Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang masih rendah, pembelajaran masih berpusat pada guru, siswa cendrung malas bertanya ketika ada materi yang tidak dipahaminya, kurangnya respon siswa terhadap pembelajaran matematika. Dari nilai soal pemecahan masalah matematis siswa kelas X IPS SMAN 2 Tilatang Kamang Tahun Pelajaran 2019/2020 terlihat bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih tergolong rendah. Salah satu upaya yang diduga dapat mengatasi masalah tersebut adalah dengan menerapkan Metode Branstorming. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan penerapan metode Brainstorming lebih baik dari pada kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional di kelas X IPS SMAN 2 Tilatang kamang tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan penerapan metode Brainstorming lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menggunakan pembelajaran konvensional di kelas X IPS SMAN 2 Tilatang Kamang tahuun pelajaran 2019/2020. Hipotesis dalam penelitian ini adalah “kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan penerapan metode Brainstorming lebih baik dari pada kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional di kelas X IPS SMAN 2 Tilatang Kamang Tahun Pelajaran 2019/2020. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimen dengan rancangan penelitian The Static Comparison Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPS SMAN 2 Tilatang Kamang tahun Pelajaran 2019/2020. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan terlebih dahulu dilakukan uji normalitas, homogenitas, dan kesamaan rata-rata pada data populasi. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X IPS 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPS 2 sebagai kelas kontrol. Data penelitian kemampuan pemecahan masalah matematis siswa diperoleh dari soal tes akhir kemampuan pemecahan masalah matematis. Berdasarkan analisis data hasil akhir kemampuan pemecahan masalah matematis dihitung menggunakan uji-t. Dengan hasil t_hitung=1,69 dan t_tabel=1,68 karena t_hitung>t_tabel artinya H0 ditolak pada taraf nyata α=0,05 serta dengan menggunkaan Minitab di peroleh P_value=0,048 yang artinya P_valueα dengan α=0,05. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa H0 dan terima H1, artinya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mengikuti pembelajaran Brainstorming lebih baik daripada yang mengikuti pembelajaran konvensional di kelas X IPS SMAN 2 Tilatang Kamang Tahun Pelajaran 2019/2020.