Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

1 hasil
Subjek: Peter L. Berger
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pemaknaan Tato pada Masyarakat Nagari Panti Selatan Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini ditulis oleh Jela Faria Sri Harta, NIM 4622060, Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dengan judul “Pemaknaan Tato pada Masyarakat Nagari Panti Selatan Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman.” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pemaknaan tato di Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman. Perbedaan pandangan tersebut dipengaruhi oleh nilai-nilai keagamaan yang berkmbang dalam masyarakat sehingga tato sering dikaitkan dengan perilaku yang menyimpang dari norma yang berlaku. Di sisi lain, terdapat individu yang tetap memilih menggunakan tato meskipun menyadari adanya penilaian negatif dari lingkungan sosial. Fenomena ini menunjukkan bahwa pemaknaan terhadap tato merupakan realitas sosial yang dibentuk melalui proses interaksi dan pengalaman masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Penelitian dilakukan di Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi nonpartisipan, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas tokoh agama, tokoh masyarakat, masyarakat umum, pemuda, serta pengguna tato. Analisis penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger yang meliputi tahapan eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Nagari Panti Selatan memaknai tato sebagai perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai agama Islam, bertentangan dengan nilai kearifan lokal, dipandang sebagai penyakit masyarakat yang dapat menimbulkan stigma sosial dan dianggap tidak memberikan manfaat dalam kehidupan. Berdasarkan analisis teori konstruksi sosial Peter L. Berger, pemaknaan tersebut terbentuk melalui proses eksternalisasi ketika masyarakat mengekspresikan keyakinan bahwa tato merupakan perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Islam, objektivasi ketika masyarakat membangun pemahaman bersama bahwa tato bertentangan dengan nilai agama dan norma yang berlaku, serta internalisasi ketika pengguna tato menerima realitas sosial tersebut.

6 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail