Abstrak
Penelitian ini di latar belakangi oleh pengamatan penulis mengenai pendapatan petani sawit melalui program plasma perkebunan kelapa sawit. Tujuan mengelola Aset Nagari, diantara perkebunan kelapa sawit (Plasma) Nagari dalam prakteknya perjalanan Koperasi Masyarakat Madani jauh dari konsep koperasi tidak memiliki simpanan pokok dan simpanan wajib bahkan tidak melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) namun koperasi masyarakat madani lebih berperan sebagai Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) yang mana sisa hasil usaha bukan dibagi kepada anggota koperasi melainkan pendapatan asli Nagari. Pengelolaan Bumnag Madani permasalahan yang muncul dari sistem bagi hasil usaha Bumnag untuk Pendapatan Asli Nagari, Pendapatan asli Nagari dari Bagi Hasil Usaha Bumnag jauh melebihi keuntungan Bersih Bumnag itu sendiri. Sistem bagi hasil Usaha Bumnag untuk Pendapatan Asli Nagari setiap tahun nya berbeda karena melihat dari keuntungan bersih yang di dapat oleh Bumnag Madani yang grafiknya meningkat atau menurun. Jenis penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah masyarakat dan pihak Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Madani. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi dan wawancara dengan narasumber secara langsung. Teknik analisis data menggunakan metode analisis SWOT. Dari hasil penelitian yang penulis lakukan di Nagari Lubuk Malako di Kabupaten Solok Selatan, dalam meningkatkan pendapatan petani sawit dapat dilihat faktor lingkungan internal dalam Bumnag Madani yaitu kekuatan (Hak Kepemilikkan yang diberikan kepada Pemerintahan Nagari, Kualitas Hasil Perkebunan Kelapa Sawit, Adanya Program perbaikan infrastruktur, Adanya bantuan bibit unggul), Kelemahan (kurang nya pemahaman dan tidak ada menjalin kerjasama), Peluang (penjualan, cara mengatasi pengangguran) dan ancaman (Ketidak stabilan harga CPO (Crude Pailm Oil) dan perubahan iklim cuaca yang tidak menentu. Strategi BUMNag Madani dalam meningkatkan pendapatan petani melalui program plasma perkebunan kelapa sawit di Nagari Lubuk Malako yang dilakukan yaitu Strategi SO dengan menggunakan kekuatan sebagai peluang sebagai berikut: dapat membuka lowongan pekerjaan, adanya peluang program infarstruktur dan memanfaatkan yang tersedia secara efesien ( lahan, air, SDM dan teknologi).