Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini dengan judul “ Analisis Praktik Wisata Religi Dalam Meningkatkan Ekonomi Lokal Perspektif Ekonomi Islam ( Studi Kasus Basapa di Masjid Agung Syekh Burhanuddin di Nagari Manggopoh Palak Gadang Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat) disusun oleh Afriya Wahyu Menghci, NIM 3222023, Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Tradisi Basapa merupakan salah satu kegiatan wisata religi yang dilaksanakan setiap tahun di kawasan Masjid Agung Syekh Burhanuddin. Selain memiliki nilai spiritual dan budaya, kegiatan ini juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata. Meningkatnya jumlah peziarah pada pelaksanaan Basapa membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai kegiatan usaha. Namun, manfaat ekonomi yang diperoleh masih bersifat musiman dan pengelolaan wisata religi belum sepenuhnya optimal sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik wisata religi Basapa dalam meningkatkan ekonomi lokal berdasarkan perspektif ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Lokasi penelitian berada di kawasan Masjid Agung Syekh Burhanuddin, Nagari Manggopoh Palak Gadang Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengurus kawasan wisata religi, tokoh agama, pemerintah nagari, serta pedagang lokal. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sesuai model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik wisata religi Basapa memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi lokal melalui meningkatnya pendapatan masyarakat, terbukanya kesempatan kerja, berkembangnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Ditinjau dari perspektif ekonomi Islam, pelaksanaan Basapa telah mencerminkan penerapan prinsip-prinsip ekonomi Islam yang meliputi tauhid, keadilan ('adl), nubuwwah, khilafah, dan ma'ad. Nilai tauhid terlihat dari pelaksanaan aktivitas ekonomi yang tetap berorientasi kepada ibadah kepada Allah SWT. Prinsip keadilan tercermin melalui transaksi yang dilakukan secara jujur dan tidak merugikan pihak lain. Prinsip nubuwwah tampak pada perilaku pedagang yang mengedepankan kejujuran, amanah, dan pelayanan yang baik kepada pengunjung. Prinsip khilafah diwujudkan melalui peran pengurus kawasan wisata dan pemerintah nagari dalam mengelola kawasan wisata religi agar memberikan manfaat bagi masyarakat. Sementara itu, prinsip ma'ad terlihat dari orientasi masyarakat yang tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi, tetapi juga mengharapkan keberkahan dan pahala melalui kegiatan yang bernilai ibadah. Meskipun demikian, pengelolaan wisata religi masih memerlukan peningkatan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih merata dan berkelanjutan.