Abstrak
Erma Permata Sari, NIM. 4117005, Judul Skripsi: “KARAKTERISTIK AL-MUFLIHUN DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF TAFSIR ADABI AL IJTIMA’I”. Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Bukittinggi 2021. Segala sesuatu di dunia ini pasti ada yang dinilai beruntung juga meruginya. Persoalan beruntung di dunia ini juga banyak pendapatnya. Ada yang mengatakan orang-orang yang mendapatkan keberuntungan adalah orang-orang yang kaya, memiliki harta, memiliki mobil mewah, rumah mewah, anak-anak yang memiliki jabatan tinggi dan lain sebagainya. Namun apakan iya yang dikatakan beruntung itu seperti itu? Sedangkan jika dilihat dalam Al-Qur’an permasalah beruntung ini juga banyak ditemukan yaitu sebanyak 40 kali dalam Al-Qur’an. Yang mana asal katanya yaitu falaha atau alfalah. Kata ini juga memiliki banyak variasi seperti aflaha, tuflihu, tuflihun, yuflihu, yuflihun, muflihun dan muflihin. Dan dalam 40 ayat itu pun berbeda-beda apa yang dikatakan dengan orang-orang yang beruntung tersebut. Jadi yang dikatakan orang-orang yang beruntung ini seperti apa sebenarnya? Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode maudhu’i/tematik, dengan menjelaskan penafsiran Al-Muflihun menurut ulama tafsir Adabi al Ijtima’i, ayat-ayat yang ditafsirkan disini fokus pada 12 ayat tentang Al-Muflihun yang terdapat dalam Al-Qur’an. Kemudian menjelaskan karakteristik Al-Muflihun dalam Al-Qur’an perspektif tafsir Adabi al Ijtima’i. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan kajian pustaka. Ulama tafsir Adabi al Ijtima’i menafsirkan bahwa Al-Muflihun adalah segala sesuatu yang membuat kita memperoleh keberuntungan, kebahagiaan ataupun kejayaan adalah bersumber dengan beriman kepada Allah SWT dengan mengikuti petunjuk-Nya serta patuh akan apa yang Dia perintahkan. Karakteristik Al-Muflihun dalam Al-Qur’an perspektif tafsir Adabi al Ijtima’i yaitu: beriman kepada yang gaib yaitu Allah SWT, beriman kepada Al-Qur’an serta kitab yang diturunkan sebelumnya, beriman kepada hari akhir, mendirikan shalat, membayar zakat, berinfak/bersedekah, amar ma’ruf nahi mungkar, berat timbangan amal kebaikannya, beriman kepada Nabi Muhammad saw, berjihad, beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya serta mendengarkan dan mematuhinya, memberi pertolongan kepada kerabat, orang miskin serta musafir, beriman dengan adanya surga dan neraka, tidak berkasih sayang dengan orang yang menentang Allah SWT, baik itu bapaknya, anaknya, saudaranya serta keluarganya, mempunyai sikap lapang dada, tidak hasad, iri, dan dengki, dermawan, tidak kikir, dan memiliki sifat itsar.