ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini disusun oleh Siska Nila Putri, NIM 4620012, Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dengan judul “Solidaritas antar Umat Beragama di Desa Pulai Payung Kecamatan Ipuh Kabupaten Muko-Muko Provinsi Bengkulu” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menjaga kerukunan di tengah masyarakat kultural dengan berbeda keyakinan untuk mencegah konflik sosial. Di tengah maraknya konflik yang mengatasnamakan agama, di Desa Pulai Payung dapat mencegah konflik itu dan dapat menjalankan aktivitas dengan damai dan penuh solidaritas. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini diantaranya bagaimana bentuk-bentuk solidaritas antar umat beragama di Desa Pulai Payung, dan apa saja faktor yang membentuk dan memperkuat solidaritas di Desa Pulai Payung, serta bagaimana solidaritas di Desa Pulai Payung dianalisis dalam bentuk perspektif Emile Durkheim. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualititaf deskriftif yang akan menyajikan data sesuai yang ada di lapangan, informan dalam penelitian ini yaitu terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemerintahan setempat. Untuk metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipan, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan metode deskriptif dan penjelasan, untuk medapatkan hasil yang maksimal. Hasil penelitian ini ditemukan adanya bentuk-bentuk solidaritas yaitu saling menjaga kerukunan, kerja sama dan gotong royong, serta adanya aturan dari adat istiadat dan pemerintahan desa. Adapun faktor yang membentuk dan memperkuat solidaritas tersebut adalah faktor kultural yaitu kesadaran setiap individu, dan faktor struktural yaitu peran tokoh masyarakat (tokoh adat) dan tokoh agama, serta peran pemerintahan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Etika dalam Pemikiran Hamka dan Relevansinya terhadap Toleransi Antarumat Beragama” disusun oleh NurFadilla Siregar, NIM 4522003, Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, tahun 2026. Realitas kehidupan masyarakat yang majemuk secara agama menunjukkan bahwa persoalan toleransi antarumat beragama masih menghadapi berbagai tantangan, seperti sikap eksklusivisme, prasangka keagamaan, dan konflik sosial bernuansa agama. Persoalan tersebut sering kali tidak bersumber dari perbedaan keyakinan itu sendiri, melainkan dari lemahnya landasan etika dalam memahami dan menyikapi perbedaan. Dalam konteks ini, etika keberagamaan menjadi aspek fundamental dalam membangun relasi antarumat beragama yang harmonis. Hamka sebagai salah satu pemikir Muslim Indonesia memberikan perhatian besar terhadap etika sebagai inti dari keberagamaan dan dasar pembentukan sikap sosial umat Islam dalam masyarakat plural. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep etika dalam pemikiran Hamka, menganalisis pandangannya mengenai hubungan antara etika dan relasi antarumat beragama, serta menelaah relevansi nilai-nilai etika tersebut terhadap penguatan sikap toleransi antarumat beragama. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana konsep etika dalam pemikiran Hamka? 2) Bagaimana pandangan Hamka mengenai hubungan antara etika dan relasi antarumat beragama? dan 3) Bagaimana relevansi nilai-nilai etika dalam pemikiran Hamka terhadap toleransi antarumat beragama? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Pendekatan yang digunakan adalah analisis pemikiran tokoh dalam kerangka Aqidah dan Filsafat Islam. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dengan cara mengkaji, mengklasifikasikan, dan menafsirkan teks-teks yang relevan. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah karya-karya Hamka yang membahas etika, akhlak, dan kehidupan sosial-keagamaan, sedangkan sumber data sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, serta hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan etika Islam dan toleransi antarumat beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, etika dalam pemikiran Hamka merupakan inti dari keberagamaan yang menekankan keselarasan antara iman, akhlak, dan perilaku sosial. Hamka memandang bahwa kualitas keberagamaan seseorang tidak hanya diukur dari kesalehan ritual, tetapi juga dari sikap etis terhadap sesama manusia. Kedua, Hamka memandang relasi antarumat beragama harus dibangun di atas prinsip etika, seperti keadilan, penghormatan terhadap martabat manusia, kebebasan beragama, dan pengakuan terhadap perbedaan sebagai sunnatullah. Ketiga, relevansi nilai-nilai etika dalam pemikiran Hamka terhadap toleransi antarumat beragama terletak pada kemampuannya menjadi landasan konseptual dalam membangun sikap toleran yang berkeadaban, tanpa mengorbankan prinsip akidah. Dengan demikian, etika keberagamaan Hamka dapat dijadikan kerangka etis dalam memperkuat toleransi antarumat beragama dalam masyarakat Indonesia yang plural.