Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Multikulturalisme
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Menjaga Kerukunan Umat Beragama Di Kelurahan Kotokociak Kubu Tapakrajo, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini berjudul "Menjaga Kerukunan Umat Beragama di Kelurahan Kotokociak Kubu Tapakrajo, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh" yang ditulis oleh Laila Rahmi, dengan NIM 4622059. Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menjaga keharmonisan hidup antarumat beragama di tengah keberagaman, khususnya di wilayah dengan mayoritas Muslim namun juga dihuni oleh pemeluk agama lain seperti Kristen, Katolik, dan Buddha. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi terciptanya kerukunan umat beragama serta menganalisis peran nilai-nilai budaya Minangkabau dalam menjaga keharmonisan tersebut di Kelurahan Kotokociak Kubu Tapakrajo. Metode yang peneliti gunakan yaitu metode penelitian kualitatif, yang berfokus pada pendalaman informasi melalui teknik wawancara mendalam. Teori yang penulis gunakan yaitu teori multikulturalisme Will Kymlicka. Pengumpulan data juga dilengkapi dengan observasi partisipatif serta dokumentasi. Lokasi penelitian ini terdapat di Kelurahan Kotokociak Kubu Tapakrajo Kecamatan Payakumbuh Utara Kota Payakumbuh. Dalam mengumpulkan data, yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah lurah, ketua RT, tokoh agama Islam dan Katolik, ninik mamak, serta masyarakat dari berbagai latar belakang agama. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat, faktor yang mempengaruhi kerukunan meliputi sikap saling menghormati dan menghargai keyakinan masing-masing, sikap keterbukaan masyarakat mayoritas dalam menerima kelompok minoritas, kesetaraan dan pemenuhan hak-hak minoritas tanpa diskriminasi, serta pengakuan terhadap identitas budaya dan keagamaan minoritas. Peran budaya Minangkabau tampak melalui penerapan prinsip "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" yang dipahami sebagai landasan moral universal, falsafah "di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung" yang mengajarkan sikap menghormati norma setempat, dan nilai "lamak di awak, katuju di urang" yang menekankan pentingnya menjaga kenyamanan bersama dalam setiap tindakan. Ketiga nilai budaya ini tidak hanya menjadi konsep, tetapi benar-benar dihayati dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, sehingga perbedaan agama tidak menjadi penghalang dalam menciptakan kehidupan yang rukun dan harmonis.

5 dilihat · 3 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Persepsi Guru PAI dalam Menghadapi Tantangan Multikulturalisme di MAN ! Pasaman Barat

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Persepsi Guru PAI dalam Menghadapi Tantangan Multikulturalisme di MAN 1 Pasaman Barat”. Ditulis oleh Yassirly Amrini NIM. 2119120 Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Syech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penulisan ini dilatarbelakangi bahwa pendidikan multikultural sangatlah minim dan dibutuhkannya peran guru pendidikan agama Islam untuk mendidik siswa tersebut bagaimana cara menghargai masaing-masing etnik dan ras. Sebuah tantangan dan pengalaman bagi guru agama Islam di MAN Negeri 1 Pasaman Barat dalam menumbuhkan semangat toleransi, keberagaman, dan persaudaraan sehingga mampu menerapkan nilai multikultural di lembaga pendidikan madrasah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu menggambarkan suatu keadaan atau peristiwa dalam bentuk kata-kata bukan angka-angka yang terjadi di lapangan. Informan kunci dalam penelitian ini adalah guru Pendidikan Agama Islam, sedangkan informan pendukung adalah Kepala Madrasah serta Siswa Kelas X MAN 1 Pasaman Barat. Dalam proses pengumpulan data, penulis menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang penulis gunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa persepsi guru PAI dalam menghadapi tantangan multikulturalisme di Kelas X MAN 1 Pasaman Barat meliputi persepsi guru dalam membangun paradigma keberagamaan dengan memberikan pemahaman kepada siswa tentang mengakui pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dalam beragama, persepsi guru dalam menghargai keragaman bahasa dimana guru harus mempunyai wawasan yang cukup dalam menghargai perbedaan bahasa yang ada, persepsi guru dalam membangun sensitivitas gender dengan membentuk opini bahwa semua warga madrasah berkedudukan setara serta memiliki hak dan kewajiban yang tidak dibeda-bedakan, persepsi guru dalam membangun sikap kepedulian sosial terintegrasi dalam pelaksanaan pembelajaran dimana ditanamkan petunjuk mu’amalah (interaksi sosial) dan mengatur hak-hak individu dengan yang lainnya, persepsi guru dalam membangun sikap anti diskriminasi etnis dengan menambah wawasan guru dimana sikap ini guru harus sering melakukan introspeksi untuk memperkuat bias, asumsi, dan pandangan terhadap siswa mereka. persepsi guru dalam membangun sikap anti diskriminasi terhadap perbedaan kemampuan dimana adanya penerimaan dan penghargaan terhadap keragaman tersebut, persepsi guru dalam membangun sikap anti diskriminasi umur dengan menciptakan suasana yang kondusif dengan menanamkan sikap sopan santun, tata krama yang baik.

