ResearchOpen AccessPDF tersedia
2026•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
Kehidupan di dalam rumah tangga terkadang terdiri dari 3 generasi, yang terdiri dari kakek nenek, orangtua dan anak. Terkadang kehidupan ini menimbulkan kesalahpahaman hingga konflik, untuk itu perlu diketahui tujuan dari pengabdian ini:</p>
<p>
Tujuan khususnya meliputi:<br />
<br />
1. *Mengidentifikasi Strategi Perawatan Efektif:* Menjelaskan peran konseling dalam membantu keluarga mengidentifikasi dan mengimplementasikan strategi perawatan yang efektif untuk memenuhi kebutuhan lansia.<br />
<br />
2. *Mengelola Konflik dan Tegangan:* Mengeksplorasi bagaimana konseling dapat membantu keluarga mengelola konflik dan tegangan yang muncul terkait perawatan lansia, dengan fokus pada solusi kolaboratif.<br />
<br />
3. *Meningkatkan Dukungan Emosional:* Menganalisis kontribusi konseling dalam meningkatkan dukungan emosional antaranggota keluarga, khususnya dalam memahami dan mengatasi beban psikologis yang dapat muncul dalam perawatan lansia.<br />
<br />
4. *Fasilitasi Komunikasi Antar-generasi:* Menilai bagaimana konseling dapat memfasilitasi komunikasi yang efektif antara generasi yang berbeda, membantu menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan mendukung.<br />
<br />
Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang kontribusi konseling dalam memperkuat kesejahteraan lansia dan keluarga multigenerasi secara keseluruhan.</p>
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Baminggu Sebagai Peran Strategis Tuangku Dalam Pembinaan Religiusitas Lansia Di Jorong Asampulau” yang disusun oleh Yesi Eka Putri Nim. 4621022, Pada program studi studi Sosiologi Agama (SA), Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah (FUAD), Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Latar belakang dari penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa sebagian lansia di Jorong Asampulau masih memiliki pemahaman yang terbatas terhadap nilai-nilai keagamaan. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai hal termasuk kurangnya akses terhadap pendidikan agama, rendahnya interaksi sosial yang menunjang aktivitas keagamaan, serta keterbatasan fisik yang menghambat keterlibatan mereka dalam kegiatan keagamaan. Akibatnya, religiusitas lansia menjadi rendah, terlihat dari sedikitnya partisipasi mereka dalam kegiatan keagamaan dan kurangnya penerapan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran tuangku dalam membina religiusitas lansia di Jorong Asampulau serta mengidentifikasi bentuk-bentuk kegiatan baminggu yang dilakukan dalam proses pembinaan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian terdiri dari informan kunci, yaitu tiga orang Tuangku di Jorong Asampulau. Selain itu, terdapat informan pendukung yang meliputi empat orang lansia, satu orang pengurus Surau Banda Gadang, dan sekretaris wali nagari. Data dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Proses analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan untuk memastikan keakuratan data, diterapkan teknik perpanjangan waktu, meningkatkan ketelitian, serta melakukan triangulasi sumber, metode dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tuangku memainkan peran penting dalam membina religiusitas lansia di Jorong Asampulau. Peran tersebut meliputi memimpin pelaksanaan salat lima waktu secara berjamaah, menjadi pendidik bagi anak-anak serta pembimbing bagi lansia dalam membaca Al-Qur’an, dan memimpin kegiatan majelis taklim. Selain itu, Tuangku juga berperan sebagai pembina dalam pelaksanaan ibadah bagi para lansia. Adapun bentuk-bentuk kegiatan baminggu yang dilakukan dalam upaya pembinaan religiusitas lansia di Jorong Asampulau meliputi: pertama, membaca ayat suci Al-Qur’an; kedua, melakukan bai’at berarti kesepakatan atau janji antara jamaah dan guru sebelum mengikuti kegiatan baminggu; ketiga, mengikuti ceramah keagamaan secara rutin; keempat, melakukan ziarah ke makam Syekh atau guru; dan kelima, berpartisipasi dalam sumbayang ampek puluah.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Masa lanjut usia merupakan fase kehidupan yang penuh tantangan, baik dari segi fisik, psikologis, sosial, maupun spiritual. Dalam menghadapi berbagai perubahan di masa tua, keberadaan keluarga menjadi sumber dukungan utama yang dapat memengaruhi tingkat kepuasan hidup lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk dukungan keluarga terhadap lansia dalam mewujudkan kepuasan hidup, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di Kelurahan Parit Antang, Bukittinggi. Selain itu, penelitian ini juga membahas implikasi hasil temuan terhadap layanan bimbingan dan konseling keluarga. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap empat lansia serta beberapa anggota keluarga yang tinggal bersama mereka. Selain itu, informan pendukung dalam penelitian ini meliputi kader posyandu, tetangga, dan tokoh masyarakat. Proses analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara tematik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keluarga memberikan berbagai bentuk dukungan kepada lansia, antara lain dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan informasional, dukungan penilaian, serta dukungan religius. Dukungan ini berpengaruh positif terhadap kepuasan hidup lansia, seperti rasa aman, dihargai, berdaya, dan dekat dengan Tuhan. Namun, ditemukan pula bahwa beberapa lansia belum mendapatkan dukungan optimal akibat faktor ekonomi, kesibukan anggota keluarga, serta kurangnya komunikasi dan empati. Sebaliknya, hubungan keluarga yang harmonis, keterlibatan sosial, serta aktivitas keagamaan menjadi faktor pendukung penting bagi lansia dalam mencapai kepuasan hidup. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan keluarga sangat penting dalam mendukung kesejahteraan lansia. Implikasi praktisnya adalah perlunya pendekatan bimbingan dan konseling keluarga yang dapat membantu keluarga memahami peran dan tanggung jawab mereka dalam mendampingi lansia secara utuh, baik secara emosional, sosial, fisik, maupun spiritual.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Fenomena Golput Dikalangan Pemilih Lansia Pada Pilkada Tahun 2024 Di Nagari Muaro Kiawai Barat Pasaman Barat Ditinjau Dari Fikih Siyasah”. Yang ditulis oleh Rori Armanda, Nim; 1321060, Program Studi Hukum Tata Negara (siyasah) Fakultas Syari’ah Universitas islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Skripsi ini dilatarbelakangi oleh adanya Pemilihan Kepala Daerah merupakan suatu wujud nyata dari demokrasi dan menjadi sarana bagi rakyat dalam menyatakan kedaulatan. Kedaulatan rakyat dapat diwujudkan dalam proses Pilkada untuk menentukan siapa yang harus menjalankan pemerintahan suatu wilayah. Begitupun dengan seseorang yang sudah lanjut usia penting untuk dapat berperan pada kegiatan politik, sebab di dalam kegiatan suatu pemilihan umum ada hak dan kewajiban lanjut usia untuk memilih pemimpin yang akan datang. Jika lanjut usia ini tidak ikut serta dalam pesta demokrasi, maka haknya sebagai warga negara tidak terlaksana, yaitu hak suara dalam pemilu. Maka dari itu penting peranan lanjut usia untuk ikut berpatisipasi dalam pesta demokrasi. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan dengan jenis kualitatif dengan sumber data primer yaitu hasil wawancara dengan pihak-pihak tertentu yang menjawab penelitian ini, dan sumber data sekunder dari buku-buku, jurnal, skripsi terkait dengan tema penelitian. Metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil yang penulis peroleh dari penelitian ini dapat disimpulkan pertama: faktor yang menyebabkan terjadinya Golput pada Lansia adalah terkendala di Pendidikan, faktor kurangnya sosialisasi dan juga faktor fisik. Kedua: Tinjauan Fiqih Siyasah dijelaskan bahwa masyarakat yang tinggal di suatu daerah dengan seorang pemimpin memiliki tanggung yang wajib (syar'i) untuk mengangkat atau memilih seorang pemimpin.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi dengan judul "Strategi Petugas Haji Kemenag Kabupaten 50 Kota Dalam Memberikan Pelayanan Khusus Bagi Jamaah Lansia Selama Pelaksanaan Ibadah Haji Di Arab Saudi", Disusun oleh Chea Monika Bestari NIM 3619035, Program Studi Manajemen Haji dan Umrah Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil. Djambek Bukittinggi Penulisan Skripsi ini dilatarbelangi oleh banyaknya jamaah lansia yang menunaikan ibadah haji di Kementerian Agama Kabupaten 5 Kota sehingga petugas haji harus memberikan pelayanan yang berbeda dengan jamaah lainnya yang dewasa atau anak-anak. Rumusan masalah dalam penelitian ini berupa bagaimana Strategi petugas Haji Kemenag Kabupaten 50 Kota dalam memberikan pelayanan Khusus bagi jamaah lansia selama pelaksanaan Ibadah Haji di Arab Saudi. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, verifikasi (penarikan kesimpulan), analisis SWOT, analisis matrik IFAS dan EFAS, dan analisis tabel bobot skor. Hasil penelitian menunjukkan dari analisis SWOT tentang Strategi Petugas Haji Kemenag Kabupaten 50 Kota Dalam Memberikan Pelayanan Khusus Bagi Jamaah Lansia Selama Pelaksanaan Ibadah Haji Di Arab Saudi bahwa strategi yang digunakan oleh petugas haji dalam memberikan pelayanan khusus kepada jamaah lansia menggunakan strategi SO (Strenght-Opportunities) dimana strategi SO ini dibuat berdasarkan jalan pikiran organisasi dengan memanfaatkan seluruh kekuatan yang ada untuk mengambil peluang sebesar-besarnya. Berdasarkan hasil analisis SWOT yang telah dilakukan dari seluruh nilai total bobot skor tertinggi di dapat oleh SO sebesar 4.6. Dengan demikian srategi petugas haji dalam memberikan pelayanan khusus kepada jamaah lansia di Kementerian Agama Kabupaten 5 Kota yang tepat adalah SO (Strenght-Opportunities).
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Analisis Efektivitas Pencairan Dana Program Keluarga Harapan (PKH) Lansia Di Nagari Cingkariang, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam” yang disusun oleh SONIA OKTAFIANI, Nim 3220102 Mahasiswa Jurusan S1 Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Latar belakang masalah dari penelitian ini kerena ada sebagian dana PKH Lansia yang sudah cair tidak sampai ke tangan anggota PKH Lansia karena rekening PKH anak tergabung dengan PKH Lansia, serta kurangnya askes infrormasi bagi anggota PKH Lansia tentang pertemuan dan pencairan dana PKH Lansia karena tidak memiliki hp android untuk masuk grup whatsapp PKH di Nagari Cingkariang, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam. Jenis penelitian ini berbentuk penelitian lapangan (Field Research) yaitu suatu penelitian yang dilakukan secara sistematis dengan mengangkat data yang ada dilapangan. Di analisis menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data dalam bentuk observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah pelaksanaan program bantuan PKH Lansia di Nagari Cingkariang sudah terlaksana akan tetapi masih ada terdapat kendala dimana sebagian dari penerima dana PKH Lansia tidak memiliki akses informasi langsung sehingga seringkali mereka tidak mengetahui bahwa dana PKH Lansia sudah cair karena pada umumnya mereka tidak memiliki hp android dan hanya mengandalkan hp android keluarga/orang lain dimana keluarga/orang lain tersebut seringkali tidak memberikan tepat waktu terkait informasi dana PKH Lansia sudah cair dan bahkan ada ditemukan rekening penerima dana PKH Lansia atas nama keluarga/orang lain tidak atas nama lansia penerima dana PKH Lansia tersebut.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatar belakangi bahwa kesadaran beragama lansia dalam program lansia mengaji. Kesadaran beragama lansia ini mengacu kepada ingin merubah atau ingin lebih paham dalam mengaji yang berguna untuk kehidupannya sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kesadaran Beragama Lansia Dalam Program Mengji Ini di Bukittinggi. Metode yang digunakan peneliti yaitu metode kualitatif. Dalam sumber utama penelitian ini ialah lansia dalam program mengaji. Teknik pengumpulan data ialah metode Observasi, gunakan yaitu Reduksi Data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Jadi hasil penelitian ini yaitu: (1) faktor-fakor yang mempengaruhi Kesadaran Lansia Dalam Program Mengaji di Bukitinggi terbagi menjadi dua yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal ini meliputi pertama, faktor motivasi yang mana faktor motivasi ini lansia memeiliki keinginan sendiri untuk belajar Al-Qur’an atau kemauan masing dari para lansia itu sendiri, kedua, Faktor prilaku yang mana faktor prilaku ini mencerminkan lansia memahami agam, ketiga, kepribadia yang mana kepribadian lansia ini sesuai dengan ajaran agama, keempat yang mana kemampuan para lansia seperti kemampuan para lansia pada umumnya ada yang cepat memahami dan ada yang tidak, kelima, pengalaman yang mana pengalaman para lansia memiliki banyak pengalam tentang keagamaan, hanya saja kurang di dalami lagi sehingga para lansia mudah lupa. Faktor internal meliputi, pertama masyarakat yang mana masyarakat ikut berperan dalam atau ikut memeberi motivasi bagi lansia, kedua pendidikan yang mana pendidikan ini sanagat penting bagi lansia. Analisis teori Talcoot parsons tentang Kesadaran Lansia Dalam Program Lansia Mengaji Di Bukittinggi ada empat komponen pertama Adaptaion yaitu lansia bisa menyesuaikan diri dalam kelompok, kedua Goal Attainment program lansia mengaji memiliki tujuan yang sama, ketiga integration ini menyatukan lagi nilai-nilai yang ada daalm Al-Quran dan keempat Lattent Pattern Maintenance lansia harus bisa memelihara nilai-nilai, intraksi dalam kelompok. Kata Kunci: Kesadaran Beragama, Lansia, Program Mengaji.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi oleh Wina Sari Fahdiani Sitorus, Nim : 3619119 Program Strata-1 (S1) Program Studi Manajemen Haji dan Umrah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. D. Jamil D. Jambek Bukittinggi yang berjudul “Analisis Kinerja Pelayanan Pegawai Terhadap Calon Jemaah Haji Lansia Di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat”. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat terletak di kota Padang Sumatera Barat. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Kinerja Pelayanan Pegawai Terhadap Calon Jemaah Haji Lansia di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa Kinerja Pelayanan Pegawai Terhadap Calon Jemaah Haji Lansia di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Deskriptif-kualitatif. Penelitian kualitatif akan melakukan penggambaran secara mendalam tentang situasi atau proses yang teliti, sedangkan metode pengumpulan data adalah dengan melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi. Dianalisa dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian bahwa pelayanan yang diberikan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat Bidang penyelenggaraan ibadah haji dan Umrah sudah baik dan telah memenuhi seluruh indikator-indikator kinerja yang berupa memberikan pelayanan, pembinaan, dan perlindungan terhadap calon jamaah haji lansia. Pelayanan terhadap jamaah haji lansia berupa informasi atau tata cara dalam pendaftaran, kepengurusan dokumen-dokumen yang dibutuhkan, melayani pelimpahan porsi, pengurusan pasport dan lain sebagainya. Pembinaan terhadap jamaah haji berupa membina dan membimbing jamaah haji sebelum keberangkatan, keberangkatan sampai kepulangan jamaah haji. Perlindungan terhadap jamaah haji berupa asuransi perlindungan sebagai santunan terhadap jamaah haji.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Motivasi Jamaah Lansia Mengikuti Tarekat Syattariyah di Surau Pondok Pesantren Jamiatul Mukminin Sintuak Kabupaten Padang Pariaman” yang disusun oleh M. Baqri Nim 4619072. Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD). UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Latar belakang dari penelitian ini adanya motivasi jamaah lansia dalam mengikuti kegiatan tarekat Syattariyah seperti shalat empat puluh yang dilaksanakan mulai dari 20 hari sebelum masuk Bulan suci Ramadhan. Pergi berziarah kemakam guru-guru terdahulu, dzikir dan wirit. Motivasi jamaah lansia tersebut merupakan aktualisasi dari ajaran tarekat Syattriyah yang mengikuti dan menjalankan perbuatan sesuai ajaran Rasulullah SAW. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini memiliki informan pimpinan Pondok Pesantren Jamiatul Mukminin, satu orang Tuangku Tuo dan Tuangku Mudo di Pondok Pesantren Jamiatul Mukminin, delapan orang jamaah lansia perempuan dua orang jamaah lansia laki-laki. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan teori motivasi yang dikemukakan Abraham Maslow. Hasil penelitian ini berupa bentuk motivasi jamaah lansia dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan tarekat Syattariyah ini dapat terlihat dalam kegiatan yang dilakukan para lansia saat melakukan kegiatan-kegiatan pada tarekat Syattariyah. Motivasi jamaah lansia dalam melaksanakan shalat empat puluh, pergi berziarah ke makam guru-guru terdahulu, dzikir, dan wirid. Jamaah lansia merasakan hati jadi tenang jauh dari kegelisahan dan jamaah lansia mengikuti shalat empat puluh termotivasi oleh guru-guru pengajian karena melakukan shalat empat puluh bisa menghindari api neraka dan selamat dunia akhirat. Motivasi jamaah lansia dalam melaksanakan shalat empat puluh berjamaah yaitu jamaah mengetahui tata cara pelaksanaan dari shalat empat puluh tersebut dimana shalat empat puluh seperti shalat fardhu pada umumnya, akan tetapi sholat harus dilaksanakan di mushola atau surau secara berjamaah tanpa tertinggal takbiratul ihram bersama imam dan pelaksanaan dilakukan selama 40 hari shalat empat puluh sebagai shalat penganti dimana sholat yang dulu pernah tertinggal melaksanakan shalat empat puluh secara berjamaah hati menjadi lebih tentram, disiplin akan waktu mengerjakan shalat, merasa bahagia, dan bisa berkumpul dengan teman-teman sebaya usia. Motivasi jamaah lansia terlihat ketika berkumpul di surau menjelang waktu sholat dimana jamaah lansia lebih memilih mengikuti shalat empat puluh dibandingkan tinggal dirumah berdiam diri sebab jamaah lansia sudah merasakan kepuasan tentang duniawi maka di usia senja jamaah lansia lebih fokus untuk bekal di akhirat nanti.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Meidita Syafitri 4618060 “Perilaku Sosial Lansia Dalam Basuluak Pada Tarekat Naqsyabandiyah Nagari Pandam Gadang Kec. Gunuang Omeh Kab. Lima Puluh Kota”. Latar belakang dari penelitian ini karena adanya perilaku sosial lansia pada saat melakukan kegiatan basuluak yang dilaksanakan mulai dari 10 hari sebelum Bulan Suci Ramadhan. Perilaku sosial lansia tersebut merupakan aktualisasi dari ajaran Tarekat Naqsyabandiyah yang menjalankan perbuatan atau perilaku yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini memiliki informan 1 orang Mursyid, 1 orang Imam, 2 orang Khalifah dan 3 orang peserta suluak Tarekat Naqsyabandiyah Nagari Pandam Gadang Kecamatan Gunuang Omeh melalui teknik pengumpulan data berupa teknik observasi, wawancara serta dokumentasi. Penelitian ini menghasilkan data berupa di dalam kegiatan basuluak terdapat perilaku lansia baik itu dari segi individual maupun sosialnya terhadap sesama. Perilaku sosial meliputi menghormati orang lain, tolong menolong, partisipasi sosial, dan tanggung jawab. Perilaku sosial lansia dalam basuluak dapat terlihat melalui kegiatan do’a bersama, shalat Tarwih dan Witir, shalat jum’at, sedekah, membersihkan tempat tidur dan membersihkan tikar di surau temapt basuluak. Pakaian dari para lansia dalam basuluak yaitu memakai pakaian yang menutup aurat ditambah dengan penutup kepala berwarna putih yang menjulur kewajah untuk menjaga pandangan mereka dari pandangan yang buruk. Lalu makanan yang mereka makan yaitu makanan yang tidak berdarah atau tidak berasal dari hewan (ayam, ikan, daging sapi, daging kerbau dan lain sebagainya). denagn tujuan agar badan mereka tidak menjadi panas supaya menjaga wudhu mereka agar tidak batal. Kemudian para lansia dalam basuluak, tidur dengan keadaan yang tidak disengaja dan dalam keadaan berdzikir kepada Allah SWT atau dengan alasan karena tidak dapat ditahan lagi. Selanjutnya mereka beribadah mulai dari shalat wajib secara berjamaah, shalat Sunat Tarwih dan Witir secara berjamaah, berdzikir secara sir (di dalam hati) dan berbagai ritual ibadah lainnya. Terkait perilaku sosialnya, para lansia dalam basuluak yang terfokus kepada hubungannya terhadap Tuhan, namun tidak senantiasa melupakan hubungannya dengan sesama. Simpati dan rasa peduli mereka tetap ada apabila diantara keluarga mereka ada yang mendapat kemalangan (kematian) dan setelah itu mereka harus kembali melanjutkan kegiatan suluak itu kembali. Perilaku dari para lansia ditujukan senantiasa demi menjalankan ibadah kepada Allah semata dan mengamalkan ajaran Rasulullah SAW. Mereka senantiasa melupakan keduniaan dan melaksanakan perilaku sosial yang mengarah kepada kedekatan diri kepada AllahSWT. Kata Kunci: Perilaku Sosial Lansia, Basuluak, Tarekat Naqsyabandiyah
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Nur ‘Azizah, NIM. 4118025, Judul Skiripsi: “MOTIVASI DAN PEMAHAMAN MURID TPA LANSIA (STUDI LIVING QUR’AN DI LIMO SUKU SUNGAI PUA)”. Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Bukittinggi 2022. Latar belakang peneliti membahas masalah ini adalah bahwasannya di salah satu wilayah di Kabupaten Agam telah diadakan pembelajaran al-Qur’an untuk lansia, yakni di jorong Limo Suku Sungai Pua. Pembelajaran ini diadakan karena banyaknya para lansia yang belum fasih membaca al-Qur’an, oleh karena itu banyak para lansia yang termotivasi belajar al-Qur’an disebabkan seringnya mereka mendengar ceramah-ceramah di masjid yang mana ustadz-ustadz yang berceramah berpesan agar selalu mentadabburi al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan metode living qur’an, dimana melalui penelitian ini peneliti melihat respon masyarakat dalam memahami dan mengamalkan ayat al-Qur’an. Informan dalam penelitian ini adalah murid lansia, guru yang mengajar dan masyarakat yang berada di sekitaran Jorong Limo Suku Sungai Pua. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang peneliti dapatkan adalah: Pertama, pembelajaran al-Qur’an di TPA lansia Limo Suku sudah diadakan sejak 25 September 2021, motivasi murid lansia belajar di TPA lansia adalah motivasi internal atau motivasi yang berasal dari diri mereka masing-masing, diantara motivasinya adalah ingin lancar, fasih dan pandai membaca al-Qur’an sesuai dengan tajwidnya, ingin mempunyai bekal menuju akhirat agar bisa masuk surga. Kedua, pelajaran yang telah murid lansia dapatkan adalah: dari awal mereka ada yang buta huruf lalu belajar mengenal huruf demi huruf yang diajarkan oleh gurunya dengan menggunakan iqra’ khusus yakni iqra’ al-muyassar, setelah itu berlanjut belajar al-Qur’an sesuai dengan tajwidnya, yang mana cara belajarnya dengan menyimak bacaan guru terlebih dahulu, setelah itu guru meminta murid mengulangi satu persatu. Ketiga, berkaitan dengan pemahaman murid lansia atas Q.S Fathir ayat 32 adalah Q.S fathir ayat 32 ini dijadikan sebagai landasan untuk memahami motivasi orang dalam belajar, bahwa hamba-hamba yang diwarisi kitab al-Qur’an kepadanya mereka terbagi kepada 3 golongan, golongan pertama adalah mereka yang zalim kepada diri mereka sendiri atau di sebut dengan zalimun li nafsihi.golongan kedua mereka yang berada di pertengahan atau disebut dengan muqtasid dan golongan yang ketiga adalah mereka yang berlomba-lomba kepada kebaikan disebut dengan sabiqun bil khairat bi iznillah Jadi, lansia yang belajar tersebut dengan kondisinya yang giat belajar itu mereka lagi berusaha menjadi golongan yang sabiqun bil khairat bi iznillah, dan ingin terhidar dari golongan yang zalimun li nafsihi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini di buat oleh : SUCITRA INDRIANI 2617048 dengan judul Gambaran Kebahagiaan Lanjut Usia Yang Tinggal di Panti Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin di Nagari Padang Pariaman, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Sjech M. Djamil Djambek (UIN) Bukittinggi, 2022. Penelitian ini beranjak dari fenomena yang dialami oleh banyak lanjut usia di Panti Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin, untuk melihat kebahagiaan lanjut usia yang tinggal di Panti Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin, sehubungan dengan permasalahan yang dihadapi oleh para lanjut usia ini, subjective wellbeing atau kebahagiaan menjadi penting bagi para lanjut usia.Adanya perasaan bahagia maka akan dapat membantu lanjut usia dalam mengatasi masalah-masalah yang sedang dialami oleh para lanjut usia tersebut. Tujuan dari penelitian yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran kebahagiaan lanjut usia yang tinggal di Panti Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin Padang Pariaman. Lanjut usia yang bahagia lebih sadar dan siap untuk terikat dengan kegiatan baru dibandingkan lanjut usia yang merasa tidak bahagia, kebahagiaan juga berkorelasi dengan rendahnya kematian dan kesengsaraan pada lanjut usia. Penelitian ini tergolong pada penelitian deskriptif kualitatif yaitu metode yang mencoba menggambarkan, memaparkan dan menafsirkan suatu fenomena yang terjadi pada saat ini atau untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami subjek penelitian secara holistik( menyeluruh), dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan dalam bentuk kata-kata dan bahasa. Informan dalam penelitian ini adalah petugas sebagai informan kunci dan lanjut usia sebagai informan pendukung yang ada di Panti Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin Sabai Nan Aluih Sicincin dengan menggunakan purposive sampling, waktu yang dipergunakan dalam penelitian dari bulan januari 2022- juni 2022. Berdasarkan hasil dari penelitian ini ditemukan kebahagiaan lanjut usia dapat dilihat dari aktivitas atau kegiatan yang dilakukan lanjut usia sehari-hari.(1) lanjut usia sulit mengontrol emosinya pada saat bercanda mudah mengeluarkan kata-kata kotor (2)Setiap hari senin-minggu lanjut usia ada kegiatan rutin seperti, bimbingan ketrampilan, bimbingan kesehatan, bimbingan keagamaan, bimbingan kesenian, bimbingan sosial, gotong royong, pemeriksaan kesehatan,senam, sholat penjemputan nasi 3x dalam satu hari (3) lanjut usia mengisi waktu luang dengan hal-hal yang bermanfaat seperti membaca al-qur’an, membersihkan rumah atau perkarangan di Panti Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin(PSTW) (4) lanjut usia saling tolong menolong dalam melakukan kegiatan seperti pada saat bimbingan kesenian dan gotong royong (5) Lanjut usia sangat bahagia tinggal di PSTW dikarenakan mereka sudah tidak merasa kesepian lagi, di PSTW Sabai Nan Aluih Sicincin lanjut usia diperlakukan dengan baik, disantuni bahkan sudah dianggap seperti keluarga sendiri, kebanyakan lanjut usia merasa betah tinggal disana bahkan disuruh pulang pun tidak mau, mereka ingin menghabiskan masa tuanya dan jika suatu saat nanti mereka meninggalpun ingin dikuburkan di PSTW. Sejauh ini kebahagiaan lanjut usia di PSTW Sabai Nan Aluih sicincin sudah terpenuhi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini atas nama GUSTINA MAHARANI, NIM2118.092, Prodi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, dengan judul “Pembelajaran Al-Qur’an Dengan Metode Iqra’ Bagi Lansia Di Piruko Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya”. Lansia adalah seseorang yang telah berusia 60 tahun ke atas sampai mereka meninggal dunia. Maksud judul skripsi ini untuk melihat bagaimana pembelajaran Al-Qur’an dengan metode Iqra’ bagi lansia di Piruko Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya dan melihat kendala yang dialami dalam pembelajaran Al-Qur’an dengan metode Iqra’ bagi Lansia. Adapun yang melatarbelakangi penelitian ini adalah fenomena yang penulis temui di Desa Piruko Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya yaitu banyaknya ibu-ibu lansia yang belum bisa membaca Al-Qur’an bahkan tidak mengenal huruf hijaiyah. Adapun tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui bagaimana pembelajaran Al-Qur’an dengan metode Iqra’ bagi lansia di Piruko, (2) Untuk mengetahui kendala yang dialami dalam pembelajaran Al-Qur’an bagi lansia menggunakan metode Iqra’ di Piruko. Metode yang digunakan dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian lapangan (Field research), yang bersifat kualitatif dengan mendeskripsikan, dan objektif, dengan informan penelitian ini adalah ketua majelis taklim Humairah sebagai informan kunci, dan anggota majelis taklim Humairah sebagai informan pendukung. Alat pengumpulan data yang penulis gunakan adalah observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Al-Qur’an dengan metode Iqra’ bagi lansia di Piruko Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya dalam pelaksanaannya menggunakan langkah-langkah dalam metode Iqra’ belum sesuai, seperti guru belum tegas dalam menegur bacaan yang salah ( panjang pendeknya ), guru tidak mengajarkan Iqra’ dengan tajwid, dan masih ada kendala yang dihadapi oleh guru yang mengajar yaitu dari faktor lingkungan seperti ketika ada acara kampung. Kata Kunci : Pembelajaran, Al-Qur’an, Iqra’, Lansia
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Faktor Golput Bagi Lansia Pada Pilkada Tahun 2021 Serta Perspektif Hukum Tata Negara dan Fiqih Siyasah di Kecamatan Situjuah Limo Nagari”. Yang ditullis oleh Sri Rahma Putri, NIM 1317.037, Program Studi Hukum Tata Nagari. Motivasi penulis dalam memilih judul ini ialah penulis ingin mengetahui apakah faktor golput yang menyebabkan masyrakat lanjut usia memilih golput pada Pilkada tahun 2020 di Kecamatan Situjuah Limo Nagari dan bagaimana tinjauan Hukum Tata Negara dan Fiqih Siyasah terhadap golput pada Pilkada tahun 2020. Jenis penelitian yang penulis lakukan adalah jenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan metode kualitatif yaitu suatu metode penelitian yang bersifat induktif, objektif dan ilmiah dimana data yang diperoleh berupa data-data yang diperoleh dari wawancara dengan informan, sehingga dari data yang diperoleh tersebut terdapat informasi yang bisa menjawab persoalan yang sedang penulis teliti dalam karya ilmiah ini. Hasil yang penulis peroleh dari penelitian ini dapat disimpulkan pertama : faktor yang menyebabkan terjadinya Golput pada Lansia adalah terkendala di Pendidikan, faktor kurangnya sosialisasi dan juga faktor fisik. Kedua: Tinjauan Hukum Tata Negara adalah meskipun golput sebenarnya adalah hak yang dimilki seseorang untuk dapat menggunakan hak suara nya atau tidak menggunakan hak suaranya, namun dengan memilih tidak menggunakan hak suaranya (golput) berarti masyarakat tersebut tidak ikut berpatisipasi dalam menentukan seorang pemimpin. Dan di dalam Fiqih Siyasah dijelaskan bahwa masyarakat yang tinggal di suatu daerah dengan seorang pemimpin memiliki tanggung yang wajib (syar’i) untuk mengangkat atau memilih pemimpin tersebut.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi Ini Berjudul Kehidupan Spiritual Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Kasih Sayang Ibu di Nagari Cubadak Kecamatan Lima Kaum Batusangkar, di tulis oleh Rezni Zunnuraini Nim: 2617045 Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Penelitian ini beranjak dari teori yang mengemukakan bahwa meningkatnya spiritual keagamaan pada lanjut usia (lansia), yaitu dengan meningkatnya kegiatan ibadah maupun kegiatan-kegiatan yang berbau keagamaan, seperti ikut serta dalam pengajian. Selain untuk menyiapkan diri untuk menghadapi kematian, hal ini juga dilakukan oleh lansia untuk menemukan akan makna dan pentingnya hidup. Menurut Danah Zohar dan Ian Marshall spiritual berasal dari bahasa latin yaitu Spiritus yang bermakna sesuatu yang memberikan kehidupan atau vitalitas pada sebuah sistem. Spritual keagamaan sebagai salah satu pondasi yang harus dimiliki oleh setiap manusia agar menjadikan jiwa sebagai insanul kamil dalam konteks kehidupan sesuai dengan syari„at yang telah ditentukan oleh Allah Swt agar jiwa tetap terjaga dalam keadaan fitrah dan suci. Sedangkan yang dimaksud dengan usia lanjut adalah usia yang mendekati akhir siklus kehidupan manusia di dunia. Usia di tahap ini dimulai dari 60-an sampai akhir kehidupan. Tahapan ini dimana terjadi penuaan dan penurunan berupa perubahan kumulatif pada makhluk hidup, termasuk tubuh, jaringan dan sel-sel yang mengalami penurunan kapasitas Penelitian ini dilakukan melalui metode deskriptif kualitatif yaitu metode yang memberikan gambaran keadaan yang terjadi di lapangan secara sistematis. Adapun yang menjadi informan kuncinya adalah lansia yang berada di PSTWKSI, dan untuk informan pendukung dalam penelitian ini adalah pengasuh lansia. Dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan penulis melaksanakan wawancara dengan informan kunci dan informan pendukung, serta untuk menguatkan pernyataan dari informan penulis juga melakukan observasi. Kemudian data yang sudah diperoleh akan diolah dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Berdasarkan hasil dari penelitian ini ditemukan bagaimana kehidupan spiritual keagamaan lansia dalam aspek ketaatan beribadah lansia yang wajib maupun sunnah yang dilakukan saat bersama (berjamaah) maupun sendiri cukup bagus. Disiplin lansia dalam mengerjakan tugas-tugas yang sudah ditetapkan maupun dengan mengerjakan karena keinginan sendiri juga cukup bagus. Kejujuran lansia kepada orang-orang di sekitar kurang bagus, seperti kepada teman-temannya atau kepada pengasuh. Serta sikap peduli yang ada pada lansia di PSTWKSI cukup bagus.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK WIWIT MARTA VELLA, NIM 2616113, skripsi ini berjudul “Loneliness Problem Pada Lansia Di Panti Jompo Jasa Ibu” Program studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, 2021. Yang melatarbelakangi penelitian ini, berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan pengurus panti dan lansia bahwasanya banyak lansia yang merasa gelisah dan tertekan karena kurangnya hubungan sosial dengan lansia lain dan orang sekitar dan juga bnayak yang tidak bisa berkomunikasi dengan baik akibat kondisi fisik lansia. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan kunci 5 orang lansia dan informan pendukung 2 orang yaitu pengurus panti dan pengasuh. Data dikumpulkan dengan melalui observasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran loneliness problem pada lansia di panti jompo jasa ibu dan faktor penyebab loneliness problem pada lansia di panti jompo jasa ibu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gambaran loneliness problem pada Lansia di Panti Jompo Jasa Ibu bahwasanya masih banyak lansia yang merasa sedih, tidak memiliki harapan, kehilangan orang yang dicintai, menutup diri, merenung, merasa gelisah, kurangnya hubungan sosial secara umum, bahkan lansia masih ada keinginan untuk berinteraksi dengan orang sekitarnya. Sedangkan Faktor penyebab loneliness problem pada lansia di Panti Jompo Jasa Ibu ada 3 yaitu faktor psikologis (harga diri rendah pada lansia, penurunan kondisi fisik, penurunan fungsi seksualitas, penurunan aspek psikososial, penurunan sosial dimasyarakat), faktor kebudayaan dan situasional (perubahan dalam tata cara hidup lansia, peranan sosial), dan faktor spiritual (kekosongan spiritual, pengalaman hidup lansia, penurunan kesehatan pada lansia, kurangnya dukungan pada lansia). Faktor-faktor ini penyebab terjadinya masalah kesepian pada lansia di Panti Jompo Jasa Ibu. Dari ketiga faktor tersebut, faktor yang banyak mempengaruhi masalah kesepian pada lansia di Panti Jompo Jasa Ibu yaitu faktor kebudayaan dan situasional karena adanya perubahan tata cara hidup lansia, yang dulunya lansia memiliki pekerjaan, memiliki harta, memiliki hubungan yang baik dengan keluarga dan lingkungan masyarakat sedangkan sekarang kebanyakan dari lansia di Panti Jompo Jasa Ibu hanya duduk, mengurung diri dikamar, dan menonton televisi. Kata kunci: Loneliness problem, lansia
