ResearchOpen AccessMetadata saja
2026•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
1. Mengamati dan mempelajari harmonisasi antara agama dan budaya di daerah Desa Tungka Kampuang Panyalai dan Desa Solok dengan berbagai keunikannya.</p>
<p>
2. Menyelaskan berbagai tradisi, cerita, ritual yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman</p>
<p>
3. Merefleksikan pentingnya toleransi dan menghargai keberagaman dalam memujudkan kedamaian dan kesejahteraan bersama</p>
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul "Harmonisasi Sistem Kewarisan Islam dan Sistem Kewarisan Adat Mandailing" yang ditulis oleh Habli Rahman, NIM 1120.078, Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhsiyyah), Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech. M. Djamil Djambek Bukittinggi. Skripsi ini ditulis bertujuan untuk menganalisis harmonisasi sistem kewarisan Islam dan kewarisan adat Mandailing. Dalam Sistem kewarisan Islam mengatur pembagian warisan secara normatif dan rinci dengan menetapkan ahli waris, bagian masing-masing, serta prinsip keadilan dan kemaslahatan. Islam mengakui hak waris baik bagi laki-laki maupun perempuan sesuai dengan ketentuan syariat. Sementara sistem kewarisan adat Mandailing didasarkan pada sistem kekerabatan patrilineal yang menempatkan anak laki-laki sebagai ahli waris utama, terutama terhadap harta pusaka. Penelitian ini berfokus untuk mendeskripsikan bentuk harmonisasi antara sistem kewarisan Islam dengan sistem kewarisan adat Mandailing. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan observasi. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah tokoh agama, tokoh adat dan masyarakat Kampung Koje. Sumber data sekunder berupa perujukan buku, jurnal, artikel. Adapun dalam menganalisis data, penulis menggunakan metode deskriprif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harmonisasi antara sistem kewarisan Islam dan adat Mandailing dapat terwujud melalui pendekatan kompromis yang menempatkan nilai-nilai Islam sebagai pedoman normatif dan adat sebagai kearifan lokal. Selama ketentuan adat tidak bertentangan dengan prinsip keadilan, kemaslahatan, dan ajaran Islam, maka adat dapat diterima dan dijalankan secara berdampingan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini ditulis oleh Rasela Azahra Nim 4620059 Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi dengan judul “Harmonisasi Antar Umat Beragama ( Studi Kasus Multiagama di Jorong Purwajaya Nagari Sarilamak Kabupaten Lima Puluh Kota”. Penelitian ini di latar belakangi oleh adanya suatu harmonisasi antar umat beragama di Jorong Purwajaya. Dalam hal ini harmonisasi antar umat beragama di Jorong Purwajaya sangatlah rukun dan terjaga sampai saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah motode kualitatif yang menekankan pada berbagai aspek kedalaman informasi yang di peroleh melalui wawancara dan didukung oleh metode observasi lapangan. Lokasi penelitian ini di Jorong Purwajaya Nagari Sarilamak Kabupaten Lima Puluh Kota. Dalam pengumpulan data penelitian ini yang menjadi informan kunci adalah masyarakat. Dalam penelitian ini yang menjadi informan pendukung adalah tokoh agama. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan, maka dapat disimpulkan bahwa harmonisasi antar umat beragama terwujud karena adanya suatu perkumpulan dari masyarakat yang berbeda agama. Dalam hal ini Jorong Purwajaya bersatu dalam mencapai suatu kerukunan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Konstruksi Masyarakat Dalam Harmonisasi Antar Umat Beragama Di Kelurahan Tanah Lapang Kecamatan Lembah Segar Kota Sawahlunto” karya yang ditulis atas nama Putri Diana Nim. 4619028 Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Latar belakang masalah penelitian ini yaitu adanya faktor penghambat dan pendukung harmonisasi yang dilakukan umat beragama serta bentuk konstruksi harmonisasi umat beragama yang ada di Kelurahan Tanah Lapang Kecamatan Lembah Segar Kota Sawahlunto. Berdasarkan latar belakang rumusan masalah tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menjelaskan sebagai berikut yaitu menjelaskan faktor penyebab dan pendukung harmonisasi antar umat beragama di Kelurahan Tanah Lapang Kecamatan Lembah Segar Kota Sawahlunto. Dan mendeskripsikan dan menjelaskan bentuk konstruksi antar umat beragama di Kelurahan Tanah Lapang Kecamatan Lembah Segar Kota Sawahlunto. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data yang diperoleh menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian ini di Kelurahan Tanah Lapang Kecamatan Lembah Segar Kota Sawahlunto. Dalam pengumpulan data informan berjumlah 15 orang, yang menjadi informan terlibat adalah tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat itu sendiri. Berdasar hasil penelitian dapat menyimpulkan, pertama, konstruksi masyarakat dalam harmonisasi di Kelurahan Tanah Lapang yaitu mereka yang menerapkan sikap saling menghargai atau bertoleransi antar umat beragama. Walaupun mereka berbeda keyakinan tetapi mereka tetap saling mendukung ketika ada acara keagamaan yang dilaksanakan oleh masyarakat yang berbeda keyakinan. Kedua, faktor pendukung yang terciptanya harmonisasi pada masyarakat di Kelurahan Tanah Lapang yaitu faktor ajaran agama, faktor peran pemerintah, peran tokoh agama,dan interaksi sosial dan faktor penghambat seperti provokasi dari luar, perkawinan beda agama, terjadinya konflik dan kuranya kesadaran umat beragama. Dan ketiga, bentuk-bentuk konstruksi harmonisasi ialah kegiatan sosial sosial keagamaan, kegiatan perayaan kemerdekaan, kegiatan pelaksanaan tradisi lokal, gotong royong, kegiatan politik, harga menghargai dan dialog antar agama. Kerukunan antar umat beragama beragama an musyawarah antar tokoh agama untuk menciptakan konstruksi masyarakat dalam harmonisasi antar umat beragama di Kelurahan Tanah Lapang Kecamatan Lembah Segar Kota Sawahlunto.