Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

WILDA

56 karya publik ditemukan.

2026: 42025: 52024: 42023: 62022: 92021: 32020: 72019: 22018: 82017: 42016: 32015: 1

Meninggalkan Salah Satu Pasangan Sebagai Salah Satu Faktor Penyebab Perceraian Di Pengadilan Agama Padang Panjang Analisis Fiqih Dan Hukum Positif Indonesia

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi yang berjudul “Analisis Terhadap Faktor Tingginya Angka Perceraian dengan Alasan Meninggalkan Salah Satu Pasangan di Pengadilan Agama Padang Panjang” disusun oleh Putri Wildawati, NIM 1122021, Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Al Syakhsiyyah), Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya perkara perceraian dengan alasan meninggalkan salah satu pasangan di Pengadilan Agama Padang Panjang. Meninggalkan salah satu pasangan merupakan salah satu alasan perceraian yang menunjukkan tidak terpenuhinya hak dan kewajiban suami istri dalam rumah tangga sehingga tujuan perkawinan untuk membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah tidak dapat diwujudkan. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor yang paling dominan menyebabkan perceraian karena meninggalkan salah satu pasangan serta menganalisisnya menurut perspektif fikih Islam dan hukum positif Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan di Pengadilan Agama Padang Panjang. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan hakim dan panitera serta dokumentasi perkara perceraian. Data sekunder diperoleh dari peraturan perundang-undangan, Kompilasi Hukum Islam, buku, jurnal ilmiah, dan dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Data dianalisis secara deskriptif-induktif dengan menggambarkan data yang diperoleh di lapangan, kemudian dianalisis berdasarkan teori dan ketentuan hukum untuk memperoleh kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekonomi merupakan faktor yang paling dominan menyebabkan perceraian dengan alasan meninggalkan salah satu pasangan di Pengadilan Agama Padang Panjang karena mengakibatkan tidak terpenuhinya kewajiban memberikan nafkah lahir dan batin. Selain itu, perselingkuhan menjadi faktor dominan berikutnya yang menyebabkan hilangnya kepercayaan dan keharmonisan dalam rumah tangga hingga berujung pada perceraian. Berdasarkan analisis fikih Islam, tindakan meninggalkan pasangan tanpa alasan yang dibenarkan bertentangan dengan kewajiban suami istri serta tujuan perkawinan untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Sementara itu, menurut hukum positif Indonesia, perceraian karena meninggalkan salah satu pasangan merupakan alasan yang sah sepanjang memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian karena meninggalkan salah satu pasangan hanya dapat dijadikan jalan terakhir setelah terbukti tidak terpenuhinya hak dan kewajiban suami istri serta tidak adanya kemungkinan untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga, baik menurut fikih Islam maupun hukum positif Indonesia. Kata Kunci: Perceraian, Meninggalkan Salah Satu Pasangan, Faktor Perselingkuhan, Fikih Islam, Hukum Positif Indonesia.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE ROUND ROBIN BRAINSTORMING TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR PAI SISWA KELAS VI SDN 08 KUBANG DUO KOTO PANJANG

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Wilda Karmelia, NIM. 2122109, Program Studi S1 PAI, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Tahun Akademik 2022/2026. Skripsi Ini Berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Round Robin Brainstorming Terhadap Keaktifan Belajar PAI Siswa Kelas VI SDN 08 Kubang Duo Koto Panjang”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan belajar peserta didik dalam proses pembelajaran yang disebabkan oleh belum bervariasinya model pembelajaran yang diterapkan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Peserta didik hanya berperan sebagai pendengar pasif yang memperhatikan penjelasan materi yang disampaikan oleh guru tanpa adanya timbal balik yang berarti, sehingga peserta didik sering merasa bosan, lelah, dan mengantuk selama mengikuti proses pembelajaran PAI. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Round Robin Brainstorming terhadap keaktifan belajar PAI siswa disekolah tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan menggunakan metode pre-eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan di SDN 08 Kubang Duo Koto Panjang pada siswa kelas VI semester genap tahun ajaran 2025/2026 dengan jumlah populasi sekaligus sampel sebanyak 22 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh, di mana seluruh anggota populasi dijadikan sampel penelitian karena hanya terdiri dari satu rombongan belajar. Teknik pengumpulan data menggunakan angket keaktifan belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan melalui uji prasyarat yang meliputi uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk dan uji homogenitas menggunakan Levene Statistic, serta uji hipotesis menggunakan uji Paired Sample T-Test dengan bantuan SPSS versi 20. Berdasarkan analisis data dan hasil yang telah diuji menunjukkan bahwa: Pertama, keaktifan belajar siswa sebelum menggunakan model pembelajaran round robin brainstorming memperoleh nilai rata-rata 79,12 pada rentangan 70-79% kualifikasi aktif. Kedua, keaktifan belajar peserta didik sesudah menggunakan model pembelajaran round robin brainstorming memperoleh nilai rata-rata 87,68 pada rentangan 80-100% kualifikasi sangat aktif Ketiga, hasil hipotesis yang memperoleh nilai sig. (2-tailed) (0,000) nilai taraf signifikan (0,05). Maka, dari hasil data pengujian dapat dikatakan H0 ditolak dan H1 diterima. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model round robin brainstorming terhadap keaktifan belajar PAI siswa kelas VI SDN 08 Kubang Duo Koto Panjang dan penelitian ini dapat dijadikan sebagai alternatif model pembelajaran yang efektif bagi guru dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa.

Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Type Rotating Trio Exchange Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PAI di SMPN 2 Bukit Barisan

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini membahas tentang Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Type Rotating Trio Exchange Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PAI di SMPN 2 Bukit Barisan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran PAI, sehingga diperlukan model pembelajaran yang mampu meningkatkan minat belajar siswa dan partisipasinya dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran cooperative type rotating trio exchange terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMPN 2 Bukit Barisan, serta mengetahui besaran pengaruh model pembelajaran cooperative type rotating trio exchange terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMPN 2 Bukit Barisan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan quasi eksperimen dan desain Randomized Subject Postest Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 2 Bukit Barisan, dengan pemilihan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket minat belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran cooperative type rotating trio exchange terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran PAI. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji hipotesis yang menunjukkan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil koefisien determinasi menunjukkan bahwa model pembelajaran cooperative type rotating trio exchange memberikan kontribusi sebesar 24,7% terhadap minat belajar siswa, sedangkan 75,3% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak disebutkan dalam penelitian ini. Dengan demikian, model pembelajaran cooperative type rotating trio exchange berpengaruh signifikan terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMPN 2 Bukit barisan.

STRATEGI PENERAPAN LITERASI DIGITAL GURU DALAM PEMBELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI DI SMAN 3 PAYAKUMBUH

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi yang berjudul Judul Skripsi “Strategi Pengembangan Literasi Digital Guru Dalam Pembelajaran PAI Dan Budi Pekerti Di SMA 3 Payakumbuh” yang ditulis oleh Wilda Apriyani NIM 2122056. Program Studi Pendidikan Agama Islam. Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan. Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang ditemui seperti sebagian siswa disaat guru mengizinkan untuk mencari pembelajaran di internet siswa memberi banyak alasan dengan tidak ada paket internet, dan siswa banyak menyalahgunakan hp untuk kepetingan yang lain dari pada mencari materi pelajaran, itu mungkin di karenakan siswa tersebut emang kurang berminat di pembelajaran barbau digital, dll. Tujuan dilakukan penelitian ini Untuk mengetahui sejauh mana literasi digital dapat membantu guru dalam mengembangkan dan mencari informasi dalam pembelajaran PAI di SMAN 3 Payakumbuh dan mengetahui apa saja kendala utama guru dalam mengembangkan literasi digital pada pembelajaran PAI di SMAN 3 Payakumbuh. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan jenis penelitian (field research) penelitian lapangan. Penelitian ini berlokasi di SMA 3 Payakumbuh, waktu penelitian ini dimulai pada tanggal 27 April sampai dengan 1 Juni tahun 2026. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis datanya yakni reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan datanya yakni dengan menggunakan Teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan literasi digital dalam pembelajaran telah dioptimalkan oleh guru melalui penggunaan media presentasi PowerPoint (PPT) serta platform digital interaktif seperti Kahoot dan teka-teki digital yang mendukung penyampaian materi dan evaluasi pembelajaran. Penerapan teknologi tersebut memperoleh respons positif dari sebagian besar siswa karena membantu meningkatkan pemahaman materi melalui visualisasi yang lebih menarik, meskipun sebagian siswa masih cenderung menyukai metode pembelajaran konvensional seperti mencatat dari buku dan mendengarkan penjelasan guru secara langsung. Penelitian ini juga menemukan bahwa efektivitas media digital memiliki keterbatasan karena tidak semua materi pembelajaran dapat disajikan secara optimal melalui media visual. Selain itu, pemanfaatan literasi digital masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan akses jaringan Wi-Fi sekolah yang belum merata, ketidakstabilan sinyal internet, serta perbedaan kepemilikan perangkat dan kuota internet akibat kondisi ekonomi siswa yang beragam. Untuk mengatasi kendala tersebut, laboratorium komputer sekolah dimanfaatkan sebagai sarana pendukung agar seluruh siswa dapat mengakses teknologi pembelajaran secara lebih merata.

Pandangan Masyarakat Terhadap Pengobatan Spiritual Dengan Menggunakan Ayat-Ayat Al-Qur’an (Studi Kasus Jorong Bukit Gombak Nagari Padang Laweh Kabupaten Sijunjung)

