Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2023Versi 1

Interaksi Sosial dalam Al-Qur'an Perspektif Tafsir Adabi Al-Ijtima'i

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Ilmu Al Qur'an dan Tafsir•7 dilihat · 6 unduhan

Abstrak

Muhammad Safid, NIM: 4119054, Judul Skripsi: INTERAKSI SOSIAL DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF TAFSIR ADABI AL-IJTIMA’I. Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Sjech Muhammad Djamil Djambek Bukittinggi 2023. Manusia sebagai makhluk sosial sejatinya membentuk kelompok, komunitas, dan budaya. Manusia tidak bisa hidup tanpa berinteraksi dengan manusia lain. Manusia bergantung pada interaksi dengan orang lain untuk berbagai aspek kehidupan termasuk emosi, psikologis, sosial, dan fisik. Menurut Quraish Shihab di dalam tafsir al-Misbah, kata ta’arafu terambil dari kata ‘arafa yang berarti mengenal. Berbicara tentang saling mengenal, ini tidak lepas dari menghadirkan suasana yang harmonis serta menghindari terjadinya permusuhan. Sebagai contoh, masalah sehari-hari sering dibicarakan oleh masyarkat. Informasi tentang kekurangan seseorang sering diungkapkan secara luas melalui media massa, dan fitnah telah menjadi hal yang umum bahkan sampai saat ini. Kasus seperti ini menggambarkan bahwa dalam masyarakat saat ini, sepertinya aspek sosialisasi yang mencerminkan naluri dasar manusia telah merosot, Hal ini mengancam perkembangan peradaban secara serius. Oleh karena itu, masyarakat kita perlu mengalami perubahan positif. Perlu ada pendidikan yang menanamkan nilai-nilai kebaikan dan moralitas di antara individu-individu, khususnya yang mengarah pada sikap peduli, solidaritas, dan integritas sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian library research (studi kepustakaan) karena data yang diteliti berupa naskah-naskah, buku-buku atau majalah-majalah yang bersumber dari khazanah kepustakaan. Penulis menggunakan pendekatan ilmu tafsir yang bercorak Adabi al-Ijtima’i dan dengan metode tematik/maudhu’i yaitu sebuah tafsir yang menghimpun ayat-ayat al-Qur’an yang mempunyai maksud yang sama dalam arti sama-sama membicarakan satu topik masalah. Kemudian menafsirkan ayat-ayat tersebut dengan menelusuri dan memilih ayat-ayat al-Qur’an yang membahas seputar interaksi sosial dalam al-Qur’an dan juga akan diungkapkan secara mendalam dengan menggunakan tafsir yang bercorak adabi al Ijtima’i. Penafsiran interaksi sosial dalam QS. al-Hujurat ayat 9-10 menurut ulama tafsir Adabi al-Ijtima’i seperti Wahbah az-Zuhaili, Buya Hamka, Quraish Shihab dan al-Maraghi bahwasanya menurut mereka ishlah harus dilakukan ketika dua kelompok saling bertikai. Pengharaman tiga hal yaitu as-sukhriyyah, al-lamz, dan at-tanaabuz dijelaskan dalam QS. al-Hujurat ayat 11. Kemudian tiga hal larangan lagi dilanutkan dalam ayat 12 yaitu suu’uzhzhan terhadap orang-orang baik, saleh, dan beriman, at-Tajassus, dan ghibah. Saling mengenal dan memandang semua manusia itu sama di sisi Allah, dijelaskan dalam QS. al-Hujurat ayat 13. Bentuk interaksi sosial dalam QS. al-Hujurat ayat 9-13 perspektif ulama tafsir Adabi al-Ijtima’i yang dapat penulis simpulkan disini yaitu: a) akomodatif (konflik), b) norma sosial, c) asimilasi.

Kata kunci

Kata Kunci: Interaksi Sosial, Adabi al-Ijtima’i, Al-Qur’an

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Interaksi Sosial dalam Al-Qur'an Perspektif Tafsir Adabi Al-Ijtima'i2023 · oai:ais:skripsi:13779

Publikasi terkait