Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

13 hasil
Subjek: Pergaulan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Strategi ninik mamak dalam membimbing akhlak pergaulan anak kemenan di kampung batu putiah kamang mudia kecamatan kamang magek

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul Strategi Ninik Mamak dalam Membina Akhlak Pergaulan Anak Kemenakan Putus Sekolah di Kampung Batu Putiah Kamang Mudiak Kecamatan Kamang Magek, di tulis oleh Diyana Nur Aini 2121264 program studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. 2025 Penulisan ini dilatar belakangi oleh fenomena moralitas yang semakin menurun di tengah masyarakat, khususnya di kalangan anak kemenakan yang putus sekolah. Fenomena tersebut tampak dari perilaku seperti berkata kasar, merokok, berkumpul hingga larut malam, serta kurangnya rasa hormat kepada orang yang lebih tua. Dalam adat Minangkabau, Ninik Mamak memiliki tanggung jawab besar untuk membimbing anak kemenakan, tidak hanya dalam urusan adat, tetapi juga dalam pembinaan akhlak agar sejalan dengan nilai-nilai agama dan norma sosial yang berlaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis strategi Ninik Mamak dalam membina akhlak pergaulan anak kemenakan yang putus sekolah di Kampung Batu Putiah Kamang Mudiak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan motode deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi tiga orang Ninik Mamak, tiga orang anak kemenakan, dan tiga orang tua dari anak kemenakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ninik Mamak menggunakan lima strategi utama dalam membina akhlak pergaulan anak kemenakan, yaitu, (1) Strategi Nasehat yang disampaikan secara pribadi dan kolektif dengan pendekatan kekeluargaan; (2) Strategi Musyawarah untuk menyelesaikan masalah sosial dan memperkuat hubungan antar generasi; (3) Strategi Pendidikan Agama yang menanamkan nilai iman, sopan santun, dan tanggung jawab; (4) Strategi Pengawasan dan Sanksi Adat yang bersifat mendidik untuk menumbuhkan kesadaran moral; dan (5) Strategi Pembiasaan agar nilai-nilai akhlak menjadi perilaku sehari- hari. Kesimpulannya, peran Ninik Mamak sangat penting dalam membina dan memperbaiki akhlak pergaulan anak kemenakan yang putus sekolah. Melalui penerapan strategi tersebut, Ninik Mamak berhasil menjadi figur panutan dan pengarahan moral yang berlandasan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah

5 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pembinaan Etika Pergaulan Siswa di SMK N 1 Ampek Nagari Kabupaten Agam

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jeki Saputra, NIM : 2618037, Judul Skripsi : “Pembinaan Etika Pergaulan Siswa Di SMK N 1 Ampek Nagari Kabupaten Agam” Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembinaan etika pergaulan siswa di SMK Negeri 1 Ampek Nagari dan mengidentifikasi faktor-faktor pendukung serta penghambat dalam pelaksanaannya. Masalah etika pergaulan di kalangan siswa SMK menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan pembentukan karakter dan moral generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, dan guru BK, serta observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan etika pergaulan dilakukan melalui integrasi kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler, seperti pembelajaran P5, kegiatan keagamaan, dan pembiasaan sikap sopan santun dalam keseharian. Kepala sekolah dan guru BK berperan aktif dalam memberikan pembinaan secara preventif dan korektif. Faktor pendukung pembinaan meliputi komitmen sekolah dalam membangun budaya disiplin dan religius, dukungan orang tua, serta keterlibatan organisasi siswa. Sementara itu, hambatan yang dihadapi antara lain pengaruh negatif media sosial, kurangnya kontrol lingkungan luar sekolah, dan keterbatasan waktu guru untuk pembinaan secara individual.

4 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Pergaulan Teman Sebaya terhadap hasil belajar siswa Pada Pembelajaran PAI Di SMP Negeri 1 Padang Gelugur

