Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

Analisis Tingkat Pemahaman Maqashid Syariah dan digitalisasi Ekonomi (Studi Kasus pada Santri dan Pengelola Pondok Pesantren Darussalam Pinagar KAB. Pasaman Barat)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Perbankan Syariah•8 dilihat · 4 unduhan

Abstrak

Skripsi ini berjudul “ANALISIS TINGKAT PEMAHAMAN MAQASHID SYARIAH DAN DIGITALISASI EKONOMI (STUDI KASUS PADA SANTRI DAN PENGELOLA PONDOK PESANTREN DARUSSALAM PINAGAR KAB. PASAMAN BARAT)” yang disusun Oleh: Farhan Alfaridzi Pratama NIM. 3322276. Mahasiswa jurusan perbankan syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara perkembangan digitalisasi ekonomi dan tingkat pemahaman maqashid syariah di Pondok Pesantren Darussalam Pinagar, yang belum memiliki lembaga keuangan internal berbasis syariah serta menerapkan kebijakan larangan penggunaan telepon genggam bagi santri. Penelitian bertujuan untuk: (1) menganalisis tingkat pemahaman santri dan pengelola terhadap konsep maqashid syariah dan digitalisasi ekonomi; (2) mengidentifikasi pengaruh ketiadaan lembaga keuangan internal dan kebijakan larangan HP terhadap pemahaman tersebut; serta (3) mengkaji upaya integrasi nilai maqashid syariah dengan digitalisasi ekonomi di lingkungan pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis field research. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap 8 informan kunci (pengelola/guru) dan 36 informan pendukung (santri kelas 6) yang dipilih secara purposive sampling, dengan analisis data model Sugiyono dan keabsahan data melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pemahaman santri terhadap maqashid syariah tergolong rendah (47% tidak paham), sementara pengelola berada pada kategori sedang hingga cukup baik (35% paham, 45% cukup paham). Santri umumnya hanya memahami ekonomi syariah sebatas larangan riba dan belum memahami lima dimensi maqashid syariah secara utuh. Ketiadaan lembaga keuangan syariah internal membatasi ruang praktik ekonomi syariah santri, sementara larangan penggunaan HP memperlebar kesenjangan literasi digital antara santri dan pengelola. Dimensi hifz al-mal dan hifz al-aql merupakan dimensi yang paling lemah implementasinya. Upaya integrasi yang dilakukan pesantren, seperti pembelajaran fiqih muamalah dan digitalisasi sebagian sistem pembayaran, masih bersifat parsial dan belum terprogram sistematis.

Kata kunci

Kata Kunci: Maqashid Syariah, Digitalisasi Ekonomi,Literasi Digital.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Analisis Tingkat Pemahaman Maqashid Syariah dan digitalisasi Ekonomi (Studi Kasus pada Santri dan Pengelola Pondok Pesantren Darussalam Pinagar KAB. Pasaman Barat)2026 · oai:ais:skripsi:20457

Publikasi terkait