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini berjudul "Menjaga Kerukunan Umat Beragama di Kelurahan Kotokociak Kubu Tapakrajo, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh" yang ditulis oleh Laila Rahmi, dengan NIM 4622059. Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menjaga keharmonisan hidup antarumat beragama di tengah keberagaman, khususnya di wilayah dengan mayoritas Muslim namun juga dihuni oleh pemeluk agama lain seperti Kristen, Katolik, dan Buddha. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi terciptanya kerukunan umat beragama serta menganalisis peran nilai-nilai budaya Minangkabau dalam menjaga keharmonisan tersebut di Kelurahan Kotokociak Kubu Tapakrajo. Metode yang peneliti gunakan yaitu metode penelitian kualitatif, yang berfokus pada pendalaman informasi melalui teknik wawancara mendalam. Teori yang penulis gunakan yaitu teori multikulturalisme Will Kymlicka. Pengumpulan data juga dilengkapi dengan observasi partisipatif serta dokumentasi. Lokasi penelitian ini terdapat di Kelurahan Kotokociak Kubu Tapakrajo Kecamatan Payakumbuh Utara Kota Payakumbuh. Dalam mengumpulkan data, yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah lurah, ketua RT, tokoh agama Islam dan Katolik, ninik mamak, serta masyarakat dari berbagai latar belakang agama. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat, faktor yang mempengaruhi kerukunan meliputi sikap saling menghormati dan menghargai keyakinan masing-masing, sikap keterbukaan masyarakat mayoritas dalam menerima kelompok minoritas, kesetaraan dan pemenuhan hak-hak minoritas tanpa diskriminasi, serta pengakuan terhadap identitas budaya dan keagamaan minoritas. Peran budaya Minangkabau tampak melalui penerapan prinsip "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" yang dipahami sebagai landasan moral universal, falsafah "di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung" yang mengajarkan sikap menghormati norma setempat, dan nilai "lamak di awak, katuju di urang" yang menekankan pentingnya menjaga kenyamanan bersama dalam setiap tindakan. Ketiga nilai budaya ini tidak hanya menjadi konsep, tetapi benar-benar dihayati dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, sehingga perbedaan agama tidak menjadi penghalang dalam menciptakan kehidupan yang rukun dan harmonis.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “ Peran Pini Sepuh Dalam Menjaga Solidaritas Umat Beragama Di Jorong Purwajaya Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota” yang ditulis oleh Nasir Akbar dengan nim 4620062. Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin Adan dan Dakwah, Univertistas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukitinggi. Penelitian skripsi ini dilatarbelangi oleh adanya solidaritas umat beragama di Jorong Purwajaya yang di rawat dan dijaga oleh pini sepuh. Solidaritas antar umat beragama di jorong purwajaya terjalin dengan baik dan rasa saling memiliki antar sesama sangat kuat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menekankan pada aspek kedalaman informasi yang diperoleh melalui wawancara dan didukung oleh metode observasi lapangan. Lokasi penelitian ini di Jorong Purwajaya, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Dalam pengumpulan data ini yang menjadi informan kunci adalah masyarakat yang terhimpun dalam kepengurusan pini sepuh. dalam penelitian ini yang menjadi inorman pendukung adalah masyarakat yang tinggal di Jorong Purwajaya. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan, maka dapat disimpulkan bahwa pini sepuh memilki peran vital dalam menjaga solidaritas umat beragama di Jorong Purwajaya, karena pini sepuh adalah orang yang dihormati dan didengar di tengah masyaarakat sehingga aturan dan kebijkan yang dibuat dapat berjalan dengan baik di tengah masyarakat. meskipun aga tiga agama yaitu: Islam, Khatolik dan Propestan dan tiga etnis yaitu Jawa, Minangkabau dan Batak tetapi masyarakat Purwajaya memilki rasa saling memiliki yang tinggi antar sesama.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini ditulis oleh Rasela Azahra Nim 4620059 Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi dengan judul “Harmonisasi Antar Umat Beragama ( Studi Kasus Multiagama di Jorong Purwajaya Nagari Sarilamak Kabupaten Lima Puluh Kota”. Penelitian ini di latar belakangi oleh adanya suatu harmonisasi antar umat beragama di Jorong Purwajaya. Dalam hal ini harmonisasi antar umat beragama di Jorong Purwajaya sangatlah rukun dan terjaga sampai saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah motode kualitatif yang menekankan pada berbagai aspek kedalaman informasi yang di peroleh melalui wawancara dan didukung oleh metode observasi lapangan. Lokasi penelitian ini di Jorong Purwajaya Nagari Sarilamak Kabupaten Lima Puluh Kota. Dalam pengumpulan data penelitian ini yang menjadi informan kunci adalah masyarakat. Dalam penelitian ini yang menjadi informan pendukung adalah tokoh agama. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan, maka dapat disimpulkan bahwa harmonisasi antar umat beragama terwujud karena adanya suatu perkumpulan dari masyarakat yang berbeda agama. Dalam hal ini Jorong Purwajaya bersatu dalam mencapai suatu kerukunan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Solidaritas Antar Umat Beragama Islam da Budha di Desa Pasir Jaya Kecamatan Rambah Hilir Kabupaten Rokan Hulu” karya yang ditulis atas nama Yeni Amilia Eka Sari Nim. 4619002 Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.Solidaritas sosial yang terjalin di Desa Pasir Jaya Kecamatan Rambah Hilir Kabupaten Rokan Hulu dapat menumbuhkan kebersamaan yang baik demi mencapai tujuan yang sama dan menumbuhakan rasa simpati terhadap individu atau kelompok tertentu. Adapun fokus masalah yang ada dipenelitian ini adalah bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi solidaritas sosial dan bagaimana bentuk-bentuk solidaritas yang dilakukan oleh masyarakat yang beragama Islam dan Budha. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Data yang diperoleh menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun dalam analisis data yang diguanakan yaitu data reduction, display, verifikasi. Agar memperoleh data yang valid penelitian ini memperpanjang waktu dilapangan dan tringulasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: Pertama, faktor yang pengaruhi solidaritas sosial antar umat beragama yang ada di Desa Pasir Jaya. Kedua bentuk-bentuk yang mempengaruhi solidaritas sosial antar umat beragama di Desa Pasir Jaya, ada pun contoh dari bentu-bentuk solidaritas yang terjalin di desa tersebut yaitu gotong-royong,dan kerja sama yang bertujuan untuk mempererat hubungan sesama.
ArticleOpen AccessPDF tersedia
2022•Artikel Penelitian dan Pengabdian
Local communities have the value of local wisdom in maintaining inter-religious harmony through cultural actions as the cultural basis that exists in their lives. One of the local wisdoms is local art that exists and is still being maintained today. The Purwajaya community of West Sumatra as one of the multicultural societies inhabited by various religions and ethnicities continues to maintain artistic media such as reog, Kuda Lumping and Kuda Kepang in maintaining harmony and harmony among religious communities. Thus, this article focuses on explaining the art of reog as a medium to maintain religious harmony in Purwaraja, West Sumatra. By using qualitative research as well as interview and observation techniques in data collection, the authors found (1) The multi-ethnic and religious Purwajaya community always upholds harmony among others, both among religious communities and between religious communities. (2). Reog art in Purwajaya is held at Purwajaya Anniversary, RI Anniversary, welcoming guests and community events such as circumcisions, thanksgiving, and other events. (3). Reog art as a medium in maintaining religious harmony is reflected in the function of entertainment and communication which contains social values, educational values and religious values
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi atas nama Titi Ama Lia Putri Nim: 4618023, skripsi ini berjudul Peran Tokoh Agama Dalam Mewujudkan Kerukunan Antar Umat Beragama di Kampung Giri Mulya Dusun Bukit Sari Kecamatan Jujuhan Ilir Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Penelitian ini di latarbelakangi oleh masyarakat Kampung Giri Mulya yang terdiri dari agama Islam dan Katholik. Namun perbedaan tersebut tidak menjadi hambatan bagi masyarakat tersebut dalam bermasyarakat, justru perbedaan tersebut dapat menjadi sebuah kerukunan antar umat beragama. Kerukunan tersebut dapat diwujudkan karena adanya peran tokoh agama yang bisa merangkul untuk hidup rukun satu sama lain dalam kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu sebuah penelitian yang menjabarkan suatu keadaan berdasarkan fakta. Dalam penelitian ini menjabarkan tentang kerukunan antar umat beragama di Kampung Giri Mulya. Informan pada penelitian ini yaitu Tokoh Agama Islam, Tokoh Agama Katholik, Jemaah Islam, Jemaah Katholik dan Tokoh Masyarakat. Dalam pengumpulan data peneliti memakai teknik observasi, wawancara dan dokumentasi yang berkaitan dengan gambaran umum Kampung Giri Mulya Dusun Bukit Sari Kecamatan Jujuhan Ilir Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Dari data yang terkumpul peneliti mengolahnya dengan teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; Peran tokoh agama dalam mewujudkan kerukunan antar umat beragama yaitu sebagai pemimpin umat, sebagai tokoh masyarakat, dan sebagai masyarakat biasa. Sebagai tokoh agama Islam beliau menjadi pemimpin umat dengan melakukan pendampingan atau ceramah mengenai kerukunan antar umat beragama serta memberikan