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini disusun oleh Saimatur Rohmah NIM.2120356 dengan skripsi yang berjudul “Pengaruh Pergaulan Teman Sebaya Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran PAI di SMP Negeri 1 Padang Gelugur” program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini di latarbelakangi oleh ditemukannya permasalahan terkait dengan pergaulan teman sebaya di SMP Negeri 1 Padang Gelugur dalam pembelajaran PAI pada siswa kelas VIII seperti sering terlambat masuk kelas, bekerja sama saat ulangan dan mencontek pada saat ulangan, dikarenakan mereka lebih memilih melihat hasil belajar dari siswa lain dibandingkan belajar sendiri, banyak siswa yang hanya belajar pada saat ada ujian saja dan masih ada siswa yang memiliki nilai raport yang belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal. Lalu juga ditemui sekitar 25% siswa dengan nilai setara dengan Kriteria Ketuntasan Minimal. Padahal dalam menyampaikan materi guru sudah menyampaikan materi secara keseluruhan dan mendalam. Setiap siswa juga sudah mempunyai buku paket dan buku pendamping yang difasilitasi dari sekolah. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pergaulan teman sebaya terhadap hasil belajar PAI siswa serta seberapa besar pengaruh nya. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasi kuantitatif. Populasi adalah semua siswa kelas VIII yang berjumlah 129 siswa dan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan didapatkan 32 siswa menjadi sampel. Data dikumpulkan melalui angket dan dokumentasi dengan analisis data uji prasyarat dan regresi linear sederhana Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa pergaulan teman sebaya berpengaruh terhadap hasil belajar PAI siswa yang dibuktikan dengan nilai sig 0,045 0,05 dan nilai t hitung > t tabel, yaitu 2,077 > 2,042. Dan pergaulan teman sebaya berpengaruh sebesar 12,6% terhadap hasil belajar PAI siswa dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

3 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Perhatian Orang Tua dan Pergaulan Teman Sebaya Terhadap Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran PAI kelas X di SMK Gema Nusantara Bukittinggi

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatar belakangi oleh terdapatnya kesenjangan nilai hasil belajar PAI yang mencolok antara siswa yang memiliki perhatian orang tua dan pergaulan teman sebaya yang bagus dan siswa yang meliki perhatian dan pergaulan teman sebaya yang kurang bagus. Berdasarkan hal di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai pengaruh minat orang tua dan keteladanan gender terhadap prestasi belajar PAI siswa di kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh minat orang tua terhadap keberhasilan pembelajaran PAI, pengaruh topik pembahasan pada pembelajaran PAI, dan signifikansi minat orang tua dan diskusi topikal terhadap pembelajaran PAI. Hipotesis kerja penelitian ini adalah minat dan kedisiplinan orang tua berpengaruh terhadap hasil belajar PAI. Jenis penelitian ini menggunakan korelasi (angket) untuk menarik kesimpulan kuantitatif. Populasi penelitian ini terdiri dari 49 siswa kelas X SMK Gema Nusantara Bukittinggi. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat hubungan yang signifikan antara minat orang tua dengan kinerja siswa pada mata pelajaran PAI kelas X di SMK Gema Nusantara Bukittinggi.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Persepsi Niniak Mamak Terhadap Perilaku Calon Pengantin Pasca Maanta Tando (Studi Kasus Nagari Sungai Cubadak Kecamatan Baso)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perilaku calon pengantin setelah maantaan tando pada zaman sekarang sangatlah bebas. Terjadinya hal seperti semacam ini didukung dengan banyaknya masyarakat yang beranggapan bahwa ketika seorang wanita jika sudah dipinang oleh seorang pria akan terjamin bahwa keduanya akan menjadi sepasang suami isteri, sehingga banyak orang tua yang membiarkan anaknya berdua- duaan dengan calon pasangannya tanpa didampingi mahramnya. Hal ini menjadikan, maantaan tando atau peminangan yang semestinya menjadi proses berkenalan disalah gunakan oleh calon pengantin untuk berkhalwat bahkan tidak menutup kemungkinan terjadi nya perbuatan zina. Hal ini dapat terjadi tidak terkecuali di masyarakat Nagari Sungai Cubadak pada saat masa peminangan, dimana banyak pasangan yang telah melangsungkan acara ma antaan tando atau dalam bahasa lainnya peminangan melakukan hal yang lebih dari sekadar saling mengenal sifat dan karakter. Skripsi ini menjawab pertanyaan yang dituangkan dalam dua rumusan masalah : bagaimana persepsi masyarakat dan niniak mamak terhadap perilaku calon pengantin pasca maanta tando di Nagari Sungai Cubadak Kecamatan Baso dan tinjauan menurut hukum Islam. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Data penelitian diperoleh dari hasil wawancara dan dokumentasi. Kemudian data tersebut dianalisis menggunakan analisis deskriptif dengan pola pikir induktif. Kemudian dari penelitian ini mengungkapkan bahwa terjadinya pergaulan calon pengantin pasca peminangan jika ditinjau dari hukum Islam hubungan antara pria dan wanita yang bukan mahram diatur dengan ketat. Bahkan, berbicara berduaan atau melihat satu sama lain tanpa alasan yang jelas dilarang. Syariat Islam memperbolehkan melihat wanita terpinang dalam keadaan darurat, tetapi segala bentuk yang dapat menimbulkan kerusakan atau bencana dilarang. Oleh karena itu, dilarang melihat wanita terpinang di tempat sepi tanpa didampingi oleh keluarga (mahram). Sedangkan menurut pandangan datuak dan niniak mamak terhadap pergaulan calon pengantin setelah pertunangan menimbulkan satu kesepakatan bahwa, Sebagai masyarakat Minangkabau yang beradat yang memiliki simboyan hidup "Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabbullah", hal tersebut lah yang seharusnya nya yang menjadi pedoman pirilaku masyarakat Minangkabau oleh karena itu setiap perilaku yang akan menyebabkan pertentangan dengan syariat Islam sebaiknya. Selanjutnya Niniak mamak atau datuak juga menyatakan bahwa sebagai masyarakat Minangkabau yang matrineal tentu terkait perilaku wanita juga di atur juga dalam sumbang nan duo baleh hal ini di buat untuk mengatur perilaku dan tingkah laku wanita tak terkecuali wanita yang baru ma antaan tando atau maminang ini.

5 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Persepsi Tokoh Masyarakat Dan Tokoh Agama Tentang Pergaulan Setelah Khitbah (Studi Kasus di Nagari Sako Utara Pasia Talang Kabupaten Solok-Selatan)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Persepsi Tokoh Masyarakat Dan Tokoh Agama Tentang Pergaulan Setelah Khitbah (Studi Kasus Di Nagari Sako Utara Pasia Talang Kabupaten Solok-Selatan)” Skripsi ini di susun oleh Nadia, Nim 1119.031, Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syaria’ah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi. Skripsi ini ditulis karena adanya pergaulan antara perempuan dan laki laki yang dalam prakteknya setelah melakukan khitbah, mereka pergi berdua-duaan tanpa ditemani mahram, bersentuhan/pegang-pengangan dan pergi bahkan sampai larut malam. Berdasarkan hal ini maka penulis mengetahui bagaimana pelaksanaan khitbah di Nagari Sako Utara Pasia Talang serta mengungkapkan bagaimana pergaulan pasangan setelah khitbah di Nagari Sako Utara Pasia Talang Kabupaten Solok-Selatan dan Bagaimana persepsi tokoh masyarakat, tokoh agama tentang pergaulan setelah khitbah di Nagari Sako Utara Pasia Talang Kabupaten Solok-Selatan. Pembahasan skripsi ini dilatar belakangi oleh pergaulan muda-mudi yang melenceng dari ajaran islam setelah melakukan khitbah. Berdasarkan yang telah penulis teliti dan wawancarai di Nagari Sako Utara Pasia Talang bahwa dalam pelaksanaannya, pelaku khitbah banyak yang melupakan batasan-batasan pergaulan setelah melakukan khitbah. Contohnya banyak dari pelaku khitbah yang berduaan atau berkhalwat, serta praktek sekarang dalam masyarakat yang berkhitbah/ bertunangan dilakukan seperti walimah. Jika ditinjau dalam hukum Islam pertunangan tidak merubah status hukum apapun dan diantara kedua belah pihak tidak ada ikatan yang sah seperti pernikahan, hanya saja dengan pertunangan keduanya memiliki ikatan yang disebut ikatan peminangan. Dalam penulisan skripsi ini, penulis menggunakan metode lapangan (field Researh) yang bersifat kualitatif, maka penulis berusaha mencari informasi atau narasumber yang akan dijadikan sumber data penelitian pada penulisan ini adalah tokoh masyarakat, tokoh agama dan para pelaku khitbah di nagari sako utara pasia talang. Untuk mendapatkan data dan bahan dalam penelitian ini, penulis langsung turun kelapangan agar memperoleh data yang dibutuhkan dengan cara mewawancarai narasumber terkait. Dari hasil penelitian yang dilakukan penulis mengetahui bagaimana persepsi tokoh masyarakat dan tokoh agama tentang pergaulan setelah khitbah serta alasan mengapa Pergaulan Pelaku khitbah setelah melakukan khitbah banyak yang melenceng dan tidak sesuai lagi dengan ajaran islam karena anggapan bahwa setelah melakukan khitbah mereka sudah pasti menikah karena dalam pelaksanaan khitbah pihak laki laki sudah memberikan bukti keseriusannya dengan memberikan barang / mahar kepada perempuan yang disebut jaminan. dan anggapan keluarga bahwa anak-anaknya sudah memiliki ikatan dari pelaksanaan peminangan tersebut.

6 dilihat · 6 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Batasan Pergaulan Antar Lawan Jenis (Studi Living Qur'an di Nagari Suayan)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang penulis melakukan penelitian ini adalah fakta pergaulan yang terjadi ditengah masyarakat yang sudah mengalami kemerosotan, maka dari itu rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana pemahaman masyarakat tentang batasan pergaulan antar lawan jenis, dan bagaimana kesejalanan peraturan yang dibuat oleh pemerintah, niniak mamak, dan alim ulama yang bertujuan untuk menghidupkan kembali generasi yang paham akan aturan tentang pergaulan, disini pemerintah di Nagari Suayan memperketat kembali peraturan yang ada di Nagari Suayan juga peraturan adatnya. Selain menghidupkan kembali masyarakat yang taat akan aturan juga membentuk generasi yang sesuai dengan Alqur’an. Penelitian ini menggunakan metode living Qur’an yang informasi datanya didapat dengan wawancara dari beberapa responden yang merupakan masyarakat di Nagari Suayan, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menyajikan data yang berbentuk kualitatif dengan beberapa cara yaitu dengan reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh disini, penulis mendapatkan informasi melalui wawancara yaitu bagaimana pemahaman masyarakat dan bagaimana kesejalanan peraturan yang dibuat oleh pemerintah, niniak mamak dan alim ulama mengenai batasan pergaulan antar lawan jenis yang sesuai dengan ayat-ayat Alqur’an, dari informasi yang penulis peroleh umumnya masyarakat di Nagari Suayan paham apa saja batasan-batasan ketika bergaul dengan lawan jenis, dari pemahaman yang di sampaikan tersebut masih ada beberapa batasan yang belum diterapkan. Pemerintah mengambil perhatian dari pergaulan ditengah masyarakat dengan di perketatnya sangsi dari peraturan yang telah dibuat. Pelaku yang melanggar peraturan akan dikenakan sangsi dari pemerintah dan lembaga adat di Nagari Suayan.

6 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Pergaulan Teman Sebaya dan Tayangan Kekerasan Media Sosial Terhadap Perilaku Agresif Siswa di SMPN 3 Lubuk Sikaping

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dewi Sartika, 2618068, Skripsi ini berjudul “Pengaruh Pergaulan Teman Sebaya dan Tayangan Kekerasan Media Sosial Terhadap Perilaku Agresif Siswa di SMPN 3 Lubuk Sikaping”, Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) SjechM. Djamil Djambek Bukittinggi Tahun 2022. Perilaku agresif adalah tindakan yang secara sengaja dilakukan untuk menyakiti orang lain secara fisik (misalnya memukul, mendorong atau berkelahi) ataupun psikologis (misalnya mempermalukan, menghina dan mengucilkan orang lain). Perilaku agresif adalah menghina, mendominasi atau menempatkan orang lain lebih rendah darinya. Perilaku agresif sering dikesankan bersikap bermusuhan, menunjukkan reaksi berlebihan atau ledakan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pergaulan teman sebaya dan tayangan kekerasan media sosial terhadap perilaku agresif siswa di SMPN 3 Lubuk Sikaping. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif asosiatif. Kuantitatif asosiatif memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan atau pola pengaruh antar dua variabel atau lebih, Maka dari itu penelitian ini berfungsi untuk mengungkapkan pengaruh pergaulan teman sebaya dan tayangan kekerasan media sosial tehadap perilaku agresif siswa. Pengambilan data digunakan dengan menggunakan angket, subjek dalam peneltian ini berjumlah 92 orang siswa yang diambil menggunakan teknik proporsional random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh pergaulan teman sebaya dan tayangan kekerasan media sosial terhadap perilaku agresif siswa SMPN 3 Lubuk Sikaping. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan skala likert. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis non parametrik dengan metode analisis regresi linear berganda dengan bantuan (SPSS) versi 26. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dari hasil analisis uji hipotesis regresi linear berganda diketahui bahwa hasil uji sign X1 dan X2 terhadap Y dari 0,05 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pergaulan teman sebaya dan tayangan kekerasan media sosial terhadap perilaku agresif siswa di SMPN 3 Lubuk Sikaping sebesar 13,8%.