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Karya ilmiah ini dalam bentuk skripsi yang berjudul “ Nilai Nilai Dalihan Na Tolu Dalam Menjaga Harmonisasi Masyarakat Multikultural Di Kelurahan Muarasoma Kecamatan Batang Natal Kabupaten Mandailing Natal “ ini ditulis oleh Undang Sakti Rangkuti, Nim : 4617.020, mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah dengan Program Studi Sosiologi Agama. Penulisan karya ilmiah ini dilatar belakangi oleh keberadaan Dalihan Natolu sebagai aturan adat dan penegakan hukum yang berlangsung dalam masyarakat di Kelurahan Muarasoma, adanya keberagaman yang dimiliki masyarakat sehingga Dalihan Na Tolu dipercaya sebagai pedoman keharmonisan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan dan mencari data tentang Nilai-nilai Dalihan na tolu sebagai pemebentuk masyarakat yang harmonis ditengah masyarakat yang multikultural. Menjawab.persoalan tersebut peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif. Sedangkan dalam metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dengan informan, observasi participant serta dokumentasi. Yang dijadikan sebagai objek kajian adalah Dalihan Na Tolu. Hasil penelitian menjelaskan, Pertama bahwa dalihan na tolu memang memberikan nilai-nilai yang berguna bagi masyarakat di Kelurahan Muarasoma, nilai-nilai itu dapat berupa nilai keseharian yang dipakai masyarakat seperti nilai tutur kata, nilai persaudaraan, nilai keagamaan, nilai gotong royong, nilai adat budaya. Kedua nilai-nilai dalihan na tolu mampu menjadikan masyarakat di Kelurahan Muarasoma menjadi lebih akrab, lebih peduli dan harmonis dengan sesama manusia ditengah masyarakat yang multikultural. Masyarakat akan senantiasa menjaga dan memlihara kerukunan adat masyarakatnya. Kata Kunci :Dalihan Na Tolu, Harmonisasi dan Multikultural
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “HARMONISASI DALAM MASYARAKAT MAJEMUK DI JORONG SUNGAI TALANG KABUPATEN SOLOK SELATAN”, di susun oleh “PUNGKY BERLIANI, NIM 4615.010. Program Studi Sosiologi Agama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Yang melatar belakangi penulis memilih judul ini adalah harmonisasi yang dibentuk masyarakat Jorong Sungai Talang di tengah kemajemukan antarumat berbeda agama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara masyarakat majemuk membangun harmonisasi dan menjaga keharmonisan yang sudah ada. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field Research) yaitu penelitian yang datanya didapatkan langsung dari informan/ responden di lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data yang penulis lakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi, yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah Bapak Rahmansyah selaku Wali Jorong Sungai Talang sebagai informan kunci, sedangkan yang menjadi informan pendukung adalah Bapak Murdi selaku HRD Personalia Perusahaan PT. Tidar Kerinci Agung, Bapak Suhartono selaku Karyawan PT. Tidar Kerinci Agung, Bapak Agustino Dos Santos selaku Guru Olah Raga di SDS 01 YTKA dan Guru Agama Katolik tingkat SD, SMP, dan SMK, Bapak Yusuf Burman Manurung selaku Karyawan PT.TKA, Bapak Fauzi selaku tokoh agama pengurus Masjid Nurul Iman, Guru Agama dan Pendidikan Al-Quran di SDS 01 YTKA, Badan Musyawarah (Bamus) di Kantor Wali Nagari Talao Sungai Kunyit, Bapak Afriantoni selaku Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMK YTKA Solok Selatan, Seretariat Badan Musyawarah (Bamus) di Kantor Wali Nagari Talao Sungai Kunyit, Ibu Lilis Andrika selaku Guru Agama Kristen Protestan tingkat SD, SMP, dan SMK. Analisis data menggunakan analisis data Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman dengan langkah-langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan masyarakat Jorong Sungai Talang merupakan masyarakat yang harmonis dalam kemajemukan. Antarumat berbeda agama membangun solidaritas yang kuat. Hubungan antarumat beragama mencerminkan kerukunan dan keharmonisan. Keharmonisan di Jorong Sungai Talang perlu di kembangkan dalam upaya pembinaan kerukunan karena wilayahnya HGU (Hak Guna Usaha) Perusahaan, tenaga kerja atau masyarakatnya bervariasi. Mayoritas beragama Islam, minoritas beragama Kristen Katolik, Protestan, dan Hindu. Melalui proses integrasi mereka membangun hubungan sosial yang baik dan mengajarkan kepada anak-anak pendidikan multikultural sebagai penanaman nilai-nilai pada anak didik.