Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

H.FAHMIL SAMIRAN,Lc, M.A

21 karya publik ditemukan.

MANHAJ FIQIH AN-NAWAWI

2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian

<p style="margin-left:54.0pt;"> &nbsp;</p> <p> &nbsp;</p>

"memberikan pengajian / KULTUM di masjid Kampus ULUL Albab UIN SMDD"

2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian

kultum atau pengajian merupakan suatu cara bentuk yang sangat besar dalam rangka mengawal keagamaan sevitas akademik di kampus Masjid Ulul Albab UIN SMDD, judul yang saya sampaikan adalah tujuh yang mendapat perlingungan di akhirat kelak, diantaranaya adalah pemimpin yang adil, pemudu yang tumbuh dalam keta'atan, seseorang yang hatinya terpaut di masjid keluar dsn datang kembali , seseorang yang berteman karena allah bertemudan berpisah karena Allah, seseorang yang berzikir lalu menangis dan berlinang air matanya, seseorang yang dirayu oleh wanita yang cantik dan punya harta laulu laki- laki itu mengatakan saya takut pada Allah Set dan seseorang yang bersedekah tidak tahu tangan kirinya apa yang disedekahkan tangan kananya

VALUES BEHIND OSONG KAPALI CEREMONY: SOCIOCULTURAL REVIEW OF INDIGENOUS AND RELIGIOUS TRADITION

2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian

This study describes the domination of local custom and religion behind the tradition of Osong Kapali among Sungai Patai community in Tanah Datar, Minangkabau, Indonesia during the decease of Datuak (the leader of ethnic group). It employs a qualitative method with observation, interviews, and documentation as research instruments. It revealed, for people, that the majesty of datuak is reflected on not only the time he receive the tittle but also the time he passes away. This ceremony is intended to honor the dead datuak. The tradition begins with baretong (planning), mangkaji adaik (discussing the tradition), mancabiak kain kafan (tearing the shroud), osong kapali (putting on the traditional fabric), marocak (spreading the coin along the way to Datuak grave), pidato alam (welcoming speech), and manigo ari (praying after the funeral procession). It contains values within, such as the leader’s majesty, datuak wisdom, and symbols of broad and clean thought. In addition, it holds sharia, educational, and social values. Osong kapali tradition is a combination of custom and religion represented in the ceremonial sequences which agree with the ideology of sarak basandi kitabullah, the Quran-based tradition. Penelitian ini mendeskripsikan dominasi adat dan agama pada tradisi Osong Kapali yang dilakukan oleh masyarakat Nagari Sungai Patai kabupaten Tanah 264 Values Behind Osong Kapali Ceremony el Harakah Jurnal Budaya Islam Vol. 24 No. 2, 2022 Datar di Minangkabau Indonesia ketika seorang datuak meninggal dunia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagi masyarakat kebesaran seorang Datuak tidak hanya tergambar pada upacara pengangkatan gelar namun juga pada saat seorang datuak tersebut tutup usia. Upacara adat ini bertujuan untuk penghormatan kepada seorang datuak yang meninggal. Upacara Osong Kapali dimulai dengan baretong (Perencanaan), mangkaji adaik (mendiskusikan adat), mancabiak kain kafan (merobek kain kafan), Osong Kapali, pemasangan kain adaik (Pemasangan kain adat), maroncak (Menyebar koin sepanjang perjalanan ke kuburan Datuak), pidato alam (Pidato), dan manigo hari (berdoa setelah upacara pemakaman). Terdapat nilai nilai seperti kebesaran seorang pemimpin, kebijaksanaan seorang datuak dan symbol pemikiran yang luas dan bersih. Selain itu terdapat nilai teologi yakni nilai syari’ah, pendidikan dan sosial. Osong Kapali ini merupakan kombinasi antara adat dan agama yang terlihat dari rangkaian pelaksanaannya sesuai dengan filosofi adat ”sarak basandi kitabullah”.

VALUES BEHIND OSONG KAPALI CEREMONY: SOCIOCULTURAL REVIEW OF INDIGENOUS AND RELIGIOUS TRADITION

2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian

This study describes the domination of local custom and religion behind the tradition of Osong Kapali among Sungai Patai community in Tanah Datar, Minangkabau, Indonesia during the decease of Datuak (the leader of ethnic group). It employs a qualitative method with observation, interviews, and documentation as research instruments. It revealed, for people, that the majesty of datuak is reflected on not only the time he receive the tittle but also the time he passes away. This ceremony is intended to honor the dead datuak. The tradition begins with baretong (planning), mangkaji adaik (discussing the tradition), mancabiak kain kafan (tearing the shroud), osong kapali (putting on the traditional fabric), marocak (spreading the coin along the way to Datuak grave), pidato alam (welcoming speech), and manigo ari (praying after the funeral procession). It contains values within, such as the leader’s majesty, datuak wisdom, and symbols of broad and clean thought. In addition, it holds sharia, educational, and social values. Osong kapali tradition is a combination of custom and religion represented in the ceremonial sequences which agree with the ideology of sarak basandi kitabullah, the Quran-based tradition. Penelitian ini mendeskripsikan dominasi adat dan agama pada tradisi Osong Kapali yang dilakukan oleh masyarakat Nagari Sungai Patai kabupaten Tanah 264 Values Behind Osong Kapali Ceremony el Harakah Jurnal Budaya Islam Vol. 24 No. 2, 2022 Datar di Minangkabau Indonesia ketika seorang datuak meninggal dunia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagi masyarakat kebesaran seorang Datuak tidak hanya tergambar pada upacara pengangkatan gelar namun juga pada saat seorang datuak tersebut tutup usia. Upacara adat ini bertujuan untuk penghormatan kepada seorang datuak yang meninggal. Upacara Osong Kapali dimulai dengan baretong (Perencanaan), mangkaji adaik (mendiskusikan adat), mancabiak kain kafan (merobek kain kafan), Osong Kapali, pemasangan kain adaik (Pemasangan kain adat), maroncak (Menyebar koin sepanjang perjalanan ke kuburan Datuak), pidato alam (Pidato), dan manigo hari (berdoa setelah upacara pemakaman). Terdapat nilai nilai seperti kebesaran seorang pemimpin, kebijaksanaan seorang datuak dan symbol pemikiran yang luas dan bersih. Selain itu terdapat nilai teologi yakni nilai syari’ah, pendidikan dan sosial. Osong Kapali ini merupakan kombinasi antara adat dan agama yang terlihat dari rangkaian pelaksanaannya sesuai dengan filosofi adat ”sarak basandi kitabullah”.

VALUES BEHIND OSONG KAPALI CEREMONY: SOCIOCULTURAL REVIEW OF INDIGENOUS AND RELIGIOUS TRADITION

2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian

This study describes the domination of local custom and religion behind the tradition of Osong Kapali among Sungai Patai community in Tanah Datar, Minangkabau, Indonesia during the decease of Datuak (the leader of ethnic group). It employs a qualitative method with observation, interviews, and documentation as research instruments. It revealed, for people, that the majesty of datuak is reflected on not only the time he receive the tittle but also the time he passes away. This ceremony is intended to honor the dead datuak. The tradition begins with baretong (planning), mangkaji adaik (discussing the tradition), mancabiak kain kafan (tearing the shroud), osong kapali (putting on the traditional fabric), marocak (spreading the coin along the way to Datuak grave), pidato alam (welcoming speech), and manigo ari (praying after the funeral procession). It contains values within, such as the leader’s majesty, datuak wisdom, and symbols of broad and clean thought. In addition, it holds sharia, educational, and social values. Osong kapali tradition is a combination of custom and religion represented in the ceremonial sequences which agree with the ideology of sarak basandi kitabullah, the Quran-based tradition. Penelitian ini mendeskripsikan dominasi adat dan agama pada tradisi Osong Kapali yang dilakukan oleh masyarakat Nagari Sungai Patai kabupaten Tanah 264 Values Behind Osong Kapali Ceremony el Harakah Jurnal Budaya Islam Vol. 24 No. 2, 2022 Datar di Minangkabau Indonesia ketika seorang datuak meninggal dunia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagi masyarakat kebesaran seorang Datuak tidak hanya tergambar pada upacara pengangkatan gelar namun juga pada saat seorang datuak tersebut tutup usia. Upacara adat ini bertujuan untuk penghormatan kepada seorang datuak yang meninggal. Upacara Osong Kapali dimulai dengan baretong (Perencanaan), mangkaji adaik (mendiskusikan adat), mancabiak kain kafan (merobek kain kafan), Osong Kapali, pemasangan kain adaik (Pemasangan kain adat), maroncak (Menyebar koin sepanjang perjalanan ke kuburan Datuak), pidato alam (Pidato), dan manigo hari (berdoa setelah upacara pemakaman). Terdapat nilai nilai seperti kebesaran seorang pemimpin, kebijaksanaan seorang datuak dan symbol pemikiran yang luas dan bersih. Selain itu terdapat nilai teologi yakni nilai syari’ah, pendidikan dan sosial. Osong Kapali ini merupakan kombinasi antara adat dan agama yang terlihat dari rangkaian pelaksanaannya sesuai dengan filosofi adat ”sarak basandi kitabullah”.

VALUES BEHIND OSONG KAPALI CEREMONY: SOCIOCULTURAL REVIEW OF INDIGENOUS AND RELIGIOUS TRADITION

2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian

This study describes the domination of local custom and religion behind the tradition of Osong Kapali among Sungai Patai community in Tanah Datar, Minangkabau, Indonesia during the decease of Datuak (the leader of ethnic group). It employs a qualitative method with observation, interviews, and documentation as research instruments. It revealed, for people, that the majesty of datuak is reflected on not only the time he receive the tittle but also the time he passes away. This ceremony is intended to honor the dead datuak. The tradition begins with baretong (planning), mangkaji adaik (discussing the tradition), mancabiak kain kafan (tearing the shroud), osong kapali (putting on the traditional fabric), marocak (spreading the coin along the way to Datuak grave), pidato alam (welcoming speech), and manigo ari (praying after the funeral procession). It contains values within, such as the leader’s majesty, datuak wisdom, and symbols of broad and clean thought. In addition, it holds sharia, educational, and social values. Osong kapali tradition is a combination of custom and religion represented in the ceremonial sequences which agree with the ideology of sarak basandi kitabullah, the Quran-based tradition. Penelitian ini mendeskripsikan dominasi adat dan agama pada tradisi Osong Kapali yang dilakukan oleh masyarakat Nagari Sungai Patai kabupaten Tanah 264 Values Behind Osong Kapali Ceremony el Harakah Jurnal Budaya Islam Vol. 24 No. 2, 2022 Datar di Minangkabau Indonesia ketika seorang datuak meninggal dunia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagi masyarakat kebesaran seorang Datuak tidak hanya tergambar pada upacara pengangkatan gelar namun juga pada saat seorang datuak tersebut tutup usia. Upacara adat ini bertujuan untuk penghormatan kepada seorang datuak yang meninggal. Upacara Osong Kapali dimulai dengan baretong (Perencanaan), mangkaji adaik (mendiskusikan adat), mancabiak kain kafan (merobek kain kafan), Osong Kapali, pemasangan kain adaik (Pemasangan kain adat), maroncak (Menyebar koin sepanjang perjalanan ke kuburan Datuak), pidato alam (Pidato), dan manigo hari (berdoa setelah upacara pemakaman). Terdapat nilai nilai seperti kebesaran seorang pemimpin, kebijaksanaan seorang datuak dan symbol pemikiran yang luas dan bersih. Selain itu terdapat nilai teologi yakni nilai syari’ah, pendidikan dan sosial. Osong Kapali ini merupakan kombinasi antara adat dan agama yang terlihat dari rangkaian pelaksanaannya sesuai dengan filosofi adat ”sarak basandi kitabullah”.

VALUES BEHIND OSONG KAPALI CEREMONY: SOCIOCULTURAL REVIEW OF INDIGENOUS AND RELIGIOUS TRADITION

2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian

This study describes the domination of local custom and religion behind the tradition of Osong Kapali among Sungai Patai community in Tanah Datar, Minangkabau, Indonesia during the decease of Datuak (the leader of ethnic group). It employs a qualitative method with observation, interviews, and documentation as research instruments. It revealed, for people, that the majesty of datuak is reflected on not only the time he receive the tittle but also the time he passes away. This ceremony is intended to honor the dead datuak. The tradition begins with baretong (planning), mangkaji adaik (discussing the tradition), mancabiak kain kafan (tearing the shroud), osong kapali (putting on the traditional fabric), marocak (spreading the coin along the way to Datuak grave), pidato alam (welcoming speech), and manigo ari (praying after the funeral procession). It contains values within, such as the leader’s majesty, datuak wisdom, and symbols of broad and clean thought. In addition, it holds sharia, educational, and social values. Osong kapali tradition is a combination of custom and religion represented in the ceremonial sequences which agree with the ideology of sarak basandi kitabullah, the Quran-based tradition. Penelitian ini mendeskripsikan dominasi adat dan agama pada tradisi Osong Kapali yang dilakukan oleh masyarakat Nagari Sungai Patai kabupaten Tanah 264 Values Behind Osong Kapali Ceremony el Harakah Jurnal Budaya Islam Vol. 24 No. 2, 2022 Datar di Minangkabau Indonesia ketika seorang datuak meninggal dunia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagi masyarakat kebesaran seorang Datuak tidak hanya tergambar pada upacara pengangkatan gelar namun juga pada saat seorang datuak tersebut tutup usia. Upacara adat ini bertujuan untuk penghormatan kepada seorang datuak yang meninggal. Upacara Osong Kapali dimulai dengan baretong (Perencanaan), mangkaji adaik (mendiskusikan adat), mancabiak kain kafan (merobek kain kafan), Osong Kapali, pemasangan kain adaik (Pemasangan kain adat), maroncak (Menyebar koin sepanjang perjalanan ke kuburan Datuak), pidato alam (Pidato), dan manigo hari (berdoa setelah upacara pemakaman). Terdapat nilai nilai seperti kebesaran seorang pemimpin, kebijaksanaan seorang datuak dan symbol pemikiran yang luas dan bersih. Selain itu terdapat nilai teologi yakni nilai syari’ah, pendidikan dan sosial. Osong Kapali ini merupakan kombinasi antara adat dan agama yang terlihat dari rangkaian pelaksanaannya sesuai dengan filosofi adat ”sarak basandi kitabullah”.

Memberikan Ceramah Pengajian Pada Bulan Ramadhan tanggal 29 April 2022 di Mushalla Nur Rahman jorong PSB palatan Gadut tilatang Kamang

2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian

<p> <span style="font-family: arial; font-weight: 700;">Memberikan Ceramah Pengajian Pada Bulan Ramadhan tanggal 29 April 2022 di Mushalla Nur Rahman jorong PSB palatan Gadut tilatang Kamang pembukaan ; dimulai ceramah dengan Tahmid kepada Allah SWT dan Salawat kepada NAbi SAW diringi dengan doa untuk jamaah dan kaum muslimin isi;3 macam yang harus dilaksanakan setelah ramadhan 1.selalu isitiqomah dalam beribadah dan beramal soleh 2.mengerjakan ibadah dan amal soleh hal2 yang akan membawa kepada pengampunan dosa dan menambah pahala 3.selalu melaksanakan muhasabah intropeksi diri terhadap kesalahan dalam kehidupan</span></p>

membimbing Mahasiswa KKN

2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian

<p> KKN mahasiswa sangat penting terselenggaranya,hal ini di latar belakangi oleh perlunya mahasiswa mempraktekan ilmunya dan belajar dengan dunia nyata,adakalanya amtara teori dan fakta berbeda,kadang kala antara harapan dan kenyataan berbeda, untuk itulah manusia diperintahkan melaksanakan KKN, dan dari sini mahsiswa banyak belajar, bahkan mahasiswa menghasilkan sebuah karya penelitian yang menjadi sebuah buku dan menghasilkan Haki,dengan tulisan ilmiyah mereka itu menjadi khazanah ke ilmuan yang penting dari hasil KKn mahasiswa ,yang saya bimbing</p>

peningkatan dan pendalam materi Fiqih bagi Guru PAI se Kecamatan Tanjung Raya

2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian

materi pendalaman Fiqih perlu dilakukan bagi kalangan guru PAI di tingkat sekolah dasar. karena perobahan masyarakat pada era digital ini sangat mempengaruhi sikap masyarakat terutama bagi anak anak SD. dengna materi pendalaman fiqih ini perlu di ajarkan kemablai materi Muqaran mazhab, sebab terjadi perbedaan , cara menghadapi perbedaan dan maqasid csyariah alkhamsah dan mutagayitrat dan musbat. dengan materi ini bisa menjawab tantangan di era moderent di gital ini

Memberikan Ceramah Pengajian Pada Bulan Ramadhan tanggal 29 April 2022 di Mushalla Nur Rahman jorong PSB palatan Gadut tilatang Kamang

2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian

Memberikan Ceramah Pengajian Pada Bulan Ramadhan tanggal 29 April 2022 di Mushalla Nur Rahman jorong PSB palatan Gadut tilatang Kamang pembukaan ; dimulai ceramah dengan Tahmid kepada Allah SWT dan Salawat kepada NAbi SAW diringi dengan doa untuk jamaah dan kaum muslimin isi;3 macam yang harus dilaksanakan setelah ramadhan 1.selalu isitiqomah dalam beribadah dan beramal soleh 2.mengerjakan ibadah dan amal soleh hal2 yang akan membawa kepada pengampunan dosa dan menambah pahala 3.selalu melaksanakan muhasabah intropeksi diri terhadap kesalahan dalam kehidupan

Manhaj Fiqih Imam An- Nawawi

2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian

Imam Nawawī [1] adalah salah seorang ulama mazhab Syāfi’ī yang cukup terkenal dalam dunia keilmuan Islam.Sampai Saat Ini, kitab-kitab karyanya masih menjadi referensi dan rujukan utama para ulama di dunia Islam,terutama di kalangan ulama Syāfi’iyah. Diantara Buku-buku Nawawi yang terkenal dan masih menjadi bahan kajian di berbagai madrasah, pesantren dan majelis ilmu di tanah air dan mancanegara hingga dewasa ini adalah; Raudat al Thālibīn wa ‘Umdat al Muftīn, Majmū’ Syarh al Muhazzab,Riyādh al shālihīn,Al Minhāj al-‘Abidin,al Arba’un al Nawawi, Syarhuan An Nawawi ‘ala Muslim, Adab al Fatwa wal Mufti wal Mustafti dan lain sebagainya.Di samping kesohor sebagai intelektual yang alim dan penulis yang produktif, Nawawi juga dikenal sebagai seorang mufti. Tampil Menjawab dan menetapkan hukum di berbagai persoalan yang muncul dan berkembang dalam masyarakat. Sehingga tidak mengherankan Kalau dengan multi-talenta dan berbagai kepiawaian yang dimilikinya,sosok Nawawi muncul sebagai tokoh ulama yang dijuluki sebagai imam Syafi’i yang kedua.Kendatipun dikenal sebagai ulama bermazhab Syafi'i ,bahkan sebagai “Syafi’i yang kedua”, ternyata tidak semua pendapat dan fatwa Nawawi selalu sama dan sejalan dengan pendapat imam Syafi’i dan ulama Syafi'iyah lainnya.Karena, ditemukan sejumlah fatwa dan pendapat Nawawi yang berbeda dari pendapat ulama Syafi’iyah pada umumnya. Bahkan ditemukan pula fatwa dan pendapat Nawawi yang berbeda dari pendapat imam Syafi’i sendiri. ________________________________________[

Values Behind Osong kapaliCeromony social cultural review of indegenious and regelious tradition

2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian

penelitian ini mendeskripsikan dominasi adat dan agamapada tradisi Osong kapaliyang dilakukan masysrarakat Nagari Sungai PataiKabupaten Tanah Datar di minang kabau Indonesia, Ketika Datuak meninggal dunia.penelitian ini menggunakan metode kualitatif, melalui wawacara dan dokumentasi sebagai dokument penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagi masyarakatkebesaran seorang Datuak tidak hanya tergambar pada upacarapengakuan gelar,namun juga pada sa'at seorang datuak tersebut tutup usia.Upacara Datuak ini adalah penghormatan kepada seorang Datuak meninggal. Upacara Osong kapali dimulai dengan baretong,( perencanaan ),mengkaji adaik ( mendiskusikan adaik )mancabiak kain kafan,( merobek kain kafan )Osong kafali, pemasangan kain adaik , meroncak (memasang kain sepanjang jalan kekuburan Datuak )pidato alam ( pidato), manigo hari ( berdoa setelah upacara pemakaman kematian ). terdapat nilai- nilai kebesaran seorang pemimpin, kebijaksanaan seorang Datuak dan symbul pemikiran seorang yang bersih dan luas.selain itu terdapat nilai seorang teologivyakni nilai syari'ah, pendidikan sosial. osong kapali ini merupakan kombinasi antara adat dan agamayang terlihat dari rangkaianpelaksanaanya sesuai dengan filosofi adat "sarak basandi kitabullah "

HUKUMAN MATI BAGI ORANG ISLAM YANG MENINGGALKAN SHALAT MENURUT JUMHUR ULAMA DAN PERBEDAANNYA DENGAN ULAMA HANAFIYAH

2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian

<ol> <li> Tujuan penelitian ini untuk mengetahui&nbsp; penyebab terjadinya perbedaan pendapat antara jumhur ulama dengan ulama hanafiyah dalam menetapkan sanksi hukum pidana bagi orang yang meninggalakn shalat dengan sengaja.</li> <li> Kemudian untuk mengetahui istinbat hukum yang digunakan oleh jumhur ulama dalam menetapkan hukum mati bagi orang meninggalkan shalat dengan sengaja.</li> <li> Adapun kegunaan penelitian ini adalah untuk laporan BKD tahun akademik 2021/2022 semester ganjil</li> </ol>

MANHAJ FIQIH IMAM AN-NAWAWI

2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian

<p> untuk melaksanakan tri dharma sebagai seorang dosen dalam melaksanakan kewajiban bkd semester genap 2021-2022&nbsp;</p>