Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

10 hasil
Subjek: Mitigasi Risiko
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Strategi Mitigasi Risiko Pembiayaan Bermasalah pada Program Simpan Pinjam Perempuan (SPP) (Studi Kasus: UPK Syariah Tujuah Serumpun Ampek Angkek, Agam)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya risiko pembiayaan bermasalah dalam Program Simpan Pinjam Perempuan (SPP) yang dikelola oleh UPK Syariah Tujuah Serumpun Ampek Angkek. Program SPP merupakan salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pemberian akses modal usaha. Namun dalam pelaksanaannya, terdapat berbagai kendala seperti penggunaan dana untuk kebutuhan konsumtif, seleksi penerima yang kurang optimal, rendahnya disiplin pembayaran, serta pendampingan yang belum maksimal Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan pembiayaan bermasalah yang dapat mengganggu keberlanjutan dana bergulir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko pembiayaan bermasalah yang terjadi dalam program SPP serta menganalisis peranan mitigasi risiko yang diterapkan oleh UPK Syariah dalam mengelola pembiayaan tersebut . Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pengurus UPK, anggota penerima pembiayaan, serta pihak terkait lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko pembiayaan bermasalah bersumber dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi lemahnya komitmen sebagian anggota, kurang optimalnya manajemen kelompok, serta rendahnya kemampuan pengelolaan usaha. Sementara faktor eksternal meliputi ketidakstabilan pendapatan usaha dan kondisi ekonomi lokal. Secara keseluruhan, mitigasi risiko yang diterapkan tidak hanya berfungsi menekan tingkat pembiayaan bermasalah, tetapi juga menjaga keberlanjutan dana bergulir serta mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan secara berkelanjutan di wilayah Tujuah Serumpun Ampek Angkek. Kata Kunci: Mitigasi Risiko, Pembiayaan Bermasalah, Program SPP, Prinsip 5C, UPK Syariah.

9 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Efektivitas Mitigasi Risiko Dalam Antisipasi Pembiayaan Bermasalah Di Bank Nagari Syariah KC Bukittinggi (Studi Kasus Pada Bank Nagari Syariah KC Bukittinggi)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi yang di tulis oleh Wena Amelia. NIM 3322001. Dengan judul Efektivitas Mitigasi Risiko dalam Antisipasi Pembiayaan Bermasalah di Bank Nagari Syariah KC Bukittinggi (Studi Kasus pada Nasabah Bank Nagari Syariah KC Bukittinggi). Program Studi S1 Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Pembiayaan merupakan salah satu aktivitas utama perbankan syariah yang memiliki potensi risiko, terutama risiko pembiayaan bermasalah (Non Performing Financing/NPF). Oleh karena itu, diperlukan penerapan mitigasi risiko yang efektif untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya pembiayaan bermasalah serta menjaga kualitas pembiayaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas mitigasi risiko dalam mengantisipasi pembiayaan bermasalah di Bank Nagari Syariah KC Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pimpinan serta pihak yang terlibat dalam pengelolaan pembiayaan di Bank Nagari Syariah KC Bukittinggi. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Nagari Syariah KC Bukittinggi telah menerapkan mitigasi risiko pembiayaan secara bertahap sesuai dengan tingkat kolektibilitas dan kondisi nasabah. Upaya mitigasi yang dilakukan meliputi analisis kelayakan pembiayaan berdasarkan prinsip 5C, monitoring pembayaran angsuran secara berkala, kunjungan lapangan (field visit), pemberian surat peringatan (SP1, SP2, dan SP3), restrukturisasi pembiayaan melalui rescheduling, reconditioning, dan restructuring, serta penyelesaian melalui penjualan atau pelelangan agunan apabila pembiayaan tidak dapat diselamatkan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penerapan mitigasi risiko tersebut cukup efektif dalam mengantisipasi meningkatnya pembiayaan bermasalah karena mampu mendeteksi potensi risiko sejak dini, memberikan solusi penyelamatan pembiayaan bagi nasabah yang masih memiliki prospek usaha, serta menekan potensi kerugian bank melalui pengendalian risiko yang berkesinambungan. Efektivitas mitigasi risiko juga didukung oleh proses monitoring yang berkelanjutan, koordinasi antarbagian, serta penerapan manajemen risiko sesuai dengan ketentuan perbankan syariah.

8 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Manajemen Risiko Pada Penyelenggaraan Ibadah Umrah Di Arabia Tour and Travel Padang

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul ”Analisis Manajemen Risiko Pada Penyelenggaraan Ibadah Umrah di Arabia Tour and Travel Padang” yang ditulis oleh Mohammad Daffa Nim 3622038, Program Studi Manajemen Haji dan Umrah Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh persoalan mengenai manajemen risiko yang dilakukan di Arabia Tour and Travel Padang, dalam suatu perusahaan harus memiliki manajemen risiko yang baik, namun di Arabia tour and travel masih memiliki konsep manajemen risiko yang kurang dari segi mengidentifikasi, analisis, dan pengelolaan risiko. Tujuan penelitian ini adalah memahami dan menganalisis penerapan manajemen risiko, kendala penerapan dan dampak manajemen risiko tersebut secara efektif dan efisien oleh Arabia tour and travel demi memastikan kelangsungan operasional serta memberikan layanan yang maksimal kepada para jamaah umrah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sumber data primer diperoleh dari manajemen operasional, karyawan, dan jamaah, sedangkan data sekunder berasal dari literatur terkait dan dokumen internal perusahaan. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil atau kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Arabia Tour and Travel Padang menghadapi risiko utama berupa keterlambatan penerbangan (delay) dan kenaikan harga hotel yang signifikan. Penerapan manajemen risiko dilakukan melalui tahapan identifikasi, analisis, dan mitigasi risiko, seperti menjalin kerja sama dengan maskapai terpercaya, menyediakan asuransi perjalanan, serta membentuk tim khusus untuk memantau perubahan regulasi secara konsisten. Dampak dari manajemen risiko ini adalah meningkatnya kepercayaan jamaah dan minimalisasi kerugian finansial akibat pembatalan atau penundaan jadwal keberangkatan. Kata Kunci : Manajemen Risiko Umrah, Arabia Tour and Travel, Mitigasi Risiko, Operasional Perjalanan Umrah

9 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Mitigasi Risiko Pada Pembiayaan KUR Bank Syariah Indonesia

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk risiko yang dihadapi dalam pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Syariah Indonesia (BSI), menjelaskan strategi mitigasi yang diterapkan, serta mengevaluasi dampaknya terhadap keberlanjutan usaha mikro dan kepatuhan terhadap prinsip syariah. Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena transformasi digital dalam industri perbankan syariah yang, di satu sisi, meningkatkan efisiensi pembiayaan, namun di sisi lain menimbulkan tantangan baru terkait risiko operasional, risiko kredit, dan kepatuhan terhadap prinsip syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis, dengan data sekunder yang diperoleh melalui laporan tahunan BSI, regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta literatur akademik terkait manajemen risiko perbankan syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan KUR BSI menghadapi empat jenis risiko utama, yaitu risiko kredit, risiko operasional, risiko moral hazard, dan risiko usaha. Strategi mitigasi risiko dilakukan secara komprehensif melalui tiga tahap, yaitu pra-penyaluran, selama pembiayaan, dan pasca-penyaluran, dengan penerapan analisis kelayakan berbasis karakter dan prinsip syariah, implementasi sistem digital i-Kurma serta Early Warning System, dan pembinaan pasca-pembiayaan melalui kerja sama dengan Askrindo Syariah dan Jamkrindo Syariah sebagai bentuk risk sharing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi mitigasi risiko tersebut efektif menurunkan rasio Non-Performing Financing (NPF) dari 3,21% pada tahun 2020 menjadi 1,98% pada tahun 2024. Penerapan mitigasi berbasis syariah ini tidak hanya menjaga stabilitas keuangan bank, tetapi juga berkontribusi terhadap keberlanjutan usaha mikro, peningkatan literasi keuangan, serta penguatan nilai-nilai maqaṣid al-syariah dalam kegiatan pembiayaan di Bank Syariah Indonesia.

7 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Risiko dan Strategi Mitigasi Risiko Pada Usahatani Bawang Merah di Nagari Paninggahan Dilihat Dari Prinsip Manajemen Risiko Syariah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini disusun oleh Nofriyanto, NIM 3722013 Program studi S1 Manajemen Bisnis Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi dengan judul “Analisis Risiko dan Strategi Mitigasi Risiko pada Usahatani Bawang Merah di Nagari Paninggahan Dilihat dari Prinsip Manajemen Risiko Syariah”. Usahatani bawang merah di Nagari Paninggahan merupakan salah satu kegiatan pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat setempat serta memiliki peranan penting dalam memperkuat perekonomian nagari. Namun, kondisi geografis Nagari Paninggahan yang berbukit dan dipengaruhi oleh faktor cuaca yang tidak menentu menyebabkan usahatani bawang merah menghadapi risiko yang cukup tinggi. Risiko tersebut meliputi ketidakpastian hasil produksi, fluktuasi harga, keterbatasan sumber daya manusia, serta pengelolaan keuangan petani, yang secara keseluruhan dapat mengganggu keberlanjutan dan kelangsungan usahatani bawang merah di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis risiko utama yang dihadapi petani dalam usahatani bawang merah serta strategi mitigasi risiko yang diterapkan oleh petani bawang merah di Nagari Paninggahan ditinjau dari prinsip manajemen risiko syariah. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi terhadap petani bawang merah dan pihak terkait di Nagari Paninggahan. Adapun analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan kesimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani bawang merah di Nagari Paninggahan menghadapi risiko produksi akibat cuaca dan hama, risiko harga karena fluktuasi saat panen, risiko sumber daya manusia terkait keterbatasan tenaga kerja dan kesehatan, serta risiko keuangan akibat keterbatasan modal. Petani mengatasi risiko tersebut melalui penggunaan varietas unggul, penyemprotan rutin, pengaturan waktu tanam dan pemupukan, penanaman bertahap, penerapan alat pelindung kerja, serta pemanfaatan modal dari hasil panen sebelumnya dan bantuan kerabat. Praktik mitigasi ini sejalan dengan prinsip manajemen risiko syariah seperti taqwa, keadilan, transparansi, serta menghindari riba, gharar, dan maisir, sehingga berpotensi meningkatkan keberlanjutan usahatani bawang merah.

6 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis pelaksaan tugas oleh satuan kerja audit internal dalam mitigasi risiko perbankan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi dengan judul “Analisis Pelaksanaan Tugas oleh Satuan Kerja Audit Internal Mitigasi Risiko Perbankan (Studi Kasus: PT. BPRS Guguk Mas Makmur Kab. 50 Kota)”. Disusun oleh Wardatul Fitri, NIM 3321175 Skripsi mahasiswa pogram studi S1 Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Latar belakang penelitian ini yaitu Satuan kerja Audit Internal merupakan salah satu bagian penting dalam proses berjalannya proses pembiayaan yaitu menelaah kinerja operasional perusahaan dengan mengukur serta mengevaluasi kecukupan kontrol serta efesiensi dan efektifitas kinerja pada bank. Dengan adanya risiko-risiko pada proses pembiayaan yang dapat merugikan bank maka dilakukanlah mitigasi risiko untuk meminimalisirnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pemeriksaan tugas oleh satuan kerja audit internal dalam proses mitigasi risiko perbankan pada PT. BPRS Guguk Mas Makmur Kab. 50 Kota. Serta bagaimana peran satuan kerja audit internal dalam mengidentifikasi risiko perbankan pada PT. BPRS Guguk Mas Makmur Kab. 50 Kota sesuai dengan prinsip-prinsip dasar perbankan syariah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan metode kualitatif yang menghubungkan teori dengan fakta menggunakan sumber data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumen, observasi, dan wawancara, dengan karyawan pada PT. BPRS Guguk Mas makmur Kab. 50 Kota. Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan, dapat disimpulkan bahwa dilakukannya pelaksanaan tugas oleh satuan kerja audit internal dalam mitigasi risiko perbankan pada PT. BPRS Guguk Mas Makmur Kab. 50 Kota, agar tidak terjadinya risiko-risiko pembiayaan yang dapat merugikan bank. Karena audit internal sangat penting dalam mendukung berjalannya manajemen dan mitigasi risiko proses pembiayaan, selanjutnya tahapan pelaksanaan pemeriksaan tugas oleh satuan kerja audit internal dalam mitigasi risiko perbankan pada PT. BPRS Guguk Mas Makmur Kab. 50 Kota diantaranya adalah: perancanaan audit, pengumpulan informasi, evaluasi dan identifikasi risiko, pengembangan rencana audit, pelaksanaan audit, analisis temuan dan penyusunan laporan, tindak lanjut atas hasil audit. dan beberapa peran audit yang dijalan kan dalam mengidentifikasi risiko pembiayaan pada PT. BPRS Guguk Mas Makmur Kab. 50 Kota seperti menjamin kepatuhan, penilaian kualitas kredit, pengujian prosedur pembiayaan, pemeriksaan portofolio pembiayaan, mengatasi kecurangan dan penyalahgunaan, dan pelaporan dan rekomendasi. Dengan menjalankan pelaksanaan dan peran audit internal ini dikaitkan dengan prinsip dasar perbankan syariah, maka dari itu proses pembiayaan akan berjalan sesuai ketentuan.

7 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS PENERAPAN MANAJEMEN DENDA PEMBIAYAAN MURABAHAH SEBAGAI ALAT MITIGASI RESIKO UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHANNASABAH (STUDI KASUS PT. BPRS MENTARI PASAMAN SAIYO SIMPANG EMPAT)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dalam pembangunan suatu bangsa, bank merupakan institusi utama. Bank hadir untuk memenuhi perannya sebagai perantara dalam sistem keuangan, yang meliputi menghimpun simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat umum. Bank syariah pertama di Indonesia didirikan pada tahun 1991, khususnya UU No. 7 Tahun 1992 tentang perbankan, yang antara lain mendefinisikan bank sebagai lembaga keuangan yang menggunakan suatu sistem dalam operasionalnya. Hal inilah yang menjadi landasan berdirinya Bank Muamalat Indonesia. Kemudian pada tahun 1998, UU No. 10 tentang perbankan diubah. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Yang dimaksud dengan “penelitian kualitatif” adalah penelitian yang dilakukan dalam lingkungan terkendali. Teknik ekstraksi data dilakukan secara berkelompok. Hasil disajikan dalam format deskriptif, dan analisis data dilakukan secara induktif. Penelitian ini lebih menyarankan validitas daripada generalisasi. Metode pengumpulan data penelitian dilakukan dengan mengumpulkan buku dan artikel terkait. Dengan cara melakukan mendatangi perpustakaan penerapan manajemen denda dalam pembiayaan murabahah dapat menjadi strategi yang efektif dalam mitigasi risiko dan peningkatan kepatuhan nasabah.Efektivitas manajemen denda dapat mengurangi risiko finansial dan reputasional, serta meningkatkan keseluruhan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi. Pembiayaan murabahah, sebagai bentuk jual beli dengan keuntungan yang disepakati, dapat menjadi instrumen yang baik Dengan melibatkan akad yang jelas dan keuntungan yang telah ditentukan, pembiayaan murabahah memberikan kepastian kontrak yang diperlukan. Mitigasi risiko, sebagai bagian dari manajemen risiko, berperan dalam mengurangi paparan risiko dan dampak negatifnya, sementara kepatuhan nasabah mencerminkan kesiapan nasabah untuk memenuhi kewajiban sesuai peraturan yang berlakuImplementasi Manajemen Denda yang Lebih Proaktif.

4 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Manfaat Agunan Dalam Mitigasi Risiko Pembiayaan Murabahah Bermasalah (Studi Kasus pada PT. BPRS Mentari Pasaman Saiyo)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Elfia Roza 3320310, Mahasiswa Program Studi S1 Perbankan Syariah. Skripsi ini yang berjudul “ANALISIS MANFAAT AGUNAN DALAM MITIGASI RISIKO PEMBIAYAAN MURABAHAH BERMASALAH (Studi Kasus Pada PT. BPRS Mentari Pasaman Saiyo)” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keadaan bahwa setiap penyaluran pembiayaan di bank syariah mengandung risiko yaitu tidak kembalinya dana/ pembiayaan yang disalurkan tersebut karena tidak seluruh nasabah yang memperoleh pembiayaan mampu mengembalikan pembiayaan dengan baik dan tepat pada waktunya. Oleh sebab itu diperlukan mitigasi risiko untuk menanggulangi hal tersebut salah satunya dengan memberikan syarat adanya agunan untuk dijaminkan. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana manfaat agunan dalam mitigasi risiko pemberian pembiayaan murabahah dan korelasinya dengan pembiayaan bermasalah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data dengan wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa standar penilaian agunan yang ditetapkan BPRS Mentari Pasaman Saiyo yaitu dinilai berdasarkan kriteria barang agunan yang dijadikan jaminan oleh calon nasabah. Apabila jaminannya berbentuk tanah maka di sesuaikan dengan batas tanah dengan arah mata angin yang ada di sertifikat tersebut. Selanjutnya apabila jaminannya berbentuk kendaraan maka di sesuaikan dengan identitas yang ada di BPKB tersebut. Dan juga disesuaikan dan dihitung dengan nilai pasar yang ada. Agunan merupakan salah satu teknik mitigasi yang dilakukan oleh BPRS Mentari Pasaman Saiyo untuk meminimalisir terjadinya risiko gagal bayar. Pada PT. BPRS Mentari Pasaman Saiyo agunan dianggap efektif dalam mengurangi risiko gagal bayar pada pembiayaan murabahah sebab agunan memberikan jaminan kepada bank bahwa pinjaman akan dibayar kembali.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis peran satuan kerja audit internal dalam mitigasi risiko proses pembiayaan (studi kasus : PT Bank KB Bukopin Syariah Bukittinggi)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi dengan judul “Analisis Peran Divisi Satuan Kerja Audit Internal Dalam Mitigasi Risiko Proses Pembiayaan (Studi Kasus : PT Bank KB Bukopin Syariah Bukittinggi)”. Disusun oleh Alena Tiosa, NIM 3319183 Skripsi mahasiswa pogram studi S1 Perbankan Syariah , fakultas ekonomi dan bisnis islam(FEBI), Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M..Djamil Djambek Bukittinggi. Latar belakang penelitian ini yaitu Satuan kerja Audit Internal merupakan salah satu bagian penting dalam proses berjalannya proses pembiayaan yaitu menelaah kinerja operasional perusahaan dengan mengukur serta mengevaluasi kecukupan kontrol serta efesiensi dan efektifitas kinerja pada bank. Dengan adanya risiko-risiko pada proses pembiayaan yang dapat merugikan bank maka dilakukanlah mitigasi risiko untuk meminimalisirnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran satuan kerja audit internal dalam mengidentifikasi risiko pembiayaan pada PT Bank KB Bukopin Syariah Bukittinggi, dan bagaimana pelaksanaan pemeriksaan oleh divisi satuan kerja audit internal dalam proses mitigasi risiko pembiayaan pada PT Bank KB Bukopin Syariah Bukittinggi. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan metode kualitatif yang menghubungkan teori dengan fakta menggunakan sumber data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumen, observasi,dan wawancara, dengan karyawan pada PT Bank KB Bukopin Syariah Bukittinggi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan, dapat disimpulkan bahwa dilakukannya peran divisi satuan kerja audit internal dalam mitigasi risiko proses pembiayaan pada PT Bank KB Bukopin Syariah Bukitttingi, bertujuan agar tidak terjadinya risiko-risiko pembiayaan yang dapat merugikan bank. Karena audit internal sangat penting dalam mendukung berjalannya manajemen dan mitigasi risiko proses pembiayaan, selanjutnya beberapa peran audit yang dijalan kan dalam mengidentifikasi risiko pembiayaan pada PT Bank KB Bukopin Syariah Bukittinggi seperti menjamin kepatuhan, penilaian kualitas kredit, pengujian prosedur pembiayaan, pemeriksaan portofolio pembiayaan, mengatasi kecurangan dan penyalahgunaan, dan pelaporan dan rekomendasi. Dengan menjalankan peran ini maka proses pembiayaan akan berjalan sesuai ketentuan. Adapun tahapan pelaksanaan pmeriksaan oleh divisi satuan kerja audit internal dalam mitigasi risiko pembiayaan pada PT Bank KB Bukopin Syariah Bukittinggi diantaranya adalah: perancanaan audit, pengumpulan informasi, evaluasi dan identifikasi risiko ,pengembangan rencana audit, pelaksanaan audit, analisis temuan dan penyusunan laporan, tindak lanjut atas hasil audit.

7 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Mitigasi Risiko Penggantian Objek Hak Tanggungan Bagi Agunan Bermasalah Pada PT. BSI AFO (Area Financing Operation) Bukittinggi

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Analisis Mitigasi Risiko Penggantia Objek Hak Tanggungan Bagi Agunan Bermasalah Pada PT. BSI AFO (Area Financing Operation) Bukittinggi” yang disusun oleh Winda Anggraeni dengan NIM 3319392 Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi atas bimbingan dari Bapak Ali Rahman, SH, MH. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya penggantian objek hak tanggungan yang dikarenakan sengketa waris, duplikasi sertifikat, kebakaran, kebanjiran dan tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses mitigasi risiko penggantian objek hak tanggungan bagi agunan bermasalah di PT. BSI AFO Bukittinggi dan untuk mengetahui bagaimana kendala mitigasi risiko penggantian objek hak tanggungan bagi agunan bermasalah di PT. BSI AFO Bukittinggi. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yaitu melakukan penelitian yang langsung mendatangi objek penelitian dengan sumber data berasal dari dokumentasi dan wawancara dengan Manajer dan Kepala Bagian Processing di PT. BSI AFO Bukittinggi. Teknik analisis deskriptif kualitatif dengan penentuan hasil akhir berdasarkan kriteria tertentu yang sudah ditetapkan yaitu sesuai, kurang sesuai, dan tidak sesuai. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil yaitu pertama, proses mitigasi risiko penggantian objek hak tanggungan, yaitu proses mitigasi risiko sebelum persetujuan pembiayaan dilakukan dengan penilaian terhadap barang agunan yang diserahkan oleh calon nasabah penerima fasilitas, adapun penilaian agunan yang digunakan dalam PT. BSI AFO Bukittinggi dapat dilakukan dengan penilai Intern dan penilai Independen. Sedangkan proses mitigasi risiko ketika terjadi agunan bermasalah, langkah yang dipakai dalam mengatasi agunan bermasalah tersebut yaitu dengan Bank meminta agunan lain yang nilainya sama dengan maksimal pembiayaan dan PT. BSI AFO Bukittinggi bisa meminta agunan tambahan yang senilai. Kedua, kendala-kendala yang dihadapi dalam mitigasi risiko penggantian objek hak tanggungan bagi agunan bermasalah di PT. BSI AFO Bukittinggi yakni (1) Lokasi jaminan jauh dari jaminan asal (seperti, jaminan tersebut berada di luar daerah atau luar provinsi) dikarenakan lokasi jaminan jauh maka notarisnya juga berbeda. (2) Posisi jaminannya bukan berada di Perkotaan (contoh nya masih didalam hutan).

5 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail