Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Perilaku Menyontek
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

HUBUNGAN ADVERSITY QUOTIENT DENGAN PERILAKU MENYONTEK SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS XII IPS SMAN 1 BASO TAHUN PELAJARAN 2021/2022

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Alina Rahmadani/ 2416.088 : “Hubungan Adversity Quotient Dengan Perilaku Menyontek Siswa Pada Pembelajaran Matematika Kelas XII IPS SMA Negeri 1 Baso” Penelitian ini dilatarbelakangi karena masih banyak siswa yang meyontek dan daya juang siswa yang kurang pada proses pembelajaran matematika. Berdasarkan observasi yang dilakukan dikelas XII IPS, dimana di dalam proses pembelajaran matematika kurangnya semangat siswa dalam belajar, dalam proses pembelajaran masih kurangnya partisipasi siswa dalam pembelajaran. kurang yakinnya siswa dalam menjawab pertanyaan dari guru. Kurangya antusias siswa dalam proses pembelajran, Dan ketika pemberian kuis siswa terlihat beberapa siswa yang sangat antusias untuk belajar sampai waktu yang ditentukan, ada siswa yang belajar sebentar lalu melakukan kegiatan yang lain, dan ada juga siswa yang tidak belajar, dan dalam menyelesaikan tugas, hanya beberapa siswa yang berusaha mengerjakan dan ada juga siswa yang menyerah dan hanya menunggu jawaban teman, sehingga nilai siswa masih banyak yang di bawah KKM. Rendahnya nilai siswa tersebut karna materi yang diajarkan siswa kurang paham dan menoton, dan kurang yakinnya siswa dengan jawaban yang dijawabnya, sehingga siswa kurang bersemangat untuk belajar. Adapun rumusan masalah dalam penelian ini adalah: apakah ada hubungan yang signifinikan antara adversity quotient dengan perilaku menyontek siswa pada pembelajaran matematika kelas XII IPS SMA Negeri 1 Baso. Penelitian ini adalah penelitian korelasi korelasional, dimana sifat penelitian ini adalah Ex Post Fackto. Dimana populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII IPS SMA Negeri 1 Baso yang berjumlah 100 orang. Sampel sebanyak 25 orang siswa. Pengambilan sampel penelitian diambil secara acak terlebih dahulu dilakukan uji normalitas, homogenitas dan kesamaan rata-rata pada populasi. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket adversity quotient dan angket perilaku menyontek. Peneliti melakukan uji korelasi sederhana (r) yaitu -0,602 dan koefisien determinansi Kd = 36,18%. Dapat disimpulkan bahwa adversity quotient memiliki hubungan 36,18% terhadap perilaku menyontek siswa kelas XII IPS SMA Negeri 1 Baso. Dari perhitungan penelitian tersebut diproleh thitung= -3,61 ttabel = 1,708, dimana thitung ttabel sehingga dapat disimpulkan H0 diterima dan H1 ditolak yaitu tidak ada hubungan yang signifikan antara adversity quotient dengan perilaku menyontek siswa pada pembelajaran matematika kelas XII IPS SMA Negeri 1 Baso

5 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh teknik kontrak perilaku terhadap perilaku menyontek siswa di SMP Negeri 1 Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Putri Rahmadayani Nim 2615112, skripsi ini berjudul pengaruh teknik kontrak perilaku terhadap perilaku menyontek siswa di smp negeri 1 luhak nan duo kabupaten pasaman barat. Program studi bimbingan dan konseling fakultas tarbiyah dan ilmu keguruan institut agama islam negeri (IAIN) Bukitinggi. Perilaku menyontek merupakan segala perbuatan atau trik-trik yang tidak jujur, perilaku tidak terpuji, dan curang yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh keberhasilan. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya beberapa orang siswa yang terindikasi melakukan perbuatan perilaku menyontek pada saat ujian atau evaluasi pembelajaran berlangsung. Untuk menyikapi permasalahan menyontek tersebut maka perlu diberikan bantuan yaitu layanan konseling individual menggunakan kontrak perilaku. Tujuan penelit adalah untuk mengetahui pengaruh kontrak perilaku dalam konseling individual untuk mengatasi perilaku menyontek siswa di SMPN 1 luhak nan duo kabupaten pasaman barat. Penelitian ini tergolong penelitian pre-eksperimen model one group pretest posttest design. Populasi adalah siswa kelas VIII di SMPN 1 Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat berjumlah 38 siswa, sedangkan sampel penelitian adalah siswa/siswi yang terindikasi melakukan perilaku menyontek yang diambil berdasarkan teknik purposive sampling dan hasil pretest yang berjumlah 5 orang. Instrumen pengumpulan data adalah skala likert. Teknik analisis data menggunakan uji statistik non parametik dengan metode wilcoxon signed prank test dengan bantuan product and service solutions (SPSS) versi 24.00. Dari perhitungan hasil skor skala yang diolah menggunakan SPSS versi 24, diperoleh hasil perilaku menyontek siswa sebelum perlakuan (pretest) diperoleh mean 79,00, ini tergolonh pada kriteria sedang. Sedangkan setelah perlakuan (posttest) meannya menjadi 65,80 ini tergolong pada kriteria rendah. Hasil perhitungan menunjukkan perbedaan antata nilai pretest dengan nilai posttest. Pernyataan ini berdasarkan nilai zhitung sebesar sebesar 2,023 sementara ztabel dengan degree of freedom (df) 4 diperoleh 1,96 pada taraf signifikan 0,05. Maka dapat diketahui nilai zhitung>ztabel yaitu 2,023>1,96, sehingga ada perbedaan rata-rata nilai tes antata sebelum diberikan perlakuan kepada siswa yang melakukan perbuatan menyontek dan setelah diberikan perlakuan kepada siswa yang melakukan perbuatan menyontek sehingga Ho ditolak dan Hi diterima.

5 dilihat · 1 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Perilaku Menyontek Siswa Berdasarkan Gender Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas IX MTsS Terpadu Guguak Randah Kabupaten Agam.

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANNISA/2416084/2021: “Perilaku Menyontek Siswa Berdasarkan Gender Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas IX MtsS Terpadu Guguak Randah Kabupaten Agam”. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya permasalahan yang ditemukan di kelas IX MTsS Terpadu Guguak Randah dimana pada saat observasi siswa masih ada yang menyontek ketika ujian matematika dan dilihat dari hasil belajarnya ada nilai yang sama,. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana perilaku menyontek siswa laki-laki dan siswa perempuan di kelas IX MTsS Terpadu Guguak Randah?. Berdasarkan rumusan masalah tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku menyontek siswa laki-laki dan siswa perempuan di kelas IX MTsS TERPADU GUGUAK RANDAH KABUPATEN AGAM. Jenis penelitian ini adalah deskritif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX MTsS Terpadu Guguak Randah. Data yang dikumpulkan berupa angket perilaku menyontek siswa laki-laki dan siswa perempuan. Data yang terkumpul dianalis dengan prosedur analisis hasil kerja, meyajikan data dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis penelitian dapat disimpulkan bahwa perilaku menyontek kelas IX siswa laki-laki dengan rata-rata 48,42% dan siswa perempuan dengan rata-rata 43,68%. Berdasarkan analisis yang dilakukan pada setiap indikator perilaku menyontek siswa, pada indikator pertama yaitu menanyakan jawaban pada teman siswa laki-laki 51,58% dan siswa perempuan 50%. Indikator melihat jawaban teman siswa laki-laki 45,26% dan siswa perempuan 46,26%. Indikator melihat catatan siswa laki-laki 32,63% dan siswa perempuan 37,70%. Indikator menggunakan kode-kode tertentu untuk saling bertukar jawaban siswa laki-laki 39,47% dan siswa perempuan 53,09%. Indikator menanyakan rumus untuk menjawab soal siswa laki-laki 54,21% dan siswa perempuan 53,09%. Indikator mencari kepastian jawaban yang benar dari teman siswa laki-laki 52,90% dan siswa perempuan 54,12%. Indikator menanyakan cara menjawab soal siswa laki-laki 51,84% dan siswa perempuan 52,94%. Indikator melihat rangkuman materi tes siswa laki-laki 45,61% dan siswa perempuan 59,61%. Kata kunci: Perilaku Menyontek, Gender

4 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Pendekatan Behavioristik dalam Konseling Kelompok untuk Mengurangi Perilaku Menyontek di SMPN 1 Kecamatan Mungka

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pepi Komala Sari, NIM. 2615056, Skripsi ini berjudul “Pengaruh Pendekatan Behavioristik Dalam Konseling Kelompok Untuk Mengurangi Perilaku Menyontek”. Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi Tahun 2020. Perilaku Menyontek merupakan segala perbuatan atau trik-trik yang tidak jujur, perilaku tidak terpuji, dan curang yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh keberhasilan. Perilaku ini biasanya dilakukan dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik terutama yang berkaitan dengan ujian atau evaluasi dengan mengabaikan aturan-aturan dan kesepakatan yang ada. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya beberapa orang siswa yang terindikasi melakukan perilaku menyontek pada saat ujian atau evaluasi pembelajaran berlangsung. Terindikasi beberapa orang siswa bertanya kepada teman di sampingnya pada saat ujian, melihat langsung jawaban temannya, membuat jimat atau contekan, menulis contekan ditangan, bahkan ada siswa yang berani melihat buku catatan pada saat ujian. Untuk menyikapi permasalahan menyontek tersebut maka perlu diberikan bantuan yaitu layanan konseling kelompok menggunakan pendekatan behavioristik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan pendekatan behavioristik dalam konseling kelompok untuk mengatasi perilaku menyontek siswa di SMPN 1 Kecamatan Mungka. Penelitian ini tergolong penelitian Pre-Eksperimen model One Group Pretest Posttest Design. Populasi adalah seluruh siswa kelas VIII di SMPN 1 Kecamatan Mungka yang berjumlah 83 orang, sedangkan sampel penelitian adalah siswa/siswi yg terindikasi melakukan perilaku menyontek yang diambil berdasarkan teknik purposive sampling dan hasil pretest yang berjumlah 8 orang. Instrumen pengumpulan data adalah skala Likert. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon, dan dalam pengkorelasian variabel penelitian menggunakan Statistical and Service Solution (SPSS) versi 22. Hasil penelitian diperoleh bahwa berdasarkan hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai sig. p-value sebesar 0,012 lebih kecil dari nilai α yaitu 0.05 yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara perilaku menyontek siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Artinya pendekatan behavioristik dalam konseling kelompok efektif untuk mengatasi perilaku menyontek siswa. Dengan demikian pendekatan behavioristik dalam konseling kelompok dapat menjadi salah satu alternatif oleh guru BK untuk mengatasi perilaku menyontek siswa di SMPN 1 Kecamatan Mungka. Kata Kunci : Pendekatan Behavioristik, Konseling Kelompok, Perilaku Menyontek

5 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

HUBUNGAN FEELING OF INVERIORITY DENGAN PERILAKU MENYONTEK SISWA DI MAN 4 AGAM

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Dinta Yulia Rahmah, NIM. 2615122, Skripsi ini berjudul “Hubungan Feeling Of Inferiority dengan Perilaku Menyontek Siswa di MAN 4 Agam”. Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam (IAIN) Bukittinggi Tahun 2019. Perilaku menyontek adalah suatu perbuatan atau cara-cara yang tidak jujur, curang dan menghalalkan berbagai cara untuk mencapai nilai yang terbaik dalam mengerjakan tugas, ulangan atau ujian pada setiap mata pelajaran. Faktor internal seseorang melakukan perilaku menyontek adalah karena siswa memiliki feeling of inveriority. Sedangkan faktor eksternal yaitu adanya pengaruh dari teman sebaya, tuntutan dari orang tua, dan peraturan disekolah. Terjadinya perilaku menyontek sering terkait dengan feeling of inveriority. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi dimana siswa di MAN 4 Agam saat pelaksanaan latihan ataupun ulangan cenderung mengandalkan temannya yang lebih pandai karena mengalami feeling of inveriority untuk mengerjakan tugas secara mandiri, rasa cemas yang berlebihan saat akan menghadapi ulangan, keinginan akan nilai tinggi karena takut dicemooh ketika memperoleh nilai yang rendah. Metode penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian kuantitatif dengan jenis korelasional. Penelitian korelasional merupakan penelitian yang dilakukan untuk hubungan antara variabel-variabel yang diteliti. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MAN 4 Agam sebanyak 133 siswa.. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling yaitu pengambilan sampel dengan mengambil perwakilan atau 25% dari jumlah total seluruh populasi yang artinya jumlah sampel yang diambil sebanyak 34 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan intrumen feeling of inferiority dan perilaku menyontek siswa sedangkan penskoran hasil instrumen menggunakan alternatif jawaban dari skala Likert. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh hasil rhitung 0,638 > rtabel 0,349 bahwa Ho ditolak sedangkan Ha diterima, artinya terdapat korelasi (hubungan) yang signifikan antara feeling of inferiority dengan perilaku menyontek siswa. Interpretasi product moment dapat disimpulkan bahwa 0,638**terletak (0.60-0.799) yaitu antara variabel X (feeling of inferiority) dan variabel Y (perilaku menyontek siswa) terdapat korelasi yang artinya berkorelasi kuat/tinggi. Hendaknya siswa lebih mampu percaya terhadap potensi yag dimiliki apalagi dalam proses pembelajaran sehingga siswa mampu dengan lebih percaya mengerjakan tugas dengan kemampuan yang dimiliki. Kunci : Feeling Of Inferiority, Perilaku Menyontek