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji praktik pengobatan spiritual berbasis ayat Al-Qur’an yang dilakukan oleh Ustadz Darwen Afrizal dan Ustadz Ridwan di Jorong Bukit Gombak, Nagari Padang Laweh, Kabupaten Sijunjung. Metode ini telah lama menjadi pilihan masyarakat, terutama untuk menangani gangguan yang diyakini bersifat nonfisik. Penelitian bertujuan menggambarkan proses penggunaan ayat Al-Qur’an dalam pengobatan serta menelaah pandangan masyarakat terhadap praktik tersebut.Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai sumber data utama. Proses analisis dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ustadz Darwen meruqyah pasien secara langsung dengan membaca ayat-ayat Al-Qur’an seperti Al-Fatihah, Ayat Kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, serta menganjurkan zikir dan mandi air ruqyah. Sementara itu, Ustadz Ridwan lebih berfokus pada penggunaan air yang telah dibacakan ayat-ayat Al-Qur’an untuk diminum dan mandi. Kedua metode dinilai sesuai syariat dan bebas dari unsur kesyirikan. Masyarakat menanggapinya secara positif karena dianggap membawa ketenangan, membantu pemulihan fisik maupun nonfisik, serta tidak menimbulkan beban biaya. Penelitian menyimpulkan bahwa pengobatan spiritual berbasis ayat Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai metode penyembuhan alternatif, tetapi juga memperkuat nilai religius masyarakat Bukit Gombak. Kata Kunci: Persepsi Masyarakat, Pengobatan Tradisional, Ayat-Ayat Al-Qur’an, Ruqyah, Living Qur’an Pendahuluan Al-Qur’an adalah firman Allah SWT yang mengandung mukjizat yang diturunkan kepada Rasul atau Baginda Rasulullah SAW dengan perantara malaikat Jibril. Menurut M.Quraish Shihab, Al-Qur’an secara harfiah berarti bacaan yang sempurna, ia merupakan suatu nama pilihan Allah yang tepat, karena tidak ada suatu bacaan pun sejak manusia mengenal baca tulis selama lima ribu tahun lalu yang menyaingi Al-Qur’an, karena memiliki bacaan yang sempurna dan mulia. Al-Qur’an sebagai wahyu pertama yang dipandang begitu bernilai, Al-Qur’an dengan tingkatan kesakralannya itu telah menghadirkan pemahaman yang luas. Pemahaman ini bisa dicari berdasarkan sejumlah peristiwa yang berkembang dalam konteks masyarakat, dan konteks tersebut terlihat begitu terikat dengan tanda-tanda empiris, seperti manusia yang menerima suatu kebenaran atau siap menolak berbagai macam jenis kebohongan. Allah SWT memberikan kepada makhluknya sakit dan sehat, karena keduanya merupakan qodrat ilahi yang sudah ditetapkan sejak di lauhil mahfudz kemudian diturunkan ke dunia bersamaan dengan dihembuskannya ruh seorang anak ke rahim ibu. Allah SWT menakdirkan kepada setiap makhluknya dengan tujuan yang mulia dan positif, keadaan sakit adalah sebagai peringatan kepada manusia dari Allah SWT Sang Pencipta, yang Maha kuasa untuk memberikan kesembuhan, yang bisa menciptakan segala sesuatu termasuk menakdirkan sakit atas hamba-Nya (manusia) yang sehat. Fenomena yang terjadi dimasyarakat baik bersumber dari mitos maupun data, secara umum menunjukan kemanjuran Al-Qur’an sebagai obat memang telah dibuktikan oleh orang banyak. Banyak diantara masyarakat muslim ketika mendapatkan ujian berupa penyakit yang tidak kunjung mendapatkan kesembuhan meskipun telah mengkonsumsi obat dari medis. Namun, setelah melakukan praktek pengobatan menggunakan wasillah bacaan-bacaan ayat Al-Qur’an kemudian mendapatkan kesembuhan berkat rahmat dan ampunan Allah Sang Maha mengetahui keadaan makhluk-Nya, yaitu melalui bacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an penyakit mereka dapat sembuh sebab ikhtiar mengharap keberkahan Al-Qur’an. Bilamana ia (ayat Al-Qur’an) di bacakan atas orang yang menderita penyakit, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan memberikan kesembuhan. Al-Qur’an akan menjadi obat dan rahmat bagi manusia yang mau mengamalkannya, membaca ayat-ayatnya agar mendapatkan kesembuhan dengan penuh keyakinan mengharapkan kesembuhan dari Allah SWT. Shalafus Sholeh juga telah melakukan praktik pengobatan dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengatakan: “barang siapa yang penyakitnya tidak dapat disembuhkan dengan Al-Qur’an, Maka tiada lagi kesembuhan untuknya.” Sejauh pengamatan penulis, banyak sekali bukti-bukti yang menyatakan bahwa Al-Qur’an benar-benar dapat menjadi ikhtiar dalam menyembuhkan berbagai penyakit manusia. Allah SWT berfirman: وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا Artinya: ”Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yng menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al-Isra’: 82). Ayat-ayat Al-Qur’an yang tertulis di atas, mejnadi dasar penegtahuan bahwa Al-Qur’an benar-benar berfungsi sebagai rahmat dan penawar (obat). Dalam praktiknya, bukanlah suatu perkara yang aneh dan mengherankan, karena Al-Qur’an merupakan firman Allah dan kebatilan tidak pernah sekalipun menyentuhnya, menandakan bahwa sakit bagi seseorang dianggap sebagai kemudharatan dapat diantisipasi dengan pembacaan ayat-ayat-Nya. Sejarah yang membahas bahwa, Nabi Muhammad SAW dan sahabat pernah menyembuhkan orang sakit dengan membaca Surah Al-Fatihah. Meskipun secara teks Surah Al-Fatihah tidak ada kaitannya dengan soal penyakit, akan tetapi mungkin hanyalah sebagai konteks ayat yang memberikan pengaruh secara lahir maupun bathin kepada manusia. Kaitan dengan hal ini, dalam melaksanakan penggunaan ayat-ayat Al-Qur’an sebagai sarana pengobatan dalam kesembuhan penyakit sehingga dalam sebuah daerah pada masyarakat Bukit Gombak menjadi peran penting untuk media berinteraksi lebih dekat dengan Al-Qur’an. Al-Qur’an dapat hidup dan menjadi dasar praktik kegiatan yang dibutuhkan serta tetap hidup dalam kebutuhan masyarakat atau dikenal dengan Living Qur’an. Realitasnya, fenomena penggunaan Al-Qur’an di kalangan masyarakat sebagai apresiasi dan respon masyarakat luas sangatlah banyak. Begitu juga fungsinya, mulai dari pemahaman dan pendalaman maknanya, ataupun memakainya sebagai ibadah serta ritual. Bahkan ada pula yang menganggap Al-Qur’an mendatangkan kekuatan magic, pengobatan, dan lainnya. Praktek-praktek tersebut banyak beranekaragam, hal ini disebabkan oleh sudut pandang dari masyarakat itu berbeda-beda dalam memahami nash. Pengobatan yang sering digunakan masyarakat adalah pengobatan tradisional setelah pengobatan medis. Salah satu adalah masyarakat di Jorong Bukit Gombak, walaupun banyak yang berobat non medis, tetapi banyak juga yang pergi berobat medis dahulu, atau bisa dilihat dari penyakit yang di derita pasien tersebut. Pengobatan tradisional yang menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an ini lebih banyak digunakan masyarakat Jorong Bukit Gombak untuk mengobati penyakit yang tidak bisa di obati oleh medis. Walaupun memiliki tujuan yang sama yaitu untuk penyembuhan, akan tetapi sakit yang ada didiri manusia tidak hanya sekedar fisik yang melemah melainkan ada gangguan dari makhluk ghoib. Apabila penyakit seseorang itu oleh makhluk ghaib pihak rumah sakit tidak akan menemukan obatnya, tetapi pengobatan tradisional yang menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an ini bisa untuk mengobati pasien yang menderita sakit tersebut seperti sakit karena diguna-guna. Pada observasi awal di Jorong Bukit Gombak pengobatan ayat-ayat Al-Qur’an memang sudah menjadi pengobatan yang sangat dikenal di jorong ini , pengobatan pertama dari Ustadz Darwen Afrizal menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an. Beliau dalam mengobati pasien bukan hanya mengobati sakit fisik saja, akan tetapi juga rohani yakni mengajak pasien maupunn keluarga pasien untuk selalu berdzikir kepada Allah SWT. Kedua Ustadz Ridwan menggunakan cara praktis dalam pengobatan di Jorong Bukit Gombak dengan cara memandikan dan membacakan ayat-ayat Al-Qur’an dalam prosedur memandikan tersebut pertama membacakan ayat-ayat Al-Qur’an kemudian setelah memandikan akan diberikan 1 botol air minum yang telah ayat-ayat Al-Qur’an untuk di minum. Sebagaimana penjelasan diatas, penulis merumuskan maslah yakni: 1. Bagaimana Proses Penggunaan Ayat-Ayat Al-Qur’an dalam Pengobatan Tradisional di Jorong Bukit Gombak ? 2. Bagaimana Pandangan Masyarakat di Jorong Bukit Gombak terhadap Pengobatan Tradisional yang Menggunakan Ayat- Ayat Al-Qur’an? Berdasarkan pada rumusan masalah, maka tujuan dari tujuan dari ditulisnya penelitian ini adalah: 1. Analisis terhadap Proses Penggunaan Ayat-Ayat Al-Qur’an yang digunakan dalam Pengobatan Spiritual yang dilakukan Ustadz Darwen dan Ustadz Ridwan di Jorong Bukit Gombak. 2. Analisis Pandangan Masyarakat di Jorong Bukit Gombak tentang Pengobatan Tradisional yang Menggunakan Ayat-Ayat Al-Qur’an. Adapun metodologi dalam penelitian ini yakni: 1. Jenis Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan jenis penelitian lapangan. Analisis yang dilakukan adalah analisi deskriptif, dimana peneliti mengungkapkan data dan fakta secara ilmiah. Dalam pengobatan tersebut menggabungkan tiga cara yaitu: wawancara, observasi dan penelitian dokumen yang menjadi bagian dari data yang saling melengkapi sehingga dapat di deskripsikan. Setelah itu, Peneliti menafsirkan hasil dari penggabungan dari tiga sumber data di atas menjadi sebuah narasi deskriptif kualitatif yang diuraikan kedalam bahasa sederhana sehingga mudah dimengerti, karena penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif maka peneliti cukup menggambarkan realitas yang ada, kemudian dari data yang terkumpulkan dijelaskan apa adanya untuk memperoleh suatu kesimpulan. 2. Sumber Data Dua jenis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh lansgung dari subjek penelitian, dalam hal ini peneliti memperoleh data atau informasi langsung dari sumber yang akan di teliti peneliti yaitu Ustad Drawen dan Ustad Ridwan dengan menggunakan instrumen-instrumen yang telah ditetapkan. Pada penelitian ini jawaban data primer diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan data sekunder seperti buku, karya ilmiah (artikel/ jurnal) dan dokumen lainnya yang dapat menjadi penujang serta menjelaskan secara lengkap data pada penelitian. 3. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data pada penelitian ini terdiri dari Observasi, Wawancara, Survey Lapangan. Observasi ini berkaitan dengan ruang, tempat, pelaku, kegiatan, benda-benda, waktu, tujuan dan aspek psikologis. Tidak semua hal yang saya amati, karena adanya keterbatasan, hanya hal-hal yang terkait dengan data yang diperlukan. Metode wawancara merupakan proses tanya jawab dalam penelitian secara tatap muka​langsung dengan Ustadz Darwen Afrizal dan Ustadz Ridwan, masyarakat, dan pasien yang pernah berobat di tempat beliau. Dan untuk survey lapangan peneliti langsung menemui Ustadz Darwen Afrizal dan dan Ustadz Ridwan, juga menemui masyarakat dan pasien yang pernah berobat tempat beliau. 4. Teknik Analisis Data yang Digunakan Dalam menganalisis data yang peneliti peroleh selama proses pengumpulan data, peneliti melakukan tiga tahapan, Pertama, tahap reduksi data, pada tahap ini peneliti melakukan proses penyeleksian, pemfokuskan dan abstraksi data yang berhubungan dengan pelaksanaan pemgobatan tradisional menggunakan ayat- ayat Al-Qur’an diJorong Bukit Gombak sebagaimana yang dibutuhkan penulis dari hasil catatan lapangan. Kedua, display data atau penyajian data, pada tahap ini peneliti melakukan organisasi data, mengaitkan hubungan- hubungan tertentu antara data yang satu dengan yang lainnya. Ketiga, proses verifikasi, pada tahap ini peneliti melakukan penafsiran (interprestasi) terhadap data yang sudah peneliti peroleh dan sudah dilakukan reduksi dan penyajian, sehingga data yang sudah memiliki makna dengan cara membandingkan, pencatatan tema-tema dan pola- pola, pengelompokan melihat kasus dan melihat hasil wawancara dengan informan dan observasi. Pengobatan Spiritual Tradisional ​Istilah ‘pengobatan tradisional’ di dunia pada dasarnya telah mengalami perkembangan. Dalam 30 tahun terakhir, berbagai istilah telah digunakan untuk cara-cara pengobatan yang berkembang ditengah masyarakat. WHO menyebutnya sebagai traditional medicine atau pengobatan tradisional, para ilmuwan lebih menyukai istilah traditional healing. WHO menyatakan bahwa pengobatan tradisional adalah ilmu dan seni pengobatan berdasarkan himpunan dari pengetahuan dan pengalaman praktek. Pengetahuan dan pengalaman praktek tersebut ada yang dapat diterangkan secara ilmiah dan ada yang tidak. Namun pengobatan tradisional juga harus melalui tahapan-tahapan seperti melakukan diagnosis dan pengobatan terhadap ketidak-seimbangan fisik, mental, ataupun social. Pengobatan Tradisional adalah sistem pranata sosial yang mana harus di pelajari seperti halnya mempelajari pranata sosial umumnya. Cara pengobatan tradisional adalah rasional yang dilihat pada kepercayaan yang ada baik mengenai sebab dan akibat. Setelah berkembang sampai sekarang, terutama dalam berbagai bidang kesehatan yang luas, serta konsep kesehatan yang bersifat internasional dan bermacam-macam kepentingan pengetahuan praktis maupun teoritis yang mengkaji pengobatan non-Barat yang semakin kelihatan. Di Indonesia pengobatan Tradisional sudah banyak yang digunakan dan dipraktikan, pengobatan tradisional tambah berkembang dengat pesat di kalangan masyarakat walaupun hanya sebatas rumah tangga dan masyarakat. Kepercayaan ini muncul sehubung dengan penyembuhan penyakit, dengan begitu peranan penyembuhan menjad penting. Hal yang menjadi poin penting sekarang adalah perubahan yang terjadi di masyarakat yaitu penyembuhan dukun berubah menjadi pengobatan alternatif. Maka dari itu, metode penyembuhan seperti ini di sebut juga pengobatan tradisional, dalam pengobatan tradisional ada beberapa perubahan dalam penyebutannya, akan tetapi dalam praktiknya masih sama mengguakan cara lama. Pada kenyataanya hal tersebut tidak dapat di pungkiri bahwa, pada dasarnya masyarakat indonesia memiliki pandangan bahwa penyakit yang datang disebabkan oleh makhluk halus atau penyakiti fisik. Penyakit yang di sebabkan oleh makhluk halus akan berbeda pengobatannya dengan penyakit fisik. Jika disebabkan oleh makhluk halus maka pengobatannya dilakukan dengan mantra, jampi-jampi dan berbagai ramuan, sedangkan penyakit fisik maka pengobatannya menggunakan obat-obatan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan atau menggunakan keduanya. Model Pengobatan Spiritual dalam Islam Bekam Bekam adalah pengobatan yang mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui permukaan kulit. Bekam dalam bahasa Arab di sebut dengan “Hijamah”, bekam sudah dikenal dari ribuan tahun sebelum masehi. Hijamah menurut bahasa ungkapan tentang mengisap darah atau mengeluarkan darah dari permukaan kulit, yang di tampung oleh gelas Mihjamah, yang menyebabkan penarikan darah di sana, dan pada permukaan kulit di lakukan penyayatan dengan pisau bedah untuk mengeluarkan darah. Bekam tidak boleh sembarang di lakukan pada ilmu kedokteran Islam, bekam ini boleh di lakukan apabila ada pembekuan atau pnyumbatan pada pembuluh darah, karena bekam ini berfungsi untuk mengeluarkan darah kotor yang ada di dalam tubuh. Tentang berbekam,disebutkan di dalam Ash-Shahihain, dari hadist Thawus, dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi Muhammad SAW. Pernah untuk meminta di bekam dan diberi upah kepada siapa yang membekam beliau. Keuntungan berbekam ini sangat banyak, berbekam bisa lebih banyak mengeluarkan darah di bandingkan dengan cara mengopersi bagian tubuh. Abu Nu’aim menyebutkan di dalam kitab Ath-Thibbun-Nabawy sebuah hadist marfu yaitu: “Hendaklah kalian bebekam di bagian tengah tengkuk, guna untuk bisa menyembuhkan lima macam penyakit. Satu diantaranya penyakit kusta. Dalam hadist lain disebutkan, dapat menyembuhkan tujuh puluh dua penyakit.” Ruqyah ​Dari sisi etomologi, ruqyah berarti permohonan perlindungan, atau ayat-ayat, dzikir-dzikir dan doa-doa yang dibacakan kepada orang yang sakit. Sedangkan menurut terminologi syariat, ruqyah berarti bacaan-bacaan untuk pengobatan yang syar‟i (berdasarkan nash-nash yang pasti dan shahih yang terdapat dalam Al Qur‟an dan As Sunnah) sesuai dengan ketentuan-ketentuan serta tata cara yang telah disepakati oleh ulama. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin - menjelaskan:” Ruqyah dinamakan (juga) dengan Azaa‟im karena orang yang membacanya meyakininya, serta lahir pada dirinya kekuatan penolakan (terhadap penyakit/bahaya) ketika membacanya”. Pengobatan terapi ruqyah adalah sebagai pengobatan tradisional, yang mengobati dan menyembuhkan suatu penyakit mental, spiritual, moral maupun fisik dengan melalui bimbingan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Do’a mengandung kekuatan spiritual yang dapat membangkitkan rasa percaya diri dan optimis yang keduanya merupakan hal yang mendasar bagi penyembuhan suatu penyakit. Melakukan terapi ruqyah secara teratur banyak mengandung aspek psikologis di dalamnya. Bahkan tidak hanya sebagai amal ibadah, akan tetapi ruqyah juga menjadi obat dan penawar bagi seseorang yang gelisah jiwanya dan tidak sehat secara mental. Wahbah al-Zuhaili mendefinisikan bahwa ruqyah adalah seseorang mengobati orang sakit dengan berdoa memohon kebaikan dan kesehatannya. Dalam Kesempatan lain, Sayyid Sabiq menambahkan bahwa ruqyah yang disyariatkan adalah ruqyah yang dilakukan dengan cara berdoa, berdzikir kepada Allah, menggunakan bahasa Arab yang bisa dipahami maknanya dan tidak mengandung unsur kesyirikan Dalam Hadist Abu Sa’id Al-Khudri RA tentang Ruqyah dengan menggunakan Al-Fatihah yang pernah di lakukan oleh sahabat, sangat terlihat pengaruh dari surah Al-Fatihah tersbut pada penyakit yang di derita oleh pemimpin kampung. Sehingga surah Al-Fatihah itu bisa menghilangkan penyakit, seakan-akan penyakit yang di derita pemimpim kampug itu tidak pernah ada sebelumnya. Pengobatan seperti ini adalah pengobatan yang paling mudah dan ringan, apabila seseorang melakukan pengobatan ruqyah dengan surah Al-Fatihah secara bagus, ia akan mendapatkan kesembuhan yang mengagumkan. Al-Imam Ibnu Qayyim rahimahullahu berkata: “Aku pernah tinggal di Makkah beberapa waktu dalam keadaan sakit, dan aku tidak menemukan tabib maupun obat. Aku pun mengobati diriku sendiri dengan Al-Fatihah yang membacanya berulang kali pada segelas air Zam-Zam lalu meminumnya, sehingga aku melihat pada pengobatan itu ada pengaruh yang mengagumkan. Setelah itu aku ceritakan kepada orang yang menderita penyakit, mereka juga melakukan penggobatan menggunakan surah Al-Fatihah dan kebanyakan dari mereka sempuh dengan cepat. Demikian penjelasan dan persaksian Al-Imam Ibnu Qayyim rahimahullahu terhadap pengobatan dengan surah Al-Fatihah. Dalam psikoterapi ruqyah diartikan sebagai proses pengobatan dan penyembuhan suatu penyakit, apakah mental, spiritual, moral maupun fisik dengan melalui bimbingan al-Qur’an dan al-Sunnah. Dengan makna yang sederhana, psikoterapi ruqyah berarti suatu terapi penyembuhan dari penyakit fisik maupun gangguan kejiwaan dengan psikoterapi dan konseling Islami dan juga menggunakan bacaan ayat-ayat al-Qur’an dan doa-doa Rasulullah saw. Ayat – Ayat Tentang Pengobatan Diceritakan dari Syekh Abdul Qasim Al Qusyairi, bahwa anakanya pernah menderita sakit keras. Ia berkata ” sakit yang di derita anakku yang tak kunjung mendapatkan kesembuhan menjadi beban berat bagiku. Pada suatu malam aku bermimpi melihat Nabi SAW, akupun mengadukan kepada beliau dan kemudian beliau bersabda” Bagaimana kamu ini, bukankah di dalam Al Qur’an terdapat ayat ayat syifa ”. Seketika aku langsung terbangun dan mencari ayat- ayat t syifa dalam Al Qur’an, yaitu : 1. Surat At Taubah 14 ​​​​ قَاتِلُوْهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللّٰهُ بِاَيْدِيْكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُوْرَ قَوْمٍ مُّؤْمِنِيْنَۙ ​ Artinya: Perangilah mereka! Niscaya Allah akan mengazab mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu, menghinakan mereka, dan memenangkan kamu atas mereka, serta melegakan hati kaum mukmin. 