The Pre-Service Students’ Mathematical Connection Ability in Solving Integral Problems
<p> untuk melihat kemampuan Koneksi Matematis Mahasiswa dalam Pemecahan Masalah pada Perkuliahan Kalkulus Integral</p>
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
<p> untuk melihat kemampuan Koneksi Matematis Mahasiswa dalam Pemecahan Masalah pada Perkuliahan Kalkulus Integral</p>
ABSTRAK Skripsi ini merupakan skripsi yang disusun oleh salah satu mahasiswa program studi Pendidikan Matematika dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi 2023, yaitu Alfin Nadison dengan NIM 2419.063 yang berjudul Pengaruh Strategi Pembelajaran Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transfering (REACT) terhadap Kemampuan Koneksi Matematika Siswa di Kelas X SMAN 2 Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan koneksi matematika di kelas X SMAN 2 Ranah Batahan. Hal yang menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan koneksi matematika siswa, salah satunya yaitu pembelajaran yang diterapkan guru kurang tepat, serta kurangnya memaknai pembelajaran. Salah satu solusi yang dianggap dapat menyelesaikan masalah tersebut yaitu dengan menerapkan strategi pembelajaran Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transfering (REACT). Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh signifikan strategi pembelajaran Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transfering (REACT) terhadap kemampuan koneksi matematika kelas X SMAN 2 Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian ini merupakan penelitian Pra-Eksperimen menggunakan rancangan penelitian The Static Group Comparison. Populasi dari penelitian ini yaitu siswa kelas X SMAN2 Ranah Batahan. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Random Sampling, dengan sampel dalam penelitian ini yaitu kelas X.3 sebagai kelas Eksperimen dan kelas X.2 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes kemampuan koneksi matematika. Berdasarkan analisis data hasil penelitian dengan menggunakan uji-t, diperoleh bahwa kemampuan koneksi matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi pembelajaran REACT lebih baik dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi pembelajaran ekspositori. Hal ini dibuktikan dari perolehan nilai uji hipotesis dengan rumus t dengan taraf kepercayaan α = 0,05, diperoleh t_hitung = 1.796, t_tabel=1.672 jadi t>t_(1-α) maka tolak H_0 dan terima H_1. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dengan strategi pembelajaran relating, experiencing, applying, cooperating, transferring (REACT) terhadap kemampuan koneksi matematika siswa kelas X SMAN 2 Ranah Batahan Tahun Pelajaran 2023.
Siswa masih mengalami kesulitan dalam melihat kaitan antara satu topik matematika, baik dengan topik matematika lainnya maupun dengan disiplin ilmu lain dan dengan kehidupan sehari-hari dalam proses pembelajaran matematika di kelas. Hal ini dikarenakan unsur koneksi dalam pembelajaran jarang dimunculkan. Melihat kenyataan tersebut, maka perlu penggunaan strategi yang tepat untuk meningkatkan kemampuan koneksi siswa salah satunya penggunaan mind mapping. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif dengan rancangan Pretest-posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA SMAN 10 Padang dengan sampel kelas XI IPA4. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui tes awal, problem sheet berisi mind map, dan tes akhir pada materi limit dan turunan. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dan menggunakan statistika inferensial berupa uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan koneksi matematika siswa lebih baik dibandingkan sebelumnya. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa kemampuan koneksi matematika siswa meningkat setelah pembelajaran menggunakan mind mapping.
Berdasarkan analisis pendahuluan, ditemukan permasalahan pada materi perkuliahan bahwa banyak mahasiswa yang mendapat nilai rendah untuk mata kuliah kalkulus integral. Diantaranya disebabkan karena mahasiswa kurang berlatih. Padahal untuk dapat memahami mata kuliah ini mereka perlu banyak latihan, baik di kelas (saat perkuliahan) maupun di luar kelas. Mereka juga belum memahami bahwa belajar di perguruan tinggi sangat menuntut kemandirian dan kreatifitas.Selain itu, hasil wawancara dengan mahasiswa didapatkan kesimpulan bahwa mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep yang dijelaskan serta mencari penyelesaian dari soal kalkulus integral. Apabila diberikan tugas, mahasiswa meminta orang lain untuk mengerjakan tugas tersebut karena mereka tidak mengerti dengan materi yang dipelajari.Memecahkan permasalahan yang ada dalam materi kalkulus integralmahasiswa harus berpikir agar mampu memahami konsepkonsep dan mengaplikasikannya untuk mencari jawaban berbagai soal tersebut.Jenis penelitian ini adalah penelitian mix methods, yaitu suatu langkah penelitian dengan menggabungkan dua bentuk pendekatan dalam penelitian, yaitu kuantitatif dan kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian campuran merupakan pendekatan penelitian yang mengkombinasikan antara penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif.Instrumen penelitiannya adalah tes tertulis dan pedoman wawancara.Tekni Analisis data kuantitatif menggunakan skoring dan tabulasi data.Teknik analisis data kualitatif adalah mereduksi data, menyajikan data, dan verification.Hasil penelitian menunjukkan: kemampuan koneksi matematika dengan ilmu lain(bidang IPA) dan kemampuan koneksi matematika dengan kehidupan sehari-haritermasuk dalam kategori amat baik. Sedangkan kemampuan koneksi antar topik/konsep dalam matematikatermasuk dalam kategori sedang
Yeni Fitria /2415.139/ 2021 :Kemampuan Koneksi Matematika Siswa SMP Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Siswa Kelas IX. 7 SMP Negeri 1 Banuhampu Tahun Pelajaran 2021/2022 Penelitian ini dilatar belakangi oleh kesulitan siswa kelas IX.7 SMPN 1 Banuhampu dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Hal ini disebabkan, kemampuan koneksi siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika masih kurang. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah seberapa besar kemampuan koneksi matematika siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika kelas IX.7 SMP Negeri 1 Banuhampu dan kemampuan siswa dalam tiga indikator koneksi matematika, yaitu: koneksi antar topik matematika, koneksi matematia antar disiplin ilmu lain (IPA), dan koneksi matematika dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kemamampuan koneksi matematika siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika kelas IX.7 SMP Negeri 1 Banuhampu dan kemampuan siswa dalam tiga indikator koneksi matematika, yaitu: koneksi antar topik matematika, koneksi matematia antar disiplin ilmu lain (IPA), dan koneksi matematika dalam kehidupan sehari-hari. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX.7 SMP Negeri 1 Banuhampu yang berjumlah 32 orang. Data yang dikumpulkan adalah tes kemampuan koneksi matematika dalam menyeleaikan soal cerita matematika. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil kemampuan koneksi matematika. Data yang terkumpul dianalisis, sebelum data dianalisis dilakukan tahapan tabulasi data, menentukan persentase, menyajikan data, setelah itu mendeskripsikan dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan koneksi matematika siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika sebesar 55, 28 yang berkategori rendah. Siswa yang kemampuan koneksinya tinggi berjumlah 7 orang dengan persentase 23,33 %, Siswa yang kemampuan koneksinya sedang berjumlah 14 orang dengan persentase 46,67 %, dan Siswa yang kemampuan koneksinya rendah berjumlah 9 orang dengan persentase 30 %. Pada indikator koneksi antar topik matematika menunjukkan bahwa kemampuan koneksi matematika siswa berkategori rendah daripada indikator koneksi antar disiplin ilmu lain ( Matematika dengan IPA) dan koneksi dalam kehidupan sehari-hari. Dimana, kedua indikator tersebut kemampuan koneksinya berkategori tinggi.
ABSTRAK NURHADINA (NIM : 2417115) : Kemampuan Koneksi Matematika Siswa Kelas VIII MTsN 1 Agama Tahun Pelajaran 2021/2022. Penelitian ini dilatarbelakangi dari permasalahan yang terdapat dikelas VIII MTsN 1 Agam yaitu siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran karena proses pembelajaran masih berpusat pada guru, model pembelajaran yang diterapkan belum menuntut siswa berperan aktif serta kemampuan koneksi matematika siswa masih rendah salah satu alternative pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan ini adalah pendekatan contextual teaching ang learning merupakan pendekatan pembelajaran yang mengharuskan siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran. Pendekatan contextual teaching and learning ini dapat meningkatkan kemampuan koneksi matematika siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah kemampuan koneksi matematika siswa mengunakan pendekatan contextual teaching and learning lebih baik dari pada pembelajaran konvensional dikelas VIII MTsN 1 Agam tahun pelajaran 2021/2022? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan koneksi matematika siswa mengunakan pendekatan contextual teaching and learning lebih baik dari pada pembelajaran kovensional di kelas VIII MTsN 1 Agam tahun pelajaran 2021/2022 hipotesis dari penelitian ini adalah ”kemampuan koneksi matematika siswa yang mengunakan pendekatan contextual teaching and learning lebih baik dari pada pembelajaran kovensional di kelas VIII MTsN 1 Agam tahun pelajaran 2021/2022. Penelitian ini adalah penelitian pra-eksperiment. Dengan rancangan penelitian yaitu the static grup comparison desingn. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTsN 1 Agam Tahun Pelajaran 2021/2022 yang berjumlah 196 orang. Sampel penelitian diambil secara acak dengan terlebih dahulu dilakukan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji kesamaan rata-rata pada data populasi. Sampel dalam penelitian in adalah kelas VIII.2 sebagai kelas eksperiment dan kelas VIII.3 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kemampuan koneksi matematika siswa berupa tes uraian. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji-t. Bedasarkan analisis tes kemampuan koneksi matematika siswa yang dihitung dengan uji –t diperoleh = 2.64 dan = 1.67 kriteria pengujian diterima sedangkan ditolak. Bedasarkan perhitungan diperoleh yaitu 2.64 1.67 sehingga ditolak. sofware minitab diperoleh kesimpulan bahwa kedua perhitungan tersebut menghasilkan hasil yang sama yaitu sama-sama ditolak
ABSTRAK Skripsi ini atas nama Silvia Hani Fatunnisa, 2416099 yang berjudul “Kemampuan Koneksi Matematis Siswa Kelas VII.4 SMPN 1 2 x 11 Kayutanam Tahun Pelajaran 2019/2020”, Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Bukittinggi Tahun 2020. Penelitian ini dilaterbelakangi oleh adanya permasalahan yang ditemukan di kelas VII.4 SMPN 1 2 x 11 Kayutanam. Berdasarkan observasi dan wawancara yang telah dilakukan yaitu kemampuan koneksi matematis siswa dalam pembelajaran matematika masih rendah. Siswa kesulitan dalam mengaitkan antar konsep matematika atau dengan kehidupan sehari-hari. Karena kesalahan tersebut siswa tidak dapat menjawab atau menemukan solusi yang tepat dari permasalahan yang diberikan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kemampuan koneksi matematis siswa kelas VII.4 SMPN 1 2 x 11 Kayutanam Tahun Pelajaran 2019/2020. Berdasarkan rumusan masalah tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan koneksi matematis siswa kelas VII.4 SMPN 1 2 x 11 Kayutanam tahun pelajaran 2019/2020. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di kelas VII.4 SMPN 1 2 x 11 Kayutanam yang berjumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, berupa lembar jawaban ulangan harian 1 materi perbandingan yang dianalisis sesuai dengan rubrik penskoran kemampuan koneksi matematis. Data yang terkumpul dianalisis dengan prosedur analisis hasil kerja, manyajikan data, dan menarik kesimpulan. Berdasarkan analisis hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: kemampuan koneksi matematis siswa kelas VII.4 SMPN 1 2 x 11 Kayutanam tahun pelajaran 2019/2020 secara keseluruhan memiliki kategori sedang dengan rata-rata nilai 55,56. Pencapaian kemampuan koneksi matematis per indikator kemampuan koneksi matematis dengan rincian rata-rata nilai indikator berdasarkan aspek koneksi antar topik matematika yaitu 43,86 dengan kategori rendah, indikator berdasarkan aspek koneksi dengan disiplin ilmu lain yaitu 80,70 dengan kategori tinggi, indikator berdasarkan aspek koneksi dengan dunia nyata atau koneksi dengan kehidupan sehari-hari yaitu 42,11 dengan kategori rendah.
ABSTRAK Skripsi ini atas nama Syurya Netti, 2414. 043. Yang berjudul “ Hubungan Kemampuan Koneksi Matematika Dengan Gaya Belajar Siswa Di MTsN 2 Agam”, Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negri Bukittinggi Tahun 2020. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh gaya siswa dalam belajar matematika yang berbeda dan koneksi matematika yang rendah, hal ini terlihat dari rata-rata nilai ulangan harian siswa dikelas VIII MTsN 2 Agam tahun ajaran 2019/2020. Hal ini diduga disebabkan oleh pembelajaran yang masih monoton, guru hanya fokus pada penyelesaian materi dan tidak memberikan waktu jeda istirahat pada siswa untuk merefleksi materi-materi yang telah diberikan. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah apakah Kemapuan Koneksi Matematika memiliki hubungan dengan Gaya Belajar Sisa di kelas VIII MTsN 2 Agam. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Hubungan kemampuan koneksi matematika dengan gaya belajar siswa . Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat Hubungan yang signifikan antara kemampuan koneksi Matematika siswa dengan Gaya Belajar siswa di kelas VIII MTsN 2 Agam. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII MTsN 2 Agam. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan terlebih dahulu dilakukan uji normalitas, uji homogenitas serta uji kesamaan rata-rata pada data populasi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa siswa siswa kelas VIII.1, VIII.2, VIII.3 dan VIII.4 yang terpilih secara acak. Data penelitian diperoleh dari tes kemampuan koneksi dan angket gaya belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh r_hitung= 0,255 dengan t_hitung=1,374 maka H_0diterima serta koefisien determinasi sebesar 6,5%.Dapat disimpulkan bahwa kemampuan koneksi matematika memiliki hubungan dengan gaya belajar siswa. Adapun tingkat hubungan kedua variabel penelitian ini berdasarkan interpretasi koefisien korelasi nilai r yaitu pada tingkat 0,200,2550.399 sehingga korelasi antara kedua variabel rendah.
ABSTRAK Mirawati, Nim 2415.010: “Pengaruh Kemampuan Koneksi Matematis Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Di Kelas VIII SMPN 3 Palembayan”. Jurnal Pendidikan Matematika. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. IAIN Bukittinggi 2020. Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil wawancara dan observasi peneliti di SMPN 3 Palembayan, terlihat kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih kurang maksimal, diduga kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dipengaruhi oleh kemampuan koneksi matematis. Hal ini bisa dilihat dari nilai kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang rendah dan sangat rendah berkisar 28% dan 35%, sedangkan nilai kemampuan koneksi matematis yang kurang dan sangat kurang berkisar 27% dan 29%. Berdasarkan kondisi tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan rumusan masalah: Apakah terdapat Pengaruh yang Signifikan Kemampuan Koneksi Matematis terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa di Kelas VIII SMPN 3 Palembayan. Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah: “Terdapat Pengaruh yang Signifikan Kemampuan Koneksi Matematis terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa di Kelas VIII SMPN 3 Palembayan”. Penelitian ini merupakan penelitian regresi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 3 Palembayan. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan terlebih dahulu dilakukan uji normalitas, dan uji homogenitas pada data populasi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 23 orang siswa dari 117 siswa populasi. Penelitian ini menggunakan uji t. Uji t digunakan untuk mencari uji kebermaknaan regresi. Persamaan regresi sederhana untuk kemampuan koneksi matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa adalah Y = 0,536 + 0,768X dengan korelasi 0.760 dan KP sebesar 57,829%. Hasil pengujian hipotesis secara persial diperoleh t_hitung= 5,366 dan t_tabel = 1,71. Jadi dapat disimpulkan terdapat pengaruh kemampuan koneksi matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII SMPN 3 Palembayan.
Skripsi ini atas nama Imelda Julia Fista, 2414.104 yang berjudul “Pengaruh Kecemasan Matematika Siswa Terhadap Kemampuan Koneksi Matematika Siswa Kelas VII MTsN 4 Pasaman Barat”, Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Bukittinggi Tahun 2019. Penelitian ini dilatar belakangi oleh tingginya kecemasan siswa dan kemampuan koneksi matematika yang rendah, hal ini terlihat dari rata-rata nilai ulangan harian siswa dikelas VII MTsN 4 Pasaman Barat tahun ajaran 2018/2019. Hal ini diduga disebabkan oleh pembelajaran yang masih monoton, guru hanya fokus pada penyelesaian materi dan tidak memberikan waktu jeda istirahat pada siswa untuk merefleksi materi-materi yang telah diberikan. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah apakah kecemasan berpengaruh terhadap Kemapuan Koneksi Matematika di kelas VII MTsN 4 Pasaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecemasan terhadap kemampuan koneksi belajar matematika. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh kecemasan terhadap kemampuan koneksi siswa kelas VII MTsN 4 Pasaman Barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian regresi dengan rancangan penelitian simple random sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VII MTsN 4 Pasaman Barat. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan terlebih dahulu dilakukan uji normalitas, uji homogenitas serta uji kesamaan rata-rata pada data populasi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII.2 sebagai kelas eksperimen, kelas VII.1 dan VII.3 sebagai kelas kontrol. Data penelitian diperoleh dari angket kecemasan dan tes kemampuan koneksi. Persamaan regresi untuk kecemasan adalah Y = 9,176+ 0,448X dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan kecemasan terhadap kemampuan koneksi matematika siswa kelas VII MTsN 4 Pasaman Barat Tahun Pelajaran 2018/2019.
ABSTRAK Radhiatur Rahmi/ 2413.079/ 2017 : “Pengaruh Model Pembelajaran Connecting Organizing Reflecting Extending Terhadap Kemampuan Koneksi Matematika Siswa Kelas XI IPA MAN 1 MODEL Bukittinggi Tahun Ajaran 2017/2018” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan koneksi matematika siswa yang dilihat dari kecenderung siswa berpikir pasif dan siswa lebih suka menghafal rumus-rumus sehingga banyak siswa yang kurang memahami konsep dan mengaitkan antar konsep matematika. Salah satu alternatif pembelajaran yang diduga dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran Connecting Organizing Reflecting Extending (CORE). Rumusan masalah pada penelitian ini adalah apakah kemampuan koneksi matematika siswa dengan mengikuti model pembelajaran (CORE) lebih baik daripada pembelajaran konvensional di kelas XI MAN 1 MODEL Bukittinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi apakah kemampuan koneksi matematika siswa kelas XI IPA MAN 1 MODEL Bukittinggi yang menggunakan model pembelajaran Connecting Organizing Reflecting Extending (CORE) lebih baik daripada pembelajaran konvensional. Hipotesis dalam penelitian ini adalah “Koneksi matematika siswa yang mengikuti pembelajaran model CORE lebih baik daripada koneksi matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional di kelas XI IPA MAN 1 MODEL Bukittinggi”. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimen dengan rancangan penelitian The Static Group Comparison Design: Randomized Control Group Only Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI MAN 1 MODEL Bukittinggi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 3 sebagai kelas kontrol. Data penelitian diperoleh dari tes kemampuan koneksi matematika (tes akhir). Berdasarkan analisis hasil tes kemampuan koneksi matematika pada taraf nyata α=0,05 dengan menggunakan uji-t, diperoleh Karena thitung > t(0.95,73) yaitu 2,50>1,67. Sehingga berdasarkan hasil tersebut tolak H0 dan terima H1. Jadi dapat disimpulkan kemampuan koneksi matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Connecting Organizing Reflecting Extending (CORE) lebih baik daripada pembelajaran konvensional di kelas XI IPA MAN 1 MODEL Bukittinggi.