Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MEIDITA SYAFITRI

1 karya publik ditemukan.

2022: 1

Perilaku Sosial Lansia Dalam Basuluak Pada Tarekat Naqsyabandiyah Nagari Pandam Gadang Kec. Gunuang Omeh Kab. Lima Puluh Kota

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Meidita Syafitri 4618060 “Perilaku Sosial Lansia Dalam Basuluak Pada Tarekat Naqsyabandiyah Nagari Pandam Gadang Kec. Gunuang Omeh Kab. Lima Puluh Kota”. Latar belakang dari penelitian ini karena adanya perilaku sosial lansia pada saat melakukan kegiatan basuluak yang dilaksanakan mulai dari 10 hari sebelum Bulan Suci Ramadhan. Perilaku sosial lansia tersebut merupakan aktualisasi dari ajaran Tarekat Naqsyabandiyah yang menjalankan perbuatan atau perilaku yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini memiliki informan 1 orang Mursyid, 1 orang Imam, 2 orang Khalifah dan 3 orang peserta suluak Tarekat Naqsyabandiyah Nagari Pandam Gadang Kecamatan Gunuang Omeh melalui teknik pengumpulan data berupa teknik observasi, wawancara serta dokumentasi. Penelitian ini menghasilkan data berupa di dalam kegiatan basuluak terdapat perilaku lansia baik itu dari segi individual maupun sosialnya terhadap sesama. Perilaku sosial meliputi menghormati orang lain, tolong menolong, partisipasi sosial, dan tanggung jawab. Perilaku sosial lansia dalam basuluak dapat terlihat melalui kegiatan do’a bersama, shalat Tarwih dan Witir, shalat jum’at, sedekah, membersihkan tempat tidur dan membersihkan tikar di surau temapt basuluak. Pakaian dari para lansia dalam basuluak yaitu memakai pakaian yang menutup aurat ditambah dengan penutup kepala berwarna putih yang menjulur kewajah untuk menjaga pandangan mereka dari pandangan yang buruk. Lalu makanan yang mereka makan yaitu makanan yang tidak berdarah atau tidak berasal dari hewan (ayam, ikan, daging sapi, daging kerbau dan lain sebagainya). denagn tujuan agar badan mereka tidak menjadi panas supaya menjaga wudhu mereka agar tidak batal. Kemudian para lansia dalam basuluak, tidur dengan keadaan yang tidak disengaja dan dalam keadaan berdzikir kepada Allah SWT atau dengan alasan karena tidak dapat ditahan lagi. Selanjutnya mereka beribadah mulai dari shalat wajib secara berjamaah, shalat Sunat Tarwih dan Witir secara berjamaah, berdzikir secara sir (di dalam hati) dan berbagai ritual ibadah lainnya. Terkait perilaku sosialnya, para lansia dalam basuluak yang terfokus kepada hubungannya terhadap Tuhan, namun tidak senantiasa melupakan hubungannya dengan sesama. Simpati dan rasa peduli mereka tetap ada apabila diantara keluarga mereka ada yang mendapat kemalangan (kematian) dan setelah itu mereka harus kembali melanjutkan kegiatan suluak itu kembali. Perilaku dari para lansia ditujukan senantiasa demi menjalankan ibadah kepada Allah semata dan mengamalkan ajaran Rasulullah SAW. Mereka senantiasa melupakan keduniaan dan melaksanakan perilaku sosial yang mengarah kepada kedekatan diri kepada AllahSWT. Kata Kunci: Perilaku Sosial Lansia, Basuluak, Tarekat Naqsyabandiyah