Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: PITI
DaftarKartu
ResearchOpen AccessPDF tersedia

Social Political and Religious Roles of Chinese Muslims In Indonesia: Experiences of West Sumatran PITI

2026•Hasil Penelitian dan Pengabdian

<p> <span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.87); font-family: &quot;Noto Sans&quot;, -apple-system, BlinkMacSystemFont, &quot;Segoe UI&quot;, Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, &quot;Helvetica Neue&quot;, sans-serif; font-size: 14px;">This study aims to examine strategic roles of West Sumatran PITI (Persatuan Islam Tionghhoa Indonesia or Indonesian Chinese Islamic Association) in social, political, and religious contexts. This study traced the patterns of social relations within the internal Chinese Muslim community along with their social, political, and religious problems that often colour the life of this minority. The method used in this study is religious research with the approach of research on religion.</span></p>

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ResearchOpen AccessMetadata saja

Social, Political and Religious of Chines Muslim in Indonesia: Expereince of West Sumatran PITI

2026•Hasil Penelitian dan Pengabdian

<p> Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan tentang keadaan sosial, politik dan agama china muslim Indonesia yang berada pada suatu organisasi PITI khususnya di pulau sumatera</p>

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Tradisi Pemberian Pitih Balanjo Pada Perempuan Dalam Masa Pinangan Menurut Hukum Islam Dinagari Manggilang Kabupaten Lima Puluh Kota

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini dilatarbelakangi oleh tradisi pemberian pitih balanjo pada perempuan dalam masa pinangan menurut hukum Islam Dinagari Manggilang Kabupaten Lima Puluh, serta bagaimana pelaksanaan pemberian pitih balanjo tersebut ditinjau dari hukum Islam. Pelaksanaan tradisi pemberian pitih balanjo sudah menjadi bagian penting dalam tata cara pernikahan di Nagari Manggilang. Tujuan sebenarnya dari pemberian pitih balanjo ini adalah sebagai bukti keseriusan seorang laki-laki, karena pemberian ini tidak dilihat dari segi nominal yang diberikan, tetapi dari segi kerelaan seorang laki-laki memberikan pada perempuan yang dilamarnya. Ketika calon suami telah memberikan pitih balanjo kepada calon istrinya, maka secara tidak langsung laki-laki lain tidak berhak (tidak boleh) melamar perempuan itu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pemberian pitih balanjo dan untuk mengetahui bagaimana pandangan masyarakat Nagari Manggilang terhadap pemberian pitih balanjo. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan cara melakukan survey ke lapangan. Pendekatan kualitatif dengan tujuan deskriftif, yaitu penelitian dengan mengumpulkan dalam bentuk kata-kata dari Informan,dokumentasi dan hasil observasi dengan tujuan mengambarkan tentang tradisi pemberian pitih balanjo pada perempuan dalam masa pinangan menurut hukum Islam dinagari Manggilang Kabupaten Lima Puluh Kota. Metode pengumpulan data dengan metode menggunakan cara observasi,wawancara dan dokumentasi. Kemudian dilakukan analilis yang bersifat mendeskripsikan data yang diperoleh kedalam bentuk kalimat sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan tradisi pemberian pitih balanjo merupakan bagian dalam tata cara perkawinan di Nagari Manggilang. Pandangan masyarakat terhadap Tradisi pemberian pitih balanjo pada saat peminangan diterima baik oleh masyarakat Nagari Manggilang karena dianggap sebagai wujud keseriusan dan komitmen dari calon suami kepada calon istri. Namun, sanksi yang ditetapkan sangat bertentangan dengan hukum Islam yang mana,jika pembatalan dari pihak laki-laki yang meminang,maka laki-laki itu tidak boleh mengambil kembali hadiah pertunangan. Sedangkan jika pembatalan pertunangan berasal dari pihak wanita ia harus mengembalikan hadiah pertunangan itu kepada laki-laki 2x lipat. Sanksi yang diberikan ketika terjadi pembatalan peminangan tidak sesuai dengan hukum Islam, sebab dalam Islam hibah, hadiah dan pemberian lainnya tidak boleh diminta kembali.

7 dilihat · 5 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Dan Aktivitas Matematika Siswa Kelas VIII MTsN 3 Lima Puluh Kota

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatar belakangi oleh,adanya permasalahan yang ditemukan dikelas VIII MTsN 3 Lima Puluh Kota. Berdasarkan observasi dan wawancara yang telah dilakukan hasil belajar matematika siswa yang rendah dan aktivitas matematika siswa serta proses pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru. Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran Auditory Intellectualy Repetition (AIR). Untuk melihat aktivitas siswa bisa dilihat dari data lembar aktivitas siswa apakah siswa siswa tersebut termasuk kriteria tergolong aktif atau tergolong sangat aktif. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah kemampuan hasil belajar matematika siswa dan aktivitas matematika siswa menggunakan model Auditory Intellectualy Repetition (AIR) lebih baik dari pada pembelajaran konvensional siswa kelas VIII MTsN 3 Lima Puluh kota. Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan rancangan penelitian Static Group Comparison Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas siswa kela VIII MTsN 3 Lima Puluh Kota yang terdiri 3 kelas. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VIII.3. Sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VIII.2 sebagai kelas kontrol yang diambil dengan teknik Simple random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar matematika siswa dalam bentuk soal essay. Adapaun teknik analisis data yang digunakan adalah persentase untuk aktivitas belajar siswa dan uji t untuk hasil belajar matematika siswa. Berdasarkan hasil analisis dan aktivitas belajar siswa diperoleh persentase rata-rata sebesar 90,56 % dengan kriteria sangat aktif. Sedangkan dari analisis data hasil belajar matematika siswa diperoleh t_hitung > t_tabel yaitu t_hitung = 11,50 dan t_tabel = 1,67. Kriteria pengujian adalah diterima H_0 jika t_hitung > t_tabel selain itu tolak H_0. Berdasarkan perhitungan diperoleh t_hitung > t_tabel yaitu 11,50 > 1,67 artinya H_0 ditolak H_1 diterima. Sehingga model pembelajaran Auditory Intellectually Repitition (AIR) lebih baik dari pada pembelajaran konvensional di kelas VIII MTsN 3 Lima Puluh Kota.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN AIR (AUDITORY, INTELLECTUALLY, REPITITION) TERHADAP KEMANDIRIAN DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI di SDIT JUARA KOTA PADANG PANJANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nolla Resya, 20120007, Judul Tesis “Pengaruh Model Pembelajaran AIR (Auditory, Intelectually, Repitition) Terhadap Kemandirian Belajar dan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PAI di SDIT Juara Kota Padang Panjang”. Jurusan Magister Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi 2020. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terindikasi pembelajaran berpusat pada guru (Teacher centered), siswa sering mengeluh karena kebiasaan guru memberi catatan sehingga siswa bosan dan kurangnya antusias siswa dalam belajar, siswa masih sering berbicara saat guru menyampaikan materi pelajaran, guru hanya menggunakan buku siswa dalam belajar tanpa adanya LKPD, siswa pasif dikarenakan guru menyampaikan materi secara final (awal sampai akhir materi), siswa kurang termotivasi dalam belajar, sehingga kurang berinteraksi dalam belajar, masih ada siswa yang tidak mengumpulkan tugas PAI, siswa masih mengerjakan aktivitas lain saat proses PBM, siswa cendrung jenuh dan bosan ketika PBM, guru menggunakan model pembelajaran konvensional pada proses pembelajaran PAI. Dikarenakan guru masih menggunakan media pembelajaran konvensional, maka salah satu upaya dalam meningkatkan kemandirian dan motivasi belajar siswa adalah dengan menerapkan model pembelajaran AIR (Auditory, Intelectually, Repitition). Dari permasalahan tersebut maka tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran AIR terhadap kemandirian dan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah True Eksperimen dengan desain Posstest Only Control Design dengan menerapkan model pembelajaran AIR (Auditory, Intelectually, Repitition) pada kelas eksperimen berjumlah 26 orang dan kelas kontrol berjumlah 26 orang. Data penelitian hasil kemandirian dan motivasi belajar siswa dikumpulkan dengan angket, kemudian di analisis dengan meenggunakan uji Manova dengan bantuan SPSS versi 22. Temuan dari penelitian ini adalah uji hipotesis (1) Terdapat pengaruh model pembelajaran AIR (Auditory, Intelectually, Repition) terhadap kemandirian belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SDIT Juara Kota Padang Panjang. Didapat dari nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000 0,05. (2)Terdapat pengaruh model pembelajaran AIR (Auditory, Intelectually, Repition) terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SDIT Juara Kota Padang Panjang. Didapat dari nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000 0,05. (3)Terdapat pengaruh model pembelajaran AIR (Auditory, Intelectually, Repition) terhadap kemandirian dan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SDIT Juara Kota Padang Panjang. Didapat dari nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000 0,05 dengan hasil F_hitung = 7,384 dengan F_tabel = 3,422 (F_hitung>F_tabel ) .

6 dilihat · 1 unduhanSitasiDetail