Abstrak
Skripsi ini disusun oleh Doni Saputra dengan NIM 3722251 program Studi S1 Manajemen Bisnis Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dengan judul “Analisis Strategi Pemasaran Gula Aren Asli di Jorong Ampang Gadang Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman di Tinjau dari Ekonomi Islam". Penelitian ini berlatar belakang dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap produk alami dan tradisional, gula aren adalah salah satu komoditas unggulan pedesaan yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta potensi pasar yang luas. Jorong Ampang Gadang di Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, dikenal sebagai tempat produksi gula aren asli. Namun, hingga saat ini, penjualan produk masih dilakukan secara konvensional dan hanya di pasar lokal. Kondisi tersebut menyebabkan posisi tawar produsen yang lemah, jangkauan pasar yang sempit, dan pendapatan pelaku usaha yang tidak optimal. Akibatnya, agar bisnis gula aren dapat berkembang secara berkelanjutan, strategi pemasaran yang tepat dan sesuai dengan prinsip ekonomi Islam diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi metode yang digunakan untuk memasarkan gula aren asli di Jorong Ampang Gadang, menemukan hambatan yang dihadapi oleh pengusaha saat melakukan pemasaran, dan meninjau metode tersebut dari sudut pandang ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pelaku usaha gula aren, pedagang, serta pihak terkait lainnya. Reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan adalah langkah-langkah yang digunakan dalam analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran gula aren di Jorong Ampang Gadang masih didominasi oleh metode tradisional. Keterbatasan jangkauan pasar, kurangnya pengetahuan tentang pemasaran digital, kurangnya standarisasi produk, dan masalah logistik dan distribusi adalah masalah utama yang dihadapi bisnis. Dari perspektif ekonomi Islam, strategi pemasaran gula aren telah sebagian besar menunjukkan prinsip kejujuran dan keadilan; namun, transparansi informasi, distribusi yang lebih efisien, dan penciptaan manfaat yang lebih besar masih perlu ditingkatkan.