Abstrak
Nur Aziza, NIM. 2122057. Skripsi: "Strategi Guru dalam Menanamkan Adab Islami pada Siswa MTs Laboratorium UIN Bukittinggi." Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi strategi guru dalam menanamkan adab Islami kepada siswa serta mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya di MTs Laboratorium UIN Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya sebagian siswa yang belum sepenuhnya menunjukkan sikap sopan santun, hormat, dan penghargaan kepada guru maupun teman, serta adanya tantangan dari perkembangan era digital seperti pengaruh media sosial, cyberbullying, dan menurunnya rasa hormat terhadap orang tua dan guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data yang terdiri atas kepala sekolah, guru PAI, guru BK, wakil kesiswaan, guru mata pelajaran, dan siswa kelas VII serta VIII. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam menanamkan adab Islami dilakukan melalui tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan dilakukan dengan menyusun tujuan pembentukan karakter berbasis nilai Islam dan program kegiatan keagamaan. Pelaksanaan dilakukan melalui keteladanan guru, pembiasaan kegiatan keagamaan, budaya 5S, pemberian nasihat dan motivasi, integrasi nilai adab dalam pembelajaran, serta penerapan tata tertib sekolah. Evaluasi dilakukan dengan mengamati perilaku siswa sehari-hari, seperti disiplin, sopan santun, kejujuran, tanggung jawab, dan penghormatan kepada guru serta teman. Faktor pendukung strategi ini meliputi kerja sama antara guru, sekolah, dan orang tua, keteladanan guru, kegiatan keagamaan yang rutin, serta lingkungan sekolah yang positif. Adapun faktor penghambatnya adalah perbedaan latar belakang siswa, kurangnya kesadaran sebagian siswa, pengaruh lingkungan pergaulan, dan penggunaan handphone yang kurang bijak. Secara umum, strategi yang diterapkan mampu memberikan perubahan positif terhadap sikap siswa, khususnya dalam hal sopan santun, kedisiplinan, penghormatan kepada guru, dan keaktifan dalam kegiatan keagamaan.