ResearchOpen AccessMetadata saja
•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
<span class="fontstyle0">Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji perbedaan penerimaan Al-Qur’an di pesantren dan mencoba memahami nilai-nilai yang tertanam dalam perilaku tersebut. Untuk sampai pada tipologi resepsi al-Qur’an, peneliti menggunakan teori resepsi yang dikemukakan oleh Ahmad Rafiq sebagai alat analisis. Saat mengkaji nilai-nilai perilaku, para peneliti menggunakan epistemologi sosiologis Karl Mannheim. Banyak ulama lain yang melakukan hal yang sama, seperti resepsi estetik al-Qur’an Imas Lu'lu Jannah dalam lukisan kaligrafi Syaiful Adnan. Ardi Putra Resepsi al-Quran dalam keterangan di dua TPA, Sleman, Resepsi Alquran Ibnu Santoso di berbagai terbitan, Jawaban Badruddin terhadap Tahfiz al-Quran di masyarakat Krandon Kudus, Jawa Tengah dan beberapa resepsi sosiologis di Indonesia. Berfokus pada variasi al-Qur’an di Pondok Pesantren Mualimin Sawah Dangka, peneliti ini berupaya memahami makna dan nilai-nilai yang terkait dengan berbagai praktik penerimaan al-Qur’an</span><br style="font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; line-height: normal; text-align: -webkit-auto; text-size-adjust: auto;" />
</p>
ResearchOpen AccessMetadata saja
•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p style="margin-left:1.0in;">
1. Untuk mengetahui preferensi warga Muhammadiyah terhadap pedoman dan tuntunan ibadah Muhammadiyah pada masa pandemi covid-19.</p>
<p style="margin-left:1.0in;">
2. Untuk mengetahui perilaku warga Muhammadiyah terhadap pelaksanaan pedoman dan tuntunan ibadah Muhammadiyah pada masa pandemi covid-19.</p>
<p style="margin-left:57.75pt;">
3. Untuk mengetahui implikasi preferensi dan perilaku warga Muhammadiyah terhadap Muhammadiyah pada masa pandemi covid-19.</p>
<p>
</p>
ResearchOpen AccessMetadata saja
•Hasil Penelitian dan Pengabdian
menjadi Ketua Muhammadiyah Ranting Gaduik Til Kamang Kab Agam dari 17 s/d 2020
ResearchOpen AccessMetadata saja
•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
<span class="fontstyle0">Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji perbedaan penerimaan Al-Qur’an di pesantren dan mencoba memahami nilai-nilai yang tertanam dalam perilaku tersebut. Untuk sampai pada tipologi resepsi al-Qur’an, peneliti menggunakan teori resepsi yang dikemukakan oleh Ahmad Rafiq sebagai alat analisis. Saat mengkaji nilai-nilai perilaku, para peneliti menggunakan epistemologi sosiologis Karl Mannheim. Banyak ulama lain yang melakukan hal yang sama, seperti resepsi estetik al-Qur’an Imas Lu'lu Jannah dalam lukisan kaligrafi Syaiful Adnan. Ardi Putra Resepsi al-Quran dalam keterangan di dua TPA, Sleman, Resepsi Alquran Ibnu Santoso di berbagai terbitan, Jawaban Badruddin terhadap Tahfiz al-Quran di masyarakat Krandon Kudus, Jawa Tengah dan beberapa resepsi sosiologis di Indonesia. Berfokus pada variasi al-Qur’an di Pondok Pesantren Mualimin Sawah Dangka, peneliti ini berupaya memahami makna dan nilai-nilai yang terkait dengan berbagai praktik penerimaan al-Qur’an</span><br style="font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; line-height: normal; text-align: -webkit-auto; text-size-adjust: auto;" />
</p>
ResearchOpen AccessMetadata saja
•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
<span class="fontstyle0">Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji perbedaan penerimaan Al-Qur’an di pesantren dan mencoba memahami nilai-nilai yang tertanam dalam perilaku tersebut. Untuk sampai pada tipologi resepsi al-Qur’an, peneliti menggunakan teori resepsi yang dikemukakan oleh Ahmad Rafiq sebagai alat analisis. Saat mengkaji nilai-nilai perilaku, para peneliti menggunakan epistemologi sosiologis Karl Mannheim. Banyak ulama lain yang melakukan hal yang sama, seperti resepsi estetik al-Qur’an Imas Lu'lu Jannah dalam lukisan kaligrafi Syaiful Adnan. Ardi Putra Resepsi al-Quran dalam keterangan di dua TPA, Sleman, Resepsi Alquran Ibnu Santoso di berbagai terbitan, Jawaban Badruddin terhadap Tahfiz al-Quran di masyarakat Krandon Kudus, Jawa Tengah dan beberapa resepsi sosiologis di Indonesia. Berfokus pada variasi al-Qur’an di Pondok Pesantren Mualimin Sawah Dangka, peneliti ini berupaya memahami makna dan nilai-nilai yang terkait dengan berbagai praktik penerimaan al-Qur’an</span><br style="font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; line-height: normal; text-align: -webkit-auto; text-size-adjust: auto;" />
</p>
ResearchOpen AccessMetadata saja
•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
Melayani masyarakat</p>
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Muhammad Qadri: Implementasi Putusan Tarjih Muhammadiyah Yang Ke-XXXI Terhadap Perubahan Awal Waktu Shubuh ( Studi Kasus di Masjid-masjid Kota Bukittinggi. Perubahan kriteria ketinggian dari matahari untuk awal waktu Subuh dari -20 derajat menjadi -18 derajat melalui Putusan Musyawarah Nasional Tarjih Muhammadiyah ke-XXXI menimbulkan variasi dalam Implementasinya di tengah masyarakat, termasuk di Kota Bukittinggi yang memiliki masjid berafiliasi Muhammadiyah maupun masjid umum. Kondisi ini melahirkan kesenjangan praktik antar masjid sehingga penting untuk dikaji sejauh mana putusan tersebut terlaksanakan ditengah Masyarakat, serta apa saja faktor yang memengaruhinya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Putusan Tarjih ke-XXXI di masjid-masjid Kota Bukittinggi dan apa saja yang menjadi pendukung ataupun penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode induktif, dengan mengambil beberapa masjid di Bukittinggi sebagai objek kajian. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara terstruktur dengan pengurus masjid dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bukittinggi, dilengkapi dengan observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif induktif. Hasil dari penelitian menunjukkan hanya beberapa Masjid di Bukittinggi yang menerapkan Putusan ini diataranya Masjid Muhammadiyah Baitul Jalal dan Masjid Tabligiah yang telah penambahan delapan menit untuk masuknya waktu shubuh sesuai putusan, sementara itu masjid-masjid yang lainnya masih menggunakan jadwal lama. Faktor yang mempengaruhi pelaksanaan putusan ini diantaranya: Faktor pendukung, sosialisasi dari PDM Bukittinggi, ikatan struktural dengan Muhammadiyah, serta sikap positif pengurus. Faktor penghambat mencakup sosialisasi yang tidak merata, sifat putusan yang tidak mengikat masjid nonMuhammadiyah, resistensi jamaah akibat perbedaan waktu azan, serta kesenjangan pengetahuan antara pengurus dan jamaah. Dapat disimpulkan bahwa penerimaan putusan lebih ditentukan oleh faktor komunikasi dan kelembagaan daripada kekuatan argumentasi ilmiahnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Analisis Strategi Bersaing KSPPS Bitul Tamwil Muhammadiyah dalam Menghadapi Dinamika Persaingan Pada Lembaga Keuangan Syariah Lainnya” (Studi Kasus KSPPS Bitul Tamwil Muhammadiyah Cabang Sungai Rumbai). Prodi perbankan syariah, fakultas ekonomi dan bisnis islam UIN sjech M. djamil djambek bukittinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi bersaing yang diterapkan KSPPS Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM) Cabang Sungai Rumbai dalam menghadapi dinamika persaingan dengan lembaga keuangan lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di KSPPS BTM Cabang Sungai Rumbai. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas pimpinan cabang, account officer, teller, marketing pembiayaan, serta anggota aktif koperasi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan analisis SWOT yang didukung oleh matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE) untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi daya saing lembaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KSPPS BTM memiliki kekuatan pada pelayanan yang mengedepankan prinsip syariah, kedekatan dengan masyarakat, kualitas pelayanan yang bersifat personal, serta produk pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan anggota. Di sisi lain, lembaga juga menghadapi tantangan berupa meningkatnya persaingan dari lembaga keuangan syariah maupun konvensional. Berdasarkan hasil analisis SWOT, strategi yang paling tepat diterapkan adalah strategi Strengths–Opportunities (SO), yaitu memanfaatkan kekuatan internal untuk menangkap peluang melalui peningkatan kualitas layanan, pengembangan produk, perluasan jaringan pemasaran, serta penguatan hubungan dengan anggota dan masyarakat. Penerapan strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan keunggulan bersaing serta mempertahankan