaan PNM Mekaar Syariah sebagai alternatif pembiayaan yang sesuai dengan prinsip Islam
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk risiko yang dihadapi dalam pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Syariah Indonesia (BSI), menjelaskan strategi mitigasi yang diterapkan, serta mengevaluasi dampaknya terhadap keberlanjutan usaha mikro dan kepatuhan terhadap prinsip syariah. Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena transformasi digital dalam industri perbankan syariah yang, di satu sisi, meningkatkan efisiensi pembiayaan, namun di sisi lain menimbulkan tantangan baru terkait risiko operasional, risiko kredit, dan kepatuhan terhadap prinsip syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis, dengan data sekunder yang diperoleh melalui laporan tahunan BSI, regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta literatur akademik terkait manajemen risiko perbankan syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan KUR BSI menghadapi empat jenis risiko utama, yaitu risiko kredit, risiko operasional, risiko moral hazard, dan risiko usaha. Strategi mitigasi risiko dilakukan secara komprehensif melalui tiga tahap, yaitu pra-penyaluran, selama pembiayaan, dan pasca-penyaluran, dengan penerapan analisis kelayakan berbasis karakter dan prinsip syariah, implementasi sistem digital i-Kurma serta Early Warning System, dan pembinaan pasca-pembiayaan melalui kerja sama dengan Askrindo Syariah dan Jamkrindo Syariah sebagai bentuk risk sharing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi mitigasi risiko tersebut efektif menurunkan rasio Non-Performing Financing (NPF) dari 3,21% pada tahun 2020 menjadi 1,98% pada tahun 2024. Penerapan mitigasi berbasis syariah ini tidak hanya menjaga stabilitas keuangan bank, tetapi juga berkontribusi terhadap keberlanjutan usaha mikro, peningkatan literasi keuangan, serta penguatan nilai-nilai maqaṣid al-syariah dalam kegiatan pembiayaan di Bank Syariah Indonesia.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini disusun oleh Selma Andriyanti Nim : 3322012 yang berjudul “ANALISIS TRANSFORMASI DIGITAL DALAM PEMBIAYAAN SYARIAH (STUDI KASUS BSI KCP PAYAKUMBUH)”. Progran Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi di bawah bimbingan Ibu Septria Susanti, S.Pd, ME. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penerapan transformasi digital dalam layanan pembiayaan syariah di BSI KCP Payakumbuh sejak tahun 2023 yang membawa perubahan dalam mekanisme pengajuan dan proses pembiayaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan transformasi digital dalam pembiayaan syariah serta dampaknya terhadap aksesibilitas pembiayaan bagi nasabah BSI KCP Payakumbuh. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan transformasi digital meliputi kesiapan sumber daya manusia, kendala teknologi dan infrastruktur, serta pengelolaan risiko akibat keterbatasan plafon dan segmentasi nasabah pembiayaan digital. Sementara itu, transformasi digital berdampak positif terhadap aksesibilitas pembiayaan syariah, terutama dalam kemudahan akses layanan dan percepatan proses pembiayaan. Namun, pembiayaan digital belum sepenuhnya inklusif karena masih terbatas pada nasabah tertentu. Dengan demikian, transformasi digital dalam pembiayaan syariah di BSI KCP Payakumbuh mampu meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan, namun masih memerlukan penguatan infrastruktur serta perluasan akses dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan syariah.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman masyarakat Jorong Lubuk Tarantang, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung terhadap literasi keuangan syariah. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana tingkat literasi keuangan syariah masyarakat di wilayah tersebut, yang dianalisis melalui empat variabel utama: Pengetahuan Dasar Keuangan Syariah, Tabungan dan Pembiayaan Syariah, Asuransi Syariah, serta Investasi Syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode field research, untuk menggali fenomena sosial secara holistik berdasarkan perspektif masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan syariah masyarakat masih tergolong rendah secara dominan pada keempat variabel. Pada variabel Pengetahuan Dasar Keuangan Syariah, sebanyak 61,33% responden berada pada kategori rendah, menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat belum memahami konsep-konsep dasar seperti riba, akad syariah, prinsip bagi hasil, dan perbedaan dengan sistem bunga. Variabel Tabungan dan Pembiayaan Syariah merupakan aspek dengan tingkat pemahaman paling rendah, di mana 76% responden masuk kategori rendah. Hal ini menunjukkan masih minimnya pemahaman tentang produk dan mekanisme pembiayaan syariah. Pada variabel Asuransi Syariah, meskipun ada peningkatan kesadaran terhadap manfaat asuransi, 52% responden masih berada pada kategori rendah karena kurangnya pemahaman terhadap prinsip-prinsip seperti akad tabarru’ dan sistem tolong-menolong (ta’awun). Sementara itu, pada variabel Investasi Syariah, terdapat kecenderungan peningkatan pemahaman, dengan 42% responden berada pada kategori sedang. Namun, pemahaman terhadap produk seperti reksadana syariah, manajemen risiko, dan prinsip kehati-hatian dalam investasi syariah masih terbatas.