Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

DONI SAPUTRA

3 karya publik ditemukan.

2026: 12020: 12018: 1

Analisis Strategi Pemasaran Gula Aren Asli di Jorong Ampang Gadang Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman Ditinjau dari Ekonomi Islam

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini disusun oleh Doni Saputra dengan NIM 3722251 program Studi S1 Manajemen Bisnis Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dengan judul “Analisis Strategi Pemasaran Gula Aren Asli di Jorong Ampang Gadang Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman di Tinjau dari Ekonomi Islam". Penelitian ini berlatar belakang dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap produk alami dan tradisional, gula aren adalah salah satu komoditas unggulan pedesaan yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta potensi pasar yang luas. Jorong Ampang Gadang di Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, dikenal sebagai tempat produksi gula aren asli. Namun, hingga saat ini, penjualan produk masih dilakukan secara konvensional dan hanya di pasar lokal. Kondisi tersebut menyebabkan posisi tawar produsen yang lemah, jangkauan pasar yang sempit, dan pendapatan pelaku usaha yang tidak optimal. Akibatnya, agar bisnis gula aren dapat berkembang secara berkelanjutan, strategi pemasaran yang tepat dan sesuai dengan prinsip ekonomi Islam diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi metode yang digunakan untuk memasarkan gula aren asli di Jorong Ampang Gadang, menemukan hambatan yang dihadapi oleh pengusaha saat melakukan pemasaran, dan meninjau metode tersebut dari sudut pandang ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pelaku usaha gula aren, pedagang, serta pihak terkait lainnya. Reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan adalah langkah-langkah yang digunakan dalam analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran gula aren di Jorong Ampang Gadang masih didominasi oleh metode tradisional. Keterbatasan jangkauan pasar, kurangnya pengetahuan tentang pemasaran digital, kurangnya standarisasi produk, dan masalah logistik dan distribusi adalah masalah utama yang dihadapi bisnis. Dari perspektif ekonomi Islam, strategi pemasaran gula aren telah sebagian besar menunjukkan prinsip kejujuran dan keadilan; namun, transparansi informasi, distribusi yang lebih efisien, dan penciptaan manfaat yang lebih besar masih perlu ditingkatkan.

Persepsi Masyarakat Tentang Mengadzankan Mayat Pada Waktu Penguburan

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini berjudul: “Persepsi Masyarakat Tentang Mengadzankan Mayat Pada Waktu Penguburan”, skripsi ini ditulis oleh Doni Saputra, NIM. 1115.026, Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negri (IAIN) Bukittinggi 1441/2020 Ada faktor yang melatar belakangi penulis dalam penelitian yang berbentuk skripsi ini yaitu kebiasaan masyarakat Jorong Padang Kunyik Kanagarian Kamang Mudiak, Kec. Kamang Magek, Kab. Agam Provinsi Sumatra Barat mengadzankan mayat pada waktu penguburan, kebiasaan ini apakah sesuai dengan ajaran Islam, padahal pada masa Rasulullah SAW tidak ada. Dan juga pada kebiasaan umunya adzan itu di gunakan sebagai alat pemberi tahu bahwa waktu shalat telah masuk. Tujuan dari penulisan Skripsi ini tu memberikan pemahaman yang lebih tentang mengadzankan mayat pada saat penguburan kepada pembaca skripsi ini dan masyarakat Jorong Padang Kunyik Kanagarian Kamang Mudiak, Kec. Kamang Magek, Kab. Agam Provinsi Sumatra Barat, terlebih kepada penulis sediri. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimanakah persepsi masyarakat tentang mengadzankan mayat pada waktu penguburan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan mengunakan metode kualitatif yang sumber datanya berasal dari informan. Metode pengumpulan data yang dipakai adalah metode wawancara Berdasarkan hasil dari penelitian yang penulis peroleh adalah bahwa pandangan masyarakat tentang pengadzanan mayat pada saat penguburan adalah tradisi pengdahulu mereka. Kebanyakan dari masyarakat yang melakukan pengadzanan mayat pada saat penguburan adalah masyarakat yang mengikut ajaran terdahulu, ajaran yang diajarkan secara turun-temurun oleh masyarakat terdahulu. Alasan masyarakat mengadzankan mayat adalah diqiyaskan kepada bayi yang baru lahir, karena pada masa Rasulullah SAW pernah mengadzankan cucunya yaitu Husain bin Ali, jadi masyarakat beranggapan bahwa bayi yang baru lahir (memulai dunia) saja di adzankan, mengapa tidak dengan orang yang akan meninggalkan dunia ini (meninggal). Sebagian masyarakat juga beralasan dengan penganalogian firman Allah SWT dalam surat Al Isra’ ayat 85) artinya ” dan mereka bertanya padaku tentang roh, katakan lah, roh itu termkasud Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”. Bahwa roh itu hanya Allah SWT yang tau, mungkin saja orang yang meninggal dunia masih mendengarnya. Jawaban dan alasan yang diberikan Masyarakat penulis menarik kesimpulan bahwa pemahaman sebagian masyarakat tentang pengadzanan ini kurang, karena alasan yang diberikan kebanyakan hanyalah hasil taklid (mengikut). artinya masyarakat melakukan mengadzankan mayat tersebut karena mengikut-mengikut orang terdahulu mereka.

JUAL BELI TERHADAP ALPUKAT YANG MASIH BERPUTIK DI TINJAU DARI PANDANGAN FIQIH MUAMALAH

2018 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini berjudul : “JUAL BELI TERHADAP ALPUKAT YANG MASIH BERPUTIK DI TINJAU DARI PANDANGAN FIQIH MUAMALAH” Skripsi ini ditulis oleh Doni Saputra, Nim. 1214.019, Jurusan Hukum Ekonomi Syari’ah Fakultas Syari’ah Insitut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Maksud dari judul ini dari secara keseluruhan adalah untuk mengetahui bagaimana hukum jual beli terhadap alpukat yang masih berputik yang terjadi di Jorong Tambuo Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang. Faktor utama yang memotivasi penulis dalam memilih judul ini karena masyarakat di Jorong Tambuo, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, yang melakukan transaksi jual beli alpukat dalam keadaan yang berputik, sedangkan alpukat tersebut belum pasti kematangannya (belum jelas kelayakannya), dan pemilik alpukat telah menjual alpukat tersebut kepada pembeli. Sedangkan dalam aturan syari’at jual beli buah-buahan itu di bolehkan apabila sudah terlihat memerah atau menguning. Oleh karena itu pembahasan dalam skripsi ini di fokuskan bagaimana pelaksanaan jual beli terhadap alpukat yang masih berputik di Jorong Tambuo Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang. Penelitian mengunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini yang penulis yang penulis lakukan adalah penelitian lapangan (field research) dengan lakukan di Jorong Tambuo Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang dan informan dalam penelitian ini adalah penjual dan pembeli di Jorong Tambuo Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang. Dalam pengumpulan Data yang dibutuhkan, penulis menggunakan teknik wawancara dan observasi. Sedangkan di dalam analisa data, digunakan metode deskriptif yaitu metode yang mengambarkan keadaan yang terjadi di lapangan secara sistematis. Hasil penelitian yang penulis lakukan, penulis menemukan pada umumnya pedagang di Jorong Tambuo mengetahui sistem jual beli buah alpukat yang masih berputik yang ada di pohon. Akan tetapi hanya sebagian dari mereka yang melaksanakan bagaimana sistem jual beli buah alpukat yang benar dan sesuai dengan syari’at Islam. Mereka tidak mengetahui mengenai ketentuan yang terdapat dalam transaksi jual beli buah alpukat yang masih berputik, menurut fiqih muamalah transaksi jual beli terhadap buah alpukat yang masih berputik di kalangan para pedagang di Jorong Tambuo termasuk perbuatan yang melanggar aturan syari’at yang berakibat tidak sahnya jual beli. Jual beli ini dapat dikategorikan sebagai jual beli Gharar karena ada unsur ketidak pastian dalam buah alpukat yang diperjual belikan, dan termasuk kedalam jual beli yang dilarang oleh syari’at.