Profil penulis
Muhamad
151 karya publik ditemukan.
Harmonisasi Islam : Merajut Kesalehan Spiritual dan Sosial
Perspektif Fiqih Muamalah Terhadap Jual Beli Hewan Ternak di Nagari Guguak Malalo Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar
Skripsi ini bejudul “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Akad Jual Beli di Nagari Guguak Malalo Kecamatan Batipuh Selatan”, yang ditulis oleh Muhamad Sabil, NIM. 1220.013, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah), Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Skripsi ini ditulis karena dalam akad jual beli yang terjadi di Nagari Guguak Malalo tidak terpenuhinya salah satu syarat dari rukun dalam akad jual beli, dimana dalam akad jual beli tersebut, pembeli mendatangi peternak (penjual) untuk membeli hewan ternak dengan melakukan akad yaitu pembeli memberikan panjar kepada penjual sebagai tanda kesungguhan pembeli kepada penjual dan akan dilunaskan keesokan harinya, namun ketika pembeli akan melunasi dan akan mengambil, hewan ternak tersebut mengalami cacat, sehingga pembeli melakukan penekanan harga secara sepihak tanpa persetujuan dari pihak satunya yang membuat pihak penjual merugi dan tidak ridha terhadap penekanan harga yang dilakukan sehingga dapat menimbulkan harga yang tidak adil, dikarenakan tidak adanya pesetujuan salah satu pihak yang dapat merugikan pihak lain dan tidak mempertimbangkan kepentingan bersama. Berdasarkan hal ini maka penulis ingin mengetahui secara mengetahui secara jelas bagaimana tinjauan hukum islam terhadap akad jual beli di Nagari Guguak Malalo Kecamatan Batipuh Selatan. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan di Nagari Guguak Malalo. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data primer adalah wawancara dengan peternak, pembeli, dan pihak terkait lainnya. Data sekunder terdiri dari buku dan jurnal yang terkait dengan jual beli, dan kontrak. Penulis menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk analisis data.Berdasarkan temuan penelitian, ditemukan bahwa kontrak jual beli di Nagari Guguak Malalo dapat menimbulkan ketidakadilan dan merugikan salah satu pihak. Lebih lanjut, kontrak tersebut tidak sah karena tidak memenuhi salah satu syarat dari pilar perjanjian jual beli, khususnya mengenai tekanan harga sepihak. Perjanjian jual beli ini merupakan paksaan, di mana penjual dipaksa untuk menerima harga yang ditawarkan oleh pembeli. Dalam islam menjaga keadilan dan kesepakatan sangat penting dalam akad jual beli,terutama dalam hal kerelaan dan keridhaan karena itu untuk memastikan keadilan dan kespakatan yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak
Umrah : Pulang Kampung Bagi Semua Orang
Kuliah Tasawuf di Tengah Arus Disrupsi
Dasar-dasar Keuangan Syariah
Tahlilu Bunudi Asilatu Ikhtibar Al-Lughah Al-‘Arabiyyah Li Ash-Soffi Ats-tsamin fii Al-Madrasati Al-Mutawassithoti Al-Islamiyyati Al-Hukumiyyati 6 Lima Puluh Kota
كتب محمد رولي أولياء هذه الرسالة العلمية في سنة 2025 بالموضوع تحليل بنود أسئلة اختبار اللّغة العربيّة للصّف الثّامن في المدرسة المتوسّطة الإسلاميّة الحكوميّة ٦ ليما بولوه كوتا، بكلية التربية والعلوم التعلمية جامعة شيخ محمد جميل جميك بوكت تنجي الإسلامية الحكومية. يهدف هذا البحث إلى معرفة جودة بنود أسئلة اختبار اللّغة العربيّة للصّف الثّامن في المدرسة المتوسّطة الإسلاميّة الحكوميّة ٦ ليما بولوه كوتا من حيث أبعاد تحليل الصلاحية والثبات ومستوى الصعوبة وقوة التمييز والفعالية المخادعة. وهذا البحث هو يستخدم هذا البحث التّحليل الكمي الوصفي. موضوع هذا البحث هو أسئلة اختبار اللّغة العربيّة للصّف الثّامن في المدرسة المتوسّطة الإسلاميّة الحكوميّة ٦ ليما بولوه كوتا. بينما كان المشاركون في هذا البحث طلاب الصف الثامن في فصلين دراسيين هما 81 و82، بمجموع 63 طالبًا وطالبة. استخدمت في عملية جمع البيانات أساليب التوثيق والملاحظة. تقنيات تحليل البيانات في هذا البحث من حيث أبعاد تحليل الصلاحية والثبات ومستوى الصعوبة وقوة التمييز والفعالية المخادعة باستخدام تطبيق Microsoft Excel. أظهرت نتائج هذا البحث على 30 بنداً أن 29 سؤالاً لها صلاحية جيدة (97%)، وسؤال واحد غير صلاحية (3%)، يظهر من الثبات السؤال أن هناك سؤال واحد (3%) له الثبات عالية بمؤشر 0.897، يظهر من مستوى الصعوبة أن هناك سؤالين (7%) لهما فئة سهلة, 26 سؤالاً (86%) فئة متوسطة و2 (7%) سؤالين (7%) فئة صعبة، يتضح من قوة التمييز أن هناك سؤال واحد (3%) لديه قوة تمييز تحتاج إلى تصحيح، و4 أسئلة (13%) لديها قوة تمييز كافية، و14 سؤالاً (54%) لديها قوة تمييز جيدة و9 أسئلة (30%) لديها قوة تمييز ممتازة. أما بالنسبة للفعالية المخادعة، فإن 5 أسئلة (13%) لديها الفعالية المخادعة غير مواتية تحتاج إلى مراجعة، و25 سؤالاً (87%) لديها الفعالية المخادعة جيدة يمكن استخدامها. يمكن استنتاج أسئلة اختبار اللّغة العربيّة للصّف الثّامن في المدرسة المتوسّطة الإسلاميّة الحكوميّة ٦ ليما بولوه كوتا بجودة جيدة بما فيه الكفاية ويمكن إعادة استخدامها
Hukum Administrasi Negara
Pendidikan Profesi Keguruan
Buku ini hadir sebagai upaya untuk memberikan kontribusi dalam pengembangan kompetensi profesional guru, yang merupakan pilar utama dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Pendidikan profesi keguruan merupakan aspek penting dalam mencetak tenaga pendidik yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademis, tetapi juga keterampilan pedagogis, manajerial, dan kepribadian yang baik. Buku ini disusun untuk menjadi panduan bagi para calon guru, guru yang sedang mengembangkan karier, serta para akademisi dan praktisi pendidikan yang ingin mendalami aspek-aspek penting dalam profesi keguruan. Dalam buku ini terdapat tujuh belas bab yang terdiri dari: Konsep Dasar Pendidikan Profesi Keguruan, Sejarah Pendidikan Profesi Keguruan, Teori Pembelajaran dan Pengajaran, Kurikulum Pendidikan Profesi Keguruan, Evaluasi dan Penilaian Pembelajaran, Pengembangan Kurikulum dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Penggunaan Teknologi dalam Pengajaran, Pengelolaan Kelas, Diversitas dalam Konteks Pendidikan, Pendidikan Inklusif, Kemahiran Berpikir Kritis dan Kreatif, Etika Profesi Keguruan, Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Karakter, Pengembangan Profesional Guru, Kemitraan dengan Orang Tua dan Masyarakat, Keterampilan Komunikasi.
KKN Mengabdi Nagari Sungai Taleh Berdikari: Sebuah Catatan Pengabdian Kepada Masyarakat
Bersama Nagari Baringin Merajut Harapan Dalam Pengabdian
KEDUDUKAN ANAK BIOLOGIS DILUAR PERKAWINAN BERDASARKAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 46/PUU-VIII/2010 DALAM PERSPEKTIF MASLAHAH DAN HUKUM ISLAM PROGRESIF
Ketentuan Islam dan pembahasan fikih-fikih klasik mengenai status anak yang terlahir dari hubungan di luar perkawinan hanya akan bersambung kepada ibunya saja. Pada tahun 2012 Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan putusan No. 46/PUU-VIII/2010 tentang bersambungnya status anak yang terlahir di luar perkawinan yang sah dengan bapak biologisnya secara perdata. poin yang menjadi dasar dalam putusan ini adalah bahwa pasal 43 ayat (1) Undang-undang perkawinan yang menyatakan bahwa “anak yang dilahirkan di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya” bertentangan dengan UUD 1945 secara bersyarat (conditional unconstitutional) sepanjang ayat tersebut dimaknai menghilangkan hubungan perdata dengan laki-laki yang secara ilmu pengetahuan dapat dibuktikan memiliki hubungan darah atau bukti lain menurut hukum mempunyai hubungan darah dengan ayahnya. Persoalan ini memantik polemik yang cukup pelik, interpretasi dari putusan ini pada dasarnya terkesan membuka jalan untuk melegalkan zina, karena diakuinya hubungan perdata anak tersebut dengan ayahnya dengan syarat dapat dibuktikan dengan ilmu pengetahuan. Polemik ini kemudian membuat MUI menerbitkan fatwa yang menjelaskan status dan kedudukan anak zina serta perlakuan atasnya sebagai respon akan adanya putusan Mahkamah Konstitusi ini. Hadirnya putusan Mahkamah Konstitusi ini disatu sisi menjadi terobosan hukum baru terkait hubungan keperdataan anak diluar kawin, namun juga memantik diskusi tentang terakomodirnya anak zina dalam ketentuan ini. Dalam melihat putusan Mahkamah Konstitusi dan respon masyarakat akan hadirnya putusan ini, maka penulis melakukan penelitian kepustakaan yang bersifat kualitatif untuk kemudian menganalisanya menggunakan perspektif maslahah dan hukum Islam progresif sebagai alat utama dalam menganalisis hadirnya putusan ini. Penelitian yang penulis lakukan bertujuan untuk melihat dan memahami lebih jauh lagi sejauh mana interpretasi terhadap putusan ini dapat digunakan dengan melihat sisi kemaslahatan yang tentu juga turut hadir dengan adanya putusan ini serta juga melihat bagaimana putusan ini dapat sejalan dengan semangat hukum Islam progresif yang menjadi salah satu tren pemikiran Islam modern. Analisis yang penulis lakukan kemudian melihat bagaimana putusan Mahkamah Konstitusi dan fawa MUI dapat dikompromikan sehingga dapat memberikan batasan yang jelas sejauh mana keberlakuan putusan ini dalam mengakomodir hubungan keperdataan anak luar kawin dengan ayah biologisnya. Analisis yang penulis lakukan kemudian menemukan bahwa pemaknaan anak luar perkawinan hanya bisa diberlakukan sebatas pada anak akibat perkawinan siri dan kawin hamil saja, sementara anak yang terlahir akibat hamil tidak kawin tidak dapat diakomodir oleh putusan Mahkamah Konstitusi ini, dalam kacamata hukum Islam progresif pandagan serupa juga muncul bahwa hanya anak akibat perkawinan siri dan anak yan terlahir akibat kawin hamil yang dapat dijalankan sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi, bagaimanapun putusan Mahkamah Konstitusi ini bernilai maslahah dan berdampak besar bagi progresifitas hukum Islam di Indonesia
STRATEGI MUDIR PESANTREN DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS DAN DISIPLIN SANTRI BARU MELALUI PROGRAM KARANTINA (STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN ISLAM HAJI MISKIN PANDAI SIKEK)
Judul Tesis “Strategi Mudir Pesantren Dalam Membentuk Karakter Religius Dan Disiplin Santri Baru Melalui Program Karantina (Studi Kasus di Pondok Pesantren Islam Haji Miskin Pandai Sikek)”. Tesis ini disusun oleh Muhamad Agus Suryana dengan NIM 10221011 Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana strategi mudir Pesantren membentuk karakter religius dan disiplin santri baru melalui program karantina di PPI Haji Miskin. Kedua untuk mendeskripsikan pendorong strategi yang digunakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pembentukan karakter religius dan disiplin santri melalui program karantina terdiri dari (1) pengajaran materi pilihan yaitu fikih praktis harian, tahsin Al-Qur’an, Bahasa Arab aktif, adab dan kemandirian, (2) Pembiasaan santri yang terjadwal dalam agenda activity dan (3) keteladanan guru dalam berpakaian islami, komunikasi berbahasa resmi pesantren, ibadah dan adab di lingkungan pesantren. Penerapan strategi mudir ini didorong oleh (1) percepatan dalam pembentukan karakter religius santri baru, (2) meminimalisir santri yang tidak betah pada bulan pertama. (3) percepatan perbaikan bacaan Al-Qur’an. (4) penerapan disiplin berbahasa arab bisa lebih cepat, (5) pengimplementasian ilmu kepengasuhan yang diperoleh dari Dormitory Educator Academy (DEA).
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Program Sedekah Daging (studi kasus Human Initiative Bukittinggi)
Skripsi ini bejudul “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Program Sedekah Daging (studi kasus Human Initiative Bukittinggi)”, yang ditulis oleh Muhamad Yusuf Adhiwinata, NIM. 1220.006, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah), Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Hari Raya Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan kurban, Human Initiative Bukittinggi, membuat program yaitu program sedekah daging. Program tersebut menggunakan skema sedekah untuk pembelian hewan kurban, tanpa menetapkan batasan nominal iurannya. Dalam pelaksanaannya timbul anggapan dari masyarakat bahwa program sama dengan ibadah kurban. Berdasarkan hal tersebut maka penulis tertarik untuk meneliti pelaksanaan program sedekah daging oleh Human Initiative Bukittinggi dan tinjauan hukum islam terkait program sedekah daging oleh Human Initiative Bukittinggi. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research), yang bersifat deskriptif analisis, dengan sumber data literatur yang didukung dengan data kepustakaan. Data wawancara disini disebut sebagai data primer sedangkan data dari buku dan kepustakaan disebut sebagai data sekunder. Data yang diperoleh kemudian penulis sajikan dalam karya ini. Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Pertama praktek pelaksanaan program sedekah daging, dalam penghimpunan dana Human Initiative tidak menetapkan batasan nominal sehingga program tersebut diikuti hingga ratusan orang dan turut melibatkan pelajar melalui kerjasama dengan sekolah-sekolah. Kemudian dana yang didapatkan akan dibelikan dalam hewan kurban mengikuti ketentuan hewan kurban hingga pada proses penyembelihannya. Sehingga berdasarkan tinjauan hukum islam terhadap program sedekah daging yang dilaksanakan oleh Human Initiative Bukittinggi tidak bisa dikatakan sebagai bagian dari program kurban melainkan hanya sebatas program sedekah biasa. Karena hakikatnya satu orang untuk satu ekor kambing, tujuh orang untuk satu ekor sapi, sepuluh orang untuk satu ekor unta.
PENGARUH KEPEMIMPINAN VISIONER PIMPINAN PONDOK DAN IKLIM KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI PONDOK PESANTREN SEKABUPATEN AGAM TIMUR TIMUR
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena dari hasil observasi penulis tentang beberapa guru belum mempersiapkan perangkat pembelajaran dan hanya menggunakan mereka untuk tujuan administratif, bukan untuk kegiatan belajar mengajar. Terdapat guru yang lambat memulai tugas pembelajaran di kelas, menyebabkan siswa kehilangan waktu berharga pembelajaran. Beberapa guru cenderung menggunakan metode ceramah dan model pembelajaran konvensional, yang mungkin kurang efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa. Banyak guru belum memiliki latar belakang pendidikan formal yang memadai, serta akses terbatas terhadap pelatihan profesional yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasi. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui angket. Populasi penelitian ini adalah seluruh guru di 14 Pondok Pesantren Sekabupaten Agam Timur yang berjumlah 655 guru. Sampel penelitian ini berjumlah 215 orang guru di Pondok Pesantren Sekabupaten Agam Timur. Teknik analisis data prasyarat yaitu uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas. Kemudian Uji Hipotesis adalah analisis regresi linier berganda, uji F, dan Uji Determinasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat dipahami bahwa 1) Terdapat pengaruh Kepemimpinan Visioner Pimpinan Pondok terhadap terhadap Kinerja Guru di Pondok Pesantren Sekabupaten Agam Timur dengan persamaan regresi linier Y = 5,190 + 0,279X1 dan pengaruh pengelolaan kelas sebesar 27,9%; 2) terdapat pengaruh Iklim Kerja terhadap Kinerja Guru di Pondok Pesantren Sekabupaten Agam Timur dengan persamaan regresi linier Y= 5,190 + 0,561X2 dan Pengaruh Iklim Kerja sebesar 56,1%, dan 3) terdapat pengaruh antara Kepemimpinan Visioner Pimpinan Pondok (X1) dan Iklim Kerja (X2) terhadap Kinerja Guru di Pondok Pesantren Sekabupaten Agam Timur (Y) dimana nilai Fhitung>Ftabel atau 185,092>3,04 dengan persamaan regresi Y = 5,190 + + 0,279X1 + 0,561X2, Koefisien Determinasi R2 (R Square) sebesar 0,636 yang berarti bahwa Kepemimpinan Visioner Pimpinan Pondok dan Iklim Kerja mampu mempengaruhi Kinerja Guru di Pondok Pesantren Sekabupaten Agam Timur sebesar 63,6%.
Tradisi Berinai dan Tepung Tawar Pada Pernikahan Adat Melayu Riau di Desa Belimbing Kecamatan Batang Gansal Perspektif Hukum Islam
Skripsi ini berjudul “Tradisi Berinai dan Tepung Tawar Pada Pernikahan Adat Melayu Riau Di Desa Belimbing Kecamatan Batang Gansal Perspektif Hukum Islam”, yang ditulis oleh M Rizky, NIM. 1119054, Program Studi Hukum Keluarga Islam (Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah), Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek BukittinggiTahun 2024 M/ 1445 H. Skripsi ini dilatar belakangi oleh suatu kasus yang terjadi di Desa Belimbing mengenai tradisi Berinai dan Tepung Tawar, yaitu berinai ialah acara yang dilaksanakan sebelum pernikahan begitupun dengan tepung tawar suatu ritual yang dilakukan sebelum pernikahan yang mana tepung tawar ini juga dilakukan sebelum berinai. Tradisi berinai dan tepung tawar merupakan suatu acara kekeluargaan yang ada di Desa Belimbing. Acara berinai ini berinai ini berkaitan dengan alam karena bahan-bahan nya terdapat di alam seperti daun-daunan yang beragam, dan memiliki makna yang berbeda-beda. Upacara tepung tawar merupakan salah satu upacara adat perkawinan yang berlaku pada masyarakat Melayu dalam rangkaian memohon kepada Allah agar kehidupannya bahagia. Jika melangsungkan perkawinan menggunakan adat istiadat upacara tepung tawar merupakan keharusan (wajib). Setiap bahan yang di gunakan dalam perangkat tepung tawar ini memiliki makna dan tujuan serta saling memiliki keterkaitan dengan yang lainnya. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan (field research), Dimana data yang penulis proleh melalui observasi, wawancara tokoh masyarakat dan tokoh adat sebagai yang mengetahui dan memahami hukum adat Melayu. Kemudian data yang di peroleh di analisis secara kualitatif. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan usul fiqh dengan teori ‘urf. Adapun sifat penelitian ini adalah preskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, bahwasanya dalam pelaksanaan adat berinai adalah kegiatan yang dilakukan masyarakat melayu Desa Belimbing sebelum acara pernikahan. Pemakaian inai ini di peruntukan kepada calon pengantin pria dan pengantin Wanita. Tradisi berinai sudah menjadi suatu tradisi turun menurun di masyarakat Melayu, Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam prosesi adat berinai ini ialah daun pacar (daun inai) dan juga henna instan yang bahannya juga dari dedaunan. Tradisi tepung tawar juga salah satu pemanfaatan keanekaragaman yang di lakukan oleh masyarakat, tepung tawar juga merupakan satu kesepakatan antara dua tradisi untuk secara bersama-sama melakukan aktifitas yang dikenal secara umum. Bahan-bahan yang digunakan dalam tepung tawar ini ialah tepung beras, kunyit, air tepung tawar, air wewangian (bunga/daun). Upacara ini dimulai dengan merenjiskan tepung tawar kepada pengantin. Pandangan hukum Islam pada tradisi berinai yaitu boleh saja dilakukan tetapitidak boleh bagi laki-laki apabila itu sebagai hiasan, penggunaan tradisi tepung tawar juga boleh karena tidak melanggar aturan di dalam Islam hanya saja proses nya yang terbilang sama dengan agama Hindu.
Lurah Parit dalam Tradisi dan Agama
Padang Kabau dalam Semangat Babaliak Basurau: Sebuah catatan Pengabdian kepada masyarakat
Analisis Efektifitas Jaringan Irigasi Dalam Meningkatkan Hasil Panen Padi Di Kelurahan Limbukan Kecamatan Payakumbuh Selatan Kota Payakumbuh
Skripsi ini berjudul “Analisis Efektivitas Jaringan Irigasi Dalam Meningkatkan Hasil Panen Padi Di Kelurahan Limbukan Kecamatan Payakumbuh Selatan Kota Payakumbuh”, yang disusun oleh Muhamad Wahyu (NIM. 3219295), Mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Universitas Negeri Islam Sjeck M. Djamil Djambek Bukittinggi. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatatif dengan metode deskriptif, Penelitian deskriptif tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu tetapi hanya menggambarkan secara umum tentang suatu variable, gejala, dan keadaan. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data yaitu pengumpulan data langsung dari lokasi penelitian, dengan melakukan wawancara mengunjungi petani di Kelurahan Limbukan. peneliti mencatat, merekam semua jawaban yang dikemukakan oleh sumber data, beragam data yang penulis peroleh. Ada jawaban yang sama ada juga jawaban yang berbeda terhadap setiap pertanyaan yang diajukan. Hasil penelitian ini menggambarkan tentang pemanfaatan infrastruktur irigasi terhadap kesejahteraan petani dilihat dari segi pendapatan sudah tidak lagi kesulitan dalam mengairi lahan pertanian mereka karna sudah adanya infrastruktur irigasi yang akan selalu menyalurkan sumber air yang tak pernah berhenti. Pemerintah sudah memberikan fasilitas irigasi dan membangun sistem irigasi untuk dimanfaatkan oleh para petani. Manfaat infrastruktur saluran irigasi ini yang harus diketahui diantaranya adalah melancarkan air ke lahan sawah, mencukupi kebutuhan air pada lahan pertanian, mempermudah petani untuk mengairi lahanya dan sebagai salah satu sarana pendukung ketahanan pangan. Namun ada beberapa infrastruktur irigasi tidak lagi berfungsi dengan baik. Hal ini menuai keluhan dari para petani yang bersangkutan karena sangat mempengaruhi kesejahteraan petani, tidak berfungsinya saluran irigasi ini dapat mengurangi hasil panen sehingga keuntungan pendapatan yang didapatkan lebih sedikit dari sebelumnya. Penulis berharap agar penelitian ini dapat memberi pemahaman terhadap pembaca khususnya tentang masalah irigasi yang ada di Kelurahan limbukan dan juga faktor penyebab saluran irigasi ini tidak lagi berfungsi dengan baik serta faktor pendukung saluran irigasi berfungsi/bertahan sehinga membantu petani dalam meningkatkan pendapatan mereka terutama hasil panen padi dari infrastruktur irigasi ini. Penulis juga berharap agar penelitian ini dapat berguna sebagai referensi untuk pembaca kedepanya. Kata Kunci: Efektifitas.jaringan irigasi, hasil panen
Al-Musykilat Ghairul-Lughawiyah Fi Ta'lim Al-Lughah Al-'Arabiyah Fil Madrasah Al-Mutawassithah Al-Islamiyah Al-Muhammadiyah Bukittinggi Wahululuha
هذه الرسالة العلمية بالموضوع "مشكلات غير اللغوية في تعليم اللغة العربية في المدرسة المتوسطة الإسلامية المحمدية بوكيت تنجي وحلولها" أعدها الطالب ريحان محمد الحق برقم التسجيل ٢٢١٩٠٠٦، قسم تعليم اللغة العربية في كلية التربية والعلوم التعليمية بجامعة الشيخ محمد جميل جمبيك الإسلامية الحكومية بوكيت تنجي. وجد الباحث المشكلات غير اللغوية في تعليم اللغة العربية لدى الطلبة في المدرسة المتوسطة الإسلامية المحمدية بوكيت تنجي. كانت الطلبة أغلبيتهم لم يستطيعوا قراءة ولا كلام اللغة العربية. والمزيد، هم يتكاسلون ولا يحبون اللغة العربية حتى نتائج تعلمهم لا تبلغ غاية التعليم المرجوة. ونقطة القول، المشكلات التي تواجهها المدرسة كثيرة جدًا وسُمِّيَت هذه المشكلات بالمشكلات اللغوية وغير اللغوية. إذًا، تركيز البحث عن المشكلات غير اللغوية التي تواجهها المدرسة في تعليم اللغة العربية. يستخدم الباحث بحثًا كيفيًا ونوعيًا. ويتم إجراءه باستخدام الطريقة الوصفية. أما نتائج هذا البحث هي أن المشكلات غير اللغوية في تعليم اللغة العربية فى المدرسة المتوسطة الإسلامية المحمدية بوكيت تنجي: (١) قلة رغبة وهمة الطلبة في تعلم اللغة العربية، (٢) قلة استخدام طريقة تعليم اللغة العربية، (٣) قلة تحضير الوسائل التعليمية في المدرسة لتعليم اللغة العربية. والحلول لهذه المشكلات هي: (١) تشجيع الطلبة ومعرفة أهمية تعلم اللغة العربية فى الحياة، (٢) توسيع معرفة المعلم في طريقة تعليم اللغة العربية بمتابعة الدورة، (٣) دعم مديرة المدرسة في تحضير الوسائل التعليمية.