Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya kecenderungan sebagian umat Islam untuk memutuskan hubungan kekeluargaan dengan alasan perbedaan agama. Padahal hadis-hadis Nabi menunjukkan sikap kasih sayang, penghormatan, dan kepedulian terhadap keluarga non-Muslim. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hadis-hadis Nabi Muhammad SAW yang berhubungan dengan adab terhadap keluarga non-Muslim dan menganalisis konsep adab tersebut dalam perspektif hadis.Jenis penelitian ini adalah kepustakaan library research dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data primer diperoleh dari kitab Shahih Bukhari, Shahih Muslim, dan kitab syarah lainnya. Sumber data sekunder berasal dari buku, jurnal, skripsi, dan software hadis seperti Ensiklopedi Hadis, Hadis Soft, dan Maktabah Syamilah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui takhrij al-hadis, sedangkan analisis data menggunakan metode tematik maudhu’i dengan langkah: menentukan tema, mengumpulkan hadis, mengklasifikasi, membandingkan syarah ulama, serta merumuskan hasil.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, terdapat sejumlah hadis yang menjelaskan adab terhadap keluarga non-Muslim, seperti sikap Nabi kepada pamannya Abu Thalib, perintah menyambung silaturahmi kepada ibu Asma’ binti Abu Bakar yang musyrik, serta interaksi sosial Nabi dengan non-Muslim. Kedua, konsep adab terhadap keluarga non-Muslim dalam perspektif hadis menegaskan bahwa adab merupakan perwujudan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin yang meliputi menjaga kehormatan, berbuat baik tanpa melanggar prinsip akidah, dan tetap menegakkan batasan ketaatan.Kesimpulannya, Islam mengajarkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menghapus kewajiban adab dan akhlak terhadap keluarga. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam penguatan pendidikan akhlak dan moderasi beragama dalam keluarga lintas agama.