Abstrak
ABSTRAK Skripsi yang berjudul Judul Skripsi “Strategi Pengembangan Literasi Digital Guru Dalam Pembelajaran PAI Dan Budi Pekerti Di SMA 3 Payakumbuh” yang ditulis oleh Wilda Apriyani NIM 2122056. Program Studi Pendidikan Agama Islam. Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan. Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang ditemui seperti sebagian siswa disaat guru mengizinkan untuk mencari pembelajaran di internet siswa memberi banyak alasan dengan tidak ada paket internet, dan siswa banyak menyalahgunakan hp untuk kepetingan yang lain dari pada mencari materi pelajaran, itu mungkin di karenakan siswa tersebut emang kurang berminat di pembelajaran barbau digital, dll. Tujuan dilakukan penelitian ini Untuk mengetahui sejauh mana literasi digital dapat membantu guru dalam mengembangkan dan mencari informasi dalam pembelajaran PAI di SMAN 3 Payakumbuh dan mengetahui apa saja kendala utama guru dalam mengembangkan literasi digital pada pembelajaran PAI di SMAN 3 Payakumbuh. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan jenis penelitian (field research) penelitian lapangan. Penelitian ini berlokasi di SMA 3 Payakumbuh, waktu penelitian ini dimulai pada tanggal 27 April sampai dengan 1 Juni tahun 2026. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis datanya yakni reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan datanya yakni dengan menggunakan Teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan literasi digital dalam pembelajaran telah dioptimalkan oleh guru melalui penggunaan media presentasi PowerPoint (PPT) serta platform digital interaktif seperti Kahoot dan teka-teki digital yang mendukung penyampaian materi dan evaluasi pembelajaran. Penerapan teknologi tersebut memperoleh respons positif dari sebagian besar siswa karena membantu meningkatkan pemahaman materi melalui visualisasi yang lebih menarik, meskipun sebagian siswa masih cenderung menyukai metode pembelajaran konvensional seperti mencatat dari buku dan mendengarkan penjelasan guru secara langsung. Penelitian ini juga menemukan bahwa efektivitas media digital memiliki keterbatasan karena tidak semua materi pembelajaran dapat disajikan secara optimal melalui media visual. Selain itu, pemanfaatan literasi digital masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan akses jaringan Wi-Fi sekolah yang belum merata, ketidakstabilan sinyal internet, serta perbedaan kepemilikan perangkat dan kuota internet akibat kondisi ekonomi siswa yang beragam. Untuk mengatasi kendala tersebut, laboratorium komputer sekolah dimanfaatkan sebagai sarana pendukung agar seluruh siswa dapat mengakses teknologi pembelajaran secara lebih merata.