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Implementasi Akad Pembiayaan Murabahah Bil Wakalah Pada Pt PNM Ulamm Syariah Di Nagari Sungai Kambut Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya”. Disusun oleh Reren Oktariani dengan Nim. 3321189. Mahasiswa jurusan S1 Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri (UIN)Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.Dalam praktik pembiayaan syariah, masih sering dijumpai kendala dalam pelaksanaan akad yang berpotensi menghambat prinsip syariah dan tujuan pembiayaan, termasuk pada akad murabahah bil wakalah. Fenomena ini juga terjadi pada PT PNM Ulamm Syariah di Nagari Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, di mana terdapat permasalahan terkait kepatuhan nasabah terhadap perjanjian akad, mekanisme pelaksanaan wakalah, serta risiko keterlambatan pembayaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana implementasi akad pembiayaan murabahah bil wakalah pada PT PNM Ulamm Syariah dan menganalisis apa saja kendala dan solusi implementasi akad pembiayaan murabahah bil wakalah pada PT PNM Ulamm Syariah di Nagari Sungai Kambut Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya .Jenis Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian ditetapkan di PNM KCP Pulau Punjung, dengan pelaksanaan penelitian berlangsung dari tanggal 7 Maret hingga 7 April. Jenis data yang digunakan meliputi data primer yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan kuesioner, serta data sekunder yang bersumber dari dokumentasi dan literatur terkait. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi nonpartisipan, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner skala Likert. Analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi akad pembiayaan Murabahah bil Wakalah pada PT PNM ULaMM Syariah di Nagari Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya telah berjalan sesuai dengan prinsip syariah dan ketentuan operasional lembaga. Pelaksanaan pembiayaan dilakukan melalui tahapan-tahapan yang terstruktur, mulai dari pengajuan, survei dan analisis usaha, penandatanganan akad, pencairan dana, hingga realisasi pembelian dan pembayaran angsuran. Meskipun demikian, penelitian juga menemukan beberapa kendala seperti rendahnya pemahaman nasabah terhadap akad, penyalahgunaan dana, keterlambatan angsuran, serta kelemahan administrasi. Untuk mengatasi hal tersebut, PT PNM ULaMM Syariah telah menerapkan sejumlah solusi seperti edukasi intensif, pengawasan aktif, restrukturisasi pembiayaan, dan pemanfaatan teknologi informasi guna memastikan pelaksanaan akad tetap dalam koridor syariah.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini disusun oleh Ria Okta Virda, NIM 3321.107, Program Studi
Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri
Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, dengan judul " Analisis Peningkatan
Pendapatan Pelaku Umkm Melalui Pembiayaan Ustman Pada BPRS Jam
Gadang."
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya akses pembiayaan bagi pelaku
UMKM dalam meningkatkan usaha dan pendapatan mereka. Pemerintah Kota
Bukittinggi bersama BPRS Jam Gadang meluncurkan program Tabungan Utsman
sebagai bentuk pembiayaan syariah tanpa bunga (margin nol rupiah) yang bertujuan
mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk
memahami secara mendalam bagaimana pembiayaan Utsman berperan dalam
meningkatkan pendapatan pelaku UMKM.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan
deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam
terhadap 11 informan dimana 2 karyawan BPRS Jam Gadang dan 9 pelaku UMKM
yang menjadi nasabah BPRS Jam Gadang, observasi lapangan, dan dokumentasi.
Penelitian ini menggunakan model evaluasi Logic Model untuk menganalisis input,
aktivitas, output, dan outcome dari program pembiayaan Utsman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan Utsman berdampak positif
terhadap peningkatan pendapatan pelaku UMKM. Hal ini terlihat dari peningkatan
omzet penjualan, kemampuan memenuhi kebutuhan usaha dan rumah tangga, serta
pertumbuhan pendapatan sebelum dan sesudah mendapatkan pembiayaan. Namun
demikian, masih ditemukan kendala seperti terbatasnya jumlah pinjaman dan
kurangnya pengetahuan manajemen keuangan dari pelaku UMKM.
