Pengaruh Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Dan Aktivitas Matematika Siswa Kelas VIII MTsN 3 Lima Puluh Kota
Penelitian ini dilatar belakangi oleh,adanya permasalahan yang ditemukan dikelas VIII MTsN 3 Lima Puluh Kota. Berdasarkan observasi dan wawancara yang telah dilakukan hasil belajar matematika siswa yang rendah dan aktivitas matematika siswa serta proses pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru. Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran Auditory Intellectualy Repetition (AIR). Untuk melihat aktivitas siswa bisa dilihat dari data lembar aktivitas siswa apakah siswa siswa tersebut termasuk kriteria tergolong aktif atau tergolong sangat aktif. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah kemampuan hasil belajar matematika siswa dan aktivitas matematika siswa menggunakan model Auditory Intellectualy Repetition (AIR) lebih baik dari pada pembelajaran konvensional siswa kelas VIII MTsN 3 Lima Puluh kota. Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan rancangan penelitian Static Group Comparison Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas siswa kela VIII MTsN 3 Lima Puluh Kota yang terdiri 3 kelas. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VIII.3. Sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VIII.2 sebagai kelas kontrol yang diambil dengan teknik Simple random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar matematika siswa dalam bentuk soal essay. Adapaun teknik analisis data yang digunakan adalah persentase untuk aktivitas belajar siswa dan uji t untuk hasil belajar matematika siswa. Berdasarkan hasil analisis dan aktivitas belajar siswa diperoleh persentase rata-rata sebesar 90,56 % dengan kriteria sangat aktif. Sedangkan dari analisis data hasil belajar matematika siswa diperoleh t_hitung > t_tabel yaitu t_hitung = 11,50 dan t_tabel = 1,67. Kriteria pengujian adalah diterima H_0 jika t_hitung > t_tabel selain itu tolak H_0. Berdasarkan perhitungan diperoleh t_hitung > t_tabel yaitu 11,50 > 1,67 artinya H_0 ditolak H_1 diterima. Sehingga model pembelajaran Auditory Intellectually Repitition (AIR) lebih baik dari pada pembelajaran konvensional di kelas VIII MTsN 3 Lima Puluh Kota.