Abstrak
Masa lanjut usia merupakan fase kehidupan yang penuh tantangan, baik dari segi fisik, psikologis, sosial, maupun spiritual. Dalam menghadapi berbagai perubahan di masa tua, keberadaan keluarga menjadi sumber dukungan utama yang dapat memengaruhi tingkat kepuasan hidup lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk dukungan keluarga terhadap lansia dalam mewujudkan kepuasan hidup, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di Kelurahan Parit Antang, Bukittinggi. Selain itu, penelitian ini juga membahas implikasi hasil temuan terhadap layanan bimbingan dan konseling keluarga. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap empat lansia serta beberapa anggota keluarga yang tinggal bersama mereka. Selain itu, informan pendukung dalam penelitian ini meliputi kader posyandu, tetangga, dan tokoh masyarakat. Proses analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara tematik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keluarga memberikan berbagai bentuk dukungan kepada lansia, antara lain dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan informasional, dukungan penilaian, serta dukungan religius. Dukungan ini berpengaruh positif terhadap kepuasan hidup lansia, seperti rasa aman, dihargai, berdaya, dan dekat dengan Tuhan. Namun, ditemukan pula bahwa beberapa lansia belum mendapatkan dukungan optimal akibat faktor ekonomi, kesibukan anggota keluarga, serta kurangnya komunikasi dan empati. Sebaliknya, hubungan keluarga yang harmonis, keterlibatan sosial, serta aktivitas keagamaan menjadi faktor pendukung penting bagi lansia dalam mencapai kepuasan hidup. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan keluarga sangat penting dalam mendukung kesejahteraan lansia. Implikasi praktisnya adalah perlunya pendekatan bimbingan dan konseling keluarga yang dapat membantu keluarga memahami peran dan tanggung jawab mereka dalam mendampingi lansia secara utuh, baik secara emosional, sosial, fisik, maupun spiritual.