pemahaman tentang lakum dinukum waliyadin kepada umatnya. Kemudian sebagai tokoh agama Katholik beliau menjadi pemimpin umat dengan melakukan Sebagai pemimpin umat beliau melakukan beberapa hal yaitu seperti mengarahkan umatnya untuk bersabar dan saling menghargai sesama umat dan antar umat beragama. Sebagai tokoh masyarakat beliau orang Islam dan Katholik itu mengadakan kegiatan FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama), dimana kegiatan ini dibentuk dengan tujuan yaitu supaya persatuan dan kesatuan serta persaudaraan antar pemeluk agama bisa terjaga. Dan sebagai Masyarakat biasa beliau orang Islam sebagai masyarakat biasa beliau bisa saling menghargai sesama umat dan antar umat, tolong menolong ketika ada salah satu umat yang berada dalam kondisi kesusahan. Kemudian sebagai masyarakat biasa beliau orang Katholik beliau mau berbagi dengan sesama pemeluk agama. Beliau juga bersosialisasi dengan baik sesama umat dan antar umat beragama.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi dengan judul “Interaksi Sosial Dalam Menciptakan Toleransi Antar Umat Beragama Islam dan Kristen di Kelurahan Campago Guguk Bulek Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi”. Disusun oleh Avivah NIM 4618058 . Program Studi S1 Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Penelitian ini di latar belakangi oleh adanya keunikan yang terdapat pada kehidupan masyarakat di Kelurahan Campago Guguk Bulek yang memiliki agama yang berbeda mayoritas beragama Islam dan Kristen, mereka hidup berdampigan dan saling berinteraksi setiap hari tanpa menimbulkan konflik yang besar diatara mereka hingga terciptanya suatu toleransi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana dapat mengetahui bahwa interaksi sosial dapat menjalin toleransi antar umat beragama Islam dan Kristen di Kelurahan Campago Guguk Bulek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif . Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan reduksi data, penarikan kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suatu bentuk interaksi sosial di Kelurahan Campago Guguk Bulek bersifat assosiatif yang berupa kerja sama yang berhubungan dengan agama dan sosial seperti menerapkan toleransi antar umat beragama, dengan beberapa faktor pendukung seperti saling bekerja sama dalam kegiatan masyarakat, dan melalui pekerjaan, dan saling menghormati dan menghargai sama lain. Adapun bentuk interaksi sosial dissosiatif seperti konflik yang disebabkan oleh beberapa kebiasaan masyarakat seperti memelihara anjing dan sengketa mendirikan rumah ibadah, akan tetapi konflik tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi atas nama Rara Anggraini NIM. 4617027 Berjudul : “Keharmonisan Antar Umat Beragama Desa Betung Bedarah Barat Pasca Berdirinya PT Satya Kisma Usaha Di Kecamatan Tebo Ilir Kabupaten Tebo Provinsi Jambi”. Keharmonisan dalam kehidupan umat beragama merupakan impian setiap masyarakat dalam berbangsa bernegara dan bermasyarakat, karena tujuan setiap orang adalah kedamaian dan kerukanan. Maka dari itu didalam kehidupan masyarakat yang berbeda keyakinan, budaya dan latar belakang, pencapaian keharmonisan dalam menciptakan masyarakat yang rukun sangat didambakan oleh setiap warga masyarakat Betung Bedarah Barat Penulis melakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana realita yang terjadi dalam keseharian masyarakat yang memiliki perbedaan dan ingin mengetahui faktor yang menjadikan masyarakat Betung Bedarah Barat harmonis serta ingin mengetahui strategi yang dilakukan masyarakat untuk mempertahankan keharmonisan antar umat beragama yang ada di desa Betung Bedarah Barat. Dalam pembahasan penelitian skripsi ini, peneliti menggunakan metode kualitatif yang menekankan pada aspek kedalaman informasi yang diperoleh melalui wawancara dan didukung pula oleh metode observasi lapangan. Dalam pengumpulan data penelitian ini yang menjadi informan kunci adalah masyarakat yang beragama kristen, dan informan pendukung yaitu Kepala Desa Betung Bedarah Barat dan masyarakat lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, realita kehidupan yang terjadi di dalam masyarakat desa Betung Bedarah Barat sangat harmonis sampai saat ini, karena masyarakat selalu menghargai dan menghormati, dan selalu mengedepankan sikap saling bantu dan bekerja sama. Kedua, faktor yang mempengaruhi terjadinya keharmonisan yaitu faktor internal dan eksternal, faktor internal yaitu adanya sikap toleransi, dialog antar masyarakat dan juga terdapat kesadaran. Faktor eksternal yaitu terdapat lembaga yang menjadi pendukung dalam keharmonisan umat beragama yaitu adanya keterlibatan pemerintah, tokoh adat dan tokoh agama. Ketiga, dalam mempertahankan keharmonisan, strategi yang di ambil adalah dengan memperkuat tali persaudaraan, melibatkan tokoh adat, tokoh agama, dan memaksimalkan peran regulasi pemerintah daerah..