3 dilihat · 1 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

pengaruh keyakinan diri (self efficacy) terhadap perilaku menyontek di SMP N 01 Bukit Sundi

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi Ini Berjudul Pengaruh Keyakinan Diri (Self Efficacy) Terhadap Perilaku Menyontek Di SMP N 01 Bukitsundi Tulis Oleh Rini Mulyanti Nim: 2614.190 Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu KeguruanInstitut Agama Islam Negeri Bukittinggi. Keyakinan diri (Self Efficacy) merupakan salah satu aspek kepribadian yang berupa keyakinan akan kemampuan diri seseorang sehingga tidak terpengaruh oleh orang lain dan dapat bertindak sesuai kehendak, gembira, optimis, dan bertanggung jawab, diantaranya keyakinan individu mengenai kemampuan dirinya dalam mengemungkakan pendapat di depan kelas, keyakinan akan mengerjakan tugas sendiri, keyakinan akan dapat menjawab soal ulangan dengan usaha sendiri. Siswa dengan tingkat Keyakinan diri (Self Efficacy) yang tinggi cenderung lebih percaya diri dan mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan lebih baik dan cenderumg menolak melakukan perbuatan menyontek. Sebaliknya, siswa dengan keyakinan diri yang rendah akan mendorong terjadinya perilaku menyontek. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan: signifikan atau tidak signifikan pengaruh keyakinan diri (Self Efficacy) terhadap perilaku menyontek di SMP N 01 Bukitsundi. Penelitian ini tergolong pada penelitian korelasi yaitu menghubungkan dua buah variabel yang berbeda. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII dan VIII SMP N 01 Bukitsundi dengan jumlah 288 orang. Sampel penelitian sejumlah 72 orang siswa yang diambil dengan menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen angket Likert dan teknik analisis data menggunakan statistik sederhana. Pengkorelasian variabel penelitian menggunakan rumus r Product Moment, dengan teknik analisis data menggunakan Statistical Product and Service Solution (SPSS) Versi 24.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh keyakinan diri (Self Efficacy) terhadap perilaku menyontek di SMP N 01 Bukitsundi. Hasil ini terlihat dengan diketahui nilai rhitung sebesar 0.327, sementara itu dari rtabel dengan degree of freedom (df) = N - Nr, maka 72 - 2 = 70 diperoleh angka 0.235 pada taraf signifikansi 0,005. Ini artinya bahwa rhitung > rtabel, sehingga hipotesis penelitian Ha diterima dan Ho ditolak. Nilai korelasi rxy 0.327 terletak antara 0.200 – 0.399, yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan dalam korelasi “rendah”. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh keyakinan diri (Self Efficacy) terhadap perilaku menyontek di SMP N 01 Bukitsundi. Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada siswa-siswa SMP N 01 Bukitsundi untuk selalu meningkatkan keyakinan diri (Self Efficacy) agar memiliki keyakinan akan kemampuan yang dimiliki terutama dalam mengerjakan tugas, ulangan dan ujian, sehingga menolak untuk melakukan perbuatan menyontek. .

5 dilihat · 6 unduhanSitasiDetail