Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: konstruksi sosial
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pemaknaan Tato pada Masyarakat Nagari Panti Selatan Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini ditulis oleh Jela Faria Sri Harta, NIM 4622060, Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dengan judul “Pemaknaan Tato pada Masyarakat Nagari Panti Selatan Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman.” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pemaknaan tato di Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman. Perbedaan pandangan tersebut dipengaruhi oleh nilai-nilai keagamaan yang berkmbang dalam masyarakat sehingga tato sering dikaitkan dengan perilaku yang menyimpang dari norma yang berlaku. Di sisi lain, terdapat individu yang tetap memilih menggunakan tato meskipun menyadari adanya penilaian negatif dari lingkungan sosial. Fenomena ini menunjukkan bahwa pemaknaan terhadap tato merupakan realitas sosial yang dibentuk melalui proses interaksi dan pengalaman masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Penelitian dilakukan di Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi nonpartisipan, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas tokoh agama, tokoh masyarakat, masyarakat umum, pemuda, serta pengguna tato. Analisis penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger yang meliputi tahapan eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Nagari Panti Selatan memaknai tato sebagai perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai agama Islam, bertentangan dengan nilai kearifan lokal, dipandang sebagai penyakit masyarakat yang dapat menimbulkan stigma sosial dan dianggap tidak memberikan manfaat dalam kehidupan. Berdasarkan analisis teori konstruksi sosial Peter L. Berger, pemaknaan tersebut terbentuk melalui proses eksternalisasi ketika masyarakat mengekspresikan keyakinan bahwa tato merupakan perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Islam, objektivasi ketika masyarakat membangun pemahaman bersama bahwa tato bertentangan dengan nilai agama dan norma yang berlaku, serta internalisasi ketika pengguna tato menerima realitas sosial tersebut.

6 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Perubahan Perilaku Keagamaan Masyarakat Batu Palano kecamatan Sungai Pua Kabupaten Agam Pasca Erupsi Gunung Marapi

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Perubahan Perilaku Sosial Keagamaan Masyarakat Batu Palano Kecamatan Sungai Pua Kabupaten Agam Pasca Erupsi Gunung Marapi Pada Mahasiswa Prodi Sosiologi Agama yang disusun oleh Diyas Irfan Suganda Nim. 4620035, Pada Program Studi Sosiologi Agama (SA), Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah (FUAD), Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini mengkaji transformasi perilaku sosial keagamaan masyarakat Batu Palano pasca erupsi Gunung Marapi yang terjadi pada 3 Desember 2023. Erupsi tersebut menimbulkan korban jiwa sebanyak 24 orang dan melumpuhkan perekonomian masyarakat di kaki Gunung Marapi, khususnya Nagari Batu Palano dengan 100 orang terdampak langsung. Bencana alam ini menjadi katalis yang memicu perubahan signifikan dalam kehidupan keagamaan masyarakat setempat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perilaku sosial keagamaan masyarakat Batu Palano sebelum erupsi Gunung Marapi dan mengidentifikasi perubahan perilaku sosial keagamaan yang terjadi pasca erupsi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian di Nagari Batu Palano, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan informan kunci meliputi tokoh agama, wali nagari, dan masyarakat yang terdampak langsung, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum erupsi, perilaku keagamaan masyarakat Batu Palano cenderung bersifat rutinitas formal tanpa kesadaran spiritual mendalam. Shalat berjamaah tidak konsisten, terutama waktu Subuh yang sepi jamaah. Kegiatan pengajian hanya dilakukan pada momen-momen khusus seperti peringatan hari besar Islam. Generasi muda menunjukkan tingkat religiusitas rendah dengan lebih memilih aktivitas non-keagamaan. Solidaritas sosial ada namun belum terlalu kuat, dengan masing-masing keluarga cenderung sibuk dengan urusan pribadi. Analisis menggunakan Teori Konstruksi Sosial Peter L. Berger menunjukkan bahwa erupsi Gunung Marapi berfungsi sebagai "shocking experience" yang memicu proses dekonstruksi dan rekonstruksi realitas sosial keagamaan. Melalui dialektika eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi, masyarakat berhasil mentransformasi pengalaman traumatis menjadi momentum penguatan identitas keagamaan dan solidaritas sosial. Konstruksi sosial keagamaan yang baru tidak hanya menghasilkan peningkatan kuantitatif dalam praktik ritual, tetapi juga transformasi kualitatif dalam makna dan fungsi agama yang berkembang menjadi sumber resiliensi, identitas kolektif, dan framework interpretif untuk memahami relasi manusia dengan alam, sesama, dan Tuhan

8 dilihat · 3 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Peran Komunitas Pemuda Nagari Dalam Melestarikan Pariwisata Baromban Di Nagari Sungai Beringin

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini disusun oleh Khairil Imam, NIM. 4619031, Dengan Judul “Peran Komunitas Pemuda Nagari Dalam Melestarikan Pariwisata Baromban di Nagari Sungai Beringin Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota”. Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah Universitas Islam Negeri Sjech Muhammad Djamil Djambek Bukittinggi 2025. Pariwisata merupakan salah satu sektor yang berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pembangunan ekonomi daerah. Dalam konteks ini, pemuda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang dapat berkontribusi aktif terhadap pelestarian dan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Komunitas Pemuda Nagari Sungai Beringin menjadi salah satu contoh nyata peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan objek wisata Baromban. Melalui berbagai kegiatan sosial, budaya, dan lingkungan, mereka berupaya mempertahankan nilai-nilai Sapta Pesona seperti kebersihan, keindahan, keamanan, ketertiban, dan keramahan di kawasan wisata tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pengelola wisata, anggota komunitas pemuda, serta masyarakat setempat, dan dokumentasi pendukung lainnya. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data diuji menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode untuk memastikan keakuratan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas pemuda memiliki peran signifikan dalam melestarikan pariwisata Baromban melalui kegiatan kebersihan lingkungan, promosi wisata berbasis media sosial, penyelenggaraan event budaya, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam. Berdasarkan teori konstruksi sosial Peter L. Berger, komunitas pemuda telah berhasil membangun realitas sosial baru yang menempatkan pelestarian wisata sebagai nilai bersama dalam masyarakat. Kesimpulannya, keberadaan komunitas pemuda Nagari Sungai Beringin tidak hanya menjadi motor penggerak pelestarian pariwisata Baromban, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan ekonomi dan penguatan identitas sosial masyarakat setempat.

9 dilihat · 7 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Konstruksi Sosial Wife Material dalam Masyarakat Minangkabau di Nagari Lubuk Basung Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini ditulis oleh Nabilla Indah Rovita NIM 4620065, Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dengan judul “Konstruksi Sosial Wife Material dalam Masyarakat Minangkabau Di Nagari Lubuk Basung Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam” Penelitian ini perubahan peran perempuan dalam masyarakat Minangkabau, khususnya di Lubuk Basung, yang mengalami transformasi seiring dengan perkembangan zaman. Secara tradisional, perempuan di Minangkabau lebih dikenal dengan peran domestiknya, seperti mengelola rumah tangga, memasak, dan merawat keluarga. Konstruksi sosial mengenai wife material dalam masyarakat Minangkabau, yang sebelumnya sangat dipengaruhi oleh adat dan agama, kini turut mempertimbangkan aspek pendidikan, dan karir perempuan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Lokasi Penelitian ini bertempat di Nagari Lubuk Basung Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam. Data Penelitian ini yang menjadi kunci adalah Niniak Mamak, Bundo Kanduang dan Salah Satu Tokoh Masyarakat. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa konstruksi sosial mengenai wife material di Minangkabau, khususnya di Lubuk Basung, masih dipengaruhi oleh nilai-nilai adat dan agama. Meskipun peran domestik perempuan tetap dihargai, pandangan masyarakat bahwa perempuan yang memiliki pendidikan yang baik, keterampilan, dan karir juga dapat dianggap sebagai wife material. Perpaduan antara peran domestik, pendidikan, dan karir dianggap sebagai kunci untuk menciptakan perempuan yang ideal, yang tidak hanya berperan dalam keluarga, tetapi juga dapat berkontribusi dalam masyarakat dan memajukan ekonomi keluarga. Kata Kunci: Konstruksi Sosial, Wife Material, Masyarakat Minangkabau

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Konstruksi Masyarakat Dalam Harmonisasi Antar Umat Beragama di Kelurahan Tanah Lapang Kecamatan Lembah Segar Kota Sawahlunto

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Konstruksi Masyarakat Dalam Harmonisasi Antar Umat Beragama Di Kelurahan Tanah Lapang Kecamatan Lembah Segar Kota Sawahlunto” karya yang ditulis atas nama Putri Diana Nim. 4619028 Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Latar belakang masalah penelitian ini yaitu adanya faktor penghambat dan pendukung harmonisasi yang dilakukan umat beragama serta bentuk konstruksi harmonisasi umat beragama yang ada di Kelurahan Tanah Lapang Kecamatan Lembah Segar Kota Sawahlunto. Berdasarkan latar belakang rumusan masalah tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menjelaskan sebagai berikut yaitu menjelaskan faktor penyebab dan pendukung harmonisasi antar umat beragama di Kelurahan Tanah Lapang Kecamatan Lembah Segar Kota Sawahlunto. Dan mendeskripsikan dan menjelaskan bentuk konstruksi antar umat beragama di Kelurahan Tanah Lapang Kecamatan Lembah Segar Kota Sawahlunto. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data yang diperoleh menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian ini di Kelurahan Tanah Lapang Kecamatan Lembah Segar Kota Sawahlunto. Dalam pengumpulan data informan berjumlah 15 orang, yang menjadi informan terlibat adalah tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat itu sendiri. Berdasar hasil penelitian dapat menyimpulkan, pertama, konstruksi masyarakat dalam harmonisasi di Kelurahan Tanah Lapang yaitu mereka yang menerapkan sikap saling menghargai atau bertoleransi antar umat beragama. Walaupun mereka berbeda keyakinan tetapi mereka tetap saling mendukung ketika ada acara keagamaan yang dilaksanakan oleh masyarakat yang berbeda keyakinan. Kedua, faktor pendukung yang terciptanya harmonisasi pada masyarakat di Kelurahan Tanah Lapang yaitu faktor ajaran agama, faktor peran pemerintah, peran tokoh agama,dan interaksi sosial dan faktor penghambat seperti provokasi dari luar, perkawinan beda agama, terjadinya konflik dan kuranya kesadaran umat beragama. Dan ketiga, bentuk-bentuk konstruksi harmonisasi ialah kegiatan sosial sosial keagamaan, kegiatan perayaan kemerdekaan, kegiatan pelaksanaan tradisi lokal, gotong royong, kegiatan politik, harga menghargai dan dialog antar agama. Kerukunan antar umat beragama beragama an musyawarah antar tokoh agama untuk menciptakan konstruksi masyarakat dalam harmonisasi antar umat beragama di Kelurahan Tanah Lapang Kecamatan Lembah Segar Kota Sawahlunto.

8 dilihat · 3 unduhanSitasiDetail