keberlanjutan KSPPS BTM di tengah persaingan lembaga keuangan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami kondisi sosial dan keagamaan masyarakat Nagari Kurai Taji pada masa pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) tahun 1958–1961. Sebagai salah satu nagari di Pariaman, Kurai Taji memiliki keragaman dalam praktik keagamaan yang mencerminkan dinamika Islam lokal antara tradisi tarekat dan gerakan modernis. Konflik PRRI tidak hanya berdampak pada aspek politik dan militer, tetapi juga turut memengaruhi kehidupan sosial keagamaan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perubahan kondisi sosial dan keagamaan masyarakat Kurai Taji sebelum dan selama pemberontakan PRRI Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan tahapan, 1) Heuristik, pengumpulan sumber primer seperti arsip dokumen yaitu manuskrip yang ditulis oleh Kasim Munafy anggota Masyumi Padang Pariaman, serta wawancara dengan tokoh masyarakatdan sumber sekunder berupa wawancara dengan orang yang mengetahui peristiwa di Kurai Taji ini secara lisan maupun tulisan, kemudian buku-buku dan karya ilmiah terkait 2) Kritik sumber, yakni penilaian terhadap keaslian dan kredibilitas sumber; 3) Interpretasi, yaitu penafsiran terhadap fakta sejarah yang diperoleh; dan 4) Historiografi, yaitu penyusunan narasi sejarah berdasarkan hasil penelitian yang sesuai dengan pedoman penulisan karya ilmiah Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum PRRI, kehidupan sosial keagamaan masyarakat Kurai Taji berjalan harmonis meskipun terdapat perbedaan paham antara tarekat Syattariyah dan Muhammadiyah. Namun saat PRRI berlangsung, kehidupan masyarakat mengalami gangguan signifikan. Aktivitas keagamaan di masjid dan surau menurun drastis akibat tekanan militer dan situasi keamanan yang tidak kondusif. Beberapa tokoh Muhammadiyah ditangkap karena dianggap terlibat dalam pemberontakan, sedangkan masyarakat Syattariyah memilih membatasi kegiatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Toleransi Antara Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah (Studi Kasus Masjid Al-Azhar Jorong Kauman Selatan Kabupaten Pasaman)” disusun oleh Rafli Syam Nizra, Nim 4521023, Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2025. Skripsi ini membahas bagaimana dua organisasi Islam besar, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, menunjukkan nilai toleransi dalam kehidupan beragama dan bersosialisasi di Masjid Al-Azhar Desa Kauman Selatan. Penelitian ini menjelaskan bagaimana orang-orang bekerja sama dalam mengelola masjid dan melakukan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di tengah perbedaan warga. Penelitian ini mengangkat dua rumusan masalah, yaitu apa saja nilai toleransi yang diterapkan oleh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah dan bagaimana penerapan nilai toleransi antara Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di Masjid Al-Azhar Desa Kauman Selatan. Metode yang dipakai adalah pendekatan kualitatif dengan melakukan studi di lokasi tersebut. Tempat ini dipilih karena ada dua organisasi besar yang tinggal berdampingan dengan baik. Kerangka teori berbicara tentang toleransi dalam hubungan sosial dan agama. Ini juga menekankan nilai-nilai ukhuwah Islamiyah yang penting untuk menghormati perbedaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah bekerja sama dengan baik dalam mengelola masjid. Mereka juga saling bergiliran dalam tugas imam dan khatib, serta menghargai perbedaan cara beribadah dari masing-masing kelompok. Anak-anak diajarkan untuk saling menghargai sejak kecil. Ini membantu mereka membangun hubungan yang baik dan memperkuat rasa persaudaraan di antara perbedaan. Masjid Al-Azhar adalah simbol nyata persatuan dan toleransi yang terlihat dalam cara hidup sehari-hari warga Desa Kauman Selatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini merupakan salah satu karya ilmiah yang membahas mengenai kriteria Yahudi dan Nasrani dalam surat al-Baqarah menurut perspektif Tafsir At-Tanwir Muhammadiyah dengan menggunakan metode maudhu’i atau tematik dengan memfokuskan kepada ayat-ayat yang membahas Yahudi dan Nasrani, baik ditunjukkan langsung melalui term-termnya ataupun tidak. Penelitian ini mengkaji penafsiran kriteria Yahudi dan Nasrani dalam Surat Al-Baqarah menurut perspektif Tafsir At-Tanwir karya Muhammadiyah. Surat Al-Baqarah memuat banyak ayat terkait Yahudi dan Nasrani yang memiliki signifikansi historis dan relevansi kontemporer dalam membentuk pemahaman umat Islam tentang hubungan antar agama. Dalam konteks Indonesia yang plural, pemahaman yang tepat tentang hal ini menjadi penting untuk membangun dialog antar agama yang konstruktif. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ayat-ayat kunci dalam Surat Al-Baqarah terkait Yahudi dan Nasrani, serta mengkaji interpretasi Tafsir At-Tanwir terhadap ayat-ayat tersebut. Secara khusus, penelitian ini mengkaji bagaimana Tafsir At-Tanwir menafsirkan kriteria dan karakteristik Yahudi dan Nasrani yang digambarkan dalam Surat Al-Baqarah. Penelitian ini menggunakan metode tafsir tematik (maudhu'i) dengan mengumpulkan dan menganalisis ayat-ayat terkait Yahudi dan Nasrani dalam Surat Al-Baqarah. Sumber utama penelitian adalah Tafsir At-Tanwir karya Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah. Pendekatan yang digunakan adalah analisis konten dengan memperhatikan aspek historis, teologis, dan sosial-keagamaan dalam penafsiran ayat-ayat tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tafsir At-Tanwir menawarkan perspektif yang kontekstual, progresif dan inklusif. Tafsir At-Tanwir menguraikan ayat-ayat terkait Yahudi dan Nasrani dengan pendekatan yang inklusif dan moderat, menenkankan pada aspek nilai-niai universal dan etika sosial yang relevan, serta adanya integrasi antara pemahaman teks klasik dengan ilmu pengetahuan modern dan realitas sosial terkini. Penelitian ini relevan dalam konteks masyarakat plural modern, menyeimbangkan keterbukaan dan kewaspadaan terhadap ancaman pemurtadan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi atas nama PUTRI ADELIA, NIM: 4318025 dengan judul “ Strategi Dakwah Organisasi Muhammadiyah dalam Meningkatkan Wawasan Keislaman Masyarakat di Nagari Lubuk Basung”. Maksud dari judul di atas adalah bentuk pelaksanaan dakwah atau hal-hal yang dilakukan organisasi Muhammadiyah dalam meningkatkan wawasan keislaman untuk masyrakat di Nagari Lubuk Basung. Motivasi penulis dalam memilih judul ini adalah bahwa dalam strategi dakwah organisai Muhammadiyah dalam meningkatkan wawasan keislaman masyarakat di Nagari Lubuk Basung hendaknya terlaksana dengan baik. Kesan yang menarik akan terbentuk jika masyarakat di Nagari Lubuk Basung paham dan memiliki wawasan keislaman dalam kehidupan sehari-hari, baik tidak hanya di lingkungan keluarga, perkampungan, dan bahkan di luar kampung, sehingga membentuk wawasan keislaman yang baik dan sesuai dengan ketentuan-keetentuan Islam pada umumnya. Dari observasi awal terindikasi bahwa di Nagari Lubuk Basung Kabupaten Agam sudah tergambar strategi dakwah yang dilakukan oleh organisasi Muhammadiyah meski belum terlaksana dengan baik. Oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang strategi dakwah organisasi Muhammadiyah dalam meningkatkan wawasan keislam masyarakat di Nagari Lubuk Basung yang masih belum terlaksana dengan baik, sehingga jika di adakannya penelitian ini, agar masyarakat di Lubuk Basung lebih termotivasi untuk mengikuti dakwah yang diadakan oleh organisasi Muhammadiyah dalam meningkatkan wawasan keislaman. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, yaitu metode yang menggambarkan keadaan yang terjadi di lapangan secara sistematis. Sumber data dalam penelitian ini adalah anggota Organisasi Muhammadiyah Ranting Kubang berjumlah lima orang dan masyarakat Nagari Lubuk Basung berjumlah lima orang. Dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan, penulis melakukan observasi ke Simpang Tembok Nagari Lubuk Basung. Sedangkan wawancara penulis tujukan kepada masyarakat Nagari Lubuk Basung dan para anggota organisasi Muhammadiyah Ranting Kubang. Kemudian data yang diperoleh diolah dengan teknik analisis deskriptif analitik dan di lakukan triangulasi data dengan membandingkan daya yang diperoleh dari hasil observasi dan data hasil wawancara. Dari hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa strategi organisasi Muhammadiyah dalam meningkatkan wawasan keislaman masyarakat di Nagari Lubuk Basung belum tepat dan belum terlaksana dengan baik. Diantaranya strategi dakwah yang pernah dicobakan belum berhasil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Haniyyah. A, NIM 4116009, Judul Skripsi: “ PEMAHAMAN TOKOH MUHAMMADIYAH BUKITTINGGI TENTANG JIHAD (STUDI LIVING QUR’AN TERHADAP Q.S. AL HAJJ: 78)” Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2023. Salah satu ajaran dalam Al-Qur’an adalah Jihad yang masih menjadi penelitian sampai saat sekarang ini terkait dari makna jihad itu sendiri. Bahkan begitu banyaknya buku yang membahas terkait jihad dengan bab tersendiri. Namun makna jihad yang mengacu kepada peperangan sampai sekarang masih menuia perdebatan di kalangan ilmuan muslim. Nanti jihad itu sendiri dikait-kaitan dengan sekolompok orang atau perkumpulan yang dikatakan fanatik dengan jihad itu perang, dan sekolompok orang juga yang menolak makna tersebut. Maka salah satu peneliti mengambil organisasi islam terbesar yaitu Muhammadiyah untuk menjadi objek penelitian. Dengan alasan inilah peneliti tertarik melakukan penelitian terhadap pemahaman tokoh Muhammadiyah di Bukittinggi dalam memaknai makna jihad tersebut. Peneliti ini menggunakan metode kualitatif dan metode living Qur’an, dimana penelitian model persepsi tokoh Muhammadiyah Bukittinggi dalam memahami dan mengamalkan ayat Al-Qur’an. Informan dalam penelitian ini adalah tokoh-tokoh Muhammadiyah di Bukittinggi, dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian poin yang pertama tentang pemahaman tokoh Muhammadiyah tentang Jihad. Poin kedua tentang pemahaman tokoh Muhammadiyah Bukittinggi terhadap salah satu ayat jihad Qur’an surat Al Hajj ayat 78 tentang makna jihad di awal ayat tersebut. ABSTRAK Haniyyah. A, NIM 4116009, Judul Skripsi: “ PEMAHAMAN TOKOH MUHAMMADIYAH BUKITTINGGI TENTANG JIHAD (STUDI LIVING QUR’AN TERHADAP Q.S. AL HAJJ: 78)” Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2023. Salah satu ajaran dalam Al-Qur’an adalah Jihad yang masih menjadi penelitian sampai saat sekarang ini terkait dari makna jihad itu sendiri. Bahkan begitu banyaknya buku yang membahas terkait jihad dengan bab tersendiri. Namun makna jihad yang mengacu kepada peperangan sampai sekarang masih menuia perdebatan di kalangan ilmuan muslim. Nanti jihad itu sendiri dikait-kaitan dengan sekolompok orang atau perkumpulan yang dikatakan fanatik dengan jihad itu perang, dan sekolompok orang juga yang menolak makna tersebut. Maka salah satu peneliti mengambil organisasi islam terbesar yaitu Muhammadiyah untuk menjadi objek penelitian. Dengan alasan inilah peneliti tertarik melakukan penelitian terhadap pemahaman tokoh Muhammadiyah di Bukittinggi dalam memaknai makna jihad tersebut. Peneliti ini menggunakan metode kualitatif dan metode living Qur’an, dimana penelitian model persepsi tokoh Muhammadiyah Bukittinggi dalam memahami dan mengamalkan ayat Al-Qur’an. Informan dalam penelitian ini adalah tokoh-tokoh Muhammadiyah di Bukittinggi, dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian poin yang pertama tentang pemahaman tokoh Muhammadiyah tentang Jihad. Poin kedua tentang pemahaman tokoh Muhammadiyah Bukittinggi terhadap salah satu ayat jihad Qur’an surat Al Hajj ayat 78 tentang makna jihad di awal ayat tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi atas nama Rina Susanti, Nim 4318069, Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, dengan Judul “ Persepsi Tokoh Agama Terhadap Organisasi Muhammadiyyah Padang Panjang Jorong Tanjung Mas Nagari Persiapan Simpang Tonang Utara Kecamatan Dua Koto Kabupaten Pasaman”. Persepsi merupakan studi tentang bagaimana kita mengintegrasikan indrawi ke dalam perspektif objek dan bagaimana kita kemudian menggunakan persepsi itu untuk mengenali dunia (Perspektif adalah hasil dari perspektif). Tokoh agama adalah orang yang melakukan dakwah baik secara lisan maupun tulisan atau perbuatan baik secara individu, kelompok maupun dalam bentuk organisasi kelembagaan. Muhammadiyah merupakan ormas Islam terbesar dengan jumlah anggota terbanyak di Indonesia. Nama Muhammadiyah diambil dari nama Nabi Muhammad, sehingga nama Muhammadiyah dapat diartikan atau dikenal sebagai orang-orang yang menjadi pengikut Nabi Muhammad. Namun dalam masyarakat Padang Panjang tidak ada organisasi Muhammadiyah ini maupun orang yang menjadi pengikut organisasi ini. maka penulis tertarik untuk menggali secara mendalam. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah yang tertera pada skripsi ini. Adapun rumusan masalah tersebut adalah sebagai berikut: 1) Bagaimana Persepsi Tokoh Agama Terhadap Organisasi Muhammadiyah Padang Panjang Jorong Tanjung Mas Nagari Persiapan Simpang Tonang Utara Kecamatan Dua Koto Kabupaten Pasaman? 2) Apa saja faktor-faktor penyebab tidak bisa masuk dan berkembangnya Organisasi Muhammadiyah Padang Panjang Jorong Tanjung Mas Nagari Persiapan Simpang Tonang Utara Kecamatan Dua Koto Kabupaten Pasaman. Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan menganalisis, secara sistematis dan akurat serta faktual, mengenai Persepsi Tokoh Agama terhadap Organisasi Muhammadiyah serta Faktor-faktor penyebab tidak dapat masuk dan berkembangnya Organisasi Muhammadiyah di Padang Panjang Jorong Tanjung Mas Nagari Simpang Tonang Utara Kecamatan Dua Koto Kabupaten Pasaman. Informan kunci dalam penelitan ini tokoh masyrakat yang dapat memberikan informasi secara mendalam. Sedangkan informan pendukung dalam penelitian ini penghulu adat serta masyarakat sebagai sumber tambahan untuk mendapatkan informasi. Teknik pengumpulan datanya observasi, wawncara dan dokumentasi. Selain itu yang menjadi teknik analisis data reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi tokoh agama terhadap Organisasi Muhammadiyah Padang Panjang ini berbeda. Adapun yang menjadi faktor penyebab tidak dapat masuk dan berkembangnya Organisasi Muhammadiyah Padang Panjang Jorong Tanjung Mas Nagari Simpang Tonang Utara Kecamatan Dua yang pertama tidak adanya ditemukan lembaga Organisasi Muhammadiyah, kedua mesjidnyanya maupun orang yang menjadi pengikutnya, ketiga bertentangan dengan paham agama NU, keempat kurangnya ilmu pengetahuan pengetahuan dasar terhadap Organisasi Muhammadiayah, kelima bertentangan dengan adat atau kebiasan Masyarakat dan kurangnya jiwa Sosial Masyarakat Terhadap Organisasi Muhammadiyah ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tesis ditulis oleh : khairul Razi, Nim : 1011.9003, pascasarjana bukittinggi, hukum islam dangan judul perbandingan pendapat muahmmadiyah dan NU tantang ibadah dimasa pademi covid -19. Tesis ini diterbalakangi fenome yang terjadi pada saat covid yang menyebabkan masyarakat. Perba dingan pendapat Muhammadiyah dan NU ibadah dimasa pademi. Jenis penelitian dalam tesis ini adalah penelitian kepustakaan. Karena data yang diperoleh berasal dari berbagai buku/kitab, dan fatwa muhammadiyah dan NU yang menjelaskan perbandingan pendapat pada masa pademi covid 19. Metode yang dipakai adalah metode analisis deskriptif analitik, terhadap perbandingan ibadah dimasa pademi . Sedangkan tujuan penulis adalah mengambarkan perbandingan pendapat muhammadiyah dan NU. Hasil penelitian penulis covid 19 ini bermula dari kota wahan dicina pada bulan desember 2019, lalu covid menyebar berbagai belahan dunia. Pada tanggal 2 maret 2020virus tersebut masuk ke indonesia. Untuk merespon virus tersebut pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan, diantaranya : pembatasan sosial bersakala besar hingga new normal.covid adalah salah satu sejenis penyakit yang menganggu sistim pernapasan, dengan timbulnya gejala batuak kering yang terus menerus, demam tinggi, sakit kepala dan tenggorokan, sesak hilang penciuaman yang menyebabkan sezeorang merasa lemas dan tidak bertenaga. Sehinga muhammadoya dan NU mengeluarkan pealksanaan ibadah dimasa covid-19. Dalam pengambilan dasar hukum terhadap persoalan shlat jumaat, shalat berjamaah dan shalat sunnah lainya berupa shalat aidul adha dan shalat idul fitri, shalat sunnah witir dan tarawih dan juga berpuasa dibulan ramadahn tidak terlepas dari kaidah fiqih. Sedang cara mereka ut mengeluarkan hukum atau istinbat tidak terlepas dari cara mereka memahami dhalil yang ada. Dan jug analisi dari pengaruh terhadap fatwa mereka adalah sejauh mana penyebaran covid terhadap lingkungan dan masyrakat dan jug lingkumgan muhammadiyah dan Nu, masing mereka memahami covid berupa pemykit yng sangT dasyat bahkan bisa mematikan.sehinga mereka memiliki dalil tertntu untuk menyelsaikannya. Sehingga mereka mengambil dalil dari alquran, sumnah, dan cara mengeluarkan fatwa dalam penatapan ibadah dimasa pademi baik pelaksanaan shalat jumaat, berjamaah, shalat 'id danshalat sunah dan sebagainya, dan puasa dibula ramadahan.
ArticleOpen AccessMetadata saja
2022•Artikel Penelitian dan Pengabdian
Penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode kualitatif dan termasuk dalam jenis penelitian lapangan (field research). Dalam memperoleh data, peneliti menggunakan berbagai instrument, seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis yang peneliti gunakan berupa reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Dari penelitian yang dilakukan, menunjukkan bahwa: (1) ragam resepsi Al-Qur’an yang ada di Ponpes tersebut antara lain, pertama resepsi eksegesis berupa kajian tafsir tematik, kedua resepsi estetis mewujud dalam kaligrafi di ruangan guru, asrama dan kamar pengasuh, sementara resepsi fungsional mewujud dalam pembacaan surat-surat pilihan dan resepsi eternal terjawantahkan dalam pelbagai praktik preservasi AlQur’an, seperti setoran hafalan ayat dalam bentuk sima’an, dan muraja’ah. Value-value yang melekat dalam ragamresepsi tersebut, antara lain: value objektif, value ekspresif, dan value dokumenter. value objektif menyimpulkan bahwa ragam perilaku resepsi di ponpes tersebut adalah sebagai simbolisasi kepatuhan terhadap peraturan pondok. Value ekspresifnya adalah sebagai wujud internalisasi diri dengan hal-hal positif melalui proses pembelajaran a l-Qur’an yang berkelanjutan dan value dokumenternya adalah sebagai bentuk kontekstualisasilokal dari sistem budaya yang komprehensif
ArticleOpen AccessMetadata saja
2022•Artikel Penelitian dan Pengabdian
Abstract
This study aims to find out the variety of Al-Qur'an receptions in the Islamic boarding school, as well as trying
to understand the values inherent in it. This research was designed using qualitative methods and included in
the type of field research (field research). In obtaining data, researchers used various instruments, such as
interviews, observation, and documentation. The analysis that researchers use is in the form of data reduction,
data display, and drawing conclusions. From the research conducted, it shows that: (1) the variety of Al-Qur'an
receptions in the Islamic boarding school include, firstly exegesis receptions in the form of thematic
interpretation studies, secondly aesthetic receptions manifest in calligraphy in the teacher's room, dormitory
and caregiver's room, while Functional receptions are manifested in the recitation of selected letters and eternal
receptions are manifested in various Qur'anic preservation practices, such as memorizing verses in the form of
sima'an and muraja'ah. The values inherent in the variety of receptions include: objective values, expressive
values, and documentary values. objectively concludes that the variety of reception behavior at the Islamic
boarding school is a symbol of obedience to the rules of the Islamic boarding school. Its expressive value is a
form of self-internalization with positive things through a continuous process of learning the Qur'an and its
documentary value is a form of local contextualization of comprehensive cultural system
Keywords: Reception, Al-Qur'an, Muallimin Muhammadiyah Sawah Dang
ArticleOpen AccessMetadata saja
2022•Artikel Penelitian dan Pengabdian
Abstract
This study aims to find out the variety of Al-Qur'an receptions in the Islamic boarding school, as well as trying
to understand the values inherent in it. This research was designed using qualitative methods and included in
the type of field research (field research). In obtaining data, researchers used various instruments, such as
interviews, observation, and documentation. The analysis that researchers use is in the form of data reduction,
data display, and drawing conclusions. From the research conducted, it shows that: (1) the variety of Al-Qur'an
receptions in the Islamic boarding school include, firstly exegesis receptions in the form of thematic
interpretation studies, secondly aesthetic receptions manifest in calligraphy in the teacher's room, dormitory
and caregiver's room, while Functional receptions are manifested in the recitation of selected letters and eternal
receptions are manifested in various Qur'anic preservation practices, such as memorizing verses in the form of
sima'an and muraja'ah. The values inherent in the variety of receptions include: objective values, expressive
values, and documentary values. objectively concludes that the variety of reception behavior at the Islamic
boarding school is a symbol of obedience to the rules of the Islamic boarding school. Its expressive value is a
form of self-internalization with positive things through a continuous process of learning the Qur'an and its
documentary value is a form of local contextualization of comprehensive cultural system
Keywords: Reception, Al-Qur'an, Muallimin Muhammadiyah Sawah Dang
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi atas nama KHOIRUNNAS, NIM. 4417004, Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, dengan judul “Kontibusi Muhammadiyah Ujung Gading (Tinjauan Historis)”. Skripsi ini bertujuan untuk mengungkapkan Sejarah dan Peran Muhammadiyah di Ujung Gading. Masalah yang diteliti dalam tulisan ini difokuskan pada beberapa hal yaitu: 1) Bagaimana Sejarah Berdirinya Muhammadiyah di Ujung Gading. 2) Bagaimana Kontribusi Muhammadiyah terhadap Masyarakat Islam di Ujung Gading. 3) Bagaimana Perkembangan Muhammadiyah di Ujung Gading. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Kualitatif yang bersifat deskriptif naratif. Data dalam penelitian ini bersumber dari buku, arsip, peningalan, hasil Observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan melalui beberapa langkah-langkah yaitu heuristik atau pengumpulan sumber, verifikasi atau penyeleksian sumber, interprestasi atau penafsiran sumber, dan Historiografi atau penulisan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Muhammadiyah di Ujung Gading menunjukkkan bahwa (1) Berdirinya Muhammadiyah di Ujung Gading suda ada pada tahun 1926 tidak terlepas dari peranan H. Zakaria, dimana beliaulah yang mempelopori berdirinya Muhammadiyah di Ujung Gading, hingga Muhammadiyah terus berkembang dan memberikan kontribusi yang besar tehadap masyarakat Ujung Gading. (2) Peran Muhammadiyah terhadap masyarakat Ujung Gading yaitu Muhammadiyah Ujung Gading menddirikan Sekolah-sekolah Agama maupun umum dan Muhammadiyah Ujung Gading melakukan pengajian terhadap masyarakat Ujung Gading untuk menghilangkan sifat Syirik, Khurafat dan Bid’ah. (3) Perkembangan Muhammadiyah Ujung Gading itu banyak mengalami kemajuan yang cukup pesat pada masa awal berdirinya dan cukup baik dari segi amal usaha maupun kegiatan keagamaanya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Peran Kelompok Mayoritas Muhammadiyah/NU Dalam Menjaga Kekunan Umat Beragama Di Nagari Panti Kabupaten Pasaman”, Yang ditulis oleh Lina, NIM. 4516.014, Program Studi Aqidah Dan Filsafat Islam, Fakultas Usuluddin Adab dan Dakwah, Iain Bukittinggi, Tahun 2020. Penelitian ini berangkat dari latar belakang Nagari Panti Kabupaten Pasaman yang merupakan daerah yang Plural dari segi agama, suku, bahasa, dan budaya sebagai daerah yang heterogen. Antara mayoritas beragama Islam khususnya Muhammadiyah/NU dengan non muslim bisa hidup rukun dan terjaga dengan baik, serta tidak adanya diskriminasi yang terjadi antar kelompok yang berujung pada kekerasan sampai saat sekarang ini, tentunya hal ini akan menimbulkan sebuah pertanyaan dimana daerah Panti merupakan daerah yang plural dari segi agama, ras, etnik, budaya serta bahasa dan satu-satunya daerah yang ada di Sumatera Barat yang terjaga toleransinya dibandingkan daerah lain. Karenanya penelitian ini ingin menggali lebih dalam yang pertama, bagaimana kondisi keberagaman dan kerukunan umat beragama di Nagari Panti. Kedua, bagaimana peran organisasi keagamaan Muhammadiyah/NU dalam menjaga kerukunan umat beragama di Nagari Panti. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Fokus penelitian ini yaitu peran organisasi keagamaan Muhammadiyah/NU dalm mewujudkan kerukunan di Nagari Panti. Sumber primer dari penelitian ini ialah data-data observasi, wawancara dan dokumentasi yang di peroleh dari Organisasi keagamaan Muhammdiyah/NU di Panti. Adapun sumber sekundernya yaitu data-data pendukung dari referensi terkait. Hasil penelitian ini yaitu yang pertama menunjukkan secara umum kondisi di Nagari Panti yang terbilang plural dari segi agama dan budaya. Karena dengan perbedaan tersebut bisa menjadi pemicu terjadinya konflik, namun yang terdapat pada masyarakat di Nagari Panti ini hidup rukun dalam perbedaan keyakinan. Adapun bentuk kerukuanan di Nagari Panti yaitu kerukunan intern umat beragama yang sudah cukup bagus serta kerukunan antarumat beragama yang sudah terjalin dengan baik,kerukunan umat beragama dengan pemerintah yang sudah cukup baik. Kedua, organisasi keagamaan khususnya Muhammadiyah/NU mempunyai peran penting dalam mewujudkan kerukunan khususnya di Nagari Panti dalam mengajak dan membina, mengarahkan warganya untuk menanamkan sikap toleransi sehingga berdampak kepada kehidupan sehari-hari. Adapun bentuk-bentuk kegiatan yang dilakukan dalam mewujudkan kerukunan di Nagari Panti antara lain , kerjasama, musyawarah, menanamkan nilai-nila toleransi, serta saling peduli antar satu dengan yang lain.