2. Surat Yunus 57 ​​​ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَاۤءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ Artinya: Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi sesuatu (penyakit) yang terdapat dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang mukmin. 3. Surat An Nahl 69 ثُمَّ كُلِيْ مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِ فَاسْلُكِيْ سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًاۗ يَخْرُجُ مِنْۢ بُطُوْنِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ اَلْوَانُهٗ ۖفِيْهِ شِفَاۤءٌ لِّلنَّاسِۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ ​Artinya: Kemudian, makanlah (wahai lebah) dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan-jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perutnya itu keluar minuman (madu) yang beraneka warnanya. Di dalamnya terdapat obat bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir. 4. Surat Al Isra 82 ​​​وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا Artinya: Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang mukmin, sedangkan bagi orang-orang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian. 5. Asy Syu’ara 80-81 ​​​​​وَاِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِيْنِ ۙ وَالَّذِيْ يُمِيْتُنِيْ ثُمَّ يُحْيِيْنِ ۙ Artinya: Apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku. (Dia) yang akan mematikanku, kemudian menghidupkanku (kembali). 6. Surat Fushshilat 44 وَلَوْ جَعَلْنٰهُ قُرْاٰنًا اَعْجَمِيًّا لَّقَالُوْا لَوْلَا فُصِّلَتْ اٰيٰتُهٗ ۗ ءَاَ۬عْجَمِيٌّ وَّعَرَبِيٌّ ۗ قُلْ هُوَ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا هُدًى وَّشِفَاۤءٌ ۗوَالَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ فِيْٓ اٰذَانِهِمْ وَقْرٌ وَّهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًىۗ اُولٰۤىِٕكَ يُنَادَوْنَ مِنْ مَّكَانٍۢ بَعِيْدٍ ࣖ ٤٤ Artinya: Seandainya Kami menjadikannya (Al-Qur’an) bacaan dalam bahasa selain Arab, niscaya mereka akan mengatakan, “Mengapa ayat-ayatnya tidak dijelaskan (dengan bahasa yang kami pahami)?” Apakah patut (Al-Qur’an) dalam bahasa selain bahasa Arab, sedangkan (rasul adalah) orang Arab? Katakanlah (Nabi Muhammad), “Al-Qur’an adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman, sedangkan orang-orang yang tidak beriman, pada telinga mereka ada penyumbat dan mereka buta terhadapnya (Al-Qur’an). Teori Tentang Persepsi Dalam Kajian Living Qur’an. Teori tentang Persepsi ​Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh pengindraan, yaitu proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat indra atau bisa disebut proses sensoris. Namun proses itu tidak berhenti begitu saja, melainkan stimulus tersebut diteruskan dan proses selanjutnya disebut proses persepsi. Proses tersebut mencakup pengindraan setelah informasi diterima oleh alat indra, informasi tersebut diolah dan diinterpretasikan menjadi sebuah persepsi yang sempurna. ​Menurut Stanton sebagaimana yang dikutip dalam buku prilaku konsumen yang di tulis oleh nugroho : “ Persepsi dapat di definisikan sebagai makna yang kita pertalikan berdasarkan pengalaman masa lalu dan stimulus (rangsangan-rangsangan) yang kita terima melalui panca indra (pengelihatan, pendengaran, perasa, dll). ​Menurut kamus besar bahasa Indonesia, persepsi adalah tanggapan, penerimaan langsung dari suatu serapan, atau merupakan proses seseoarang mengetahui beberapa hal melalui panca indranya. ​Philip kottler memberikan definisi persepsi sebagai proses seorang individu memilih, mengorganisasikan dan menginterpretasikan masukan-masukan informasi untuk menciptakan gambaran yang memiliki arti. ​Persepsi disini tidak hanya tergantung pada hal fisik, tetapi juga berhubungan dengan lingkungan sekitar dan keadaan individu tersebut. Sedangkan dalam proses memperoleh atau menerima informasi tersebut adalah juga berasal dari objek lingkungan. Suatu rangsangan dipandang sebagaikejadian-kejadian yang ada di dalam lingkungan eksternal individu yang ditangkap dengan menggunakan alat sel syaraf yang selanjutnya akan terjadi proses pengolahan sensasi. Ketika sejumlah sensasi masuk ke dalam struktur yang lebih dalam dari sistem susunan syaraf, maka sensasi inilah yang disebut sebagai persepsi. ​Persepsi dapat juga di defenisikan sebagai pola pikir manusia setiap hari, sebagai dorongan jiwa dan akal seseorang pada produktivitas lingkungan di sekitarnya. kata lain respon yang ada di diri seseorang akan melahirkan persepsi. ​​Pada persepsi ada proses interes individu dan keterkaitan untuk mengetahui semua yang terdapat diluar dirinya, tentang semua kejadian yang menimbulkan pada gerakan otak seseorang yang mengesani melalui pemahaman dan penafsiran yang subjektif pada objek-objek yang bersangkutan. Oleh karena itu, bantuan indera sangat mempengaruhi pada seseorang saat mempersepsikan sesuatu. Pengertian Living Qur’an ​Living Qur’an adalah gabungan antara dua kata yang berbeda, yaitu living yang berarti hidup dan Qur’an yang berarti kitab suci umat Islam. Kata living Qur’an itu tren yang berasal dari bahasa Inggris ”Live” yang berarti hidup, aktif dan yang hidup. Kata kerja yang berarti hidup tersebut mendapatkan bubuhan –ing di akhirnya yang di sebut dengan present participle dalam bahasa Ingrris. Kata kerja “live” yang di akhirnya terdapat –ing bisa di posisikan dalam bentuk present participle yang berguna untuk adjektif, maka bisa berubah fungsi dari kata kerja menjadi kata benda benda adjektif. Akhiran –ing ini berfungsi sebagai adjektif dalam bentuk present participle yaitu “the living Qur’an” (Al-Qur’an yang hidup). ​Pengertian living Qur’an menurut M. Mansur ialah bahwa living Qur’an ini pada dasarnya berawal dari fenomena Qur’an in Everyday Life, yaitu fungsi dan makna Al-Qur’an yang nyata di pahami dan di alami oleh masyarakat muslim. ​Terdapat pada buku “Ilmu Living Qur’an Hadist” yang di tulis oleh Ahmad Ubaydi Hasbillah living Qur’an secara terminologis ialah hasil dari kajian-kajian, diskusi, seminar, survei pustaka buku, jurnal tentang living Qur’an tersebut. Mendefenisikan bahwa living Qur’an ini sebagai bentuk upaya dalam mendapatkan suatu ilmu yang kokoh dan meyakinkan dari suatu budaya, praktik, tradisi, ritual, pemikiran atau perilaku masyarakat yang terinspirasi dari ayat Al-Qur’an. Ada juga pengertian yang lain tentang living Qur’an oleh Ahmad Ubaydi Hasbillah pada buku yang sama ialah ilmu mengilmiahkan fenomena-fenomena atau gejala-gejala tentang Al-Qur’an yang terdapat pada kehidupan masyarakat. ​Heddy Shri Ahisma Putra juga menyebutkan makna dari living Qur’an tersebut, Pertama, terdapat pada Nabi Muhammad SAW yang sesungguhnya, di tanya pada Siti Aisyah tentang perilaku Beliau dan Siti Aisyah menjawab perilaku beliau sama dengan Al-Qur’an, Nabi Muhammad itu adalah Al-Qur’an yang hidup atau di sebut dengan living Qur’an itu sendiri. Kedua, terdapat pada masyarakat yang di kehidupan sehari-harinya menggunakan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup mereka. Mereka menjalankan kehidupan apa yang di tentukan oleh Al-Qur’an dan menjauhi semua larangan-Nya, jadi masyarakat itu seperti “Al-Qur’an yang hidup”. Ketiga, living Qur’an itu bukan hanya sebagai kitab saja, akan tetapi “kitab yang hidup” yang ada pada kehidupan sehari-hari. Menurut Muhammad Yusuf, berpendapat bahwa respon sosial terhadap Al-Qur’an yang berkaitan dengan living Qur’an. Seperti masyarakat menjadikan Al-Qur’an sebagai ilmu yang keramat dan sebagai petunjuk yang sangat sakral. ​Living Qur’an juga dapat dimaknai dengan gejala yang nampak di masyarakat berupa pola-pola perilaku yang bersumber maupun respon sebagai pemaknaan terhadap nilai-nilai Qur’ani. Bentuk respon masyarakat terhadap teks Al-Qur’an adalah resepsi masyarakat terhadap teks Al-Qur’an tertentu dan hasil penafsiran tertentu. Sementara itu, resepsi sosial terhadap hasil penafsiran terjelma dan dilembagakannya dalam bentuk penafsiran tertentu dalam masyarakat, baik dalam skala besar maupun kecil. Teks Al-Qur’an yang hidup di masyarakat itulah yang disebut the living Qur’an, sementara penerapan hasil penafsiran tertentu dalam masyarakat dapat disebut dengan the living tafsir. ​Dengan adanya living Qur’ani ini sebagai bentuk Al-Qur’an yang di pahami oleh masyarakat secara kontekstual. Sehingga living Qur’an ini ialah bentuk kajian dalam penelitian ilmiah terdapat berbagai peristiwa sosial yang terkait dengan adanya Al-Qur’an di kalangan masyarakat. ​Living Qur’an ini membahas tentang Al-Qur’an oleh masyarakat dari fenomena yang nyata pada gejala-gejala sosial. Jadi living Qur’an ini masih kajian tentang Al-Qur’an tapi sumber datanya di ambil dari fenomena sosial atau fenomena alamiah. Akan tetapi apabila kajian living Qur’an ini menjadikan wahyu sebagai sumber data, maka tidak bisa disebut dengan living Qur’an akan tetap di sebut dengan kajian akidah, teologi, syariah ataupun Al-Qur’an murni. Living Qur’an dalam Sejarah ​Lahirnya cabang-cabang ilmu Al-Qur’an ini, satu hal yang perlu di catat, yaitu ada sebagian ataupun semuanya yang berakar pada probrem-problem teks pada Al-Qur’an. Cabang dari ilmu Al-Qur’an ini ada yang terkonsentrasi kepada aspek internal teks dan ada yang terkonsentrasi pada eksternal teks, contoh nya asbabul nuzul dan tarikh Al-Qur’an yang menyangkut pada penulisan, penghimpunan, dan penerjemahannya. Tapi praktek tertentu yang berbentuk pada penarikan Al-Qur’an ke dalam kepentingan praktis dalam kehidupan masyarakat di luar aspek tekstualnya nampak tidak menarik studi Qu’ran klasik. ​Menurut sejarahnya living Qur’an ini sudah ada dari zaman Nabi Muhammad SAW, bisa kita lihat pada praktek Ruqyah, yaitu melakukan pengobatan diri sendiri ataupun orang lain yang terkena penyakit dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an. Ada suatu riwayat mengatakan, Nabi Muhammad SAW pernah mengobati peyakit dengan ruqyah menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an yaitu surah Al-Fatihah dan juga pernah menolak sihir dengan surah Al-Falaq dan An-Nas. ​Pertama kalinya yang pernah melakukan kajian living Qur’an ini secara ilmiah yaitu para sahabat, para sahabat ini sangat memahami ajaran agama dari apa yang mereka lihat dan apa yang mereka alami sendiri pada masa Nabi. Mereka sealalu bertanya tentang hal itu kepada Nabi, setelah itu mereka laporkan dan di jadikan sebagai hadist fi’il. Metode yang di gunakan oleh sahabat sama dengan metode pengamatan terlibat dan wawancara yang mendalam atau interview guna untuk mengumpulkan data pada penelitian lapangan. Para sahabat aktif dan langsung terlibat pada suatu kajian dan kegiatan sehari-hari bersama Nabi Muhammad SAW. ​Para sahabat melakukan living Qur’an dengan cara mengamati saat Nabi Muhammad SAW memakai cincin, dan para sahabat juga memakai cincin. Saat Nabi Muhammad SAW melepaskan cincinnya, para sahabat juga melepaskan cincinnya. Ada juga ketetapan Nabi Muhammad SAW menimbulkan perbedaan yaitu dalam melaksanakan tayamum pada saat di perjalanan dan para sahabat menanyakan itu. Nabi Muhammad SAW memerintahkan tidak ada yang Shalat Ahsar di perjalan kecuali telah sampai di perkampungan Bani Quraizhah. Saat di tengah perjalanan ada beberapa sahabat yang berbeda pendapat tetap melaksanakan Shalat dan ada yang tidak melaksanakan Shalat sesuai perintah Nabi Muhammad SAW. Sahabat mempertanyakan mana yang lebih baik dari perbuatan mereka, dan Nabi menjawabnya dengan bijak. Ketetapan Nabi Muhammad SAW yang berkaitan dengan cincin dan kegiatan tayamum bisa di pahami dalam bentuk living Qur’an karena contoh dari perbuatan Nabi adalah living Qur’an. ​Dari keterangan di atas, living Qur’an itu telah ada semenjak zaman Nabi Muhammad SAW dan sahabat. Tetapi living Qur’an itu belum berbentuk sebagai kajian keilmuan. Tapi hanya sebagai sejarah dari living Qur’an bahwa telah ada sejak zaman Nabi dan sahabat. Living Qur’an ini mejadi objek kajian semenjak pemerhati studi Al-Qur’an non Muslim melihat bahwa ada banyak hal yang menarik dari Al-Qur’an pada kehidupan umat Islam sebagai fenomena sosial, contohnya, membaca Al-Qur’an di tempat tertentu, menuliskan sebagian ayat Al-Qur’an di tempat tertentu, dan beberapa ayat Al-Qur’an yang di jadikan untuk pengobatan, dan do’a-do’a di kehidupan umat Islam. Hasil dan Pembahasan A. Proses Penggunaan Ayat-Ayat Al-Qur’an dalam Pengobatan Tradisional di Jorong Bukit Gombak. Pengobatan dengan media Al-Qur’an telah menjadi suatu alternative pengobatan bagi masyarakat dijorong Bukit Gombak, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung. Dalam pelaksanaannya sebagian masyarakat melakukan pengobatan ini setelah menjalani pengobatan medis. Dijorong Bukit Gombak ini pengobatannya tidak sembarangan dalam mempergunakan ayat ayat Al-Qur’an, merujuk ke masalah- masalah masyarakat pada umumnya banyak yang mengira pengobatan alternatif itu adalah pengobatan syirik yang menggunakan mantra-mantra atau ilmu ghaib yang bersekutu dengan jin. Dijorong Bukit Gombak ini tidak menggunakan mantra atau bacaan-bacaan yang mengandung sifat-sifat kesyirikan, bahkan dijorong Bukit Gombak ini murni menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an dan do’a-do’a yang ma’tsur. Dijorong Bukit Gombak ini terdapat dua orang tokoh agama yang sangat dihormati oleh masyarakat setempat karena kemampuan mereka dalam melakukan pengobatan spiritual berbasis ayat-ayat suci Al-Qur’an. Kedua tokoh tersebut adalah Ustadz Darwen Afrizal dan Ustadz Ridwan, yang masing-masing memiliki pendekatan tersendiri dalam metode penyembuhan namun tetap berpegang teguh pada ajaran Islam. Dalam praktiknya Ustadz Darwen akan membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara langsung kepada pasien yang datang kepadanya. Bacaan yang dilafalkan bukan hanya sekadar lantunan biasa, melainkan merupakan rangkaian ayat-ayat pilihan yang diyakini memiliki kekuatan spiritual untuk mengusir gangguan jin, sihir, ataupun penyakit-penyakit yang tidak dapat dijelaskan secara medis. Bacaan tersebut dilakukan dengan niat yang kuat, penuh keikhlasan, serta dalam kondisi yang sesuai dengan tuntunan syariah. Selama proses ruqyah, pasien dianjurkan untuk tetap memperbanyak doa dan dzikir sebagai bentuk usaha batin. Apabila setelah dilakukan beberapa kali ruqyah pasien belum juga menunjukkan tanda-tanda kesembuhan, maka Ustadz Darwen akan menyarankan agar pasien menjalani terapi lanjutan berupa mandi spiritual. Air yang digunakan untuk mandi ini sebelumnya telah dibacakan ayat-ayat Al-Qur’an dengan penuh kekhusyukan. Prosesi mandi ini juga mengikuti adab-adab dan tata cara sesuai dengan syariat Islam, dengan harapan agar penyakit yang bersumber dari gangguan nonfisik dapat benar-benar tersingkirkan dari tubuh dan jiwa pasien. Sedangkan Ustadz Ridwan memiliki metode yang sedikit berbeda namun tetap berakar pada penggunaan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Dalam proses pengobatannya, pasien yang datang akan diminta membawa atau membeli sebotol air mineral, biasanya berupa air kemasan Aqua. Air tersebut kemudian dijadikan media bacaan Al-Qur’an oleh Ustadz Ridwan. Ia akan membacakan ayat-ayat tertentu dari Al-Qur’an yang diyakini dapat membawa keberkahan dan kesembuhan, disertai dengan dzikir dan doa-doa yang dipanjatkan bersama pasien. Proses ini bukan hanya sekadar ritual bacaan, namun juga menjadi bentuk pendekatan spiritual yang mendalam antara pasien dengan Sang Pencipta. Setelah pembacaan selesai, air tersebut diberikan kepada pasien untuk diminum secara bertahap hingga habis. Terapi ini biasanya dilakukan secara berkelanjutan selama beberapa hari, dan selama masa tersebut pasien dianjurkan untuk tetap menjaga kesucian diri, memperbanyak ibadah, serta menjauhi hal-hal yang dapat mengurangi keberkahan pengobatan. Apabila setelah tiga hari berturut-turut menjalani terapi minum air ruqyah kondisi pasien belum juga menunjukkan kemajuan atau kesembuhan, maka Ustadz Ridwan akan menganjurkan untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, yakni terapi mandi. Air untuk mandi ini pun diproses dengan cara yang sama, yakni dengan pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an secara khusus oleh Ustadz Ridwan. Terapi mandi ini dipercaya memiliki daya pembersihan spiritual yang lebih kuat dan menjadi bentuk penyucian lahir dan batin agar tubuh kembali harmonis dan bebas dari gangguan. ​Masyarakat dijorong Bukit Gombak sangat mempercayai metode pengobatan yang dilakukan oleh kedua ustadz tersebut karena selain berlandaskan pada ajaran agama Islam, juga telah terbukti memberikan manfaat dan kesembuhan bagi banyak orang. Selain itu, metode ini dianggap sebagai bentuk ikhtiar yang tidak hanya mengandalkan aspek medis semata, melainkan juga menyentuh dimensi spiritual yang sering kali terlupakan. Pengobatan dengan ayat-ayat suci Al-Qur’an bukan sekadar pengobatan, melainkan bentuk penyucian diri dan penguatan hubungan spiritual antara manusia dengan Allah SWT. Ketika akan melakukan proses pengobatan, kondisi yang dialami pasien dan praktisi haruslah saling mendukung, yakni antara keduanya harus memiliki kesamaan tujuan, kerjasama dan saling percaya. Menurut pemaparan Ustadz Darwen Afrizal dan Ustadz Ridwan dapat disimpulkan bahwa untuk keberhasilan proses pengobatan dengan pasien harus ini maka pasien harus menunjukkan sikap ikhlas dengan pemberian Allah yang berupa penyakit, kemudian mengintrospeksi diri dengan meminta ampunan kepada Allah agar dosa-dosa yang pernah dilakukan bisa diampuni sehingga menjadi penyebab Allah mengizinkan sakit yang diderita bisa dihilangkan. Proses melakukan pengobatan ini, mengharuskan kondisi seorang praktisi dan pasien dalam berikut ini : 1. Keadaan suci dari hadas, baik itu hadas kecil maupu hadas besar karena mengingat bacaan yang digunakan adalah bersumber dari Al-Qur’an. 2. Harus berniat ikhlas karena Allah untuk membantu sesama tanpa memikirkan berapa nilai imbalan yang diberikan pasien. 3. Mengharap kesembuhan pasien dengan keutamaan dari ayat-ayat yang dibacakan. 4. Menyandarkan kesembuhan hanya kepada Allah, karena Allah yang mampu memberikan kesembuhan kepada pasien. Setelah keempat keadaan yang wajib bagi pasien sudah ada didalam diri pasien, maka dimulai dengan mengatur posisi pengobatan antara pasien dan Ustadznya. Berikut Tata cara/metode pengobatan Ustadz Darwen Afrizal: 1. Bersuci dan Berpakaian Sopan. Sebelum memulai proses ruqyah, pasien diwajibkan untuk dalam keadaan bersuci, baik dari hadas kecil maupun besar. 2. Beristigfar (Memohon Ampunan kepada Allah). Langkah selanjutnya adalah membaca istigfar, yaitu memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa yang telah dilakukan. 