Pengaruh Pendekatan Behavioristik dalam Konseling Kelompok untuk Mengurangi Perilaku Menyontek di SMPN 1 Kecamatan Mungka
ABSTRAK Pepi Komala Sari, NIM. 2615056, Skripsi ini berjudul “Pengaruh Pendekatan Behavioristik Dalam Konseling Kelompok Untuk Mengurangi Perilaku Menyontek”. Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi Tahun 2020. Perilaku Menyontek merupakan segala perbuatan atau trik-trik yang tidak jujur, perilaku tidak terpuji, dan curang yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh keberhasilan. Perilaku ini biasanya dilakukan dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik terutama yang berkaitan dengan ujian atau evaluasi dengan mengabaikan aturan-aturan dan kesepakatan yang ada. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya beberapa orang siswa yang terindikasi melakukan perilaku menyontek pada saat ujian atau evaluasi pembelajaran berlangsung. Terindikasi beberapa orang siswa bertanya kepada teman di sampingnya pada saat ujian, melihat langsung jawaban temannya, membuat jimat atau contekan, menulis contekan ditangan, bahkan ada siswa yang berani melihat buku catatan pada saat ujian. Untuk menyikapi permasalahan menyontek tersebut maka perlu diberikan bantuan yaitu layanan konseling kelompok menggunakan pendekatan behavioristik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan pendekatan behavioristik dalam konseling kelompok untuk mengatasi perilaku menyontek siswa di SMPN 1 Kecamatan Mungka. Penelitian ini tergolong penelitian Pre-Eksperimen model One Group Pretest Posttest Design. Populasi adalah seluruh siswa kelas VIII di SMPN 1 Kecamatan Mungka yang berjumlah 83 orang, sedangkan sampel penelitian adalah siswa/siswi yg terindikasi melakukan perilaku menyontek yang diambil berdasarkan teknik purposive sampling dan hasil pretest yang berjumlah 8 orang. Instrumen pengumpulan data adalah skala Likert. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon, dan dalam pengkorelasian variabel penelitian menggunakan Statistical and Service Solution (SPSS) versi 22. Hasil penelitian diperoleh bahwa berdasarkan hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai sig. p-value sebesar 0,012 lebih kecil dari nilai α yaitu 0.05 yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara perilaku menyontek siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Artinya pendekatan behavioristik dalam konseling kelompok efektif untuk mengatasi perilaku menyontek siswa. Dengan demikian pendekatan behavioristik dalam konseling kelompok dapat menjadi salah satu alternatif oleh guru BK untuk mengatasi perilaku menyontek siswa di SMPN 1 Kecamatan Mungka. Kata Kunci : Pendekatan Behavioristik, Konseling Kelompok, Perilaku Menyontek