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi yang berjudul “Kecemasan Menghadapi Kematian Lanjut Usia (Lansia) Di Kenagarian Koto Alam Kecamatan Pangkalan Kabupaten 50 Kota” disusun oleh Jefri Irfan NIM 2616.102 Program Studi Bimbingan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam (IAIN) Bukittinggi 2020. Kecemasan mengahadapi kematian lansia merupakan suatu kondisi emosional yang dirasakan oleh lansia ketika memikirkan kematian. Dalam masa ini lansia akan merasakan kecemasan yang dapat mengganggu proses adaptasi dalam kehidupan. Jika kecemasan tersebut terus menerus dialami lansia maka akan berujung pada permasalahan fisik, perilaku dan kognitif lansia. Maka fokus masalah ini yaitu pada kecemasan menghadapi kematian lansia di Kenagarian Koto Alam Kecamatan Pangkalan Kabupaten 50 Kota, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecemasan menghadapi kematian lansia. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field research) dengan metode deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang dilakukan di suatu tempat untuk memberikan gambaran yang lengkap tentangg suatu keadaan atau menuturkan dan menafsirkan kondisi yang terjadi di lapangan. Informan kunci penelitian ini adalah Lansia di Kenagarian Koto Alam Kecamatan Pangkalan Kabupaten 50 Kota, sedangkan informan pendukung adalah anak lansia di Kenagarian Koto Alam Kecamatan Pangkalan Kabupaten 50 Kota. Teknik pengumpulan data yang penulis lakukan adalah observasi dan wawancara.Teknik analisis data yang penulis gunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan bahwa terdapatnya lansia yang memiliki kecemasan dalam menghadapi kematian, kecemasan yang dialami lansia karena kondisi fisik yang mulai menurun sehingga lansia mengasingkan diri dari lingkungan sekitar, serta lansia membayangkan kehidupan setelah kematian dan meninggalkan orang terkasih. dengan hal tersebut lansia berupaya mengatasi kecemasan dalam menghadapi kematian dengan menjaga kesehatan fisik, menjaga pola makan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Rika Anriani NIM 2614.108, Program Studi Bimbingan Dan Konseling, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi 2019. Judul Perhatian “Keluarga Kepada Lansia Di Jorong Tanjung Mas Kecamatan Dua Koto Kabupaten Pasaman”. Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena yang terjadi di lapangan, terlihat beberapa hal yang dialami para lansia di Jorong Tanjung Mas yaitu lansia mengalami masalah pada gangguan kesehatan panca indera, komunikasi, dan kurang terurus seperti kurang makan, tidak mandi, adanya lansia yang mengalami depresi, kurang gizi, tidak memiliki uang, gangguan tidur, dan gangguan dalam ingatan. Tujuan dari penelitian yaitu untuk memperoleh data tentang perhatian keluarga kepada lansia di Jorong Tanjung Mas Kecamatan Dua Koto Kabupaten Pasaman Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Informan kunci dalam penelitian ini adalah lansia pada usia 65 tahun keatas yang berjumlah 10 orang lansia dan informan pendukung yaitu keluarga yang di dalamnya terdapat lansia dan masyarakat. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik purposive sampling yaitu penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Secara umum di Jorong Tanjung Mas sebagian besar lansia sudah mendapatkan perhatian dari keluarganya, namun keluarga masih harus meningkatkan perhatiannya pada dukungan instrumental, dukungan penghargaan, dukungan terhadap kebutuhan fisiologis dan dukungan terhadap kebutuhan keberagamaan agar tercapainya suatu perhatian dari keluarga yang benar-benar didapatkan oleh lansia.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini ditulis oleh Ela Oktaviana Nim 2614027. Dengan judul “PERAN ANAK DALAM MERAWAT ORANGTUA LANSIA DI NAGARI PERSIAPAN PUJORAHAYU KECAMATAN LUHAK NAN DUO KABUPATEN PASAMAN BARAT” Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya dijumpai dalam masyarakat, keluarga yang orang tuanya sudah lansia kurang terperhatikan. Banyak anak-anaknya yang sudah berkeluarga sehingga lebih mementingkan keluarganya dan kurang mempedulikan orang tuanya. Banyak pula yang hanya memberi dukungan secara material dan menitipkan ke panti jompo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran anak dalam merawat orangtua lansia di Nagari Persiapan Pujorahayu Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat. Banyak anak yang tinggal bersama orangtuanya yang sudah lansia serta memberikan perawatan. Terkadang anak merasa bingung dalam memahami masa tua orangtuanya sehingga melakukan perawatan yang seadanya. Lansia yang tinggal bersama anaknya rata-rata yang sudah tidak memiliki pasangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif yaitu medeskripsikan atau menggambarkan data penelitian dalam bentuk kata-kata atau tidak dalam bentuk angka. Data dikumpulkan melalui instrumen observasi dan wawancara. Informan dalam penelitian ini adalah empat informan kunci yang terdiri dari anak lansia dan enam informan pendukung yang terdiri dari lansia dan masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa anak sudah berperan dalam merawat orangtua lansia di Nagari persiapan Pujorahayu Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat. Peran anak dapat terlihat dari perlakuan yang diberikan kepada orangtuanya, yaitu anak memenuhi kebutuhan orangtuanya seperti mempersiapkan makan, membawa orangtua tinggal bersama, memenuhi sumber-sumber keuangan orangtua, serta memeriksakan kesehatan orangtua secara teratur. Anak menunjukkan sikap yang baik selama merawat orangtuanya yang sudah lansia, seperti berbicara sopan kepada orangtua, bersikap sabar dan bijaksana menghadapi perilaku orangtua, menghormati dan menghargai orangtua, memberikan kasih sayang dan perhatian kepada orangtua. Anak juga senantiasa menjaga keharmonisan dengan orangtua ditunjukkan dengan menyediakan waktu untuk orangtua, meminta nasehat kepada orangtua serta mengajak orangtua dalam acara-acara keluarga.