ResearchOpen AccessPDF tersedia
2026•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
Mendesiminasikan pemikiran lewat tulisan koran online tentang kondisi masjid zaman sekarang yang sudah mulai hilang satu persatu fungsinya, sehingga bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat kondisi masjid terutama di Sumatera Barat dan bisa menyadari dan selanjutnya bisa melakukan tindakan konstruktf terutama bagi pengurus masjid dalam menghidupkan marwah masjid di tengah-tengah umat zaman sekarang.</p>
ResearchOpen AccessPDF tersedia
2026•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
<strong>Mendesiminasikan pemikiran lewat tulisan koran online tentang kondisi masjid zaman sekarang yang sudah mulai hilang satu persatu fungsinya, sehingga bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat kondisi masjid terutama di Sumatera Barat dan bisa menyadari dan selanjutnya bisa melakukan tindakan konstruktf terutama bagi pengurus masjid dalam menghidupkan marwah masjid di tengah-tengah umat zaman sekarang.</strong></p>
<p>
</p>
ResearchOpen AccessPDF tersedia
2026•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
<span style="font-size: 8.5pt; line-height: 115%; font-family: Helvetica, sans-serif; color: black; background-image: initial; background-position: initial; background-size: initial; background-repeat: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial;">Berpartisipasi di masyarakat dalam mengembangkan fungsi masjid sebagai wadah dalam pengembangan kegiatan ibadah rutin shalat lima waktu, juga berupaya megembangkan potensi masyarakat dalam bidang ilmu keagamaan melalui kajian keagamaan dan dakwah</span></p>
ResearchOpen AccessMetadata saja
2026•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
Pemberdayaan Masjid </p>
ResearchOpen AccessPDF tersedia
2026•Hasil Penelitian dan Pengabdian
penelitian ini berjudul : "Pengaruh Imaratul Masjid [ Mushalla] [ Terhadap Akhlak al Karimah[ kepribadian ] Masyarakat Palatan Gaduik Til Kamang Gaduik"
ResearchOpen AccessMetadata saja
2026•Hasil Penelitian dan Pengabdian
kultum atau pengajian merupakan suatu cara bentuk yang sangat besar dalam rangka mengawal keagamaan sevitas akademik di kampus Masjid Ulul Albab UIN SMDD, judul yang saya sampaikan adalah tujuh yang mendapat perlingungan di akhirat kelak, diantaranaya adalah pemimpin yang adil, pemudu yang tumbuh dalam keta'atan, seseorang yang hatinya terpaut di masjid keluar dsn datang kembali , seseorang yang berteman karena allah bertemudan berpisah karena Allah, seseorang yang berzikir lalu menangis dan berlinang air matanya, seseorang yang dirayu oleh wanita yang cantik dan punya harta laulu laki- laki itu mengatakan saya takut pada Allah Set dan seseorang yang bersedekah tidak tahu tangan kirinya apa yang disedekahkan tangan kananya
ResearchOpen AccessPDF tersedia
2026•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
Membantu masyarakat dalam melaksanakan dan mengembangkan program masjid sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masjid pada mas yang akan datang terutama di bidang keagamaan</p>
ResearchOpen AccessMetadata saja
2026•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
Berpartisipasi di masyarakat dalam mengembangkan fungsi masjid sebagai wadah dalam pengembangan kegiatan ibadah rutin shalat lima waktu, juga berupaya megembangkan potensi masyarakat dalam bidang ilmu keagamaan melalui kajian keagamaan dan dakwah</p>
<p>
</p>
ResearchOpen AccessPDF tersedia
2026•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
Khutbah Idul Fitri 1443 H /2022 M di Masjid Baitul Aman Balimbing</p>
ResearchOpen AccessPDF tersedia
2026•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<div>
<span class="fontstyle0">This article discusses how the masjid tuo plays a<br />
role in shaping the character of Minang society<br />
both structurally and culturally so that it<br />
becomes an important record for Minangkabau<br />
history (tambo)</span><br style="font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; line-height: normal; text-align: -webkit-auto; text-size-adjust: auto;" />
</div>
ResearchOpen AccessPDF tersedia
2026•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
Menjadikan Masjid sebagai wadah dalam pengembangan kegiatan ibadah dan dakwah. di kampus IAIN Bukittinggi Masjid selain sebagai tempat ibadah rutin shalat lima waktu, juga dijadikan sebagai sarana pengembangan potensi diri dalam bidang keagamaan. seperti lembaga dakwah kampus, kegiatan mentoring dan kegiatan keagamaam lainnya yang diadakan oleh masing masing fakultas. sisi lain Masjid di luar kampus di samping tujuan yang disebutkan di atas, masjid juga dijadikan sebagai tempat kegiatan masyarakat dalam bermusyawarah, kegiatan MDA dan kajian-kajian keagamaan yang rutin lainnya yang dapat diisi oleh Majelis ta'lim</p>
ResearchOpen AccessPDF tersedia
2026•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
Jurnal Penelitian</p>
ResearchOpen AccessPDF tersedia
2026•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
1. Merealisasikan tri dharma perguruan tinggi bidang pengabdian masyarakat</p>
<p>
2. Membantu masyarakat dalam membangun dan mengembangkan masjid</p>
<p>
3. menata manajemen masjid sesuai dengan manajemen Islami</p>
ResearchOpen AccessMetadata saja
2026•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
Tujuan pengabdian masyarakat adalah :</p>
<p>
1. Menerapkan dan mengembangkan manajemen karaklteristik masjid sebagai idaroh, imaroh dan riayah</p>
<p>
2. Membantu masyarakat dalam mengembangkan fungsi masjid baik dalam bidang fungsi ibadah maupun dalam fungsi muamalah</p>
<p>
3 Membantu masyarakat dalam melaksanakan dan mensukseskan pelaksanaan Hari Besar islam (HBI)</p>
<p>
4. Membantu masyarakat dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran agama Islam</p>
<p>
5. Membantu masyarakat dalam memperkuat dan mempertahankan aqidah seiring dengan berbagai pengaruh negatif yang berkembang</p>
ResearchOpen AccessMetadata saja
2026•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
Masjid sebagai lembaga keagamaan sangat vital perannya bagi umat islam. untuk itu pemberdayaan masjid sangat penting untuk membantu masyarakat dalam menjalankan kegiatan sehingga masjid menjadi semarak dan berkembang. sebagian masjid tidak dapat bergerak secara maksimal karena keterbatasan sumber daya manusia dalam mengembagnkannya</p>
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “ Rancangan Penyusunan Laporan Keuangan dan Analisis Kinerja Keuangan Masjid Jihad Kabun Kabupaten Padang Pariaman Berdasarkan ISAK 35” yang disusun oleh Nadia Wulandari NIM. 3422009, Prodi Akuntansi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih sederhananya pencatatan keuangan Masjid Jihad Kabun yang Terbatas pada pencatatan penerimaan, pengeluaran dan saldo kas, sehingga belum sepenuhnya memenuhi unsur laporan keuangan entitas berorientasi nonlaba berdasarkan ISAK 35. Oleh karna itu penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah rancangan penyusunan laporan keuangan masjid jihad kabun telah sesuai dengan ISAK 35 serta menganalisis bagaimana kinerja keuanganya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan Masjid Jihad Kabun Kabupaten Padang Pariaman sebagai objek penelitian. Dimana pengumpulan datanya dengan Data melalui wawancara dengan pengurus masjid, observasi, dan dokumentasi berupa catatan penerimaan dan pengeluaran kas serta dokumen keuangan lainnya. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dan disusun berdasarkan ketentuan ISAK 35 yang meliputi laporan posisi keuangan, laporan penghasilan komprehensif, laporan perubahan aset neto, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Analisis kinerja keuangan dilakukan melalui analisis surplus/defisit, pertumbuhan aset neto, arus kas, efektivitas pengelolaan dana, akuntabilitas, dan transparansi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah dilakukan penyusunan laporan keuangan berdasarkan ISAK 35, Masjid Jihad Kabun memiliki total aset dan neto sebesar Rp. 3.094.174.000,00, defisit penghasilan komprehensif sebesar Rp. 5.446.000,00, serta saldo arus kas sebesar Rp. 101.167,000,00, yang mencerminkan kondisi keuangan masjid secara lebih terstruktur dan informatif. Dan berdasarkan hasil analisis, kinerja keuangan Masjid Jihad Kabun tahun 2025 menunjukkan kondisi yang beragam. Dari sisi surplus/defisit terdapat defisit sebesar Rp5.446.000,00. Aset neto secara keseluruhan turun sekitar 0,18%. Dari sisi arus kas, terdapat kenaikan bersih kas dan setara kas sebesar Rp50.547.000,00 sehingga kemampuan likuiditas relatif baik. Sementara itu, efektivitas pengelolaan dana secara keseluruhan masih perlu ditingkatkan karena beban mencapai 101,33% dari pendapatan. Kata Kunci: ISAK 35, Laporan Keuangan, Kinerja Keuangan, Masjid, Entitas Berorientasi Nonlaba.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian laporan keuangan Masjid Agung Aia Kaciak dengan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) 35 tentang Penyajian Laporan Keuangan Entitas Berorientasi Nonlaba. Permasalahan utama penelitian ini adalah praktik pelaporan keuangan masjid yang masih dilakukan secara sederhana dan manual, terbatas pada pencatatan kas masuk dan kas keluar, sehingga belum memenuhi prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kelengkapan informasi sebagaimana yang dipersyaratkan dalam standar akuntansi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari Ketua Pengurus dan Bendahara Masjid yang terlibat langsung dalam pengelolaan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan masjid telah dilandasi nilai amanah dan keterbukaan kepada jamaah, namun sistem pencatatan masih menggunakan metode cash basis secara manual dengan buku kas sederhana. Laporan yang disusun hanya berupa rekapitulasi penerimaan dan pengeluaran tanpa penyajian laporan posisi keuangan, laporan perubahan aset neto, laporan arus kas terklasifikasi, serta catatan atas laporan keuangan sebagaimana diatur dalam ISAK 35. Keterbatasan tersebut disebabkan oleh minimnya pemahaman akuntansi, belum adanya pelatihan teknis, serta keterbatasan sumber daya manusia dan sarana pendukung. Akibatnya, informasi keuangan yang dihasilkan belum mampu menggambarkan kondisi keuangan masjid secara menyeluruh dan menyulitkan proses evaluasi maupun pengambilan keputusan. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan laporan keuangan berbasis ISAK 35 secara bertahap melalui pelatihan, penyediaan pedoman teknis, serta penggunaan format pelaporan yang lebih sistematis guna meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme pengelolaan dana umat. Dengan penerapan standar tersebut, diharapkan kepercayaan jamaah terhadap pengelolaan keuangan masjid semakin meningkat. Kata Kunci: Laporan Keuangan Masjid, Entitas Nonlaba, ISAK 35, Transparansi, Akuntabilitas, Akuntansi Syariah.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Muhammad Qadri: Implementasi Putusan Tarjih Muhammadiyah Yang Ke-XXXI Terhadap Perubahan Awal Waktu Shubuh ( Studi Kasus di Masjid-masjid Kota Bukittinggi. Perubahan kriteria ketinggian dari matahari untuk awal waktu Subuh dari -20 derajat menjadi -18 derajat melalui Putusan Musyawarah Nasional Tarjih Muhammadiyah ke-XXXI menimbulkan variasi dalam Implementasinya di tengah masyarakat, termasuk di Kota Bukittinggi yang memiliki masjid berafiliasi Muhammadiyah maupun masjid umum. Kondisi ini melahirkan kesenjangan praktik antar masjid sehingga penting untuk dikaji sejauh mana putusan tersebut terlaksanakan ditengah Masyarakat, serta apa saja faktor yang memengaruhinya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Putusan Tarjih ke-XXXI di masjid-masjid Kota Bukittinggi dan apa saja yang menjadi pendukung ataupun penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode induktif, dengan mengambil beberapa masjid di Bukittinggi sebagai objek kajian. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara terstruktur dengan pengurus masjid dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bukittinggi, dilengkapi dengan observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif induktif. Hasil dari penelitian menunjukkan hanya beberapa Masjid di Bukittinggi yang menerapkan Putusan ini diataranya Masjid Muhammadiyah Baitul Jalal dan Masjid Tabligiah yang telah penambahan delapan menit untuk masuknya waktu shubuh sesuai putusan, sementara itu masjid-masjid yang lainnya masih menggunakan jadwal lama. Faktor yang mempengaruhi pelaksanaan putusan ini diantaranya: Faktor pendukung, sosialisasi dari PDM Bukittinggi, ikatan struktural dengan Muhammadiyah, serta sikap positif pengurus. Faktor penghambat mencakup sosialisasi yang tidak merata, sifat putusan yang tidak mengikat masjid nonMuhammadiyah, resistensi jamaah akibat perbedaan waktu azan, serta kesenjangan pengetahuan antara pengurus dan jamaah. Dapat disimpulkan bahwa penerimaan putusan lebih ditentukan oleh faktor komunikasi dan kelembagaan daripada kekuatan argumentasi ilmiahnya.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini dengan judul “ Analisis Praktik Wisata Religi Dalam Meningkatkan Ekonomi Lokal Perspektif Ekonomi Islam ( Studi Kasus Basapa di Masjid Agung Syekh Burhanuddin di Nagari Manggopoh Palak Gadang Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat) disusun oleh Afriya Wahyu Menghci, NIM 3222023, Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Tradisi Basapa merupakan salah satu kegiatan wisata religi yang dilaksanakan setiap tahun di kawasan Masjid Agung Syekh Burhanuddin. Selain memiliki nilai spiritual dan budaya, kegiatan ini juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata. Meningkatnya jumlah peziarah pada pelaksanaan Basapa membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai kegiatan usaha. Namun, manfaat ekonomi yang diperoleh masih bersifat musiman dan pengelolaan wisata religi belum sepenuhnya optimal sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik wisata religi Basapa dalam meningkatkan ekonomi lokal berdasarkan perspektif ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Lokasi penelitian berada di kawasan Masjid Agung Syekh Burhanuddin, Nagari Manggopoh Palak Gadang Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengurus kawasan wisata religi, tokoh agama, pemerintah nagari, serta pedagang lokal. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sesuai model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik wisata religi Basapa memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi lokal melalui meningkatnya pendapatan masyarakat, terbukanya kesempatan kerja, berkembangnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Ditinjau dari perspektif ekonomi Islam, pelaksanaan Basapa telah mencerminkan penerapan prinsip-prinsip ekonomi Islam yang meliputi tauhid, keadilan ('adl), nubuwwah, khilafah, dan ma'ad. Nilai tauhid terlihat dari pelaksanaan aktivitas ekonomi yang tetap berorientasi kepada ibadah kepada Allah SWT. Prinsip keadilan tercermin melalui transaksi yang dilakukan secara jujur dan tidak merugikan pihak lain. Prinsip nubuwwah tampak pada perilaku pedagang yang mengedepankan kejujuran, amanah, dan pelayanan yang baik kepada pengunjung. Prinsip khilafah diwujudkan melalui peran pengurus kawasan wisata dan pemerintah nagari dalam mengelola kawasan wisata religi agar memberikan manfaat bagi masyarakat. Sementara itu, prinsip ma'ad terlihat dari orientasi masyarakat yang tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi, tetapi juga mengharapkan keberkahan dan pahala melalui kegiatan yang bernilai ibadah. Meskipun demikian, pengelolaan wisata religi masih memerlukan peningkatan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih merata dan berkelanjutan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Analisis Partisipasi Masyarakat Lokal Dalam Mengembangkan Aksesibilitas Goa Masjid Jin Di Nagari Lubuak Gadang, Pasaman”. Disusun oleh Elsa Julia, Nim 3522075, Program Studi Pariwisata Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya aksesibilitas menuju objek wisata Goa Masjid Jin yang hanya dapat diakses melalui jalur sungai sehingga menjadi salah satu kendala dalam pengembangan destinasi wisata. Di sisi lain, partisipasi masyarakat lokal sebagai pelaku utama dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat belum berjalan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan tingkat partisipasi masyarakat lokal dalam mengembangkan aksesibilitas wisata Goa Masjid Jin serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi masyarakat dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian berada di Objek Wisata Goa Masjid Jin, Nagari Lubuak Gadang, Kabupaten Pasaman. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengelola objek wisata, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), masyarakat lokal, dan wisatawan. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengembangan aksesibilitas wisata telah terlihat melalui kontribusi ide dan tenaga, pembentukan organisasi Pokdarwis, keterlibatan sebagai pemandu wisata dan pengemudi boat, serta motivasi untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Namun, tingkat partisipasi tersebut masih belum optimal karena belum melibatkan seluruh elemen masyarakat secara aktif. Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan anggaran pembangunan, belum adanya jalur darat menuju lokasi wisata, minimnya fasilitas pendukung aksesibilitas seperti dermaga permanen, papan petunjuk arah, dan perlengkapan keselamatan, serta koordinasi antara masyarakat dan pemerintah yang belum maksimal. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang lebih kuat antara masyarakat, Pokdarwis, pemerintah nagari, dan pemerintah daerah agar pengembangan aksesibilitas wisata Goa Masjid Jin dapat dilakukan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi, sosial, serta mendukung penerapan konsep Community Based Touris