Baminggu Sebagai Peran Strategis Tuangku Dalam Pembinaan Religiusitas Lansia Di Jorong Asampulau
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Baminggu Sebagai Peran Strategis Tuangku Dalam Pembinaan Religiusitas Lansia Di Jorong Asampulau” yang disusun oleh Yesi Eka Putri Nim. 4621022, Pada program studi studi Sosiologi Agama (SA), Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah (FUAD), Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Latar belakang dari penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa sebagian lansia di Jorong Asampulau masih memiliki pemahaman yang terbatas terhadap nilai-nilai keagamaan. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai hal termasuk kurangnya akses terhadap pendidikan agama, rendahnya interaksi sosial yang menunjang aktivitas keagamaan, serta keterbatasan fisik yang menghambat keterlibatan mereka dalam kegiatan keagamaan. Akibatnya, religiusitas lansia menjadi rendah, terlihat dari sedikitnya partisipasi mereka dalam kegiatan keagamaan dan kurangnya penerapan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran tuangku dalam membina religiusitas lansia di Jorong Asampulau serta mengidentifikasi bentuk-bentuk kegiatan baminggu yang dilakukan dalam proses pembinaan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian terdiri dari informan kunci, yaitu tiga orang Tuangku di Jorong Asampulau. Selain itu, terdapat informan pendukung yang meliputi empat orang lansia, satu orang pengurus Surau Banda Gadang, dan sekretaris wali nagari. Data dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Proses analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan untuk memastikan keakuratan data, diterapkan teknik perpanjangan waktu, meningkatkan ketelitian, serta melakukan triangulasi sumber, metode dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tuangku memainkan peran penting dalam membina religiusitas lansia di Jorong Asampulau. Peran tersebut meliputi memimpin pelaksanaan salat lima waktu secara berjamaah, menjadi pendidik bagi anak-anak serta pembimbing bagi lansia dalam membaca Al-Qur’an, dan memimpin kegiatan majelis taklim. Selain itu, Tuangku juga berperan sebagai pembina dalam pelaksanaan ibadah bagi para lansia. Adapun bentuk-bentuk kegiatan baminggu yang dilakukan dalam upaya pembinaan religiusitas lansia di Jorong Asampulau meliputi: pertama, membaca ayat suci Al-Qur’an; kedua, melakukan bai’at berarti kesepakatan atau janji antara jamaah dan guru sebelum mengikuti kegiatan baminggu; ketiga, mengikuti ceramah keagamaan secara rutin; keempat, melakukan ziarah ke makam Syekh atau guru; dan kelima, berpartisipasi dalam sumbayang ampek puluah.