6 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Peran Keluarga Dalam Mengatasi Pergaulan Bebas Pada remaja (studi kasus pada jorong pagu-pagu nagari pandai sikek)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi Vina Jasmita Nim : 4617.057. dengan judul penelitian “Peran Keluarga Dalam Mengatasi Pergaulan Bebas Pada Remaja (Studi Kasus Pada Jorong Pagu-Pagu Nagari Pandai Sikek). Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Kota Bukittinggi dibawah bimbingan Bapak Noor Fadli Marh M,Ag. Pergaulan bebas bukan hal yang tabu lagi dalam kehidupan masyarakat, tanpa melihat jenjang usia kata pergaulan bebas sudah sangat banyak dilakukan, maksudnya bahwa ketika masyarakat mendengar kata pergaulan bebas maka arah pemikirannya adalah tindakan yang terjadi yang bertentangan dengan hukum, terutama bagi aturan Agama, pergaulan bebas yang dibahas dalam penelitian ini adalah pergaulan seks bebas yang banyak terjadi pada kealangan remaja. Untuk bisa mengatasi pergaulan bebas pada remaja keluarga memegang peran yang sangat penting karena kelaurga merupakan orang terdekat yang dimiliki oleh anak dan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran keluarga dalam mengatasi pergaulan bebas pada remaja Jorong Pagu-Pagu Nagari Pandai Sikek. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan informasi yang diperoleh dari hasil wawancara dan obesrvasi. Dalam mengumpulkan data penelitiaan informan yang digunakan sebanyak 6 informan dengan 1 informan kunci yang merupakan kepala jorong Pagu-Pagu dan 5 informan pendukung yang merupakan ninik mamak, remaja dan masyarakat jorong pagu-pagu. Hasil dari penelitian yang dilakukan kelaurga memiliki 5 peran untuk bisa mengatasi pergaulan bebas pada anak dan remaja, peran keluarga tersebut meliputi: 1) memberikan pendidikan pada remaja, 2) memberikan contoh yang baik pada remaja, 3) menanamkan kedisiplinan pada remaja, 4) mendorong remaja melakukan hal positif damlam mengisi waktu luang, 5) mengawasi remaja dalam pergaulan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Peran Orang Tua dalam Menanamkan akhlak pergaulan remaja di jorong Tigo Kampung Nagari Simpang Kabupaten Pasaman Timur

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini atas nama DINANDA TJ MENANTI, NIM: 2116.167 dengan judul: “PERAN ORANG TUA DALAM MENANAMKAN AKHLAK PERGAULAN REMAJA DI JORONG TIGO KAMPUNG NAGARI SIMPANG KABUPATEN PASAMAN TIMUR” Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, 2020. Masa remaja adalah masa peralihan yang ditempuh oleh seseorang dari kanak-kanak menuju dewasa. Atau dapat dikatakan bahwa masa remaja adalah perpanjangan masa kanak-kanak sebelum mencapai masa dewasa. Masa remaja termasuk masa yang menentukan karena pada masa ini anak banyak mengalami perubahan pada fisik dan psikisnya. Dimasa remaja, perasaan menjadi lebih kuat. Mereka ingin menghidupkan harapan teman-temannya dan diterima oleh teman-teman mereka. Jadi mereka cenderung menjadi kritis atau memberontak terhadap sebagian dari keyakinan dan standart orang tua mereka.anak merupakan amanat dari Allah yang di bebankan kepada orang tuanya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berbagai macam gejala yang melibatkan perilaku remaja saat ini. Penyimpangan akhlak pergaulan yang jauh dari nilai-nilai norma dan agama yang mulai meresahkan masyarakat. Pentingnya peran orang tua dalam menanamkan akhlak pergaulan remaja karena selain guru, orang tua juga memiliki peran yang besar dalam memberikan teladan yang baik agar dapat membentuk anak menjadi manusia yang berakhlakul karimah. Jenis penelitian ini adalah field research atau penelitian lapangan. Informan kunci pada penelitian ini adalah orang tua remaja, sedangkan yang menjadi informan pendukung adalah remaja itu sendiri. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik pengumpulan data yaitu wawancara. Penulis mengambil sampel dari beberapa remaja karena remaja ini memiliki permasalahan yang berbeda-beda. Dari hasil penelitian yang penulis lakukan dapat di tarik kesimpulan bahwa peran orang tua dalam menanamkan akhlak pergaulan remaja di Jorong Tigo Kampung Nagari Simpang masih kurang baik, hal ini dikarenakan orang tua masih belum melakakukan perannya dalam menanamkan akhlak pergaulan remaja. Hal ini terlihat bahwa di Jorong Tigo Kampung banyaknya anak remaja yang berpacaran, berduaan dengan lawan jenis dan masih ada yang belum menutup aurat saat keluar rumah. Hal ini terjadi karena peran yang dilakukan oleh orang tua masih belum maksimal dilakukan.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

BIMBINGAN ORANG TUA TERHADAP PERGAULAN REMAJA DI JORONG GANDO SULIT AIR KECAMATAN X KOTO DIATAS KABUPATEN SOLOK

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul atas nama Wahyu Permata Sari, Nim 2116080, Berjudul “Bimbingan Orang Tua Ter hadap Pergaulan Remaja Di Jorong Gando Sulit Air Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok”. Maksud judul ini adalah penelitian yang menjelaskan bagaimana Bimbingan Orang Tua Terhadap Pergaulan Remaja Di Jorong Gando Sulit Air. Penelitian ini dilatar belakangi bahwa bimbingan orang tua terhadap pergaulan remaja kurang berpatisipasi dalam membimbing anaknya. Adanya remaja yang pacaran antara lawan jenis. Orang tua yang tidak tegas terhadap anak sehingga anak perempuan diajak jalan keluar, orang tua hanya mengiyakan atau tidak bertindak lebih tegas untuk melarang anaknya. Orang tua tidak mengetahui anaknya berpergian dengan lawan jenis, masyarakat ada yang menegur ada yang tidak, hal tersebut di anggap hal yang biasa. Masih ada masyarakat yang melarang untuk mengindahkan nilai-nilai islam dan adat istiadat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana Bimbingan Orang Tua Terhadap Pergaulan Remaja Di Jorong Gando Sulit air Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok. Jenis penelitian ini adalah penelitian yang bersifat lapangan (Field Research) dengan pendekatan kualitatif yaitu menggambarkan apa adanya tentang suatu keadaan. Dalam penelitian ini, penulis menggambarkan bagaimana bimbingan orang tua terhadap pergaulan remaja. Dalam mengumpulkan data penulis penggunakan teknik observasi dan wawancara dengan informan yang berkaitan dengan bimbingan orang tua terhadap pergaulan remaja. Penelitian ini termasuk penelitian lansung (fiel resert) dengan pendekatan deskriktif kualitatif. Penelitiannya yaitu menggambarkan apa adanya suatu gejala, keadaan objek yang diteliti. Dalam penelitian ini, penulis menggambarkan bimbingan orang tua terhadap pergaulan remaja di jorong gando sulit air kecamatan x koto diatas kabupaten solok. Dalam meenggumpulkan data penulis menggunakan teknik observasi dan wawancara dengan informan yang berkaitan dengan permasalahan yang penulis teliti. Hasil penelitian bimbingan orang tua terhadap pergaulan remaja di jorong gando sulit air kecamataan x koto diatas kabupaten solok dapat di lihat dari obeservasi dan menutup aurat, baik laki-laki dan perempuan sudah bertaqwa kepada Allah swt, mengucapkan salam, meminta izin, menghormati orang yang lebih tua dan menyanggi orang yang lebih muda. Yang tidak terlaksana adalah tidak melakukan khalwat (berdua-duan di tempat sepi), tidak boleh saling menghina, mengisi waktu luang dengan hal yang bermanfaat. Faktor pengahambat nya adalah orang tua yang sibuk bekerja, dan anak yang nakal

