Abstrak
Skripsi ini berjudul “Persepsi Guru PAI dalam Menghadapi Tantangan Multikulturalisme di MAN 1 Pasaman Barat”. Ditulis oleh Yassirly Amrini NIM. 2119120 Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Syech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penulisan ini dilatarbelakangi bahwa pendidikan multikultural sangatlah minim dan dibutuhkannya peran guru pendidikan agama Islam untuk mendidik siswa tersebut bagaimana cara menghargai masaing-masing etnik dan ras. Sebuah tantangan dan pengalaman bagi guru agama Islam di MAN Negeri 1 Pasaman Barat dalam menumbuhkan semangat toleransi, keberagaman, dan persaudaraan sehingga mampu menerapkan nilai multikultural di lembaga pendidikan madrasah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu menggambarkan suatu keadaan atau peristiwa dalam bentuk kata-kata bukan angka-angka yang terjadi di lapangan. Informan kunci dalam penelitian ini adalah guru Pendidikan Agama Islam, sedangkan informan pendukung adalah Kepala Madrasah serta Siswa Kelas X MAN 1 Pasaman Barat. Dalam proses pengumpulan data, penulis menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang penulis gunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa persepsi guru PAI dalam menghadapi tantangan multikulturalisme di Kelas X MAN 1 Pasaman Barat meliputi persepsi guru dalam membangun paradigma keberagamaan dengan memberikan pemahaman kepada siswa tentang mengakui pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dalam beragama, persepsi guru dalam menghargai keragaman bahasa dimana guru harus mempunyai wawasan yang cukup dalam menghargai perbedaan bahasa yang ada, persepsi guru dalam membangun sensitivitas gender dengan membentuk opini bahwa semua warga madrasah berkedudukan setara serta memiliki hak dan kewajiban yang tidak dibeda-bedakan, persepsi guru dalam membangun sikap kepedulian sosial terintegrasi dalam pelaksanaan pembelajaran dimana ditanamkan petunjuk mu’amalah (interaksi sosial) dan mengatur hak-hak individu dengan yang lainnya, persepsi guru dalam membangun sikap anti diskriminasi etnis dengan menambah wawasan guru dimana sikap ini guru harus sering melakukan introspeksi untuk memperkuat bias, asumsi, dan pandangan terhadap siswa mereka. persepsi guru dalam membangun sikap anti diskriminasi terhadap perbedaan kemampuan dimana adanya penerimaan dan penghargaan terhadap keragaman tersebut, persepsi guru dalam membangun sikap anti diskriminasi umur dengan menciptakan suasana yang kondusif dengan menanamkan sikap sopan santun, tata krama yang baik.