3. Berpasrah Diri kepada Allah SWT. Pasien diharuskan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT, meyakini bahwa hanya Allah yang mampu menyembuhkan segala penyakit, baik fisik, mental, maupun gangguan makhluk halus seperti jin dan sihir. 4. Pasien yang Bukan Mahram Wajib Menggunakan Perantara (Tidak Langsung Menyentuh Kulit). Hal ini dilakukan untuk menjaga kehormatan dan menghindari fitnah. 5. Menghadap Kiblat dalam Keadaan Berbaring. Ketika akan diruqyah, pasien diarahkan untuk berbaring menghadap kiblat. Menghadap kiblat adalah adab dalam berdoa dan ibadah dalam Islam. 6. Melepaskan Azimat atau Jimat Sebelum Diruqyah. Sebelum memulai pembacaan ruqyah, pasien wajib melepaskan dan menyerahkan segala bentuk azimat, jimat, atau benda-benda bertuah yang diyakini memiliki kekuatan gaib. ikhtiar kepada Allah semata. 7. Jika Penyakit Biasa, Dibacakan Ayat-ayat Umum (Tiga Qul). Jika pasien mengalami penyakit ringan atau umum, seperti sakit kepala, gelisah, atau perasaan tidak nyaman, maka ruqyah dilakukan dengan membacakan surat-surat pendek yang dikenal sebagai "Tiga Qul", yaitu: Surah Al-Ikhlas, Surah Al-Falaq, dan Surah An-Naas. Surat-surat ini memiliki kandungan yang sangat kuat untuk perlindungan diri dari gangguan makhluk halus dan penyakit. 8. Jika Terkena Sihir, Dibacakan Surah Al-Baqarah Ayat 1–2. Jika pasien dicurigai terkena gangguan sihir, maka salah satu ayat yang dibacakan adalah Surah Al-Baqarah ayat 1–2, karena surah ini memiliki keutamaan dalam mengusir setan dan membatalkan sihir. Rasulullah SAW bersabda bahwa rumah yang dibacakan Surah Al-Baqarah tidak akan dimasuki setan. 9. Jika Terkena Penyakit Lain, Dibacakan Ayat-ayat Al-Qur’an Terkait. Untuk jenis penyakit lainnya, terutama yang disebabkan oleh gangguan jin, stres berat, atau masalah kejiwaan, Ustadz Darwen membacakan ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan dengan kondisi pasien. Setiap ayat dipilih berdasarkan jenis gangguan, dan biasanya ditambah dengan doa-doa dari hadis shahih. Pendekatan ini bersifat fleksibel, tergantung diagnosis spiritual yang beliau lakukan terhadap pasien. 10. Posisi Pasien Saat Diruqyah Bebas, Tergantung Kenyamanan. Walaupun idealnya pasien berbaring menghadap kiblat, namun Ustadz Darwen membolehkan posisi lain sesuai kenyamanan pasien, seperti duduk atau bahkan berdiri, tergantung situasi. 11. Pasien Dianjurkan untuk Dimandikan Saat Diobati (Waktu Fajr/Subuh). Sebagai pelengkap terapi, Ustadz Darwen menganjurkan agar pasien dimandikan sebelum atau selama proses pengobatan, khususnya di waktu fajr (sebelum matahari terbit). Secara keseluruhan, metode ini menekankan kepasrahan kepada Allah, penguatan akidah, dan pemurnian dari unsur syirik, sehingga pasien tidak hanya sembuh secara jasmani, tetapi juga diperkuat secara ruhani. Sedangkan tata cara pengobatan dari Ustadz Ridwan yaitu sebagai berikut : 1. Konsultasi Awal a. Pasien atau keluarga pasien datang langsung ke tempat Ustadz Ridwan untuk menyampaikan keluhan atau gejala yang dialami. b. Ustadz akan menanyakan secara rinci kondisi fisik dan psikis pasien, serta latar belakang peristiwa yang dialami (misalnya: mimpi buruk, gangguan tidur, rasa gelisah, sakit tanpa sebab medis, dll). c. Ustadz Ridwan akan memastikan bahwa pasien siap secara niat dan batin untuk menjalani pengobatan dengan cara-cara syar’i. 2. Arahan Membawa Air Minum a. Setelah konsultasi, Ustadz Ridwan meminta pasien untuk membawa atau membeli satu botol air mineral (biasanya air dalam kemasan seperti Aqua). b. Air ini akan menjadi media utama dalam proses pengobatan. 3. Pembacaan Ayat-ayat Al-Qur’an a. Ustadz Ridwan akan membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara langsung ke botol air yang telah dibawa oleh pasien. b. Beberapa ayat yang biasa dibacakan antara lain: Surah Al-Fatihah, Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255), Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, beberapa ayat syifa (penyembuhan) seperti QS. At-Taubah: 14, Yunus: 57, dan lainnya. c. Selama pembacaan, proses dilakukan dengan khidmat, penuh kekhusyukan, serta disertai dengan dzikir dan doa-doa memohon kesembuhan dari Allah SWT. d. Kadang disertai dzikir bersama atau pasien diminta untuk turut membaca doa dan istighfar. 4. Instruksi Pemakaian Air Ruqyah a. Setelah proses pembacaan selesai, air diberikan kembali kepada pasien dengan instruksi: • Air tersebut harus diminum setiap hari, dibagi dalam 3–4 kali minum, dan dihabiskan dalam waktu 3 hari, Saat meminum air, pasien dianjurkan untuk membaca Basmallah dan niat memohon kesembuhan dari Allah SWT, dan pasien dianjurkan menjaga wudhu, memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, dan menjauhi hal-hal yang dapat mengundang gangguan gangguan. 5. Monitoring dan Evaluasi a. Setelah 3 hari pengobatan dengan air ruqyah, pasien diharapkan kembali ke Ustadz Ridwan untuk menyampaikan perkembangan kondisi. b. Jika kondisi pasien menunjukkan perbaikan (fisik lebih segar, tidur nyenyak, tidak gelisah), maka pengobatan bisa dilanjutkan dengan air ruqyah tambahan atau cukup sampai di situ. c. Namun, jika setelah 3 hari tidak ada kemajuan atau gejala semakin berat, maka Ustadz Ridwan akan menyarankan tahap lanjutan berupa mandi dengan air ruqyah (pemandian ruqyah). Setelah tiga hari berturut-turut menjalani terapi minum air ruqyah kondisi pasien belum juga menunjukkan kemajuan atau kesembuhan, maka Ustadz Ridwan akan menganjurkan untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, yakni terapi mandi. Berikut tata caranya : 1. Langkah Pertama, Membacakan Ayat-Ayat Al-Qur’an ke Air dalam Ember. Air ini tidak sekadar air biasa, melainkan akan diubah menjadi air yang memiliki kekuatan spiritual. Caranya adalah dengan membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an ke dalamnya. Ayat-ayat yang direkomendasikan adalah ayat-ayat syifa (penyembuhan), seperti Surah Al-Fatihah yang merupakan induk dari segala surat, Ayat Kursi (Al-Baqarah: 255) untuk perlindungan, serta Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas yang berfungsi sebagai benteng perlindungan dari gangguan. 2. Langkah kedua, Menyiram Bahu dengan Air. Prosesi mandi dimulai dengan menyiram bahu secara perlahan. Tindakan ini bukan sekadar membasahi tubuh, tetapi merupakan langkah awal untuk melembutkan tubuh dan membuka aliran energi di bagian atas. 3. Langkah ketiga, Menyiram Kepala dengan Air. Setelah bahu, siramkan air dengan lembut ke kepala. Kepala adalah pusat kesadaran, pikiran, dan spiritualitas. Di sinilah sering kali stres, kecemasan, dan energi negatif menumpuk. 4. Menyiram dari Bahu Kanan ke Kaki, siramkan air dari bahu kanan secara menyeluruh hingga ke telapak kaki. Dalam tradisi Islam, sisi kanan identik dengan kekuatan positif dan semangat. 5. Menyiram dari Bahu Kiri ke Kaki, Setelah sisi kanan, siramkan air dari bahu kiri hingga ke kaki. Sisi kiri tubuh melambangkan aspek kelembutan dan ketenangan. Dengan menyiram sisi ini, tujuannya adalah untuk menyeimbangkan energi di dalam tubuh. Proses pembersihan ini memastikan harmoni antara kekuatan dan ketenangan dalam diri. 6. Mengurut dari Kepala ke Lengan, lakukan pengurutan perlahan dengan tangan dari kepala ke arah lengan. 7. Pengurutan dengan gerakan dari kening ke arah punggung. Gerakan ini sangat penting untuk mengalirkan ketegangan dan beban yang sering tersimpan di area kepala dan punggung. 8. Menyiram dan Mengurut Badan Sebelah Kanan, siramkan air ke bagian kanan tubuh, lalu lakukan pengurutan mulai dari urat punggung hingga ujung jari tangan. Urat punggung dianggap sebagai pusat distribusi energi dan saraf. Pengurutan di sepanjang jalur ini sangat penting untuk relaksasi, stimulasi energi, dan pembersihan yang lebih mendalam di sisi kanan tubuh. 9. Mengurut dari bagian kanan atas tubuh ke bawah hingga ke kaki atau jari-jari kaki. Pengulangan ini bertujuan untuk menyempurnakan proses pembersihan di sisi kanan tubuh, memastikan setiap energi negatif benar-benar dikeluarkan hingga ke ujung tubuh. 10. Menyiram dan Mengurut Badan Sebelah Kiri, Lakukan langkah yang sama seperti pada poin 8, tetapi di bagian kiri tubuh. Siram dan urutkan dari urat punggung sampai ujung jari tangan. Ini adalah bagian integral dari proses penyeimbangan energi tubuh, memastikan kedua sisi tubuh mendapatkan perlakuan yang seimbang untuk mencapai keharmonisan energi secara keseluruhan. 11. Mengurut Lagi Bagian Kiri Sampai Kaki, Ulangi proses pengurutan dari bagian kiri atas tubuh hingga ke bawah, sampai ke kaki atau jari-jari tangan. Langkah ini memastikan pembersihan total dari energi-energi yang mengganggu di sisi kiri tubuh. 12. Menyiram Kepala sampai Punggung dan Mengurut. Siramkan air dari kepala hingga ke punggung, lalu urutkan kembali ke bahu, punggung, dan pangkal paha. Gerakan ini menandai fase akhir dari pembersihan fisik, berfokus pada pusat-pusat energi utama di area punggung dan paha yang sering menampung ketegangan. Pengurutan ini membantu melonggarkan sisa-sisa energi negatif. 13. Menyiram dari Kepala ke Punggung. Ulangi siraman air dari kepala ke punggung sebagai penguatan proses sebelumnya. 14. Menyiram Badan Kanan Sampai Kaki. Kembali menyiram seluruh bagian kanan tubuh hingga ke kaki. Langkah ini dilakukan untuk menguatkan efek penyembuhan dan pembersihan yang telah dilakukan pada bagian kanan tubuh, memastikan sisi kanan benar-benar bersih dan siap menerima energi positif. 15. Menyiram Badan Kiri Sampai Kaki. Lakukan hal yang serupa di bagian kiri tubuh, memastikan seluruh tubuh telah tersiram air yang sudah diberkahi. Ini adalah siraman terakhir yang menutup proses pembersihan fisik secara menyeluruh. 16. Doa dan Pembacaan Spiritual di Bagian Tubuh. Langkah terakhir adalah pembacaan doa dan ayat penyembuhan. Ini adalah penutup spiritual yang menghubungkan usaha fisik dengan harapan pada kesembuhan dari Allah SWT. Pertama, bacakan Al-Fatihah ke kepala, bahu kanan, dan bahu kiri. Kemudian, bacakan hadis Nabi yang merupakan doa syifa: "Ya Allah, ya Tuhannya manusia, sembuhkanlah hambamu karena Engkaulah yang dapat menyembuhkan. Tiada yang dapat menyembuhkan kecuali kesembuhan dari-Mu, sembuh yang menghilangkan sakit (sebutkan sakitnya) dan menghilangkan seluruh penyakit. Aamiin ya Allah 3x, ya Rabbal 'Alamin." Lanjutkan dengan membaca: "Walahaula walakuata illa billa hil 'ali yul 'azim" yang artinya "Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Mahatinggi lagi Mahaagung." Setiap langkah dari proses ini tidak hanya bertujuan untuk menyembuhkan secara jasmani, tetapi juga sebagai sarana tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), menyeimbangkan energi tubuh, dan memperkuat keimanan. Air yang telah dibacakan ayat-ayat suci berfungsi sebagai media berkah, dan semua gerakan serta doa yang dilakukan mengandung makna simbolis dan spiritual yang mendalam. Setiap tahapan dalam mandi pengobatan ini mengandung nilai simbolik dan spiritual: Dan Air sebagai media pembersih bukan hanya jasmani, tetapi juga ruhani. Pengurutan sebagai sarana pelepasan beban batin dan penyelarasan energi tubuh, doa dan dzikir sebagai bentuk penyerahan total kepada Allah SWT sebagai satu-satunya Zat Yang Maha Penyembuh. B. Pandangan Masyarakat Jorong Bukit Gombak terhadap Pengobatan Tradisional yang Menggunakan Ayat- Ayat Al-Qur’an. ​​Menurut mayoritas masyarakat didesa jorong Bukit Gombak, menggunakan ayat-ayat al-Qur’an sebagai pengobatan ini cukup bagus. Hal tersebut juga dapat mereka yakini memberikan kesembuhan terhadap rasa sakit yang di derita para warga, dan tentunya atas izin Allah SWT. ​Praktik pengobatan tradisional dijorong Bukit Gombak umumnya dilakukan oleh tokoh agama yang membaca ayat-ayat Al-Qur’an tertentu, seperti Surah Al-Fatihah, Ayat Kursi, dan Surah Al-Ikhlas, sebagai bentuk doa penyembuhan. Media yang digunakan dapat berupa air putih, atau ramuan herbal. Proses ini sering kali disertai dengan ritual tertentu yang telah diwariskan secara turun-temurun. Sebagian besar masyarakat Jorong Bukit Gombak memiliki persepsi positif terhadap pengobatan ini. Mereka meyakini bahwa ayat-ayat Al-Qur’an memiliki kekuatan penyembuhan yang dapat membantu mengatasi penyakit, terutama yang tidak dapat dijelaskan secara medis. Kepercayaan ini diperkuat oleh pengalaman pribadi dan cerita dari sesama warga yang merasa sembuh setelah menjalani pengobatan tersebut. Namun, terdapat juga sebagian dari masyarakat yang mulai mempertanyakan efektivitas pengobatan ini, terutama generasi muda yang lebih terpapar pada pendidikan formal dan informasi medis modern. Mereka cenderung melihat pengobatan tradisional sebagai pelengkap, bukan sebagai metode utama dalam mengatasi penyakit. Warga sudah sangat terbiasa atau sudah sangat lumrah jika mendengar tentang pengobatan al-Qur’an, karna warga di Jorong Bukit Gombak hampir sama dengan desa-desa lain yang dimana jika desa tetangga atau desa yang jauh jaraknya dari Jorong Bukit Gombak masih lebih banyak menggunakan pengobatan konvensional. ​Ada beberapa faktor penyebab dipilihnya pengobatan al-Qur’an dibandingkan pengobatan konvensial atau modern yaitu : 1. Faktor Agama Masyarakat Jorong Bukit Gombak meyakini bahwa ayat-ayat Al-Qur’an memiliki kekuatan penyembuhan. Keyakinan ini didasarkan pada pemahaman bahwa Al-Qur’an adalah kalam Allah yang mengandung petunjuk dan rahmat bagi umat manusia. Praktik pengobatan ini sering kali dilakukan oleh tokoh agama atau individu yang dianggap memiliki pengetahuan mendalam tentang Al-Qur’an. Al-Qur’an selain sebagai mukjizat al-Qur’an juga hadir sebagai asy-syifa yaitu penyembuh atau obat. Yang dimana semua kalimat didalam al-Qur’an bisa menjadi penawar bagi semua penyakit yang diderita para masyarakat umum, dan khususnya di Jorong Bukit Gombak. Terlebih penyakit yang diderita pasien itu sinkron dengan ayat al-Qur’an yang dibacakan, maka lebih cepat reaksinya dan sangat manjur. Dan itu tentunya dengan izin Allah SWT. Penggunaan pengobatan Al-Qur’an ini juga tidak menggunakan media-media yang aneh-aneh bahkan pengobatan al-Qur’an ini media yang di gunakan sangat-sangat alamiah seperti yang sudah dianjurkan oleh agama. Seperti halnya madu, minyak kelapa sawit, daun, akar pohon, air putih, dan lain sebagainya. Seperti yang kita ketahui bersama dalam hadist yang diriwayatkan Abu Dawud, Rasulullah SAW melarang umatnya berobat dengan obat-obatan yang kotor. Suatu ketika, seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW tentang menggunakan khamer (arak) sebagai obat. Dan Rasulullah menjawab “Khamer itu bukan obat, tetapi penyakit.” 2. Faktor Tradisi Pengobatan al-Qur’an menjadi pilihan bagi masyarakat Jorong Bukit Gombak karena hal ini merupakan tradisi yang telah turun temurun yang diwariskan oleh generasi selanjutnya. Pengobatan al-Qur’an ini sudah ada sebelum pengobatan Konvesial (modern) ada, pengobatan al-Qur’an ini sudah ada pada zaman dahulu sehingga pengobatan al-Qur’an ini masih digunakan dalam penyembuhan suatu penyakit khususnya Jorong Bukit Gombak. Sebagian besar masyarakat Jorong Bukit Gombak memandang pengobatan tradisional berbasis ayat-ayat Al-Qur’an sebagai bagian integral dari tradisi yang harus dilestarikan. Mereka percaya bahwa praktik ini tidak hanya menyembuhkan penyakit fisik, tetapi juga memberikan ketenangan batin dan spiritual. Namun, terdapat juga generasi muda yang mulai mempertanyakan efektivitas metode ini dan lebih memilih pengobatan medis modern. Meskipun demikian, mereka tetap menghargai nilai-nilai tradisi yang terkandung dalam praktik tersebut. Maka dapat disimpulkan Pengobatan tradisional yang menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an dijorong Bukit Gombak merupakan cerminan dari integrasi antara adat dan agama dalam budaya Minangkabau. Praktik ini tidak hanya bisa berfungsi sebagai metode penyembuhan, tetapi juga sebagai sarana pelestarian nilai-nilai budaya dan spiritual masyarakat. Meskipun menghadapi tantangan dari perkembangan ilmu pengetahuan dan perubahan sosial, pengobatan tradisional ini tetap bertahan sebagai bagian dari identitas budaya yang kaya dan kompleks. 3. Faktor Finansial Dijorong Bukit Gombak, pengobatan tradisional yang memanfaatkan ayat-ayat Al-Qur’an masih menjadi pilihan utama bagi sebagian masyarakat. Hal ini tidak hanya didasarkan pada kepercayaan spiritual, tetapi juga pertimbangan finansial. Pengobatan modern sering kali memerlukan biaya yang tinggi, sementara pengobatan tradisional dianggap lebih terjangkau. Pengobatan tradisional berbasis ayat-ayat Al-Qur’an umumnya tidak mematok tarif tetap. Sebagian besar praktisi menerima imbalan secara sukarela dari pasien, sesuai dengan kemampuan dan keikhlasan mereka. Hal ini berbeda dengan pengobatan modern yang memiliki struktur biaya yang jelas dan sering kali memberatkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Masyarakat berpendapat bahwa pengobatan al-Qur’an lebih murah dari rumah sakit, selain itu cara pembayaranya juga tidak memberatkan karena masyarakat yang melakukan pengobatan tidak harus membayar uang muka. Jika ditinjau dari klasifikasi pasien yang datang ke tempat pengobatan tradisional atau pengobatan al-Qur’an ini mayoritas pekerjaanya buruh kasar, sopir, tani, sehingga wajar factor ekonomi yang menentukan dalam memilih tempat pengobatan. Disamping itu, pembayaran tidak hanya dilakukan dengan uang. Pembayaran untuk biaya pengobatan dapat juga dilakukan dengan cara lain yakni dengan cara memberikan barang sebagai pengganti uang seperti beras, gula, minyak, kelapa, dan lain sebagainya secara seiklasnya saja . Dapat disimpulkan faktor finansial memainkan peran penting dalam persepsi masyarakat Jorong Bukit Gombak terhadap pengobatan tradisional berbasis ayat-ayat Al-Qur’an. Karna keterjangkauan biaya, fleksibilitas imbalan, dan kesesuaian dengan nilai-nilai lokal menjadikan praktik ini tetap relevan dan dipercaya oleh masyarakat setempat. Kesimpulan ​Berdasarkan penelusuran dan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: 1. Proses Penggunaan Ayat-Ayat Al-Qur’an dalam Pengobatan Tradisional dilakukan oleh Ustadz Darwen Afrizal dan Ustadz Ridwan di Jorong Bukit Gombak sepenuhnya berlandaskan pada ruqyah syar’iyyah, tanpa unsur kesyirikan. Ustadz Darwen menggunakan metode ruqyah langsung dengan membacakan ayat-ayat Al-Qur’an seperti Al-Fatihah, Ayat Kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas kepada pasien, disertai dengan anjuran berzikir dan mandi menggunakan air ruqyah. Sementara itu, Ustadz Ridwan menggunakan metode pemberian air minum yang telah dibacakan ayat-ayat Al-Qur’an, dan jika diperlukan dilanjutkan dengan terapi mandi. Keduanya menekankan pentingnya kondisi spiritual pasien selama proses pengobatan. 2. Persepsi Masyarakat terhadap Pengobatan Tradisional dengan Ayat-Ayat Al-Qur’an memiliki pandangan yang sangat positif terhadap praktik pengobatan ini. Mereka meyakini bahwa pengobatan dengan ayat-ayat suci Al-Qur’an tidak hanya mampu menyembuhkan penyakit fisik, tetapi juga penyakit rohani atau gangguan yang bersifat nonmedis seperti gangguan makhluk halus. Pengobatan ini dianggap sebagai bentuk ikhtiar religius yang memperkuat keimanan serta kedekatan spiritual dengan Allah SWT. Oleh karena itu, metode ini diterima dengan baik dan dipercaya oleh masyarakat sebagai alternatif yang aman dan sesuai dengan ajaran Islam.

THE CORRELATION BETWEEN STUDENTS’ CRITICAL THINKING AND WRITING SKILLS IN DESCRIPTIVE TEXT AT THE 10TH GRADE STUDENTS OF MAN 1 AGAM

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRACT Ayu Syawilda, 2318059. “The Correlation Between Students' Critical Thinking and Writing Skills in Descriptive Text at The 10th Grade Students of MAN 1 AGAM” a thesis. English Education Department. UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2025. This research was conducted based on problems found in MAN 1 AGAM, particularly among 10th grade students. It was discovered that most students obtained low scores in their English writing tasks, experienced difficulty in generating and organizing ideas when writing descriptive texts, and lacked critical thinking skills. These issues led the researcher to investigate the correlation between students’ critical thinking and their writing skills in descriptive text. The researcher applied quantitative research using a correlational design. The total population consisted of 53 students. A purposive sampling technique was used to select one class (X.E.1), consisting of 19 students, as the main sample. Meanwhile, the other two classes (X.E.2 and X.E.3) were used to try out the instruments for validity and reliability. The research instruments included a critical thinking questionnaire and a descriptive writing test. Data were analyzed using SPSS to reduce human error. The findings showed that the correlation coefficient between students’ critical thinking and their writing skills was 0.430, indicating a moderate positive relationship. However, the significance value was 0.066, which is higher than the standard alpha level of 0.05. Therefore, it can be concluded that there is no statistically significant correlation between students’ critical thinking and their descriptive writing skills. Although the relationship was not significant, the moderate correlation suggests that students with stronger critical thinking skills tended to write better, even if not consistently across the sample. This study provides valuable insights for educators by highlighting the potential role of critical thinking in enhancing writing ability. Further research is recommended to investigate other factors that might influence students’ writing proficiency more significantly.