5 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

HUBUNGAN ANTARA KESADARAN MEMAKAI JILBAB DENGAN PRILAKU SOSIAL DALAM PERGAULAN DI SMKN 01 PAYAKUMBUH

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini ditulis oleh FITRIA AGUSTIN Nim 2115.121 dengan judul Hubungan Antara Kesadaran Memakai Jilbab dengan Perilaku Sosial dalam Pergaulan di SMKN 01 Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyak siswa yang kurang menyadari dari dirinya sendiri untuk memakai jilbab mereka memakai jilabab hanya kesekolah saja karena aturan sekolah, siswi-siswi tersebut krang memperhatikan aturan memakai jilbab atau berpakaian yang ada disekolah dan kurang sopannya siswi kepada guru pada saat guru menegur kesalahannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara kesadaran memakai jilbab dengan perilaku sosial dalam pergaulan di SMKN 01 Payakumbuh. Penelitian yang digunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ini korelasi yaitu tipe penelitian yang bertujuan melihat dan mendeskripsikan pengaruh antara dua variabel penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi SMKN 01 Payakumbuh kelas XI jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP) yang berjumlah 70 orang dan sampel diambil 30 orang. Data dikumpulan dengan menggunakan angket dengan skala Likert dan teknik analisi data menggunakan uji normalitas, homogenitas dan linearitas. Pengkorelasian variabel penelitaian menggunakan rumus r product moment, koefisien determinasi. Hasil uji korelasi dapat diketahui rhitung 0,465 > rtabel 0,374 dengan degree of freedom (DF) 28 pada tarif signifikan 0,05. Beradasarkan hasil penelitian maka Ho ditolah dan Ha diterima, maka diperoleh gambaran bahwa terdapat hubungan antara kesadaran memakai jilbab dengan perilaku sosial dengan koreasi “cukup”, yang terletak antara 0,40-0,70. Setelah melakukan pengitungan maka diperoleh nilai koefisien determinasi = 21,6 %. Dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang cukup pada hubungan antara kesadaran memakai jilbab dengan perilaku sosial dalam pergaulan siswi. Dari hasil penelitian ini diharapkan untuk dapat menigkatkan kesadaran memakai jilbab dan berperilaku yang baik. Kepada peneliti sendiri semoga apa yang sudah ditulis dapat menambah wawasan dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

5 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Efektifitas Layanan Bimbingan Kelompok Untuk Mencegah Perilaku Pergaulan Bebas Di SMK N 1 Ampek Angkek

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi atas nama TRI MULYANTI, NIM. 2614.161. Judul Skripsi “Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok Untuk Mencegah Perilaku Pergaulan Bebas Di SMK N 1 Ampek Angkek”,Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Perilaku pergaulan bebas merupakan salah satu bentuk perilaku menyimpang yang kerap terjadi di lingkungan masyarakat karena perilaku pergaulan bebas dianggap tidak sesuai dengan kebiasaan, tata aturan atau norma yang berlaku. Perilaku pergaulan bebas sering terjadi pada usia remaja. Mencegah perilaku pergaulan bebas dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan layanan bimbingan kelompok. Sesuai dengan fenomena yang terjadi di SMK N 1 Ampek Angkek, pemberian layanan bimbingan kelompok untuk mencegah perilaku pergaulan bebas belum pernah diberikan oleh guru BK. Sehingga tujuan penelitian ini untuk melihat perbedaan pergaulan bebas sebelum diberikan perlakuan, dan juga melihat apakah efektif layanan bimbingan mencegah perilaku pergaulan bebas setelah diberi perlakuan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang menggunakan rancangan one group pretest posttest designyaitu rancangan ini menggunakan satu kelompok. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI sebanyak 150 orang. Sampling yang digunakan adalah proportional random sampling yaitu sampel yang dihitung berdasarkan perbandingan. Sehingga sampel pada penelitian ini sebanyak 15 orang. Pengumpulan data menggunakan angket mengenai pergaulan bebas. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan untuk uji hipotesis menggunakan uji wilcoxon signed rank test. Dari hasil pretest didapatkan bahwasanya dari 15 orang sampel dengan jumlah 1598, meannya 106,5, dengan nilai tertinggi 114 dan nilai terendah 44. Makna kategori pergaulan bebas hasil pretest pengukuran awal tergolong sedang. Dari hasil posttest didapatkan bahwasanya dari 15 orang sampel dengan jumlah 2244, meannya 149,6, dengan nilai tertinggi 166 dan nilai terendah 131. Makna kategori pergaulan bebas hasil posttest pengukuran awal tergolong rendah. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa, pretest dan posttest terdapat nilai sig atau p value sebesar 0.001 0.05, maka Ha diterima sehingga pergaulan bebas berkurang setelah diberikan posttest. Artinya Ha diterima dan H0 ditolak, maka layanan bimbingan kelompok efektif mencegah perilaku pergaulan bebas di SMK N 1 Ampek Angkek. i

4 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail