ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya risiko pembiayaan bermasalah dalam Program Simpan Pinjam Perempuan (SPP) yang dikelola oleh UPK Syariah Tujuah Serumpun Ampek Angkek. Program SPP merupakan salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pemberian akses modal usaha. Namun dalam pelaksanaannya, terdapat berbagai kendala seperti penggunaan dana untuk kebutuhan konsumtif, seleksi penerima yang kurang optimal, rendahnya disiplin pembayaran, serta pendampingan yang belum maksimal Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan pembiayaan bermasalah yang dapat mengganggu keberlanjutan dana bergulir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko pembiayaan bermasalah yang terjadi dalam program SPP serta menganalisis peranan mitigasi risiko yang diterapkan oleh UPK Syariah dalam mengelola pembiayaan tersebut . Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pengurus UPK, anggota penerima pembiayaan, serta pihak terkait lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko pembiayaan bermasalah bersumber dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi lemahnya komitmen sebagian anggota, kurang optimalnya manajemen kelompok, serta rendahnya kemampuan pengelolaan usaha. Sementara faktor eksternal meliputi ketidakstabilan pendapatan usaha dan kondisi ekonomi lokal. Secara keseluruhan, mitigasi risiko yang diterapkan tidak hanya berfungsi menekan tingkat pembiayaan bermasalah, tetapi juga menjaga keberlanjutan dana bergulir serta mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan secara berkelanjutan di wilayah Tujuah Serumpun Ampek Angkek. Kata Kunci: Mitigasi Risiko, Pembiayaan Bermasalah, Program SPP, Prinsip 5C, UPK Syariah.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi berjudul “ANALISIS DAMPAK TECHNOLOGICAL DEFICIENCY TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA UPK SYARIAH TUJUAH SARUMPUN AMPEK ANGKEK KABUPATEN AGAM” disusun oleh Nur Kholilah, Nim 3322183, Mahasiswa Program Studi SI Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2025. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena penurunan kinerja operasional dan retensi anggota pada UPK Syariah Tujuah Sarumpun Ampek Angkek yang diduga kuat bersumber dari technological deficiency atau keterbatasan teknologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak dari kekurangan teknologi dan keterbatasan fasilitas pelayanan terhadap produktivitas, efektivitas, serta motivasi kerja karyawan dalam menjalankan tugas-tugas di lembaga keuangan syariah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur dengan manajemen dan karyawan, serta studi dokumentasi. Teknik analisis data mengikuti model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa technological deficiency yang terjadi meliputi defisit perangkat keras (komputer usang pengadaan tahun 2008), ketiadaan perangkat lunak akuntansi syariah yang terintegrasi, serta keterbatasan kompetensi digital sumber daya manusia (brainware). Kondisi ini memaksa karyawan melakukan proses administrasi secara manual yang mengakibatkan inefisiensi alur kerja, rendahnya ketepatan waktu pelayanan, serta meningkatnya risiko kesalahan data. Dampak sistemik dari keterbatasan teknologi ini tercermin pada penurunan realisasi pembiayaan yang tajam, yakni dari 102,20% pada tahun 2022 menjadi hanya 65,20% pada tahun 2024, serta penurunan jumlah anggota akibat rendahnya kualitas pelayanan (service quality). Selain itu, keterbatasan fasilitas pelayanan seperti ketiadaan toilet dan ruang tunggu yang memadai turut memperparah beban psikologis karyawan dalam menghadapi keluhan nasabah.