Abstrak
Skripsi ini yang berjudul “ Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 2 Padang Panjang” yang di tulis oleh ANNISA DINI, NIM 2115.205. Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Penulisan skripsi ini ditalarbelakangi oleh penerapan model pembelajaran berbasis masalah yang sudah diterapkan oleh guru SMAN 2 Padang Panjang, akan tetapi penulis menemukan keganjalan terhadap siswa dimana Berdasarkan observasi awal saat proses penerapan model pembelajaran berbasis masalah yang diterapkan guru, sebagian siswa ada yang mengalami kesulitan dalam menentukan permasalahan yang diberikan guru. Ada siswa yang kurang terlibat dalam mencari jawaban untuk pemecahan masalah, Kurangnya minat siswa dalam belajar sehingga siswa ada yang main-main, jalan-jalan dan membuat siswa yang lain tidak konsentrasi dalam memecahkan masalah yang diberikan guru. Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu suatu metode yang digunakan untuk mendapatkan gambaran sesuatu apa adanya pada saat penelitian ini dilakukan. Dalam pengumpulan datanya penulis menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi agar data yang didapat dapat di pertanggungjawabkan kebenarannya. Informen penelitian yang penulis gunakan yaitu sebagai informen kunci guru Pendidikan Agama Islam dan sebagai informen pendukung waka kurikulum dan siswa yang bersangkutan. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMAN 2 Padang Panjang, sudah diterapkan oleh guru PAI dimana guru PAI menjelaskan tujuan dan tahap-tahap dalam model pembelajaran berbasis masalah tersebut. Selain itu ditemukan juga adanya penghambat dan pendukung dalam menerapkan model pembelajaran berbasis masalah seperti penghambatnya yang penulis amati: siswa yang memiliki tingkat kecerdasan dan pengetahuan yang berbeda-beda, kurangnya kerja sama antar kelompok. sebagian siswa ada yang kurang fokus sehingga guru mengulang-gulang kembali materi yang sudah dijelaskan. kendala dari guru siswa masih ada yang meribut atau mengganggu sehingga kosentrasi siswa yang lainnya juga terganggu. Dan faktor pendukungnya: guru mendapatkan dukungan dan saran dari kepala sekolah untuk menerapkan model pembelajaran berbasis masalah ini, dan dalam penerapan model pembelajaran berbasis masalah siswa mampu berfikir kritis dan dapat bekerja sama dengan teman-teman yang lainnya.