Dengan demikian, pembiayaan Utsman terbukti efektif dalam membantu pelaku
UMKM meningkatkan pendapatan, namun perlu penguatan dari sisi pendampingan
usaha dan akses modal yang lebih fleksibel
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi dengan judul “ Peran Perbankan Syariah Dalam Meningkatkan Pendapatan Nasabah Di Nagari Sungai Kambut Kabupaten Dharmasraya.” Disusun oleh Rahmida Yuli Yasmi NIM 3321091, Skripsi mahasiswa Program Studi S1 Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan keterbatasan akses pembiayaan yang dialami masyarakat dalam memenuhi kebutuhan modal usaha, sehingga berdampak pada keterlambatan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan. Kehadiran perbankan syariah diharapkan mampu menjadi solusi dalam memberikan pembiayaan yang adil, sesuai prinsip syariah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perbankan syariah dalam meningkatkan pendapatan nasabah di Nagari Sungai Kambut Kabupaten Dharmasraya, dengan fokus pada kontribusi produk, layanan, serta strategi pembiayaan yang diterapkan.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap nasabah serta pihak Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Pulau Punjung. Sementara itu, data sekunder dihimpun dari dokumen resmi perbankan, laporan penelitian terdahulu, dan literatur terkait. Analisis dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbankan syariah berperan signifikan dalam meningkatkan pendapatan nasabah. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah nasabah dan adanya perbaikan tingkat pendapatan setelah memperoleh akses pembiayaan. Produk pembiayaan berbasis syariah seperti musyarakah dan murabahah terbukti membantu masyarakat dalam mengembangkan usaha, khususnya di sektor UMKM. Selain itu, perbankan syariah juga berkontribusi terhadap pemerataan ekonomi melalui prinsip keadilan dan sistem bagi hasil, sehingga tidak menimbulkan beban bunga yang tinggi bagi nasabah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa keberadaan perbankan syariah mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan pendapatan, kesejahteraan, serta pengurangan kesenjangan ekonomi masyarakat di Nagari Sungai Kambut.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak
Judul skripsi Ini Adalah “PERAN AKAD MUDHARABAH DI PT. BANK SUMUT SYARIAH KCP PANYABUNGAN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN TOKE (STUDI KASUS PASAR NATAL )”. Yang Disusun Oleh Sahrani. Nim 3321090, Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukitittinggi.
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap skema pembiayaan yang berbasis prinsip syariah, khususnya bagi pelaku usaha mikro yang memiliki keterbatasan modal untuk mengembangkan usahanya. Salah satu bentuk pembiayaan yang relevan adalah akad mudharabah, yakni kerja sama antara pemilik dana (shahibul maal) dan pengelola usaha (mudharib) dengan sistem bagi hasil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana peran pembiayaan mudharabah yang disalurkan oleh PT. Bank SUMUT KCP Panyabungan terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya toke ikan di Pasar Natal, Kabupaten Mandailing Natal.
Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan lapangan (field research), yang melibatkan wawancara, observasi langsung, dan studi dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar nasabah mengalami peningkatan pendapatan yang signifikan pasca memperoleh pembiayaan mudharabah. Peningkatan ini tercermin dalam pertumbuhan omzet, bertambahnya jumlah tenaga kerja, dan perluasan kapasitas usaha. Skema bagi hasil yang digunakan adalah revenue sharing, yaitu pembagian keuntungan berdasarkan total pendapatan bruto sebelum dikurangi biaya operasional. Sistem ini dinilai lebih adil dan transparan bagi kedua belah pihak. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa akad mudharabah memiliki kontribusi nyata dalam meningkatkan pendapatan dan penguatan sektor usaha kecil. Adapun hasil dari total keuntungan usaha yang di peroleh, 40% untuk pemilik dana ( shaibul maal ),dan 60% untuk pengelolah dana (mudharib), ini menunjukkan pembagian hasil usaha berdasarkan porsi yang telah disepakati dalam akad mudharabah. Penelitian ini merekomendasikan agar pihak bank lebih responsif dalam mempercepat proses pencairan dana dan memberikan pendampingan usaha secara berkala Mudharabah merupakan salah satu tonggak ekonomi syariah yang mewakili prinsip Islam untuk mewujudkan keadilan masyarakat melalui sistem bagi hasil. Kontrak mudharabah digunakan dalam perbankan syariah untuk tujuan dagang jangka pendek dan untuk suatu kongsi khusus. Kontrak tersebut seperti jual beli barang yang menunjukkan sifat dagang dari kontrak ini. Pembahasan mengenai mudharabah sebagaimana yang dipraktikkan dalam bank syari‟ah menunjukkan bahwa kebanyakan mudharabah digunakan untuk tujuan jangka pendek dan hasilnya hampir pasti dapat ditentukan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul” Analisis Pengetahuan Masyarakat Tentang
Pembiayaan Syariah Untuk Menghindari Pinjaman Rentenir (studi kasus
masyarakat nagari tarung-tarung selatan kab. pasaman)”. Skripsi ini ditulis
oleh Eka Kurniati NIM 3321347, Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M.
Djamil Djambek Bukittinggi 2025.
Penelitian ini di latarbelakangi oleh masalah yang terjadi di lingkungan
masyarakat nagari tarung-tarung selatan kab. Pasaman yaitu masih kurangnya
pemahaman masyarakat terhadap pembiayaan syariah, masyarakat banyak yang
bergantung pada rentenir, hal ini dikarenakan tidak adanya sosialisasi dari
lembagan keuangan syariah kepada masyarakat.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriftif kualitataif dengan
menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan juga
dokumentasi dengan masyarakat nagari tarung-tarung selatan kab. Pasaman.
Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat nagari tarung-tarung
selatan kab. Pasaman, tingkat pengetahuan terhadap pembiayaan syariah masih
sangat rendah. dari tiga belas informan, hanya sebagian kecil yang mengetahui
konsep dasar pembiayaan syariah, sedangkan mayoritas tidak pernah mendapat
sosialisasi dari lembaga keuangan syariah. Rendahnya literasi ini mendorong
masyarakat lebih memilih rentenir sebagai sumber pinjaman karena kemudahan
akses, prosedur yang sederhana, serta fleksibel sistem cicilan. Faktor lain yang
memperkuat ketergantungan terhadap pembiayaan rentenir adalah hambatan
adminstratif dalam mengakses pembiayaan syariah, khususnya syarat legalitas
usaha yang sulit dipenuhi oleh petani dan pedagang kecil. Disisi lain, sebagian
masyarakat menyadari risiko tinggi dari praktik rentenir, namun keterbatasan
alternatif pembiayaan membuat mereka tetap terjebak dalam lingkaran pinjaman
informal. Penelitian ini menegaskan bahwa rendahnya literasi keuangan syariah,
minimnya sosialisasi, serta ketiadaan lembaga pembiayaan syariah yang
menjangkau pedesaan merupakan faktor dominan yang memperkuat praktik
rentenir dimasyarakat
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini disusun oleh Refino dengan NIM 3321285, skripsi ini berjudul “analisis praktek penetapan margin terhdapap pembiayaan akad murabahah di PT. BPRS Haji Miskin Pandai Sikek” Jurusan S1 Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukitinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik penetapan margin pada pembiayaan akad murabahah serta dampaknya terhadap keberlangsungan pembiayaan dan kepuasan nasabah di PT. BPRS Haji Miskin Pandai Sikek. Margin merupakan komponen penting dalam akad murabahah karena berfungsi sebagai sumber keuntungan lembaga keuangan syariah, menggantikan sistem bunga dalam perbankan konvensional. Namun, dalam praktiknya, penetapan margin seringkali masih mengacu pada parameter konvensional seperti BI Rate dan suku bunga pasar, sehingga menimbulkan kritik atas keaslian praktik perbankan syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah manajemen PT. BPRS Haji Miskin serta dokumen terkait pembiayaan murabahah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPRS Haji Miskin dalam menetapkan margin mempertimbangkan berbagai faktor, di antaranya kemampuan finansial nasabah, biaya operasional, risiko pembiayaan, serta kompetisi pasar. Penetapan margin dilakukan secara proporsional dengan prinsip keadilan, agar margin tidak memberatkan nasabah namun tetap menjamin keberlanjutan lembaga. Temuan juga mengungkapkan bahwa penetapan margin yang rasional dan transparan berdampak positif terhadap kepuasan nasabah serta meningkatkan minat pembiayaan. Hal ini tercermin dari pertumbuhan portofolio murabahah yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Dengan demikian, praktik penetapan margin yang tepat menjadi strategi penting dalam menjaga keseimbangan antara tujuan komersial bank syariah dan prinsip-prinsip keuangan Islam. Kata Kunci: Margin, Murabahah, BPRS, Pembiayaan Syariah, Kepuasan Nasabah.