Kompetensi Guru PAI di SD Negeri 01 Tangah Kamang Hilia Kab Agam

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Kompetensi guru PAI di SD Negeri 01 Tangah, Kamang Hilia,Kab.Agam”, ditulis oleh Wildani 2120298, Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penulisan ini di latar belakangi oleh Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan akhlak siswa. Dalam proses pembelajaran, guru PAI di tuntut memiliki kompetensi Profesional, Pendagogik, Kepribadian serta sosial. Kompetensi Sosial menjadi aspek penting karna berkaitan langsung dengan kemampuan guru dalam menjalin hubungan yang baik dengansiswa, rekan kerja serta orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Kompetensi Sosial guru PAI di SD Negeri 01 Tangah, Kamang Hilia,Kab.Agam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Yaitu menggambarkan suatu keadaan atau peristiwa dalam bentuk kata-kata buka angka-angka, yang terjadi di lapangan. Informan kunci dalam penelitian ini adalah guru Pendidikan Agama Islam, Sedangkan Informan pendukungnya adalah Kepala Sekolah dan orang tua siswa yang peneliti jadikan sebagai informan pendukung. Kemudian dalam proses pengumpula data, penulis menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang peneliti gunakan yaitunya reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian di simpulkan bahwa guru PAI di SD Negeri 01 Tangah (1) Guru PAI terampil berkomunikasi dengan peserta didik, dari aspek ini dapat di pahami bahwa siswa dapat memahami bagaimana komunikasi serta prilaku guru yang baik dapat memberikan contoh kepada siswa di sekolah. (2) Guru PAI mampu bekerja sama, Guru PAI yang mampu bekerja sama baik dengan sesame guru, dengan kepala sekolah maupun orang tua siswa. (3) Mampu bergaul dengan peserta didik, sesama guru serta memahami lingkungan sekolah, guru PAI mampu menyesuaikan diri dengan berbagai karakter siswa, guru juga mampu menegahi konflik yang terjadi antara siswa serta guru PAI juga mampu menyesuaikan diri dengan kebijakan sekolah. (4) Bersikap simpatik, Guru PAI mampu menunjukkan sikap peduli dan simpatik terhadap siswa serta guru PAI terjun langsung dalam kegiatan sosial.

Analisis Pandangan PERTI (Persatuan Tarbiyah Islamiyah) Kota Bukittinggi Terhadap Nikah Misyar Perspektif Yusuf Al-Qaradhawi

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Muhammad Hasbi Wildani, NIM. 1121135. Judul skripsi: “Analisis Pandangan Ulama PERTI (Persatuan Tarbiyah Islamiyah) Kota Bukittinggi Terhadap Nikah Misyar Perspektif Yusuf Al-Qaradhawi”. Maksud dari judul ini adalah membahas secara mendalam bagaimana pandangan dari Ulama PERTI (Persatuan Tarbiyah Islamiyah) Kota Bukittinggi terhadap Nikah Misyar berdasarkan Perspektif Yusuf Al-Qaradhawi. Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syari’ah UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2025. Nikah Misyar secara tekstual mengisyaratkan bahwa adanya pelepasan hak dari istri terhadap suaminya. dimana pihak laki-laki tidak bertanggung jawab secara finansial terhadap pasangan misyarnya. Meski seperti itu Nikah Misyar dianggap sah karena memenuhi Rukun dan Syarat. Namun terdapat pelepasan beberapa hak dan kewajiban yang lazimnya melekat dalam institusi perkawinan Islam. Yusuf Al-Qardhawi mufti besar Mesir mengatakan hukum ini boleh namun tidak dianjurkan dan ulama ketika itu menganggap kelonggaran itu sebagai dalil hukum untuk membolehkan praktek nikah misyar, Inilah yang kemudian membuat Ulama berpendapat bahwa Yusuf AL-Qaradhawi terlalu longgar dalam menerapkan kaidah ushul fiqh terutama dalam aspek penerapan qiyas yang kurang tepat dan kurang dalam mempertimbangkan tujuan -tujuan esensial pernikahan dalam islam seperti pembentukan keluarga sakinah, perlindungan nasab dan tanggung jawab sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pandangan ulama PERTI (Persatuan Tarbiyah Islamiyah) Kota Bukittinggi secara mendalam terhadap pendapat Yusuf Al-Qaradhawi tentang nikah misyar dan bagaimana kemungkinan pelaksanaan nikah misyar di Kota Bukittinggi. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas ulama PERTI Kota Bukittinggi tidak sependapat dengan Yusuf Al-Qaradhawi mengenai nikah misyar, dengan ulama PERTI yang berpegang pada mazhab Syafi’i lebih berhati-hati dalam menetapkan hukum dan cenderung menolaknya karena dianggap tidak sesuai dengan prinsip pernikahan Islam yang ideal. Meskipun keduanya mengakui bahwa nikah misyar sah secara syariat, perbedaan terletak pada pendekatan istinbath hukum, di mana Al-Qaradhawi menggunakan pendekatan istislahi yang mempertimbangkan maslahat, sementara ulama PERTI mengutamakan qiyas yang lebih ketat. Sebagian besar ulama PERTI menolak pemberlakuan nikah misyar di Kota Bukittinggi karena bertentangan dengan norma sosial dan budaya setempat, meskipun ada beberapa yang membolehkan dengan syarat regulasi yang ketat untuk menghindari dampak negatif. Secara keseluruhan, meski nikah misyar dapat diterima dalam kondisi tertentu, penerapannya di masyarakat memerlukan pertimbangan sosial, budaya, dan hukum yang lebih luas.

Metode Pendidikan Akhlak Menurut Imam Al-Ghazali (Studi Analisis Kitab Ihya Ulum Al-Din)

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Wilda Sari. 20121017, Metode Pendidikan Akhlak Menurut Imam Al-Ghazali (Studi Analisis Kitab Ihya Ulumiddin) Krisis moral yang terjadi pada generasi muda menjadi perhatian serius. Penelitian ini mencoba mencari solusi melalui kajian mendalam terhadap pemikiran Imam Al-Ghazali tentang pendidikan akhlak dalam kitab Ihya Ulumuddin. Dengan menganalisis metode-metode yang beliau tawarkan, penelitian ini berusaha untuk menemukan relevansi pemikiran Al-Ghazali dalam konteks pendidikan akhlak saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode pendidikan akhlak yang dikemukakan oleh Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin. Studi ini akan mengungkap secara mendalam bagaimana Al-Ghazali menyusun strategi untuk membentuk karakter mulia pada individu. Melalui analisis isi, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan model pendidikan akhlak yang relevan dengan konteks pendidikan Islam kontemporer.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka sebagai instrumen utama. Fokus penelitian adalah pada kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali, khususnya bagian yang membahas tentang pendidikan akhlak.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Al-Ghazali tentang pendidikan akhlak masih relevan dengan konteks pendidikan saat ini dan dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi dalam mengembangkan kurikulum pendidikan akhlak yang lebih komprehensif.

Analisis dampak ekonomi digital pada sentra ukm rendang terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Lamposi Tigo Nagori Kota Payakumbuh

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilakukan agar mengetahui dampak ekonomi digital terhadap perkembangan UKM Rendang di Kecamatan Lamposi Tigo Nagori Kota Payakumbuh dan menganalisis bagaimana ekonomi digital menunjang kegiatan UKM sehingga usaha tersebut berkembang serta berdampak pada kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Lampon. Tigo Nagori Kota Payakumbuh Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui pengamatan, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan data menggunakan pengumpulan data, reduksi data penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Informa dalam penelitian ini adalah pelaku usaha dan juga masyarakat yang bekerja di UKM rendang yang ada di Kecamatan Lamposi Tigo Nagori Kota Payakumbuh. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemanfaatan ekonomi digital berupa penggunaan e-commerce dalam memasarkan produk usaha dianggap lebih efektif karena beberapa manfaat yang diberikan, seperti, pemasaran produk yang dilakukan di e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee dianggap lebih dapat meningkatkan penjualan dan keuntungan selain itu dengan menggunakan e-commerce baik penjual maupun pembeli akan lebih mudah mendapatkan produk yang diinginkan sehingga penggunaan waktu lebih efektif dan efisien

Analisis Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Anggota Produk Tabungan pada Koperasi LKMS Agribisnis Panampuang Prima Agam

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini disusun oleh Wilda Hariani Hsb dengan NIM 3320110, skripsi ini berjudul “Analisis Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Anggota Produk Tabungan pada Koperasi LKMS Agribisnis Panampuang Prima Agam” Jurusan S1 Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dengan menggunakan pendekatan Kualitatif di Koperasi LKMS Agribisnis Panampuang Prima Agam Tahun 2024, atas bimbingan Bapak Dr. H. Asyari,S.Ag.,M.Si. Latar belakang penulis mengangkat judul ini karena penulis melihat terdapat permasalahan dari segi kurangnya strategi pemasaran Koperasi LKMS Agribisnis Panampuang Prima Agam sehingga kurangnya minat masyarakat untuk menabung di Koperasi LKMS Agribisnis Panampuang Prima Agam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pemasaran dalam meningkatkan anggota produk tabungan di koperasi LKMS Agribisnis Panampuang Prima Agam. Jenis penelitian ini dilakukan dengan data kualitatif dengan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode observasi, wawancara secara langsung kepada manajer dan karyawan Koperasi LKMS Agribisnis Panampuang Prima Agam. Penelitian ini juga menggunakan metode analisis SWOT yang menggambarkan permasalahan yang terjadi di Koperasi LKMS Agribisnis Panampuang Prima Agam. Dengan metode analisis SWOT ini diharapkan dapat mengevaluasi serta menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan kebijaksanaan dari Koperasi LKMS-A tersebut. Berdasarkan analisis SWOT yang terjadi di Koperasi LKMS Agribisnis Panampuang Prima Agam ini mendapatkan hasil yang pertama berdasarkan analisis SWOT pada faktor eksternal EFAS menunjukkan bahwa skor ancaman lebih besar dibandingkan dengan skor peluang, sedangkan analisis faktor internal IFAS menunjukkan skor kelemahan lebih besar dari pada skor kekuatan. Kedua matriks SWOT yang dibuat menunjukkan bahwa skor Kekuatan+Peluang (SO) = 2,79. Kelemahan+Peluang (WO)= 3,45. Kekuatan+Ancaman (ST)= 2,85 dan Kelemahan+Ancaman (WT)= 3,51. Strategi utama yang digunakan yaitu strategi WT yang nilainya 3,51 Kedua ST, WO dan kemudian SO 2,79. Ketiga berdasarkan analisis SWOT Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Anggota Produk Tabungan di Koperasi LKMS Agribisnis Panampuang Prima Agam yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah anggota dan untuk mengembangkan lembaga.

PENGARUH KETERAMPILAN MENGAJAR GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN FASILITAS BELAJAR TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMPN 1 KAMANG MAGEK

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Wilda Irsyad, NIM. 20122035, “Pengaruh Keterampilan Mengajar Guru Pendidikan Agama Islam Dan Fasilitas Belajar Terhadap Motivasi Belajar Siswa di SMP N 1 Kamang Magek”, Tesis. Penelitian ini di latar belakangi oleh rendanya motivasi belajar peserta didik serta kurang lengkapnya fasilitas yang ada disekolah dan guru yang kurang menerapkan keterampilan dasar mengajar. Rumusan masalah dalam penellitian ini adalah : 1) Adakah pengaruh keteramplan mengajar guru PAI terhadap motivasi belajar siwa SMPN 1 Kamang Magek; 2) Adakah pengaruh fasilitas belajar terhadap motivasi belajar siswa SMPN 1 Kamang Magek; 3) Adakah pengaruh keterampilan mengajar guru PAI dan fasilitas belajar terhadap mitivasi belajar siswa SMPN 1 Kamang Magek. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) untuk menganalisi pengaruh keteramplan mengajar guru PAI terhadap motivasi belajar siwa SMPN 1 Kamang Magek;2) untuk menganalisis pengaruh fasilitas belajar terhadap motivasi belajar siswa SMPN 1 Kamang Magek; 3) untuk menganalisis pengaruh keterampilan mengajar guru PAI dan fasilitas belajar terhadap mitivasi belajar siswa SMPN 1 Kamang Magek. Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional dengan sumber data Siswa SMPN 1 Kamang Magek dengan jumlah responden 44 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan analisis data menggguakan regresi linear berganda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa : 1) Hasil pengujian B (koeefisisen) sebesar 0,171 dan uji “t” pada hipotesis I sebesar 3.750 ini berarti thitung > ttabel sebesar (3.750> 1.680) dan signifikansi t lebih kecil dari 0,05 (0.001 0,05 ) maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Keterampilan Mengajar Guru PAI (X1) berpengaruh signifkan terhadap Motivasi Belajar Siswa (Y) SMPN 1 Kamang Magek Hal ini menjelaskan Tingkat pengaruh Keterampilan Mengajar Guru PAI (X1) terhadap Motivasi Belajar Siswa (Y) adalah sebesar 17%. Sedangkan sisanya 83% dipengaruhi oleh faktor lain; 2) Hipotesis II pengujian nilai B sebesar 0,245 pengujian uji “t” (2.446 > 1.680) dan signifikansi (0,019 0,05) maka Fasilitas Belajar (X2) berpengaruh terhadap Motivasi Belajar Siswa (Y) SMPN 1 Kamang Magek hal ini menjelaskan Tingkat pengaruh Fasilitas Belajar (X2) terhadap Motivasi Belajar Siswa (Y) adalah sebesar 24%. Sedangkan sisanya76 % dipengaruhi oleh faktor lain; 3) Hipotesis III hasil Uji R adjusted Square sebesar 0,316 menunjukkan bahwa terdapat pengaruh secara Bersama-sama Keterampilan Mengajar Guru PAI (X1) dan Fasilitas Belajar (X2) terhadap Motivasi Belajar Siswa (Y) di SMPN 1 Kamang Magek, dengan presentase 31% sedangkan 69% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Berdasarkan hasul penelitian ini variable yang paling berpengaruh pada penelitian ini adalah fasilitas belajar

Komunikasi Persuasif Pengurus Yayasan Hubbul Wathan kepada Donatur Beasiswa Guguak Tabek Sarojo

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Banyaknya kehadiran lembaga dalam masyarakat mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap peran lembaga-lembaga sebagai panduan dalam kehidupan sehari-hari dan pemenuhan kebutuhan dasar manusia. Yayasan Hubbul Wathan didirikan sebagai respon terhadap keterbatasan pendidikan di Nagari Guguak Tinggi Tabek Sarojo, terutama pendidikan tingkat lanjut, dan inisiatif ini muncul dari keprihatinan tokoh-tokoh masyarakat. Yayasan tersebut berusaha menggalang dana untuk mendukung anak-anak berbakat yang menghadapi kendala ekonomi sehingga mereka dapat melanjutkan pendidikan. Jenis penelitian yang digunakan ialah oleh peneliti adalah penelitian kualitatif deskriptif. Peneltian kualitatif deskriptif lebih mengedepankan penelitian yang didasarkan pada perasaan serta lebih dominan pada aspek subjektif, metode ini tidak banyak menggunakan hitung-hitungan, angka, maupun statistik. Hanya dengan bermodalkan transkip wawancara dan dokumentasi serta pengamatan seorang peneliti. Secara keseluruhan, penelitian terhadap komunikasi persuasif yang diterapkan oleh pengurus Yayasan Hubbul Wathan kepada para donatur mengungkapkan bahwa mereka melakukan kegiatan pertemuan secara langsung yang dilakukan sekali tiga bulan dengan diadakannya rapat antara pengurus Yayasan Hubbul Wathan dan donatur, dan pendekatan ini dianggap tepat karena penyuluhan berupa materi mengenai keutamaan berzakat yang disampaikan melalui imbauan dan anjuran tanpa unsur paksaan. Pengurus Yayasan Hubbul Wathan menerapkan berbagai metode dan teknik komunikasi persuasif, termasuk Metode Icing, Metode Integrasi, Metode Asosiasi, Metode Pay Off and Fear Arousing, serta teknik yang digunakan terdiri dari teknik "Putting it up to you, teknik say it flowers, the yes response technique, dan bandwagon technique. Dengan menggunakan metode dan teknik ini, pengurus Yayasan Hubbul Wathan berusaha untuk memotivasi donatur agar mendukung program beasiswa melalui zakat dan kontribusi sukarela.

Analisis Strategi Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Agam Dalam Meningkatkan Kesadaran Muzzaki Petani Untuk Mengeluarkan Zakat di Kecamatan Lubuk Basung

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi dengan judul “Strategi Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Agam Dalam Meningkatkan Kesadaran Muzzaki Petani Untuk Mengeluarkan Zakat di Kecamatan Lubuk Basung”. Disusun oleh Gusma Wilda Nim. 3219071, Program Studi S1 Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian di latarbelakangi oleh ketertarikan penulis mengenai strategi Baznas dalam meningkatkan kesadaran muzzaki petani untuk mengeluarakan zakat dari hasil pertanian nya di Kecamatan Lubuk Basung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi Baznas dalam meningkatkan kesadaran muzzaki untuk mengeluarkan zakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang digunakan sebagai data primer, dan data sekunder diperoleh dari hasil wawancara. Dengan objek penelitiannya yaitu pihak Baznas Kabupaten Agam dan petani yang sudah tergolong muzzaki.Berdasarkan hasil penelitian bahwa strategi yang dilakukan Baznas dalam meningkatkan kesadaran muzzaki yaitu dengan cara, melakukan kerjasama dengan aparat pemerintah dan para ulama untuk membantu dalam mensoalisasikan atau melakukan penyuluhan di tengah-tengah masyarakat yang berprofesi sebagai petani tentang zakat pertanian, menyampaikan ceramah-ceramah tentang zakat pertanian, melalui media sosial, melalui khutbah jum’at dimana khatib tersebut akan lebih fokus membahas tentang zakat pertanian dan musyawarah meliputi memperkenalkan BAZ atau LAZ kepada masyarakat serta himbauan membayar zakat melalui Badan Amil Zakat Kabupaten Agam atau Lembaga Amil Zakat lainnya.

Stress Akademik Siswa dalam Menjalani Pembelajaran di SMPN 2 Lubuk Basung

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi mengenai permasalahan dalam belajar siswa terkait stress akademik siswa dalam menjalani pembelajaran di SMPN 2 Lubuk Basung, diantaranya respon pada pemikiran, perilaku, respon tubuh dan perasaan. Adapun permasalahan yang ditemukan yaitu stress akademik siswa tak mengerjakan tugas yang gurunya berikan, siswa berbicara dengan temannya saat belajar, siswa tidur di dalam kelas, siswa sakit kepala dan siswa melamun di kelas. Adapun rumusan masalah seberapa persen tingkat stress akademik siswa kelas VIII dalam menjalani pembelajaran di SMPN 2 Lubuk Basung. Tujuan penelitian ini ialah mencari tahu tingkat persentase yang jelas mengenai stress akademik siswa kelas VIII dalam menjalani pembelajaran di SMPN 2 Lubuk Basung. Jenis penelitian yang dilakukan ialah penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif. Populasi yang diteliti yakni 230 siswa, seluruh kelas VIII SMPN 2 Lubuk Basung. Sedangkan sampel yang diteliti berjumlah 70 siswa serta cara memperolehnya menggunakan teknik Proportional Random Sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode skala dengan instrument skala likert dengan jumlah instrument terdiri dari 24 item pernyataan serta telah dilakukan uji validasi dan reabilitas. Teknik analisis data dilakukan melalui Microsoft Excel dengan rumus persentase. Hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa secara keseluruhan stress akademik siswa dalam menjalani pembelajaran di SMPN 2 Lubuk Basung berada kategori tinggi yaitu 67,2%. Diantaranya indikator pemikiran dengan persentase skor sebesar 63,8% berada kategori tinggi, indikator perilaku dengan pesentase sebesar 73,6% berada kategori tinggi, indikator respon tubuh dengan persentase sebesar 65,8% berada kategori tinggi dan indikator perasaan dengan persentase sebesar 65,3% berada kategori tinggi. Perihal tersebut membuktikan siswa kelas VIII sudah jelas sekali mengalami stress akademik yang tinggi dalam proses pembelajarannya.

Motivasi siswa dalam pelaksanaan tahfizd al-qur'an juz 30 di SDN 01 Tangah Kabupaten Agam

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

iv ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Motivasi siswa dalam pelaksanaan tahfidz Al-qur‟an juz 30 di SDN 01 Tangah Kabupaten Agam”,ditulis oleh Wilda Febriani 2119043, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN SMDD Bukittinggi,2023. Latar belakang penulisan skripsi ini bahwa selama pelaksanaan program tahfidz Al-Qur‟an di SDN 01 Tangah Kabupaten Agam yang dilaksanakan pada hari selasa sampai dengan hari kamis, waktu pelaksanaannya pada jam 13.00-15.00. dalam pelaksanaannya guru menargetkan hafalan siswa dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 dari surah An-Naba‟ sampai dengan surah An-Nas dan tidak ditargetkan berapa surah yang dihafal setiap naik tingakatan kelasnya, tetapi jika para siswa kelas 6 akan lulus dari sekolah harus melunaskan target hafalan yang telah ditetapkan oleh sekolah yang harus dicapainya, walaupun para guru menargetkan hafalannya dari An-Naba‟ sampai dengan surah An-Nas mayoritas dari para siswa tidak mencapai hafalannya sehingga target hafalannya belum tercapai karena sebagian dari siswa yang tidak mengulang hafalannya dirumah sehingga saat setoran hafalan di sekolah tidak dapat melakukan setoran. Oleh karena itu muncul keinginan penulis untuk mengetahui bagaimana motivasi siswa dalam pelaksanaan tahfidz Al-Qur‟an juz 30 di SDN 01 Tangah Kabupaten Agam. Jenis Penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Deksriptif kualitatif adalah suatu bentuk penelitian yang ditunjukkan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang ada baik fenomena alamiah maupun rekayasa manusia. Sementara teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah observasi,wawancara, dan dokumentasi. Informan kunci dalam penelitian ini adalah para siswa kelas IV dan V, dan guru serta orang tua siswa yang menjadi informan pendukung. Dari pengamatan dan hasil wawancara yang penulis lakukan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa para siswa yang mengikuti program tahfidz ini mayoritas tidak memiliki motivasi serta cita-cita dan aspirasi sebagai penghafal al-Qur‟an, walaupun guru tahfidz sudah melakukan tugasnya dengan baik dan maksimal agar para siswa tersebut dapat mengikuti program ini sesuai dengan tujuan yang diharapkan tetapi hal ini belum sepenuhnya tercapai dan menjadikan program tersebut tidak optimal. Kata kunci : Tahfidz Al-Qur‟an,Motivasi,Menghafal Al-Qur‟an.

Dampak program tabungan utsman untuk membantu permodalan pedagang di kota Bukittinggi

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini disusun oleh Wilda Irsyad Nim 3319279, Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bkittinggi. dengan judul “Dampak Program Tabungan Utsman Untuk Membantu Permodalan Pedagang di Kota Bukittinggi (Studi Kasus : PT.BPRS Jam Gadang Bukittinggi)”. Penelitian ini dilatar belakangi karena terjadinya penyusutan modal usaha pedagang di kota Bukittinggi bahkan nyaris tidak memiliki modal usaha lagi yang disebabkan dengan kasus covid 19 yang melanda perekonomian masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dampak dari Program Tabungan Utsman untuk membantu modal pedagang yang ada di kota Bukittinggi. Dengan metode penelitian yang penulis gunakan yaitu metode kualitatif yang bersifat deskriptif, kemudian teknik pengumpulan Data yang dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan bahwa Dampak positf dari program Tabungan Utsman ini antara lain yaitu, pedagang yang ada di kota Bukittinggi yang kekurangan modal usaha sangat terbantu dengan adanya Program Tabungan Utsman tersebut dan Tabungan Utsman ini tidak menggunakan agunan sehingga tidak memberatkan nasabah khususnya Pedagang yang ada di kota Bukittinggi yang membutuhkan pinjaman untuk modal usaha, mereka dapat menggunakan produk pembiayaan utsman tersebut.sedangkan Dampak negatif dari Program tabungan utsman ini yaitu, dapat di lihat dari pembiayaan nasabah yang bermasalah mengakibatkan kualitas bi checking nasabah akan ditolak di bank manapun. Dan selanjutnya pembiayaan program tabungan utsman ini yang tidak memakai jaminan sangat fatal akibatnya bagi bank, hal ini dikarenakan hanya tergantung kepada system kepercayaan saja, jika nanti ada nasabah yang tidak membayar/ macet pembiayaannya akan berimbas kepada kredibilitas bank. Adapun dampak program tabungan utsman yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip perbankan syariah yaitu prinsip kemaslahatan yang dimana pihak bank tidak mendapatkan kemaslahatan tersebut.

Strategi Home Industri Karupuak Kamang dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Menurut Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus : Jorong Ladang Tibarau Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam)

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “STRATEGI HOME INDUSTRY KARUPUAK KAMANG DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM” (Studi Kasus : Jorong Ladang Tibarau Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam). Skripsi ini ditulis oleh Wilda Irsyad 3219235 Jurusan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Universitas Islam Negeri Sjech Djamil Djambek Bukittinggi. Skripsi ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemasaran dan pengenalan kepada masyarakat tentang produk yang mereka hasilkan dan mengakibatkan produk kurang laku terjual. Untuk mengatasi masalah tersebut dengan salah satu cara menerapkan strategi pemasaran. Strategi pemasaran harus dilakukan dengan efektif agar penjual dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara untuk meningkatkan penjualan produk agar masyarakat bisa sejahtera. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer yang di peroleh dari semua anggota home industry karupuak kamang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan melakukan observasi dan wawancara. Metode yang diapakai dalam penelitian ini adalah adalah analisis SWOT, Analisis Matrik IFE dan EFE, Analisis Matrik SWOT, dan Analisis Tabel Bobot Skor. Dari hasil penelitian penulis dapat dikemukakan bahwa strategi S-T memiliki skor tertinggi yaitu 4.129 dalam mengembangkan home industry yang memanfaatkan seluruh kekuatan perusahaan untuk meminimalkan ancaman dari luar perusahaan yaitu: 1)Mempertahankan keunggulan produk sehingga bisa bersaing dengan produk industry lain, baik dalam segi kualitas bahan yang digunakan atau dari segi kemasan yang dapat menarik minat konsumen. 2) Mempertahankan harga produk agar tetap terjangkau oleh konsumen yang mampu bersaing di pasaran. 3) Meningkatkan dan menjaga kualitas pelayanan yang ramah pada konsumen. Kata kunci (key words) : Strategi Home industry, SWOT.

PROFIL MINAT BELAJAR SISWA KELAS X MAN 4 MADINA PADA MATA PELAJARAN BIMBINGAN KONSELING TAHUN AJARAN 2021/2022

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi yang berjudul “Profil Minat Belajar Siswa Kelas X MAN 4 Madina Pada Mata Pelajaran Bimbingan Konseling Tahun Ajaran 2021/2022” ditulis oleh Wilda Cahyana NIM 2616012 Program Studi Bimbingan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi tahun 2022. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya permasalahan yang ditemukan di kelas X MAN 4 Madina tahun ajaran 2021/2022, ditemukan bahwa minat siswa terhadap mata pelajaran bimbingan konseling relatif rendah. Siswa juga beranggapan mata pelajaran bimbingan konseling adalah mata pelajaran yang tidak memerlukan jam belajar, karena materi yang disampaikan dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Ada juga siswa yang mengungkapkan bahwa dirinya berminat untuk mengikuti mata pelajaran bimbingan konseling, apabila materi yang disampaikan adalah materi yang dibutuhkan dan mendesak untuk dirinya. Jika materi dirasa tidak mendesak atau penting ia kurang berminat. dan Akibat dari rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran bimbingan konseling, siswa cenderung bermalas-malasan untuk masuk kelas dan merasa dapat bersantai meskipun waktu pembelajaran sudah dimulai. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan Minat Belajar Siswa Kelas X MAN 4 Madina Pada Mata Pelajaran Bimbingan Konseling Tahun Ajaran 2021/2022 Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif dengan Informan Kunci 8 orang siswa kelas X MAN 4 Madina dan Informan pendukung 1 orang guru BK yang mengampu kelas X MAN 4 Madina di Kelurahan Simpanggambir Kecamatan Linggabayu. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan metode wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah Reduksi Data, Display data dan verifikasi data. Untuk menguji keabsahan data yaitu dengan membandingkan apa yang dikatakan oleh orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakan sepanjang waktu. Hasil penelitian dari data yang didapatkan menunjukkan bahwa profil minat belajar dalam mengikuti kegiatan bimbingan konseling kelas X MAN 4 Mandailing Natal secara keseluruhannya masih kurang baik dengan artian Kategori Sedang. Dalam penelitian yang dilakukan dari aspek perasaan terdapat siswa yang memiliki perasaan senang dalam mengikuti kegiatan layanan bimbingan konseling,dan ada juga siswa yang merasa biasa saja karena siswa tersebut belum memahami dengan baik bagaimana bimbingan konseling akan berpengaruh dalam kehidupannya sehari-hari. Dan dari aspek perhatian siswa untuk belajar masih sangat kurang. Bahan pembelajaran yang diberikan terkadang bagi siswa kurang menarik perhatian serta kurangnya partisipasi siswa dalam berperan aktif mengikuti kegiatan bimbingan konseling yang dilaksanakan.