4 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Islam dan Multikulturalisme Agama Persperktif Ahmad Syafi'i Ma'arif dan Relevansinya dalam Konteks Keindonesiaan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Islam Dan Multikulturalisme Agama Perspektif Ahmad Syafi’i Ma’arif Dan Relavansinya Dalam Konteks Keindonesiaan” disusun oleh Yonaldo Efendi, NIM 4521005 Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2025. Riset ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa keberagaman agama di Indonesia merupakan fakta sosial yang tak terelakkan dan menjadi bagian penting dari identitas kebangsaan. Namun, dalam prakteknya, keberagaman ini masih sering menghadapi tantangan seperti intoleransi, diskriminasi, serta konflik berbasis agama. Dalam konteks ini, pemikiran Ahmad Syafi’i Ma’arif menjadi sangat relevan karena menawarkan perspektif Islam yang inklusif, humanis, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: pertama, apa latar belakang dan metode pemikiran Ahmad Syafi’i Ma’arif; kedua, bagaimana pandangan Ahmad Syafi’i Ma’arif tentang relasi antara Islam dan multikulturalisme agama; dan ketiga, bagaimana relevansi pemikiran Ahmad Syafi’i Ma’arif tentang multikulturalisme agama dalam konteks keindonesiaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data dikumpulkan dari karya-karya primer Ahmad Syafi’i Ma’arif serta sumber sekunder seperti buku, jurnal, dan tulisan ilmiah lain yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dan content analysis, yaitu mengkaji isi pemikiran tokoh secara mendalam dengan memperhatikan konteks sosial, historis, dan filosofisnya. Hasil penelitian ini yaitu: pertama, latar belakang dan metode berpikir Ahmad Syafi’i Ma’arif dipengaruhi oleh latar belakang intelektualnya dalam tradisi Islam modernis dan keterlibatannya dalam dinamika sosial-politik Indonesia, ia mempunyai pemikiran yang moderat. Ia menggunakan pendekatan historis dan rasional yang menekankan pentingnya nilai moral dan kemanusiaan dalam memahami Islam. Kedua, ia melihat relasi antara Islam dan multikulturalisme agama sebagai hubungan yang saling menguatkan, di mana Islam mengakui dan menghargai keberagaman sebagai bagian dari sunnatullah. Ia menolak keras eksklusivisme dan fanatisme keagamaan serta mengajak umat Islam untuk hidup berdampingan secara damai dengan pemeluk agama lain. Ketiga, pemikirannya sangat relevan dalam konteks Indonesia karena mendorong integrasi antara nilai keislaman dan nilai kebangsaan, serta menawarkan solusi terhadap persoalan intoleransi dan polarisasi sosial melalui pendekatan dialog antar agama, pendidikan multikultural, dan penghargaan terhadap hak-hak minoritas. Pemikiran Syafi’i Ma’arif menjadi rujukan penting dalam membangun masyarakat Indonesia yang plural, adil, dan bermartabat.

10 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail